Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’laa (Yang paling tinggi) – surah 87 ayat 10 [QS. 87:10]

سَیَذَّکَّرُ مَنۡ یَّخۡشٰی
Sayadz-dzakkaru man yakhsy(a);
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
―QS. Al A’laa [87]: 10

He who fears (Allah) will be reminded.
― Chapter 87. Surah Al A’laa [verse 10]

سَيَذَّكَّرُ akan menerima peringatan

He will pay heed –
مَن orang yang

(one) who
يَخْشَىٰ ia takut

fears (Allah).

Tafsir

Alquran

Surah Al A’laa
87:10

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa mereka yang beruntung adalah yang dapat menerima panggilan atau peringatan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan siksaan-Nya.
Mereka inilah yang mempergunakan pikiran mereka yang waras untuk mencapai kebenaran yang kelak akan menjadi pegangan hidup mereka.

Tafsir QS. Al A’laa (87) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang yang takut kepada Allah akan mengambil manfaat dari peringatanmu itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Karena itu, berikanlah pelajaran kepada kaummu -wahai Rasul– sesuai apa yang telah kami mudahkan untukmu dengan apa yang diwahyukan kepadamu.
Bimbinglah mereka kepada apa yang mengandung kebaikan bagi mereka.


Berikanlah peringatan kepada orang-orang yang diharapkan akan mengambil pelajaran darinya.
Janganlah engkau menyulitkan dirimu dalam memberi peringatan orang-orang yang tidak diharapkan bisa menerima peringatan kecuali semakin menentang dan menjauh.


Karena orang orang yang takut kepada Allah-lah yang akan mendapat pelajaran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Akan mendapat peringatan) dan pelajaran dari peringatan itu


(orang yang takut) kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain yaitu, firman-Nya,
"Maka beri peringatanlah dengan Alquran orang yang takut kepada ancaman-Ku."
―QS.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى}

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran.
(QS. Al-A’la [87]: 10)

Yaitu yang mau menerima sebagai pelajaran dari apa yang engkau sampaikan, hai Muhammad, adalah orang yang hatinya takut kepada Allah dan meyakini bahwa dia pasti akan menghadap dan berdua dengan-Nya.

{وَيَتَجَنَّبُهَا الأشْقَى الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلا يَحْيَا}

orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.
(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).
Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
(QS. Al-A’la [87]: 11-13)

Yakni tidak dapat mati sehingga ia terhenti dari siksaannya, dan tidak pula hidup dengan kehidupan yang memberi manfaat baginya.
Bahkan kehidupannya itu merupakan penderitaan dan mudarat baginya, karena dengan kehidupannya yang kekal ia selalu menderita pedihnya siksaan dan berbagai macam pembalasan yang ditimpakan kepadanya secara abadi dan kekal.

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adiy dari Sulaiman yakni At-Tamimi dari Abu Nadrah dari Abu Sa’id yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni tetapnya, maka mereka tidak mati dan tidak (pula) hidup.
Dan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan rahmat (Nya) maka Allah mematikan mereka di dalam neraka, dan orang-orang yang telah diberi izin untuk memberi syafaat masuk menemui mereka, kemudian seseorang dari para pemberi syafaat itu mengambil segolongan besar manusia lalu dia menumbuhkan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam sungai kehidupan, atau ke dalam sungai yang ada di dalam surga, hingga mereka tumbuh (hidup) kembali sebagaimana biji-bijian yang dibawa oleh banjir tumbuh (di tepian sungai).
Dan perawi melanjutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pula:
Pernahkah kalian melihat proses tumbuhnya pohon, pada awal mulanya hijau, kemudian menguning, kemudian hijau kembali?
Perawi melanjutkan, bahwa sebagian di antara mereka mengatakan bahwa Nabi ﷺ menceritakan demikian seakan-akan beliau ﷺ pernah berada di daerah pedalaman.

Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Yazid dari Abu Nadrah dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. yang telah mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Adapun ahli neraka yang menjadi penghuni tetapnya maka sesungguhnya mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Berbeda halnya dengan orang-orang yang dikenai oleh api neraka karena dosa-dosa atau karena kesalahan-kesalahan mereka;
maka Allah mematikan mereka dengan sebenarnya, hingga manakala mereka telah berubah menjadi arang, diberilah izin untuk mendapatkan syafaat.
Kemudian didatangkanlah mereka serombongan demi serombongan, lain dimasukkanlah mereka ke dalam sungai-sungai yang ada di dalam surga.
Kemudian dikatakan,
"Hai ahli surga, sambutlah mereka!",
maka mereka tumbuh (hidup) kembali sebagaimana biji-bijian yang dibawa oleh arus banjir tumbuh.
Perawi melanjutkan bahwa seorang lelaki dari kalangan kaum yang hadir saat itu mengatakan, bahwa seakan-akan Rasulullah ﷺ pernah tinggal di daerah pedalaman.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui hadis Bisyr ibnul Mufaddal dan Syu’bah, yang keduanya dari Abu Salamah alias Sa’id ibnu Yazid dengan teks yang semisal.

Imam Ahmad telah meriwayatkan pula melalui Yazid dari Sa’id ibnu Iyas Al-Jariri dari AbuNadrah dari Abu Sa’id dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya ahli neraka yang tidak akan dikeluarkan oleh Allah, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Dan sesungguhnya ahli neraka yang dikehendaki oleh Allah untuk dikeluarkan, maka Allah mematikan mereka dengan sebenarnya hingga tubuh mereka hangus menjadi arang.
Kemudian dikeluarkanlah mereka (dari neraka) rombongan demi rombongan, lalu dilemparkan ke dalam sungai surga dan mereka disirami dengan air dari sungai surga, maka mereka tumbuh (hidup) kembali bagaikan biji-bijian yang dibawa arus banjir tumbuh.

Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitakan perihal ahli neraka melalui firman-Nya:

وَنادَوْا يَا مالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنا رَبُّكَ قالَ إِنَّكُمْ ماكِثُونَ

Mereka berseru,
"Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja."
Dia menjawab,
"Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
(QS. Az-Zukhruf [43]: 77)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

لَا يُقْضى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذابِها

Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya.
(QS. Faathir [35]: 36)

Dan masih ada lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ini.

Unsur Pokok Surah Al A’laa (الأعلى)

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, dan diturunkan sesudah surat At Takwiir.

Nama Al-A’laa diambil dari kata "Al A laa" yang terdapat pada ayat pertama, berarti "Yang Paling Tinggi."

Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan shalat jum’at membaca surat Al ‘Alaa pada raka’at pertama dan surat Al-Ghaasyiyah pada raka’at kedua.

Keimanan:

▪ Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
Nabi Muhammad ﷺ sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
▪ Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.
▪ Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadar-kadar.
▪ Memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Ayat-ayat dalam Surah Al A’laa (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-A'laa (87) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'laa (87) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'laa ayat 10 - Gambar 1 Surah Al A'laa ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 87:10
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’laa.

Surah Al-A’la (Bahasa Arab:الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an.
Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat.
Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man bin Basyir bahwa rasulullah ﷺ pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Nomor Surah87
Nama SurahAl A’laa
Arabالأعلى
ArtiYang paling tinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu8
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat19
Jumlah kata72
Jumlah huruf296
Surah sebelumnyaSurah At-Tariq
Surah selanjutnyaSurah Al-Gasyiyah
Sending
User Review
4.7 (15 votes)
Tags:

87:10, 87 10, 87-10, Surah Al A'laa 10, Tafsir surat AlAlaa 10, Quran Al Ala 10, Al-A’la 10, Surah Al Ala ayat 10

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 11 [QS. 92:11]

11. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa dalam kemurkaan Allah. Allah tidak membutuhkan harta sebanyak apa pun. Hanya iman dan ketaatan, bukan harta, yang menyelamatkan seseo … 92:11, 92 11, 92-11, Surah Al Lail 11, Tafsir surat AlLail 11, Quran Al-Lail 11, Surah Al Lail ayat 11

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 44 [QS. 35:44]

44. Allah telah menegaskan bahwa ketetapan-ketetapan-Nya (sunatullah) pasti berlaku bagi seluruh umat manusia. Pada ayat ini Allah menunjukkan bukti-bukti berlakunya sunatullah bagi umat-umat terdahul … 35:44, 35 44, 35-44, Surah Faathir 44, Tafsir surat Faathir 44, Quran AlFathir 44, Al-Fathir 44, Fatir 44, Surah Al Fathir ayat 44

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali … Mencari teman yang tekun belajar Mengikuti

Pendidikan Agama Islam #22

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … keturunan kelahiran dan kematian kelahiran kematian kepandaian Benar! Kurang tepat! Yang

Pendidikan Agama Islam #20

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu … Membentuk mata uang Mendirikan kakbah Penetapan kalender

Instagram