Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al An 'aam (Hewan Ternak) - surah 6 ayat 111 [QS. 6:111]

وَ لَوۡ اَنَّنَا نَزَّلۡنَاۤ اِلَیۡہِمُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ وَ کَلَّمَہُمُ الۡمَوۡتٰی وَ حَشَرۡنَا عَلَیۡہِمۡ کُلَّ شَیۡءٍ قُبُلًا مَّا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡۤا اِلَّاۤ اَنۡ یَّشَآءَ اللّٰہُ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَہُمۡ یَجۡہَلُوۡنَ
Walau annanaa nazzalnaa ilaihimul malaa-ikata wakallamahumul mauta wahasyarnaa ‘alaihim kulla syai-in qubulaa maa kaanuu liyu’minuu ilaa an yasyaa-allahu walakinna aktsarahum yajhaluun(a);
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki.
Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
―QS. Al An ‘aam [6]: 111

Daftar isi

And even if We had sent down to them the angels (with the message) and the dead spoke to them (of it) and We gathered together every (created) thing in front of them, they would not believe unless Allah should will.
But most of them, (of that), are ignorant.
― Chapter 6. Surah Al An ‘aam [verse 111]

وَلَوْ dan kalau

And (even) if
أَنَّنَا sekiranya Kami

[that] We (had)
نَزَّلْنَآ Kami menurunkan

[We] sent down
إِلَيْهِمُ kepada mereka

to them
ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ Malaikat

the Angels
وَكَلَّمَهُمُ dan berbicara dengan mereka

and spoken to them
ٱلْمَوْتَىٰ orang mati

the dead
وَحَشَرْنَا dan Kami mengumpulkan

and We gathered
عَلَيْهِمْ atas mereka

before them
كُلَّ segala

every
شَىْءٍ sesuatu

thing
قُبُلًا berhadapan

face to face,
مَّا tidak

not
كَانُوا۟ adalah mereka

they were
لِيُؤْمِنُوٓا۟ akan beriman mereka

to believe
إِلَّآ kecuali

unless
أَن jika

[that]
يَشَآءَ dikehendaki

wills
ٱللَّهُ Allah

Allah.
وَلَٰكِنَّ akan tetapi

But
أَكْثَرَهُمْ kebanyakan mereka

most of them
يَجْهَلُونَ mereka bodoh/tidak mengetahui

(are) ignorant.

Tafsir Quran

Surah Al An ‘aam
6:111

Tafsir QS. Al-An’am (6) : 111. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan kepada kaum Muslimin, jika sekiranya Allah berkenan menurunkan malaikatmalaikat kepada kaum musyrik sehingga mereka dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri dan dapat mendengar perkataannya dengan telinga mereka sendiri tentang kesaksian para malaikat bahwa Muhammad itu betul-betul utusan Allah, dan sekiranya orang-orang yang telah mati dihidupkan kembali lalu berbicara dengan mereka tentang kebenaran Nabi Muhammad, dan juga sekiranya segala sesuatu baik berupa keterangan Alquran tentang kebenaran Nabi dan mukjizatnya itu dikumpulkan dan ditampakkan kepada mereka, niscaya mereka tidak beriman, sebagaimana mereka nyatakan dalam sumpah mereka.
Mereka meminta tanda-tanda itu bukan untuk mencari petunjuk ke arah iman, melainkan untuk tujuan permusuhan, sehingga apapun yang mereka saksikan selalu mereka anggap sebagai sihir.

Jika Allah menghendaki mereka beriman, tentu hati mereka terbuka untuk beriman dengan cara yang sungguh-sungguh.
Mereka tidak mengetahui bahwa iman tidak perlu disangkutpautkan dengan melihat tanda-tanda kebenaran, sebab telah menjadi kebenaran umum bahwa keimanan adalah semata-mata anugerah dari Allah Ta’ala.

Walaupun kepada orang-orang musyrik telah diperlihatkan tanda-tanda kebenaran Nabi Muhammad, namun hal itu tidak menjadi jaminan mereka benar-benar akan beriman, sebab datangnya keimanan bukanlah dengan paksaan, melainkan karena keikhlasan hati, karunia, taufik dan hidayah dari Allah ﷻ

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa watak orang musyrik itu tidak diketahui oleh kebanyakan kaum Muslimin sehingga mereka meminta kepada Nabi Muhammad untuk memperlihatkan mukjizatnya, dengan harapan agar orang-orang kafir itu beriman.
(Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘kebanyakan orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang kafir).

Tafsir QS. Al An ‘aam (6) : 111. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang bersumpah bahwa jika datang suatu bukti mereka akan beriman, benar-benar bohong.
Allah lebih tahu tentang keimanan mereka yang sebenarnya.


Kalaupun Kami menurunkan malaikat yang dapat mereka lihat dengan mata kepala, kemudian mereka diajak bicara (mendengar pembicaraan) orang mati setelah dihidupkan kembali dan dikeluarkan dari kubur, serta Kami kumpulkan segala sesuatu yang menerangkan kebenaran, mereka tidak juga akan beriman kecuali jika Allah menghendaki.
Sungguh, kebanyakan mereka tidak memahami dan tidak tunduk kepada kebenaran, karena hati mereka telah tertutup oleh perilaku jahiliah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kalau sekiranya Kami kabulkan semua permintaan orang-orang musyrik itu, Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit, kami hidupkan orang-orang yang telah mati, lalu bisa berbicara kepada mereka, dan Kami kumpulkan semua permintaan mereka, lalu Kami hadirkan di hadapan mereka, niscaya mereka tetap tidak akan beriman dan tidak pula mengerjakan apa yang kamu (wahai Rasul) serukan kepada mereka, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan hidayah.
Akan tetapi kebanyakan orang-orang kafir itu tidak mengetahui kebenaran yang engkau bawa dari sisi Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka) seperti apa yang telah mereka minta


(dan Kami kumpulkan pula) Kami himpunkan pula


(segala sesuatu ke hadapan mereka) dibaca dengan damah kedua huruf permulaannya, jamak dari Lafal qabiil yakni gelombang demi gelombang.
Dibaca kasrah huruf qaf-nya serta dibaca fatah huruf ba-nya, artinya:
secara terang-terangan sehingga mereka dapat menyaksikan kebenaranmu


(niscaya mereka tidak juga akan beriman) karena hal itu telah diketahui oleh Allah sebelumnya


(kecuali) melainkan


(jika Allah menghendaki) mereka beriman, maka baru mereka dapat beriman


(akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) tentang hal itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman bahwa sekiranya Allah memperkenankan permintaan mereka yang bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan sumpah yang penuh kesungguhan, sesungguhnya jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka akan beriman kepada mukjizat itu.
Allah menurunkan malaikat kepada mereka untuk memberitahukan risalah Allah yang dibawa oleh rasulrasul-Nya agar mereka percaya kepada rasulrasul itu.
Seperti yang mereka mintakan, yang disitir dalam firman-Nya:

atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikal dengan berhadapan muka dengan kami.
(QS. Al Israa [17]: 92)

Mereka berkata,
"Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah."(QS. Al-An’am [6]: 124)

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami,
"Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?"
Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman.
(QS. Al-Furqaan [25]: 21)

Firman Allah :

…dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka.

Maksudnya, orang-orang yang telah mati itu memberitahukan kepada mereka tentang kebenaran dari apa yang didatangkan oleh para rasul (dalam dialog mereka dengan para malaikat).

…dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka.

Sebagian dari ulama membacanya qibalan, berasal dari kata muqabalah dan mu’ayanah (berhadap-hadapan).
Sedangkan ulama yang lainnya membaca qubulan, yang menurut suatu pendapat mempunyai makna yang sama, yaitu berasal dari muqabalah dan mu’ayanah juga, seperti yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Qatadah dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.

Mujahid mengatakan, makna qubulan ialah bergelombang-gelombang, yakni ditampilkan kepada mereka semua umat secara bergiliran, satu demi satu, lalu para malaikat memberitahukan kepada mereka tentang kebenaran dari apa yang didatangkan oleh para rasul kepada mereka.

…niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki.

Dengan kata lain, sesungguhnya hidayah itu hanyalah diberikan oleh Allah, bukan oleh mereka (para malaikat itu), bahkan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.
Dia Maha Melakukan semua apa yang dikehendaki-Nya.
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 23)
Berkat ilmu-Nya, hikmah-Nya, kekuasaan-Nya, keperkasaan-Nya, dan kemenangan-Nya.


Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidak akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(QS. Yunus [10]: 96-97)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al An ‘aam (6) Ayat 111

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah ﷺ: “Hai Muhammad.
Engkau telah menceritakan kepada kami mukjizat para Rasul, bahwa Musa mempunyai tongkat dan dengan tongkat itu ia memukul batu (hingga keluarlah air); ‘Isa dapat menghidupkan yang mati; dan Shalih diberi unta untuk menguji kaum Tsamud.
Maka datangkanlah mukjizatmu kepada kami agar kami percaya kepadamu.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab:
“Cobalah gunung Shafa itu dijadikan emas.” Nabi ﷺ bersabda: “Jika aku telah melaksanakan permintaan kalian, apakah kalian akan percaya kepadaku?” Mereka menjawab:
“Demi Allah, kami akan taat.” Maka berdirilah Rasulullah seraya berdoa kepada Allah, sehingga datanglah Jibril dan berkata: “Jika engkau menghendakinya, pasti gunung Shafa itu akan menjadi emas.
Tapi jika mereka tidak juga percaya , pasti Allah akan menyiksa mereka.
Karenanya lebih baik engkau membiarkan mereka, sehingga bertobat orang-orang yang ingin bertobat.” Kemudian Allah menurunkan ayat ini (al-An’am: 111) sebagai penegasan bahwa mukjizat apapun yang diidatangkan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al An ‘aam (الانعام)

Surat Al-An’aam (binatang ternak:
unta, sapi, biri-biri dan kambing) yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Mekah dekat sebelum hijrah.

Dinamakan Al An’aam karena di dalamnya disebut kata "An’aam" dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah serta kesempumaan sifat-sifat-Nya.
▪ Kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Penyaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, ‘Isa, Ilyas, Ilyasa, Yunus dan Luth.
▪ Penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah.
▪ Makanan yang halal dan yang haram.
▪ Wasiat yang sepuluh dari Alquran.
▪ Tentang tauhid, keadilan dan hukum-hukum.
▪ Larangan mencaci maki berhala orang musyrik, karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah:

▪ Kisah umat-umat yang menentang rasulrasul.
▪ Kisah pengalaman Nabi Muhammad ﷺ dan para nabi pada umumnya.
▪ Cerita Nabi Ibrahim `alaihis salam membimbing kaumnya kepada tauhid.

Lain-lain:

▪ Sikap kepala batu kaum musyrikin.
▪ Cara seorang nabi memimpin umatnya.
▪ Bidang-bidang kerasulan dan tugas rasulrasul.
▪ Tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul.
▪ Kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat.
▪ Beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan.
▪ Nilai hidup duniawi.

Audio Murottal

QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 165 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-An-'aam (6) : 1-165 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 165

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al An 'aam ayat 111 - Gambar 1 Surah Al An 'aam ayat 111 - Gambar 2
Statistik QS. 6:111
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al An ‘aam.

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah.
Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka.
Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara.
Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah.
Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Nomor Surah 6
Nama Surah Al An ‘aam
Arab الانعام
Arti Hewan Ternak
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 55
Juz Juz 3 (ayat 1-91),
juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 165
Jumlah kata 3055
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’idah
Surah selanjutnya Surah Al-A’raf
Sending
User Review
4.5 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

6:111, 6 111, 6-111, Surah Al An 'aam 111, Tafsir surat AlAnaam 111, Quran Al Anaam 111, Al Anam 111, AlAnam 111, Al An'am 111, Surah Al Anam ayat 111

Video Surah

6:111


More Videos

Kandungan Surah Al An 'aam

۞ QS. 6:1 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:2 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 6:3 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:4 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:8 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:9 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:10 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:11 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:12 • Segala sesuatu milik Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:13 • Segala sesuatu milik Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 6:15 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 6:16 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 6:17 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 6:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 6:19 Tauhid Uluhiyyah • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Wahid (Maha Esa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:21 • Mendustai Allah

۞ QS. 6:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Siksa orang kafir

۞ QS. 6:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:24 • Mendustai Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 6:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:26 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:27 Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia

۞ QS. 6:28 • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:29 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:30 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 6:31 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 6:32 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 6:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:34 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 6:35 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:36 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:37 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 6:38 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 6:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:40 • Nama-nama hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:41 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:42 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:43 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:44 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:45 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:47 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:48 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 6:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 6:50 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 6:51 • Syafaat hak Allah semata • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:52 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 6:53 • Keluasan ilmu Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 6:54 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 6:55 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 6:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:58 • Keluasan ilmu Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:59 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan •

۞ QS. 6:60 • Keluasan ilmu Allah • Pencabutan ruh saat tidur • Kebenaran hari penghimpunan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:61 • Al Qahir (Maha Pemaksa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 6:62 Al Haq (Maha Benar) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 6:63 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 6:64 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:65 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:67 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:68 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 6:70 • Syafaat hak Allah semata • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:71 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 6:72 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:73 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana)

۞ QS. 6:75 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:76 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:77 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:79 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 6:80 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:81 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Keutamaan iman •

۞ QS. 6:82 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratSyirik adalah kezaliman • Keutamaan iman

۞ QS. 6:83 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:84 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:87 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:88 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Perbuatan orang kafir sia-sia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 6:89 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 6:90 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:91 • Mendustai Allah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:92 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Shalat rukun Islam

۞ QS. 6:93 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Azab orang kafir

۞ QS. 6:94 • Syafaat hak Allah semata • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 6:95 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:96 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 6:97 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 6:98 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:99 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:100 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 6:101 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 6:102 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 6:103 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 6:104 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:106 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:107 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:108 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:110 • Allah menggerakkan hati manusia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 6:111 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 6:112 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 6:113 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:114 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:115 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 6:116 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 6:117 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 6:119 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:120 • Dosa batin • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:121 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 6:122 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:123 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:124 • Keluasan ilmu Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:125 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 6:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 6:127 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Nama-nama surga

۞ QS. 6:128 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 6:129 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:130 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Manusia bersaksi atas dirinya • Pahala jin dan balasannya • Keimanan jin kepada para nabi

۞ QS. 6:131 • Hukum alam • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 6:132 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:133 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 6:134 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kepastian hari kiamat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:135 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:136 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar •

۞ QS. 6:137 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 6:138 • Mendustai Allah • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:139 • Mendustai Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar

۞ QS. 6:140 • Mendustai Allah • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 6:141 • Kekuasaan Allah • Zakat rukun Islam • Hemat dalam bekerja

۞ QS. 6:142 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 6:144 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 6:145 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam

۞ QS. 6:146 • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 6:147 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ajakan masuk Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 6:148 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Manusia antara memilih dan dipaksa • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 6:149 Dalil Allah atas hambaNya • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 6:150 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 6:151 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 6:152 • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 6:153 • Perintah untuk selalu bersatu

۞ QS. 6:154 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi • Kewajiban beriman pada hari akhir •

۞ QS. 6:155 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 6:156 Dalil Allah atas hambaNya • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 6:157 Dalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 6:158 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Beriman ketika datang hari kiamat • Timbulnya awan sebelum kiamat • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 6:159 • Akibat terpisah dari umat Islam • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 6:160 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 6:161 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Islam agama fitrahHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 6:162 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Shalat rukun Islam • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 6:163 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Islam agama para nabi •

۞ QS. 6:164 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 6:165 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

Ayat Pilihan

Hai isteri-isteri Nabi,
kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa.
Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya & ucapkanlah perkataan yang baik,
QS. Al-Ahzab [33]: 32

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan),
maka siapa berat timbangan kebaikannya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. Al-A’raf [7]: 8

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri & suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-A’raf [7]: 55

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) & dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
QS. An-Nahl [16]: 65

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

+

Array

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus Istilah Islam

Musyrik

Apa itu Musyrik? Musyrik menurut syariat Islam adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun, merupakan kebalikan dari ajaran ketauhidan, yang memiliki arti Mengesakan Allah. Kata syirik sendiri...

Bulan Dzulhijah

Apa itu Bulan Dzulhijah
? Bulan terakhir di kalender Hijriah ini menandakan bulan suci untuk menunaikan haji. Biasanya bulan ini terdiri dari 29 hari, tapi di tahun kabisat harinya menjadi 30. Pada ...

Ratu Balqis

Siapa itu Ratu Balqis? Ratu Balqis juga dikenali sebagai Ratu dari Saba’ atau Ratu dari Sheba adalah seorang ratu yang memerintah kerajaan kuno Saba’ yang disebut dalam Injil Ibrani, Perj...