Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al 'Alaq (Segumpal Darah) - surah 96 ayat 6 [QS. 96:6]

کَلَّاۤ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَیَطۡغٰۤی ۙ
Kalaa inna-insaana layathgha;
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
―QS. Al ‘Alaq [96]: 6

Daftar isi

No! (But) indeed, man transgresses
― Chapter 96. Surah Al ‘Alaq [verse 6]

كَلَّآ sekali-kali tidak

Nay!
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

man
لَيَطْغَىٰٓ benar-benar melampui batas

surely transgresses,

Tafsir Quran

Surah Al ‘Alaq
96:6

Tafsir QS. Al-‘Alaq (96) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia.
Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan.

Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukumhukum Allah.
Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.

Tafsir QS. Al ‘Alaq (96) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya manusia suka melampaui batas dan sombong di hadapan Tuhannya, karena ia memandang dirinya memiliki kekayaan dan harta.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh manusia itu melampaui batas-batas Allah karena melihat dirinya berkecukupan.
Setiap orang yang melampaui batas akan menyadari bahwa tempat kembalinya adalah kepada Allah, lalu Dia membalas setiap manusia sesuai amalnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Ketahuilah) artinya memang benar


(sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-17)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal manusia, bahwa manusia itu adalah makhluk yang mempunyai kesenangan, jahat, angkuh, dan melampaui batas apabila ia melihat dirinya telah berkecukupan dan banyak hartanya.
Kemudian Allah mengancamnya dan memperingatkan kepadanya melalui firman berikutnya:

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
(QS. Al-‘Alaq [96]: 8)

Yakni hanya kepada Allah-lah kamu kembali dan berpulang, lalu Dia akan mengadakan perhitungan terhadap hartamu dari manakah kamu hasilkan dan ke manakah kamu belanjakan?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Ismail As-Sa’ig, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Aim, telah menceritakan kepada kami Abu Umais, dari Aun yang telah mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa ada dua orang yang haus dan tidak pernah merasa kenyang, yaitu orang yang berilmu dan orang yang memiliki harta;
tetapi keduanya tidak sama.
Adapun orang yang berilmu, maka bertambahlah rida Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya.
Adapun orang yang berharta, maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).
Kemudian Abdullah ibnu Mas’ud membacakan firman-Nya:
Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 6-7)
Dan terhadap orang yang berilmu, Abdullah ibnu Mas’ud membacakan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.
(QS. Faathir [35]: 28)

Hal yang semakna telah diriwayatkan pula secara marfu’ sampai kepada Rasulullah ﷺ, yaitu:

Ada dua macam orang yang rakus selalu tidak merasa kenyang, yaitu penuntut ilmu dan pemburu duniawi.

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan salat.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 9-10)

Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap Abu Jahal laknatullah.
Dia mengancam Nabi ﷺ bila melakukan salat di Baitullah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala pada mulanya menasihati Abu Jahal dengan cara yang terbaik, untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 11)

Yakni bagaimanakah menurut pendapatmu jika orang yang kamu larang ini berada di jalan yang Iurus dalam sepak terjangnya.

Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
(QS. Al-‘Alaq [96]: 12)

melalui ucapannya, sedangkan engkau menghardiknya dan mengancamnya bila ia mengerjakan salatnya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
(QS. Al-‘Alaq [96]: 14)

Artinya, tidakkah orang yang melarang orang yang mendapat petunjuk itu mengetahui bahwa Allah melihatnya dan mendengar pembicaraannya, dan kelak Dia akan membalas perbuatannya itu dengan balasan yang setimpal.
Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan dan mengancam dengan ancaman yang keras:

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 15)


Yaitu tidak lagi menghentikan perbuatannya yang selalu bermusuhan dan ingkar.

niscaya Kami tarik ubun-ubunnya.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 15)

Yakni niscaya Kami benar-benar akan memberinya tanda hitam kelak di hari kiamat.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 16)

Maksudnya, ubun-ubun Abu Jahal yang pendusta dalam ucapannya lagi durhaka dalam perbuatannya.

Maka biarlah dia memanggil golongannya.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 17)

Yakni kaumnya dan kerabatnya, biarlah dia memanggil mereka untuk menolongnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al ‘Alaq (96) Ayat 6

AJR
أَجْر

Lafaz ini mempunyai dua makna yang berkaitan.
Ia bermakna upah atas sesuatu pekerjaan dan juga merawat tulang yang retak.
Untuk makna pertama, ia berbentuk al ajr atau al ujrah.

Al Khalil berkata,
"Ajr bermakna ganjaran atas suatu amalan.
Dari kata itu dinamakan juga mahar perempuan sebagai ajr (jamaknya ujur), seperti yang terdapat dalam ayat Allah fa aatuu hunna ujuura hunna sedangkan untuk makna merawat tangan yang retak, dikatakan ujirat yadaahu (tangannya dirawat) atau ajartu yadaahu (aku merawat tangannya).
Lafaz ajr disebut sebanyak 84 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 62, 112, 262, 274, 277;
• Ali Imran (3), ayat 136, 171, 172, 179, 199;
• An Nisaa (4), ayat 40, 67, 74, 95, 100, 114, 146, 162;
• Al Maa’idah (5), ayat 9;
• Al An’aam (6), ayat 90,
• Al A’raaf (7), ayat 113, 170,
Al Anfaal (8), ayat 28,
• At Taubah (9), ayat 22, 120;
Yunus (10), ayat 72;
Hud (11), ayat 11, 51, 115;
Yusuf (12), ayat 56, 57, 90, 104;
• An Nahl (16), ayat 41, 96, 97;
• Al Kahfi (18), ayat 2, 30, 77;
• Al Israa (17), ayat 9,
• Al Furqaan (25), ayat 57,
• Asy Syu’araa (26), ayat 41, 109, 127, 145, 164, 180;
• Al Qashash (28), ayat 25, 54;
Al Ankaabut (29), ayat 27, 58;
• Al Ahzab (33), ayat 29, 31, 35, 44;
• Saba’ (34), ayat 47;
Faathir (35), ayat 7;
Yaa Siin (36), ayat 11, 21;
Shad (38), ayat 86,
• Az Zumar (39), ayat 10, 35, 74;
• Fushshilat (41), ayat 8;
• Asy Syuura (42), ayat 23, 40;
• Al Fath (48), ayat 10, 16, 29;
• Al Hujurat (49), ayat 3;
• Ath Thuur (52), ayat 40,
• Al Hadid (57), ayat 7, 11, 18, 19, 27;
• Ath Thaghaabun (64), ayat 15;
Ath Thalaaq (65), ayat 5;
• Al Mulk (67), ayat 12;
• Al Qalam (68), ayat 3, 46;
• Al Muzzammil (73), ayat 20;
• Al Insyiqaaq (84), ayat 25,
• At Tiin (95), ayat 6.

At Tabari menafsirkan ajr dalam surah Saba dengan al jur atau upah, yaitu "Sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kamu atas ajakan kepada Islam dan menyampaikan risalahnya." Sedangkan dalam surah Faathir, beliau memberikan makna lafaz ajr ialah syurga sebagaimana yang diriwayatkan dari Qatadah.
Dalam surah Shad, beliau menafsirkan ajr sebagai tsawaab (ganjaran) dan jazaa’ (balasan).

Dalam surah Al Qashash, berkenaan kisah Nabi Musa, Ibnu Katsir memberikan tafsiran lafaz ajr yaitu "memberikan ganjaran (tsawaab) dan hadiah (mukafaah) kepadamu atas pertolonganmu dengan memberi minum kepada kambing-kambing kami" Sebagaimana penafsirannya dalam surah Al A’raaf, ayat 113, beliau menafsirkan ajr dengan ats tsawaab yaitu ganjaran dan hadiah atau al ataa yang dijanjikan oleh Fir’aun apabila para ahli sihir dapat mengalahkan Musa dengan melantik mereka sebagai pembesar-pembesarnya dan pembesar orang Mesir.

Mayoritas penggunaan lafaz ajr di dalam Al Qur’an adalah ganjaran atau balasan bagi orang yang beramal shaleh, bertakwa, berbuat kebajikan dan lain-lain, berupa nikmat syurga di akhirat dan sebagainya.
Malah, hampir keseluruhannya memiliki maksud ini kecuali beberapa ayat sebagaimana yang dipaparkan di atas.
Maka, maksud umum lafaz ajr ialah ganjaran balasan kebaikan dan bukan kejahatan, sedangkan makna khususnya ialah upah seperti dalam surah Al Qashash dan Al A’raaf dalam ayat 113 di atas dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:37-38

Unsur Pokok Surah Al ‘Alaq (العلق)

Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Alquran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad ﷺ berkhalwat di gua Hira’.

Surat ini dinamai "Al ‘Alaq" (segumpal darah), diambil dari perkataan "Alaq" yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Surat ini dinamai juga dengan "Iqra" atau "Al Qalam".

Keimanan:

▪ Perintah membaca Alquran.
▪ Manusia dijadikan dari segumpal darah.
▪ Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan.
▪ Manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup.
▪ Ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al ‘Alaq (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-'Alaq (96) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-'Alaq (96) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al 'Alaq ayat 6 - Gambar 1 Surah Al 'Alaq ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 96:6
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al ‘Alaq.

Surah Al-‘Alaq (bahasa Arab:العلق, “Segumpal Darah”) adalah surah ke- dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Alquran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira.
Surah ini dinamai Al ‘Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Surat ini dinamai juga dengan Iqra’ atau Al Qalam.

Nomor Surah 96
Nama Surah Al ‘Alaq
Arab العلق
Arti Segumpal Darah
Nama lain Iqra’ (Bacalah), al-Qalam (Kalam), Iqra’ Bismi Rabbika
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 1
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 288
Surah sebelumnya Surah At-Tin
Surah selanjutnya Surah Al-Qadr
Sending
User Review
4.9 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

96:6, 96 6, 96-6, Surah Al 'Alaq 6, Tafsir surat AlAlaq 6, Quran Al Alaq 6, Al-Alaq 6, Al-'Alaq 6, Surah Al Alaq ayat 6

Video Surah

96:6


More Videos

Kandungan Surah Al 'Alaq

۞ QS. 96:1 Ar Rabb (Tuhan) • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:2 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:3 Ar Rabb (Tuhan) • Al Karim (Maha Mulia) • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:4 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:5 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:8 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:14 • Sifat Bashar (melihat) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:15 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:16 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:17 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:18 • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

Ayat Pilihan

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah,

dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
QS. Yunus [10]: 100

Dan ia (Yahya a.s.) adalah orang bertakwa,
orang yang berbakti kepada orang tuanya,
bukan orang yang sombong lagi durhaka.
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan & pada hari ia meninggal & pada hari ia dibangkitkan hidup kembali
QS. Maryam [19]: 13-15

Allahlah yang menciptakan malam,
siang,
matahari & bulan.
Semua itu berjalan pada tempat yang telah ditentukan Allah & beredar pada porosnya masing-masing yang tidak akan pernah melenceng dari garis edarnya.
QS. Al-Anbiya [21]: 33

Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semua.
Kepunyaan-Nya kerajaan langit bumi.
Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan.
QS. Az-Zumar [39]: 44

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Correct! Wrong!

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

+

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

Al-Tatfif

Apa itu Al-Tatfif? Surah Al-Tatfif adalah surah ke-83 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat. Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil ...

Hakim an-Naisaburi

Siapa itu Hakim an-Naisaburi? Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Hakim al-Naisaburi atau terkenal dengan sebutan Al-Hakim saja, adalah salah seorang imam di antara ulama-ulama hadits dan seorang p...

Al Muqsith

Apa itu Al Muqsith? Allah itu Al-Muqsith ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Memberi Keadilan. Allah itu Maha Adil, sehingga Dia akan memberikan keadilan bagi siapa saja yang memang pantas untuk m...