QS. Al ‘Alaq (Segumpal Darah) – surah 96 ayat 1 [QS. 96:1]

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّکَ الَّذِیۡ خَلَقَ ۚ
Iqra’ biismi rabbikal-ladzii khalaq(a);

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
―QS. 96:1
Topik ▪ Malaikat ▪ Pertemuan Jibril dan Nabi ▪ Sifat iblis dan pembantunya
96:1, 96 1, 96-1, Al ‘Alaq 1, AlAlaq 1, Al Alaq 1, Al-Alaq 1, Al-‘Alaq 1

Tafsir surah Al 'Alaq (96) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al ‘Alaq (96) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan manusia membaca (mempelajari, meneliti, dan sebagainya.) apa saja yang telah Ia ciptakan, baik ayat-ayat-Nya yang tersurat (qauliyah), yaitu Al-Qur’an, dan ayat-ayat-Nya yang tersirat, maksudnya alam semesta (kauniyah).
Membaca itu harus dengan nama-Nya, artinya karena Dia dan mengharapkan pertolongan-Nya.
Dengan demikian, tujuan membaca dan mendalami ayat-ayat Allah itu adalah diperolehnya hasil yang diridai-Nya, yaitu ilmu atau sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bacalah, wahai Muhammad, apa yang telah diwahyukan kepadamu dengan mengawalinya dengan menyebut nama Tuhanmu yang memiliki kemampuan untuk mencipta.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bacalah) maksudnya mulailah membaca dan memulainya (dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan) semua makhluk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal manusia, bahwa manusia itu adalah makhluk yang mempunyai kesenangan, jahat, angkuh, dan melampaui batas apabila ia melihat dirinya telah berkecukupan dan banyak hartanya.
Kemudian Allah mengancamnya dan memperingatkan kepadanya melalui firman berikutnya:

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 8)

Yakni hanya kepada Allah-lah kamu kembali dan berpulang, lalu Dia akan mengadakan perhitungan terhadap hartamu dari manakah kamu hasilkan dan ke manakah kamu belanjakan?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Ismail As-Sa’ig, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Aim, telah menceritakan kepada kami Abu Umais, dari Aun yang telah mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa ada dua orang yang haus dan tidak pernah merasa kenyang, yaitu orang yang berilmu dan orang yang memiliki harta; tetapi keduanya tidak sama.
Adapun orang yang berilmu, maka bertambahlah rida Tuhan Yang Maha Pemurah kepadanya.
Adapun orang yang berharta, maka dia makin tenggelam di dalam kesesatannya (sikap melampaui batasnya).
Kemudian Abdullah ibnu Mas’ud membacakan firman-Nya: Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 6-7) Dan terhadap orang yang berilmu, Abdullah ibnu Mas’ud membacakan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.
(Fathir: 28)

Hal yang semakna telah diriwayatkan pula secara marfu’ sampai kepada Rasulullah ﷺ, yaitu:

Ada dua macam orang yang rakus selalu tidak merasa kenyang, yaitu penuntut ilmu dan pemburu duniawi.

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan salat.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 9-10)

Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap Abu Jahal laknatullah.
Dia mengancam Nabi ﷺ bila melakukan salat di Baitullah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala pada mulanya menasihati Abu Jahal dengan cara yang terbaik, untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 11)

Yakni bagaimanakah menurut pendapatmu jika orang yang kamu larang ini berada di jalan yang Iurus dalam sepak terjangnya.

Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 12)

melalui ucapannya, sedangkan engkau menghardiknya dan mengancamnya bila ia mengerjakan salatnya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 14)

Artinya, tidakkah orang yang melarang orang yang mendapat petunjuk itu mengetahui bahwa Allah melihatnya dan mendengar pembicaraannya, dan kelak Dia akan membalas perbuatannya itu dengan balasan yang setimpal.
Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan dan mengancam dengan ancaman yang keras:

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 15)

Yaitu tidak lagi menghentikan perbuatannya yang selalu bermusuhan dan ingkar.

niscaya Kami tarik ubun-ubunnya.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 15)

Yakni niscaya Kami benar-benar akan memberinya tanda hitam kelak di hari kiamat.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 16)

Maksudnya, ubun-ubun Abu Jahal yang pendusta dalam ucapannya lagi durhaka dalam perbuatannya.

Maka biarlah dia memanggil golongannya.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 17)

Yakni kaumnya dan kerabatnya, biarlah dia memanggil mereka untuk menolongnya.


Informasi Surah Al 'Alaq (العلق)
Surat Al ‘Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Ayat l sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Qur’an yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad ﷺ berkhalwat di gua Hira’.

Surat ini dinamai “Al ‘Alaq” (segumpal darah), diambil dari perkataan “Alaq” yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Surat ini dinamaijuga dengan “Iqra” atau “Al Qalam”.

Keimanan:

Perintah membaca Al Qur’an
manusia dijadikan dari segumpal darah
Allah men­ jadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan
manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup
ancaman Allah terhadap orang­ orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Lain-lain:

Perintah membaca Al Qur’an
manusia dijadikan dari segumpal darah
Allah men­ jadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan
manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup
ancaman Allah terhadap orang­ orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al 'Alaq (19 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-'Alaq (96) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Alaq (96) ayat 1-19 - Akbar Satrio (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Alaq (96) ayat 1-19 - Akbar Satrio (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-'Alaq - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 19 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 96:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al 'Alaq.

Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke- dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira.
Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Surat ini dinamai juga dengan Iqra' atau Al Qalam.

Nomor Surah 96
Nama Surah Al 'Alaq
Arab العلق
Arti Segumpal Darah
Nama lain Iqra' (Bacalah), al-Qalam (Kalam), Iqra' Bismi Rabbika
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 1
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 288
Surah sebelumnya Surah At-Tin
Surah selanjutnya Surah Al-Qadr
4.8
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/96-1







Pembahasan ▪ Q S Al alaq 96:6-7

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta