QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 3 [QS. 6:3]

وَ ہُوَ اللّٰہُ فِی السَّمٰوٰتِ وَ فِی الۡاَرۡضِ ؕ یَعۡلَمُ سِرَّکُمۡ وَ جَہۡرَکُمۡ وَ یَعۡلَمُ مَا تَکۡسِبُوۡنَ
Wahuwallahu fiis-samaawaati wafiil ardhi ya’lamu sirrakum wajahrakum waya’lamu maa taksibuun(a);

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
―QS. 6:3
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
6:3, 6 3, 6-3, Al An ‘aam 3, AlAnaam 3, Al Anaam 3, Al Anam 3, AlAnam 3, Al An’am 3

Tafsir surah Al An 'aam (6) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah adalah yang berhak disembah, yang menerima doa dan harapan dari semua makhluk-Nya di langit dan di bumi.
“Allah” adalah nama yang agung bagi Tuhan Rabbal ‘alamin, yang sudah dikenal oleh Bangsa Arab sebelum Islam.

Bangsa Arab pada zaman jahiliah, bila ditanya tentang Tuhan yang berhak disembah, mereka akan menjawab “Allah.” Tuhan yang memiliki sifat-sifat yang mereka kenal itulah yang mereka sembah.

Ayat lain yang sejalan dengan maksud ayat ini ialah firman Allah:

Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 84)

Kedua ayat ini, yakni Al-An’aam:3 dan Az-Zukhruf:84 dengan jelas mengagungkan Allah karena kekuasaan-Nya menghidupkan kembali orang yang telah mati, dan lebih-lebih karena kekhususan diri-Nya dalam mengetahui hari kebangkitan dan keesaaan-Nya dalam ketuhanan serta keesaan zat-Nya yang disembah di langit dan di bumi.
Kepada Allah sajalah ditujukan doa segala makhluk di alam semesta ini.

Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui segala yang mereka rahasiakan atau yang mereka tampakkan, baik perkataan dan perbuatan mereka maupun segala yang terbetik dalam hati mereka.
Semua yang diusahakan oleh manusia, tidak luput dari pengetahuan Tuhan.
Perbuatan yang baik akan diberi pahala, perbuatan yang buruk akan diberi hukuman.
Sangatlah sempurna perhatian Tuhan terhadap perbuatan manusia karena semua perbuatan akan mendapatkan balasan dari-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Dia sendirilah yang berhak disembah di langit dan di bumi.
Dia mengetahui segala sesuatu yang kalian sembunyikan dan kalian perlihatkan serta mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan dan akan membalas kalian atas hal itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah Allah) yang berhak untuk disembah dan dipuja (baik di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan) hal-hal yang kamu sembunyikan dan hal-hal yang kamu tampakkan di antara kamu sekalian (dan mengetahui pula apa yang kamu usahakan) perkara baik dan perkara buruk yang kamu ketahui.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah adalah Rabb yang disembah dengan haq di langit dan di bumi.
Di antara bukti ilahiyah-Nya adalah bahwa Dia mengetahui segala apa yang kalian sembunyikan wahai manusia dan apa yang kalian tampakkan.
Dia mengetahui segala amal perbuatan kalian, yang baik dan yang buruk, maka dari itu hanya Allah-lah Rabb yang berhak disembah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan.

Para ulama tafsir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini menjadi berbagai pendapat sesudah mereka sepakat mengingkari pendapat golongan Jahmiyah pertama, yaitu yang mengatakan hal-hal yang Allah subhanahu wa ta’ala.
Mahatinggi dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.
Mereka menginterpretasikan ayat ini dengan pengertian bahwa Allah berada di semua tempat.

Pendapat yang paling sahih mengatakan bahwa Dialah yang diseru di langit dan di bumi, yakni Tuhan yang disembah dan ditauhidkan.
Semua makhluk yang di langit dan di bumi mengakui-Nya sebagai Tuhan, mereka semuanya menyembah kepada-Nya dengan rasa harap dan takut, kecuali orang yang kafir dari kalangan jin dan manusia.
Takwil seperti ini semisal dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi (Q.S. Az-Zukhruf [43]: 84)

Yakni Dialah Tuhan semua makhluk yang di langit dan Tuhan semua makhluk yang di bumi.

Dengan demikian, berarti firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan.

berkedudukan sebagai kalimat berita atau keterangan keadaan.

Pendapat kedua mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘Dia adalah Allah Yang mengetahui semua yang di langit dan semua yang di bumi, yakni semua yang tersembunyi dan semua yang kelihatan’.
Berdasarkan takwil ini, berarti lafaz ya’lamu (mengetahui) berkaitan dengan firman-Nya:

…di langit dan di bumi

Penjabarannya ialah bahwa Dialah Allah Yang mengetahui rahasia kalian dan lahiriah kalian, baik yang di langit maupun yang di bumi, dan Dia mengetahui semua apa yang kalian usahakan.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit.

diwaqafkan (dihentikan bacaannya) secara sempurna.
Kemudian dimulai dengan berita baru, yaitu firman-Nya:

Dan Dia di bumi mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan.
(Q.S. Al-An’am [6]: 3)

Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Dan firman-Nya:

dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan.

Yakni mengetahui semua amal perbuatan kalian, yang baik dan yang buruknya.


Informasi Surah Al An 'aam (الانعام)
Surat Al An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata “An’aam” dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang­ binatang temak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya
kebenaran kena­bian Nabi Muhammad ﷺ
penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya’ qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus dan Luth
penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan kepalsuan kepercayaan orang-orang musy­rik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah
makanan yang halal dan yang haram
wasiat yang sepuluh dari Al Qur’an
tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum
larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul
kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya
cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaum­ nya kepada tauhid.

Lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin
cara seorang nabi memimpin umatnya
bi­dang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul
tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul
kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat
beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan
nilai hidup duniawi.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-An-'aam (6) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-An-'aam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 165 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 6:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al An 'aam.

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah6
Nama SurahAl An 'aam
Arabالانعام
ArtiHewan Ternak
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu55
JuzJuz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat165
Jumlah kata3055
Jumlah huruf-
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma'idah
Surah selanjutnyaSurah Al-A’raf
4.9
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta