QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 101 [QS. 21:101]

اِنَّ الَّذِیۡنَ سَبَقَتۡ لَہُمۡ مِّنَّا الۡحُسۡنٰۤی ۙ اُولٰٓئِکَ عَنۡہَا مُبۡعَدُوۡنَ
Innal-ladziina sabaqat lahum minnaal husna uula-ika ‘anhaa mub’aduun(a);

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
―QS. 21:101
Topik ▪ Surga ▪ Nama-nama surga ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah
21:101, 21 101, 21-101, Al Anbiyaa 101, AlAnbiyaa 101, Al-Anbya 101, Al Anbiya 101, Alanbiya 101, Al-Anbiya’ 101

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 101

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah Allan subhanahu wa ta’ala menerangkan azab yang dialami orang-orang musyrik disebabkan kekafiran mereka, maka pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan keadaan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta orang-orang yang telah diberi Allah taufik untuk taat kepada-Nya, bahwa mereka tidak dimasukkan ke dalam neraka bahkan mereka sedikitpun tidak didekatkan kepadanya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa waktu Ayat 98 diturunkan orang-orang musyrik Quraisy merasa terpukul karenanya.
Mereka berkata: “Muhammad telah memaki-maki tuhan-tuhan kita Lalu mereka pergi kepada Ibnu Za’bara dan menceritakan tentang ayat yang diturunkan itu, dia menjawab: “Kalau saya berhadapan dengan Muhammad tentulah saya dapat membantahnya”.
Orang-orang musyrik Quraisy itu berkata: “Apakah yang kamu katakan” Dia menjawab: “Aku mengatakan kepadanya: “Al Masih disembah orang-orang Nasrani, Uzair disembah orang Yahudi, apakah Al Masih dan Uzair itu akan menjadi bahan-bahan api neraka?
Orang-orang Quraisy tertarik hatinya mendengar ucapan Ibnu Za’bara dan merasa telah dapat mengalahkan Muhammad.
Maka turunlah ayat 99 sampai 101 surat ini, yang menegaskan ayat 98 di atas.”

Dengan turunnya ayat-ayat ini bungkamlah Ibnu Zabara dan bimbanglah kembali hati orang-orang musyrik.
Tetapi karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, maka mereka tetap dalam kemusyrikan mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka yang Kami bimbing untuk mengikuti kebenaran dan melakukan perbuatan baik, serta Kami janjikan untuk mendapat nasib akhir yang baik, akan terjauhkan dari siksa neraka jahannam.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan dari Kami) yakni kedudukan (yang baik) antara lain adalah para nabi yang telah disebutkan tadi (mereka itu dijauhkan dari neraka Jahanam).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya orang-orang yang telah mendapat ketetapan dari Kami untuk mendapat kebahagiaan yang baik dalam pengetahuan Kami, karena mereka termasuk ahli surga, mereka itulah orang-orang yang dijauhkan dari neraka, sehingga mereka tidak memasukinya dan tidak pula dekat darinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami.

Menurut Ikrimah, kebaikan itu berupa rahmat.
Sedangkan menurut yang lain adalah kebahagiaan.

mereka itu dijauhkan dari neraka.

Setelah menceritakan keadaan ahli neraka dan siksaan yang dialami mereka karena kemusyrikan mereka kepada Allah, lalu Allah mengiringinya dengan kisah tentang orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang telah ditetapkan kebahagiaannya oleh Allah, berkat amal-amal saleh yang telah mereka kerjakan selama di dunia.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain oleh firman-Nya:

Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
(Yunus:26)

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
(Ar Rahmaan:60)

Sebagaimana mereka telah berbuat kebaikan di dunia, maka Allah berbuat baik pula saat kepulangan mereka, juga memberi mereka pahala serta menyelamatkan mereka dari azab dan memberikan kepada mereka pahala yang berlimpah.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka.

Yakni mereka tidak mendengar suara apinya yang membakar tubuh-tubuh yang ada di dalamnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari ayahnya, dari Abu Usman Al-Hariri, dari Abu Usman sehubungan dengan makna firman-Nya:

mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka.
Yaitu suara ular-ularnya yang ada di atas Sirat mematuki ahli neraka.
Bila ular-ular itu mematuki mereka, ia mengeluarkan suara tertentu.


Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 101 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 101 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 101 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 112 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 21:101
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta