Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al 'Alaq (Segumpal Darah) - surah 96 ayat 18 [QS. 96:18]

سَنَدۡعُ الزَّبَانِیَۃَ
Sanad’uzzabaaniyata;
Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
―QS. Al ‘Alaq [96]: 18

Daftar isi

We will call the angels of Hell.
― Chapter 96. Surah Al ‘Alaq [verse 18]

سَنَدْعُ kelak Kami memanggil

We will call
ٱلزَّبَانِيَةَ Zabaniyah

the Angels of Hell.

Tafsir Quran

Surah Al ‘Alaq
96:18

Tafsir QS. Al-‘Alaq (96) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Allah mempersilakan mereka yang sewenang-wenang dan melarang orang melakukan ibadah itu untuk meminta bantuan kelompok mereka.
Ayat ini khususnya ditujukan kepada Abu Jahal, yang dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Nabi ﷺ di Mekah.

Allah mengancam bahwa bila Abu Jahal memanggil teman-teman komplotannya untuk meminta tolong, maka Allah akan memanggil malaikatmalaikat Zabaniyah, yaitu para penjaga neraka yang sangat bengis.
Artinya, ia di dunia akan celaka dan di akhirat akan masuk neraka.

Ancaman itu kemudian terbukti, yaitu pada tahun kedua setelah umat Islam hijrah ke Madinah, terjadi Perang Badar, di mana Abu Jahal sebagai pemimpin Quraisy mati terbunuh.
Dan di akhirat nanti ia pasti masuk neraka.

Tafsir QS. Al ‘Alaq (96) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami akan memanggil balatentara Kami untuk membantu Muhammad dan siapa yang bersamanya untuk menyeret orang yang melarang tersebut dengan para pendukungnya ke dalam neraka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apa pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling dari diserukan kepadanya?
Bukankah ia mengetahui bahwa Allah melihat semua yang dilakukannya?
Kenyataannya tidak sebagaimana yang diduga Abu Jahal.
Jika orang ini (Abu Jahal) tidak berhenti dari penentangan dan gangguannya, niscaya akan Kami tarik ubun-ubunya dengan kuat lalu dicampakkan ke dalam neraka.


Ubun-ubunnya adalah ubun-ubun orang yang suka berdusta dalam ucapannya dan salah dalam perbuatannya.
Seakan-akan dusta dan kesalahan tampak darinya.


Karena itu, biarkanlah thaghut ini menghadirkan golongannya untuk meminta pertolongan kepada mereka.
Kelak Kami akan memanggil malaikat azab.


Kenyataannya tidak sebagaimana yang diduga Abu Jahal.
Wahai Rasul sesungguhnya ia tidak akan bisa mengganggumu.


Janganlah engkau menuruti ajakannya untuk meninggalkan shalat.
Bersujudlah kepada Tuhanmu, dan mendekatkan dirilah kepada-Nya dengan senang melakukan ketaatan kepada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah) mereka adalah malaikatmalaikat yang terkenal sangat bengis lagi kejam, untuk membinasakannya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam salah satu hadis, yaitu,
"Seandainya dia benar-benar memanggil golongan senadinya, niscaya dia akan diazab oleh malaikat Zabaniyah secara terang-terangan."

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 18)

Mereka adalah malaikat juru siksa;
sehingga dia mengetahui siapakah yang menang, apakah golongan Kami ataukah golongan dia?

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Abdul Karim Al-Jazari, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Abu Jahal berkata,
"Sesungguhnya jika aku melihat Muhammad sedang salat di dekat Ka’bah, aku benar-benar akan menginjak lehernya."
Maka ancaman itu sampai kepada Nabi ﷺ, lalu beliau ﷺ bersabda:
Sesungguhnya jika dia melakukan niatnya, benar-benar malaikat akan mengambilnya (menghukumnya).

Kemudian Imam Bukhari mengatakan bahwa periwayatan hadis ini diikuti oleh Amr ibnu Khalid, dari Ubaidillah ibnu Arar, dari Abdul Karim.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Nasai di dalam kitab tafsir masing-masing melalui jalur Abdur Razzaq dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abu Kuraib, dari Zakaria ibnu Addi, dari Ubaidillah ibnu Amr dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai dan Ibnu Jarir telah meriwayatkannya, yang hadis berikut berdasarkan lafaz yang ada pada Ibnu Jarir, melalui jalur Daud ibnu Abu Hindun, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ sering melakukan salat di dekat maqam Ibrahim.
Maka lewatlah kepadanya Abu Jahal ibnu Hisyam, lalu berkata,
"Hai Muhammad, dengan apakah engkau mengancamku?
Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah penduduk lembah ini yang paling banyak pendukungnya."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 17-18)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa seandainya Abu Jahal memanggil golongannya (para pendukungnya), niscaya saat itu juga malaikat azab akan mengambilnya.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan, sahih.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Yazid alias Abu Yazid, telah menceritakan kepada kami Furat, dari Abdul Karim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah berkata,
"Sesungguhnya jika aku melihat Rasulullah sedang mengerjakan salat di dekat Ka’bah, benar-benar aku akan menginjak lehernya (saat ia sujud)."
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi ﷺ bersabda:
Seandainya dia melakukan niatnya itu, niscaya malaikat akan mengambilnya secara terang-terangan.
Dan seandainya orang-orang Yahudi mengharapkan mati, niscaya mereka benar-benar mati dan akan melihat tempat kedudukan mereka di dalam neraka.
Dan seandainya orang-orang yang bermubahalah dengan Rasulullah ﷺ keluar (untuk melakukannya), niscaya saat mereka pulang ke rumahnya, mereka tidak akan menjumpai harta dan juga keluarga (mereka).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Wadih, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Al-Walid ibnul Aizar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah mengatakan bahwa sesungguhnya jika Muhammad kembali ke maqam Ibrahim untuk melakukan salat, aku benar-benar akan membunuhnya.
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 1)
Sampai dengan firman-Nya:
niscaya Kami tarik ubun-nbunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil MalaikatZabaniyah.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 15-18)
Maka Nabi ﷺ Datang dan melakukan salatnya.
Lalu dikatakan kepada Abu Jahal,
"Mengapa engkau mengurungkan niatmu dan tidak melakukannya?"
Abu Jahal menjawab,
"Sesungguhnya ada bala tentara yang banyak sekali yang menghalang-halangi antara aku dengan dia."

Ibnu Abbas mengatakan bahwa demi Allah, seandainya Abu Jahal bergerak, benar-benar malaikat akan mengambilnya dengan terang-terangan, sedangkan orang-orang menyaksikannya.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir, dari ayahnya, telah menceritakan kepada kami Na’im ibnu Abu Hindun, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah berkata,
"Maukah kalian melihat wajah Muhammad ditaburi dengan debu di hadapan kalian?"
Mereka menjawab,
"Ya."
Abu Hurairah melanjutkan, bahwa lalu Abu Jahal mengatakan,
"Demi Lata dan ‘Uzza, sesungguhnya jika aku melihat Muhammad sedang salat seperti ini (sujud), aku benar-benar akan menginjak lehernya dan benar-benar akan menaburkan debu ke mukanya."
Maka datanglah Abu Jahal kepada Rasulullah ﷺ yang sedang mengerjakan salat dengan maksud akan menginjak lehernya.
Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa maka tiada yang mengejutkan mereka yang menyaksikan Abu Jahal melainkan karena mereka melihat Abu Jahal surut mundur ke belakang dan melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.
Ketika ditanyakan kepadanya,
"Mengapa engkau?"
Abu Jahal menjawab,
"Sesungguhnya antara aku dan dia terdapat parit api dan pemandangan yang sangat menakutkan serta banyak sayap."
Abu Hurairah melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Seandainya dia mendekat kepadaku, niscaya malaikat akan mencabik-cabik tubuhnya anggota demi anggota.

Perawi mengatakan bahwa lalu Allah menurunkan firman-Nya—apakah hal ini terdapat di dalam hadis Abu Hurairah ataukah tidak?
saya tidak mengetahui—, yaitu:
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.
(QS. Al-‘Alaq [96]: 6), hingga akhir surat.

Imam Ahmad ibnu Hambal, Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya melalui Mu’tamir ibnu Sulaiman dengan sanad yang sama.

Kata Pilihan Dalam Surah Al ‘Alaq (96) Ayat 18

ZABAANIAH
لزَّبَانِيَة

Lafaz zabaaniyah adalah bentuk jamak, mufradnya zibniyah.
Asal katanya adalah al zaban yang bermakna ad daf’ yaitu menolak atau mendorong, seolah-olah mereka mendorong penghuni neraka kepadanya.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al ‘Alaq (96) ayat 18.
Al-Wahidi berkata,
”Ayat ini diturunkan kepada Abu Jahal.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Jarir, Ibnu Abbas beliau berkata,
ketika Rasulullah sedang shalat, tiba-tiba Abu Jahal datang lalu berkata,
"Tidakkah aku melarang kamu dari mengerjakan amalan ini? Rasulullah menghardik perbuatan Abu Jahal itu.
Abu Jahal lantas berkata,
"Hai, bukankah engkau tahu di Makkah ini tidak ada orang lain yang lebih banyak pengikut dan penyokongnya dari aku" Lalu Allah menurunkan ayat ini, "Maka biarlah dia memanggil para penyokongnya (bagi menolongnya), kelak kami akan memanggil malaikat Zabaniyyah"

Ibnu Abbas berkata,
"Demi Allah, sekiranya dia memanggil pengikutnya, pasti zabaaniyah Allah menghantam dan memukul mereka pada saat itu.

Mujahid, Qatadah dan Ad Dahhak mengatakan, zabaaniyah ialah malaikat.

Ibnu Katsir mengatakan, zabaaniyah ialah malaikat azab.

Abdullah bin Abl Al Hudzail mengatakan, az zabaaniyah ialah malaikat yang kakikaki mereka menginjak bumi sedang kepalakepala mereka berada di langit.

Kesimpulannya, az zabaaniyah ialah malaikat azab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:256-257

Unsur Pokok Surah Al ‘Alaq (العلق)

Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Alquran yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad ﷺ berkhalwat di gua Hira’.

Surat ini dinamai "Al ‘Alaq" (segumpal darah), diambil dari perkataan "Alaq" yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Surat ini dinamai juga dengan "Iqra" atau "Al Qalam".

Keimanan:

▪ Perintah membaca Alquran.
▪ Manusia dijadikan dari segumpal darah.
▪ Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan.
▪ Manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup.
▪ Ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al ‘Alaq (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-'Alaq (96) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-'Alaq (96) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al 'Alaq ayat 18 - Gambar 1 Surah Al 'Alaq ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 96:18
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al ‘Alaq.

Surah Al-‘Alaq (bahasa Arab:العلق, “Segumpal Darah”) adalah surah ke- dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Alquran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira.
Surah ini dinamai Al ‘Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Surat ini dinamai juga dengan Iqra’ atau Al Qalam.

Nomor Surah 96
Nama Surah Al ‘Alaq
Arab العلق
Arti Segumpal Darah
Nama lain Iqra’ (Bacalah), al-Qalam (Kalam), Iqra’ Bismi Rabbika
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 1
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 288
Surah sebelumnya Surah At-Tin
Surah selanjutnya Surah Al-Qadr
Sending
User Review
4.5 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

96:18, 96 18, 96-18, Surah Al 'Alaq 18, Tafsir surat AlAlaq 18, Quran Al Alaq 18, Al-Alaq 18, Al-'Alaq 18, Surah Al Alaq ayat 18

Video Surah

96:18


More Videos

Kandungan Surah Al 'Alaq

۞ QS. 96:1 Ar Rabb (Tuhan) • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:2 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:3 Ar Rabb (Tuhan) • Al Karim (Maha Mulia) • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:4 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:5 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 96:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:8 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:14 • Sifat Bashar (melihat) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 96:15 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:16 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:17 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 96:18 • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

Ayat Pilihan


maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan & ketakwaannya.
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
QS. Asy-Syams [91]: 8-10

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan & menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.
Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
QS. Luqman [31]: 6

Penghuni-penghuni Surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya & paling indah tempat istirahatnya.
QS. Al-Furqan [25]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Perjanjian Hudaibiyah

Apa itu Perjanjian Hudaibiyah? Perjanjian Hudaibiyyah adalah sebuah perjanjian yang diadakan di wilayah Hudaibiyah Mekkah pada Maret, 628 M . Hudaibiyah terletak 22 KM arah Barat dari Mekkah menuju J...

Takabur

Apa itu Takabur? Pengertian Takabur dalam Hadis-Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis-hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, terdapat pengert...

Pertempuran Yarmuk

Apa itu Pertempuran Yarmuk? Pertempuran Yarmuk adalah perang antara Muslim Arab dan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636. Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah sat...