QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 103 [QS. 21:103]

لَا یَحۡزُنُہُمُ الۡفَزَعُ الۡاَکۡبَرُ وَ تَتَلَقّٰہُمُ الۡمَلٰٓئِکَۃُ ؕ ہٰذَا یَوۡمُکُمُ الَّذِیۡ کُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
Laa yahzunuhumul faza’ul akbaru watatalaqqaahumul malaa-ikatu hadzaa yaumukumul-ladzii kuntum tuu’aduun(a);

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat.
(Malaikat berkata):
“Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu”.
―QS. 21:103
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah
21:103, 21 103, 21-103, Al Anbiyaa 103, AlAnbiyaa 103, Al-Anbya 103, Al Anbiya 103, Alanbiya 103, Al-Anbiya’ 103

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 103

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 103. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan keadaan penduduk surga, yaitu.

1.
Mereka tidak mendengar suara api neraka yang ditimbulkan oleh gejolak apinya dan bunyi menghanguskan barang-barang yang sedang dibakar.
2.
Mereka berada dalam kesenangan dan kegembiraan yang tidak putus-putusnya, menikmati segala yang mereka inginkan, mendengar segala yang menyenangkan hati dan melihat apa yang disenangi mata-mata mereka.
3.
Mereka tidak dirisaukan oleh bunyi sangkakala yang terakhir, yaitu bunyi sangkakala yang menandakan kebangkitan manusia dari kubur untuk dihisab, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah.
Kemudian ditiup sangkakala sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

(Q.S. Az-Zumar [39]: 68)

4.
Mereka disambut para malaikat dengan menyampaikan kabar gembira atas kemenangan mereka.
Seakan-akan malaikat menyampaikan kepada mereka “Inilah hari yang pernah dijanjikan Allah kepadamu hai orang-orang yang beriman sewaktu di dunia dahulu, pada saat ini Allah melimpahkan pahala yang besar dan kesenangan yang abadi sebagai balasan atas keimanan, ketaatan, dan kesucian dirimu dari perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal yang saleh dan dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menghentikan semua yang dilarang-Nya”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka tidak gentar melihat bencana besar yang membuat takut orang-orang kafir itu.
Sebaliknya, mereka akan disambut oleh para malaikat dengan ucapan selamat, seraya berkata, “Ini adalah hari penuh nikmat yang pernah dijanjikan Tuhan kepada kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar) yaitu perintah yang menyuruh hamba Allah dimasukkan ke dalam neraka (dan mereka disambut) dijemput (oleh para Malaikat) sewaktu mereka keluar dari kuburannya masing-masing, seraya berkata kepada mereka, (“Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian”) sewaktu kalian hidup di dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka tidak dicemaskan oleh ketakutan yang sangat besar pada Hari Kiamat.
Bahkan mereka diberi kabar gembira oleh malaikat :
Inilah hari yang telah dijanjikan kepada kalian, yang di dalamnya terdapat kemurahan dari Allah dan pahala yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat).

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah kematian, menurut apa yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq, dari Yahya ibnu Rabi’ah, dari Ata.

Menurut pendapat lainnya, maksudnya ialah tiupan sangkakala, menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas dan Abu Sinan Sa’id ibnu Sinan Asy-Syaibani, pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, maknanya ialah saat seorang hamba diperintahkan untuk masuk neraka, pendapat ini dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, makna yang dimaksud ialah saat neraka ditumpahkan kepada para penghuninya, pendapat ini dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair dan Ibnu Juraij.

Pendapat yang lainnya lagi mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah saat maut disembelih di antara surga dan neraka, pendapat ini dikatakan oleh Abu Bakar Al-Huzali, menurut riwayat yang dikemukakan oleh Ibnu Abu Hatim bersumber darinya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan mereka disambut oleh para malaikat.
(Malaikat berkata), “Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian.”

Yakni para malaikat berkata kepada mereka, memberitahukan akan datangnya hari kembali mereka (kepada Allah), yaitu disaat mereka dikeluarkan dari kuburnya.
Perkataan para malaikat itu ialah:

Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian.

Yaitu berharaplah kalian untuk memperoleh balasan yang menyenangkan kalian.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 103

FAZA’
فَزَع

Arti kata faza’a adalah perasaan tidak suka dan tertekan yang dialami oleh seseorang karena menghadapi sesuatu yang menakutkan. Perasaan seperti ini merupakan bentuk dari kekuatiran, kecemasan dan kerisauan.

Al Fayruiz Abadi mengatakan baawa arti faza’a adalah kepanikan dan ketakutan, bentuk jamaknya adalah afzaa’.

Kata ini diulang dua kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
-Al Anbiyaa’ (21), ayat 103;
-An Naml (27): 89.

Dalam kedua ayat tersebut kata faza’a digunakan untuk menggambarkan dahsyatnya keadaan yang terjadi pada hari kiamat, sehingga semua manusia panik, takut, cemas, khawatir dan risau.

Ibn Abbas mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan faza’al akbar adalah keadaan dahsyat yang menakutkan pada hari kiamat, ketika manusia dibangkitkan dari kubur.

Sedangkan Imam Al Hasan Al Basri mengatakan bahawa maksud faza’al akbar adalah ketika manusia digiring menuju neraka.

Abu As Su’ud turut menjelaskan bahawa rasa takut itu muncul setelah perhitungan amal selesai dan manusia diperlihatkan seksa dan azab. Namun pada kedua ayat di atas Allah menegaskan bahawa orang-orang yang beriman dan beramal kebajikan tidak akan merasa susah ataupun khawatir menghadapi keadaan tersebut. Mereka aman dari kecemasan dan kerisauan yang dirasakan oleh orang kafir.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:430

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 103 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 103 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 103 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 112 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 21:103
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim