QS. Al ‘Alaq (Segumpal Darah) – surah 96 ayat 18 [QS. 96:18]

سَنَدۡعُ الزَّبَانِیَۃَ
Sanad’uzzabaaniyata;

kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,
―QS. 96:18
Topik ▪ Neraka ▪ Penjaga neraka ▪ Sifat iblis dan pembantunya
96:18, 96 18, 96-18, Al ‘Alaq 18, AlAlaq 18, Al Alaq 18, Al-Alaq 18, Al-‘Alaq 18

Tafsir surah Al 'Alaq (96) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al ‘Alaq (96) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 17-18:
Allah mempersilakan mereka yang sewenang-wenang dan melarang orang melakukan ibadah itu untuk meminta bantuan kelompok mereka.
Ayat ini khususnya ditujukan kepada Abu Jahal, yang dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Nabi ﷺ di Mekah.
Allah mengancam bahwa bila Abu Jahal memanggil teman-teman komplotannya untuk meminta tolong, maka Allah akan memanggil malaikat-malaikat Zabaniyah, yaitu para penjaga neraka yang sangat bengis.
Artinya, ia di dunia akan celaka dan di akhirat akan masuk neraka.
Ancaman itu kemudian terbukti, yaitu pada tahun kedua setelah umat Islam hijrah ke Medinah, terjadi Perang Badar, di mana Abu Jahal sebagai pemimpin Quraisy mati terbunuh.
Dan di akhirat nanti ia pasti masuk neraka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami akan memanggil balatentara Kami untuk membantu Muhammad dan siapa yang bersamanya untuk menyeret orang yang melarang tersebut dengan para pendukungnya ke dalam neraka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah) mereka adalah malaikat-malaikat yang terkenal sangat bengis lagi kejam, untuk membinasakannya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam salah satu hadis, yaitu, “Seandainya dia benar-benar memanggil golongan senadinya, niscaya dia akan diazab oleh malaikat Zabaniyah secara terang-terangan.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 18)

Mereka adalah malaikat juru siksa; sehingga dia mengetahui siapakah yang menang, apakah golongan Kami ataukah golongan dia?

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Abdul Karim Al-Jazari, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Abu Jahal berkata, “Sesungguhnya jika aku melihat Muhammad sedang salat di dekat Ka’bah, aku benar-benar akan menginjak lehernya.” Maka ancaman itu sampai kepada Nabi ﷺ, lalu beliau ﷺ bersabda: Sesungguhnya jika dia melakukan niatnya, benar-benar malaikat akan mengambilnya (menghukumnya).

Kemudian Imam Bukhari mengatakan bahwa periwayatan hadis ini diikuti oleh Amr ibnu Khalid, dari Ubaidillah ibnu Arar, dari Abdul Karim.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Nasai di dalam kitab tafsir masing-masing melalui jalur Abdur Razzaq dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abu Kuraib, dari Zakaria ibnu Addi, dari Ubaidillah ibnu Amr dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai dan Ibnu Jarir telah meriwayatkannya, yang hadis berikut berdasarkan lafaz yang ada pada Ibnu Jarir, melalui jalur Daud ibnu Abu Hindun, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ sering melakukan salat di dekat maqam Ibrahim.
Maka lewatlah kepadanya Abu Jahal ibnu Hisyam, lalu berkata, “Hai Muhammad, dengan apakah engkau mengancamku?
Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya aku adalah penduduk lembah ini yang paling banyak pendukungnya.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 17-18)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa seandainya Abu Jahal memanggil golongannya (para pendukungnya), niscaya saat itu juga malaikat azab akan mengambilnya.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan, sahih.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Yazid alias Abu Yazid, telah menceritakan kepada kami Furat, dari Abdul Karim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah berkata, “Sesungguhnya jika aku melihat Rasulullah sedang mengerjakan salat di dekat Ka’bah, benar-benar aku akan menginjak lehernya (saat ia sujud).” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi ﷺ bersabda: Seandainya dia melakukan niatnya itu, niscaya malaikat akan mengambilnya secara terang-terangan.
Dan seandainya orang-orang Yahudi mengharapkan mati, niscaya mereka benar-benar mati dan akan melihat tempat kedudukan mereka di dalam neraka.
Dan seandainya orang-orang yang bermubahalah dengan Rasulullah ﷺ keluar (untuk melakukannya), niscaya saat mereka pulang ke rumahnya, mereka tidak akan menjumpai harta dan juga keluarga (mereka).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Wadih, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Al-Walid ibnul Aizar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah mengatakan bahwa sesungguhnya jika Muhammad kembali ke maqam Ibrahim untuk melakukan salat, aku benar-benar akan membunuhnya.
Maka Allah menurunkan firman-Nya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 1) Sampai dengan firman-Nya: niscaya Kami tarik ubun-nbunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil MalaikatZabaniyah.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 15-18) Maka Nabi ﷺ Datang dan melakukan salatnya.
Lalu dikatakan kepada Abu Jahal, “Mengapa engkau mengurungkan niatmu dan tidak melakukannya?”
Abu Jahal menjawab, “Sesungguhnya ada bala tentara yang banyak sekali yang menghalang-halangi antara aku dengan dia.”

Ibnu Abbas mengatakan bahwa demi Allah, seandainya Abu Jahal bergerak, benar-benar malaikat akan mengambilnya dengan terang-terangan, sedangkan orang-orang menyaksikannya.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir, dari ayahnya, telah menceritakan kepada kami Na’im ibnu Abu Hindun, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Abu Jahal pernah berkata, “Maukah kalian melihat wajah Muhammad ditaburi dengan debu di hadapan kalian?”
Mereka menjawab, “Ya.” Abu Hurairah melanjutkan, bahwa lalu Abu Jahal mengatakan, “Demi Lata dan ‘Uzza, sesungguhnya jika aku melihat Muhammad sedang salat seperti ini (sujud), aku benar-benar akan menginjak lehernya dan benar-benar akan menaburkan debu ke mukanya.” Maka datanglah Abu Jahal kepada Rasulullah ﷺ yang sedang mengerjakan salat dengan maksud akan menginjak lehernya.
Abu Hurairah melanjutkan kisahnya, bahwa maka tiada yang mengejutkan mereka yang menyaksikan Abu Jahal melainkan karena mereka melihat Abu Jahal surut mundur ke belakang dan melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.
Ketika ditanyakan kepadanya, “Mengapa engkau?”
Abu Jahal menjawab, “Sesungguhnya antara aku dan dia terdapat parit api dan pemandangan yang sangat menakutkan serta banyak sayap.” Abu Hurairah melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Seandainya dia mendekat kepadaku, niscaya malaikat akan mencabik-cabik tubuhnya anggota demi anggota.

Perawi mengatakan bahwa lalu Allah menurunkan firman-Nya—apakah hal ini terdapat di dalam hadis Abu Hurairah ataukah tidak?
saya tidak mengetahui—, yaitu: Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 6), hingga akhir surat.

Imam Ahmad ibnu Hambal, Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya melalui Mu’tamir ibnu Sulaiman dengan sanad yang sama.


Kata Pilihan Dalam Surah Al 'Alaq (96) Ayat 18

ZABAANIAH
لزَّبَانِيَة

Lafaz zabaaniyah adalah bentuk jamak, mufradnya zibniyah. Asal katanya adalah al zaban yang bermakna ad daf’ yaitu menolak atau mendorong, seolah-olah mereka mendorong penghuni neraka kepadanya.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al ‘Alaq (96) ayat 18.

Al-Wahidi berkata,
”Ayat ini diturunkan kepada Abu Jahal. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibn Jarir, Ibn Abbas beliau berkata,
ketika Rasulullah sedang shalat, tiba-tiba Abu Jahal datang lalu berkata,
“Tidakkah aku melarang kamu dari mengerjakan amalan ini? Rasulullah menghardik perbuatan Abu Jahal itu. Abu Jahal lantas berkata,
“Hai, bukankah engkau tahu di Makkah ini tidak ada orang lain yang lebih banyak pengikut dan penyokongnya dari aku” Lalu Allah menurunkan ayat ini, “Maka biarlah dia memanggil para penyokongnya (bagi menolongnya), kelak kami akan memanggil malaikat Zabaniyyah”

Ibn Abbas berkata,
“Demi Allah, sekiranya dia memanggil pengikutnya, pasti zabaaniyah Allah menghantam dan memukul mereka pada saat itu.

Mujahid, Qatadah dan Ad Dahhak mengatakan, zabaaniyah ialah malaikat.

Ibn Katsir mengatakan, zabaaniyah ialah malaikat azab.

Abdullah bin Abl Al Hudzail mengatakan, az zabaaniyah ialah malaikat yang kaki­kaki mereka menginjak bumi sedang kepala­kepala mereka berada di langit.

Kesimpulannya, az zabaaniyah ialah malaikat azab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:256-257

Informasi Surah Al 'Alaq (العلق)
Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Ayat l sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Qur’an yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad ﷺ berkhalwat di gua Hira’.

Surat ini dinamai “Al ‘Alaq” (segumpal darah), diambil dari perkataan “Alaq” yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Surat ini dinamaijuga dengan “Iqra” atau “Al Qalam”.

Keimanan:

Perintah membaca Al Qur’an
manusia dijadikan dari segumpal darah
Allah men­ jadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan
manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup
ancaman Allah terhadap orang­ orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Lain-lain:

Perintah membaca Al Qur’an
manusia dijadikan dari segumpal darah
Allah men­ jadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan
manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup
ancaman Allah terhadap orang­ orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al 'Alaq (19 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Alaq (96) ayat 1-19 - Akbar Satrio (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Alaq (96) ayat 1-19 - Akbar Satrio (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-'Alaq - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 19 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 96:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al 'Alaq.

Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke- dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira.
Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Surat ini dinamai juga dengan Iqra' atau Al Qalam.

Nomor Surah 96
Nama Surah Al 'Alaq
Arab العلق
Arti Segumpal Darah
Nama lain Iqra' (Bacalah), al-Qalam (Kalam), Iqra' Bismi Rabbika
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 1
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 288
Surah sebelumnya Surah At-Tin
Surah selanjutnya Surah Al-Qadr
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta