QS. Al A’laa (Yang paling tinggi) – surah 87 ayat 13 [QS. 87:13]

ثُمَّ لَا یَمُوۡتُ فِیۡہَا وَ لَا یَحۡیٰی
Tsumma laa yamuutu fiihaa walaa yahyaa;

Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
―QS. 87:13
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal
87:13, 87 13, 87-13, Al A’laa 13, AlAlaa 13, Al Ala 13, Al-A’la 13

Tafsir surah Al A'laa (87) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu menjalani siksaan yang tidak ada habis-habisnya.
Mereka merasakan sakit yang tidak ada batasnya, tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Allah berfirman:

Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahanam.
Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya.
Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
(Q.S. Faathir [35]: 36)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian ia tidak akan mati di dalam neraka–sehingga dapat tenang dengan kematian itu–dan juga tidak akan hidup dengan kehidupan yang menyenangkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian dia tidak mati di dalamnya) hingga ia dapat beristirahat (dan tidak pula hidup) dengan kehidupan yang menyenangkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى}

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran.
(Q.S. Al-A’la [87]: 10)

Yaitu yang mau menerima sebagai pelajaran dari apa yang engkau sampaikan, hai Muhammad, adalah orang yang hatinya takut kepada Allah dan meyakini bahwa dia pasti akan menghadap dan berdua dengan-Nya.

{وَيَتَجَنَّبُهَا الأشْقَى الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلا يَحْيَا}

orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.
(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).
Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
(Q.S. Al-A’la [87]: 11-13)

Yakni tidak dapat mati sehingga ia terhenti dari siksaannya, dan tidak pula hidup dengan kehidupan yang memberi manfaat baginya.
Bahkan kehidupannya itu merupakan penderitaan dan mudarat baginya, karena dengan kehidupannya yang kekal ia selalu menderita pedihnya siksaan dan berbagai macam pembalasan yang ditimpakan kepadanya secara abadi dan kekal.

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adiy dari Sulaiman yakni At-Tamimi dari Abu Nadrah dari Abu Sa’id yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni tetapnya, maka mereka tidak mati dan tidak (pula) hidup.
Dan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan rahmat (Nya) maka Allah mematikan mereka di dalam neraka, dan orang-orang yang telah diberi izin untuk memberi syafaat masuk menemui mereka, kemudian seseorang dari para pemberi syafaat itu mengambil segolongan besar manusia lalu dia menumbuhkan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam sungai kehidupan, atau ke dalam sungai yang ada di dalam surga, hingga mereka tumbuh (hidup) kembali sebagaimana biji-bijian yang dibawa oleh banjir tumbuh (di tepian sungai).
Dan perawi melanjutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pula: Pernahkah kalian melihat proses tumbuhnya pohon, pada awal mulanya hijau, kemudian menguning, kemudian hijau kembali?
Perawi melanjutkan, bahwa sebagian di antara mereka mengatakan bahwa Nabi ﷺ menceritakan demikian seakan-akan beliau ﷺ pernah berada di daerah pedalaman.

Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Yazid dari Abu Nadrah dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a.
yang telah mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni tetapnya maka sesungguhnya mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Berbeda halnya dengan orang-orang yang dikenai oleh api neraka karena dosa-dosa atau karena kesalahan-kesalahan mereka; maka Allah mematikan mereka dengan sebenarnya, hingga manakala mereka telah berubah menjadi arang, diberilah izin untuk mendapatkan syafaat.
Kemudian didatangkanlah mereka serombongan demi serombongan, lain dimasukkanlah mereka ke dalam sungai-sungai yang ada di dalam surga.
Kemudian dikatakan, “Hai ahli surga, sambutlah mereka!”,
maka mereka tumbuh (hidup) kembali sebagaimana biji-bijian yang dibawa oleh arus banjir tumbuh.
Perawi melanjutkan bahwa seorang lelaki dari kalangan kaum yang hadir saat itu mengatakan, bahwa seakan-akan Rasulullah ﷺ pernah tinggal di daerah pedalaman.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui hadis Bisyr ibnul Mufaddal dan Syu’bah, yang keduanya dari Abu Salamah alias Sa’id ibnu Yazid dengan teks yang semisal.

Imam Ahmad telah meriwayatkan pula melalui Yazid dari Sa’id ibnu Iyas Al-Jariri dari AbuNadrah dari Abu Sa’id dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya ahli neraka yang tidak akan dikeluarkan oleh Allah, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Dan sesungguhnya ahli neraka yang dikehendaki oleh Allah untuk dikeluarkan, maka Allah mematikan mereka dengan sebenarnya hingga tubuh mereka hangus menjadi arang.
Kemudian dikeluarkanlah mereka (dari neraka) rombongan demi rombongan, lalu dilemparkan ke dalam sungai surga dan mereka disirami dengan air dari sungai surga, maka mereka tumbuh (hidup) kembali bagaikan biji-bijian yang dibawa arus banjir tumbuh.

Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitakan perihal ahli neraka melalui firman-Nya:

وَنادَوْا يَا مالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنا رَبُّكَ قالَ إِنَّكُمْ ماكِثُونَ

Mereka berseru, “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab, “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” Az-Zukhruf: 77)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

لَا يُقْضى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذابِها

Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya.
(Fathir: 36)

Dan masih ada lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ini.


Informasi Surah Al A'laa (الأعلى)
Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir.

Nama Al A ‘laa diambil dari kata “Al A iaa” yang terdapat pada ayat pertama, berarti “Yang Paling Tinggi.”

Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat jum’at membaca surat Al ‘Alaa pada raka’at pertama dan surat Al-Ghaasyiyah pada raka’at kedua.

Keimanan:

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
Allah menciptakan, menyempumakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar,
memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Lain-lain:

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
Allah menciptakan, menyempumakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar,
memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Ayat-ayat dalam Surah Al A'laa (19 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'laa (87) ayat 13 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 13 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 13 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-A'laa (87) ayat 1-19 - Andhika Paramita (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-A'laa (87) ayat 1-19 - Andhika Paramita (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'laa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 19 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 87:13
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'laa.

Surah Al-A'la (Bahasa Arab:الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur'an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat.
Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man bin Basyir bahwa rasulullah S.A.W pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Nomor Surah 87
Nama Surah Al A'laa
Arab الأعلى
Arti Yang paling tinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 8
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 19
Jumlah kata 72
Jumlah huruf 296
Surah sebelumnya Surah At-Tariq
Surah selanjutnya Surah Al-Gasyiyah
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Summa la

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta