Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) – surah 33 ayat 69 [QS. 33:69]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ اٰذَوۡا مُوۡسٰی فَبَرَّاَہُ اللّٰہُ مِمَّا قَالُوۡا ؕ وَ کَانَ عِنۡدَ اللّٰہِ وَجِیۡہًا
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu laa takuunuu kaal-ladziina aadzau muusa fabarraahullahu mimmaa qaaluuu wakaana ‘indallahi wajiihan;
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan.
Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
―QS. Al Ahzab [33]: 69

Daftar isi

O you who have believed, be not like those who abused Moses;
then Allah cleared him of what they said.
And he, in the sight of Allah, was distinguished.
― Chapter 33. Surah Al Ahzab [verse 69]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ءَامَنُوا۟ beriman

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
لَا janganlah

(Do) not
تَكُونُوا۟ kalian menjadi

be
كَٱلَّذِينَ seperti orang-orang yang

like those who
ءَاذَوْا۟ (mereka) menyakiti

abused
مُوسَىٰ Musa

Musa
فَبَرَّأَهُ maka membebaskannya

then Allah cleared him *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

then Allah cleared him *[meaning includes next or prev. word]
مِمَّا dari apa

of what
قَالُوا۟ mereka katakan

they said.
وَكَانَ dan adalah

And he was
عِندَ disisi

near
ٱللَّهِ Allah

Allah
وَجِيهًا terhormat

honorable.

Tafsir Quran

Surah Al Ahzab
33:69

Tafsir QS. Al-Ahzab (33) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Allah melarang kaum mukminin agar tidak berlaku seperti segolongan Bani Israil yang menyakiti Nabi Musa.
Allah membersihkan beliau dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan kepadanya.

Beliau adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di sisi Allah.
Di dalam ayat ini tidak disebutkan bagaimana caranya mereka menyakiti Nabi Musa itu.



Dalam suatu riwayat tentang meninggalnya Harun, seperti diriwayatkan Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu ‘Abbas dari ‘Ali bin Abi Talib bahwa beliau berkata,
"Ketika Nabi Musa dan Harun naik ke gunung, Nabi Harun kemudian wafat.
Orang-orang Bani Israil lalu marah kepada Nabi Musa, ‘Kamu telah membunuh Harun, padahal beliau orang yang lebih kami sukai daripada engkau."

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah ﷺ pada suatu hari membagi-bagikan harta ganimah kepada sahabatnya, lalu ada seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata bahwa pembagian itu tidak dimaksud untuk memperoleh keridaan Allah.
Mendengar ucapan itu, Nabi ﷺ tersinggung sampai merah wajahnya seraya berkata,
"Semoga Allah merahmati Musa yang pernah disakiti orang lebih dari ini, tetapi beliau tetap berlaku sabar."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 69. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang beriman, jangan menyakiti hati rasul dengan cara apa pun sebagaimana perlakuan yang diterima Musa dari kaumnya sendiri.
Allah telah melepaskan keburukan-keburukan yang telah mereka sandangkan pada diri Musa.


Sesungguhnya Musa adalah seorang yang berkedudukan tinggi di sisi Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya! Jangan menyakiti Rasulullah dengan kata-kata atau perbuatan.
Jangan seperti orang-orang yang menyakiti nabiyullah Musa, lalu Allah membebaskannya dari kebohongan dan kedustaan yang mereka katakan.


Musa di sisi Allah memiliki kedudukan dan derajat yang tinggi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadi) bersama Nabi kalian


(seperti orang-orang yang menyakiti Musa) seperti perkataan mereka kepada Nabi Musa,
"Sesungguhnya tidak ada yang mencegahnya untuk mandi bersama kita melainkan karena pelirnya burut


(maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan) yaitu pada suatu hari Nabi Musa ketika hendak mandi meletakkan pakaiannya pada sebuah batu, kemudian batu itu membawa lari pakaiannya, dan berhenti di tengah-tengah segolongan kaum Bani Israel.
Lalu Nabi Musa mengejarnya dan dapat menyusulnya, segera ia mengambil pakaiannya untuk menutupi dirinya.
Pada saat itu orang-orang melihatnya dalam keadaan telanjang, ternyata pelir Nabi Musa tidak burut.


(Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.").
Di antara perlakuan yang menyakitkan Nabi ﷺ ialah pada suatu hari ia membagi-bagi ganimah, kemudian ada seorang lelaki berkata,
"Ini adalah pembagian yang tidak berdasarkan keridaan Allah subhanahu wa ta’ala"
Maka pada saat itu wajah Nabi ﷺ merah padam mendengar perkataan itu, lalu beliau segera bersabda,
"Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini tetapi dia tetap bersabar."
Demikianlah menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Bukhari sehubungan dengan tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Auf, dari Al-Hasan dan Muhammad serta Khallas, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
"Sesungguhnya Musa adalah seorang lelaki yang pemalu."
Karena itu disebutkan oleh firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Demikianlah hadis ini diungkapkan dalam bab tersebut secara ringkas sekali.
Tetapi Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula dalam kisah-kisah para nabi dengan sanad yang sama dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Musa ‘alaihis salam adalah seorang lelaki yang pemalu lagi selalu berpakaian tertutup sehingga tiada suatu bagian pun dari kulitnya yang kelihatan karena malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala Lalu ada sebagian dari kaum Bani Israil yang menyakitinya, mereka mengatakan bahwa tidak sekali-kali Musa memakai pakaian yang rapat hingga menutupi seluruh tubuhnya melainkan karena mempunyai penyakit pada kulitnya, barangkali supak, atau burut (hernia), atau penyakit kulit lainnya.
Dan sesungguhnya Allah hendak membersihkannya dari apa yang dituduhkan oleh mereka terhadap dirinya.
Maka pada suatu hari Musa sendirian, lalu melepaskan semua pakaiannya di atas sebuah batu, kemudian ia mandi.
Setelah selesai mandi, Musa menuju ke arah batu itu untuk mengambil pakaiannya.
Tetapi batu itu berlari membawa pakaiannya, maka Musa mengambil tongkatnya dan mengejar batu itu seraya berkata,
"Hai batu, kembalikan pakaianku- Hai batu, kembalikan pakaianku."
Hingga sampailah Musa di hadapan sekumpulan orang Bani Israil, dan mereka melihat Musa dalam keadaan telanjang bulat sebagai seorang yang bertubuh sempurna tiada cacat atau penyakitnya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah membersihkannya dari apa yang dikatakan oleh mereka.
Dan batu itu diam, lalu Musa mengambil pakaiannya dan mengenakannya, setelah itu Musa memukul batu itu dengan tongkatnya.
Demi Allah, sesungguhnya pada batu itu benar-benar terdapat tiga atau empat atau lima tapak akibat bekas pukulan tersebut.
Kemudian Abu Hurairah berkata bahwa itulah yang dimaksud dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Konteks hadis ini baik lagi panjang dan termasuk hadishadis yang hanya diriwayatkan oleh Bukhari sendiri tanpa Muslim.

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Auf dari Al-Hasan dari Nabi ﷺ dan juga dari Khallas dan Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ sehubungan dengan firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)
Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda pula:
Sesungguhnya Musa adalah seorang lelaki yang pemalu lagi pakaiannya menutupi seluruh tubuhnya, hampir kulitnya tidak terlihat barang sedikit pun karena malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Hadis selanjutnya seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari cukup panjang.
Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula melalui Rauh, dari Auf, bersumber dari Abu Hurairah dengan sanad yang sama.


Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis As-Sauri, dari Jabir Al-Ju’fi, dari Amir Asy-Sya’bi, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui hadis Sulaiman ibnu Mahran Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair dan Abdullah ibnul Haris, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa kaum Musa berkata kepada Musa,
"Sesungguhnya engkau adalah orang yang burut (hernia)."
Dan pada suatu hari Musa keluar untuk mandi, lalu ia meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu besar.
Tetapi tiba-tiba batu besar itu lari membawa pakaian Musa.
Maka Musa mengejarnya dalam keadaan telanjang bulat, hingga sampai di suatu majelis kaum Bani Israil.
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu kaumnya melihatnya bukan sebagai orang yang mempunyai penyakit burut (hernia).
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:
maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Hatim dan Ahmad ibnul Ma’la Al-Adami.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hammad, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Abas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Musa ‘alaihis salam adalah seorang yang pemalu, dan sesungguhnya Musa mendatangi —yang menurut perawi tempat air— untuk mandi, lalu ia meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu besar.
Musa adalah seorang yang hampir tidak pernah menampakkan auratnya.
Maka kaum Bani Israil berkata,
"Sesungguhnya Musa adalah seorang yang burut atau penyakitan,"
dengan maksud karena Musa tidak pernah menanggalkan pakaiannya.
Maka batu besar itu membawa lari pakaiannya hingga sampai di suatu tempat yang berdekatan dengan majelis kaum Bani Israil.
Lalu mereka melihat Musa sebagai seorang lelaki yang bertubuh sempurna.
Yang demikian itulah apa yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:
maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnul Awam, dari Sufyan ibnu Husain, dari Al-Hakam, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Ali ibnu Abu Talib r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)
Ali r.a. telah mengatakan bahwa Musa dan Harun mendaki suatu bukit, dan ternyata Harun meninggal dunia.
Maka kaum Bani Israil berkata kepada Musa,
"Engkaulah yang membunuhnya.
Dia adalah orang yang lebih lembut kepada kami ketimbang kamu, dan lebih pemalu."
Mereka menyakiti Musa dengan tuduhan tersebut.
Maka Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk membawa jenazah Harun, lalu para malaikat pembawa jenazah Harun itu berlalu di hadapan majelis-majelis kaum Bani Israil dan menceritakan perihal kematian Harun.
Maka tiada seorang pun yang mengetahui tempat kuburannya kecuali burung pemakan daging, yang tuli lagi tidak dapat bersuara.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ali ibnu Musa At-Tusi, dari Abbad ibnul Awwam dengan sanad yang sama.
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa bisa jadi yang dimaksud dengan gangguan yang menyakitkan Musa adalah peristiwa ini.
Bisa jadi pula yang dimaksud adalah peristiwa yang pertama tadi, tetapi pada garis besarnya tiada yang lebih utama daripada apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala

Menurut hemat saya, dapat pula ditakwilkan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan makna yang dimaksud, dan juga peristiwa lainnya yang bermotif sama.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Syaqiq, dari Abdullah yang menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ melakukan pembagian (harta ganimah), maka ada seorang lelaki dari kalangan Ansar yang mengatakan,
"Sesungguhnya pembagian ini bukan berlatar belakang karena Allah."
Maka Abdullah ibnu Mas’ud berkata,
"Hai musuh Allah, camkanlah, sesungguhnya aku benar-benar akan menceritakan apa yang kamu katakan itu kepada Rasulullah."
Lalu Ibnu Mas’ud menceritakan hal itu kepada Nabi ﷺ Maka wajah beliau ﷺ berubah menjadi merah (karena marah), kemudian beliau bersabda:
Semoga rahmat Allah untuk Musa, sesungguhnya dia pernah disakiti lebih dari ini, tetapi ia bersabar.

Diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Sulaiman ibnu Mahran Al-A’masy dengan sanad yang sama.

Jalur lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, ia pernah mendengar Israil ibnu Yunus dari Al-Walid ibnu Abu Hisyam maula Hamdan, dari Zaid ibnu Za-id, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya:
Semoga tidak ada seorang pun yang menyampaikan suatu berita yang tidak enak kepadaku dari seseorang di antara sahabat-sahabatku, karena sesungguhnya aku menginginkan keluar dari kalian, sedangkan hatiku dalam keadaan lega.
Kemudian datanglah kepada Rasulullah ﷺ harta fai, lalu beliau membagi-bagikannya.
Abdullah ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia lewat di dekat dua orang lelaki yang salah seorangnya berkata kepada temannya,
"Demi Allah, Muhammad tidak menghendaki rida Allah dengan pembagiannya ini, tidak pula pahala akhirat (maksudnya tidak adil dalam pembagiannya)."
Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia mendekati keduanya agar mendengar lebih jelas apa yang dikatakan keduanya.
Setelah itu Ibnu Mas’ud datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ dan mengatakan,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau pernah bersabda kepada kami, bahwa semoga tidak ada seorang pun yang menyampaikan kepadamu suatu berita tidak enak dari seseorang.
Sesungguhnya engkau menginginkan agar keluar dari mereka dalam keadaan berhati lega.
Dan sesungguhnya tadi saya berlalu di dekat si Fulan dan si Anu yang keduanya sedang mempergunjingkan engkau."
Maka merahlah wajah Rasulullah ﷺ dan kelihatan beliau merasa tidak enak mendengar berita itu, kemudian beliau bersabda:
Saya tidak pedulikan beritamu itu, sesungguhnya Musa pernah disakiti dengan yang lebih parah dari itu, dan dia tetap bersabar.

Imam Abu Daud telah meriwayatkannya di dalam Kitabul Adab,

dari Muhammad ibnu Yahya Az-Zuhali, dari Muhammad ibnu Yusuf Al-Faryabi, dari Israil, dari Al-Walid ibnu Abu Hisyam dengan sanad yang sama secara ringkas:
Semoga tidak ada seorang pun yang menyampaikan kepadaku suatu berita yang tidak enak dari seseorang.
Sesungguhnya aku menginginkan keluar dari kalian, sedangkan hatiku dalam keadaan lega.

Imam Turmuzi telah meriwayatkannya pula dari Muhammad ibnu Ismail, dari Abdullah ibnu Muhammad, dari Ubaidillah ibnu Musa dan Husain ibnu Muhammad.
Keduanya dari Israil, dari As-Saddi, dari Al-Walid ibnu Abu Hisyam dengan sanad yang sama secara ringkas pula, dan di dalam sanadnya ditambahkan As-Saddi.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib bila ditinjau dari segi jalurnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah, (QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Yakni dia berkedudukan terhormat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Menurut Al-Hasan Al-Basri, makna yang dimaksud ialah bahwa Musa adalah orang yang selalu dikabulkan doanya di sisi Allah.
Selain Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa tidaklah Musa memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah memperkenankannya.
Tetapi Allah tidak mengizinkannya untuk dapat melihat Zat-Nya karena hal itu sudah menjadi kehendak Allah subhanahu wa ta’ala sebagian ulama mengatakan bahwa termasuk kedudukannya yang terhormat di sisi Allah ialah dia pernah memohon kepada Allah agar saudaranya Harun diangkat menjadi rasul bersamanya, lalu Allah mengabulkan permintaannya.
Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya Harun menjadi seorang nabi.
(QS. Maryam [19]: 53)

Unsur Pokok Surah Al Ahzab (الْأحزاب)

Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali-‘lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keimanan mereka.
Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

▪ Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung.
▪ Taqdir Allah tidak dapat ditolak.
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik.
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir.
▪ Hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

▪ Hukum zhihar.
▪ Kedudukan anak angkat.
▪ Dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah).
▪ Tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri.
▪ Hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya.
▪ Larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

▪ Perang Ahzab (Khandaq).
▪ Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid.
▪ Memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

▪ Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
▪ Sifat-sifat orang-orang munafik.

Audio Murottal

QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 73 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 73

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahzab ayat 69 - Gambar 1 Surah Al Ahzab ayat 69 - Gambar 2
Statistik QS. 33:69
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam Alquran.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

33:69, 33 69, 33-69, Surah Al Ahzab 69, Tafsir surat AlAhzab 69, Quran Al-Ahzab 69, Surah Al Ahzab ayat 69

Video Surah

33:69


More Videos

Kandungan Surah Al Ahzab

۞ QS. 33:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hukum memohon bantuan orang musyrik • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:2 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 33:3 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 33:4 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 33:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 33:8 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Bashir (Maha Melihat) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 33:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 33:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:15 • Sifat orang munafik

۞ QS. 33:16 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 33:17 • Kekuasaan Allah • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 33:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:19 • Kekuasaan Allah • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:20 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:21 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 33:22 • Allah menepati janji

۞ QS. 33:24 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang munafik

۞ QS. 33:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 33:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 33:27 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 33:29 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:30 • Menyiksa pelaku maksiat • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 33:31 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 33:34 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 33:35 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 33:36 • Kebaikan pada pilihan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 33:39 • Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 33:40 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:43 • Pahala iman • Al Rahim (Maha Penyayang) • Doa malaikat untuk umat muslim • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 33:44 • Pahala iman • Percakapan Allah dengan ahli surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:47 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 33:48 • Al Wakil (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:50 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:51 • Keluasan ilmu Allah • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:52 • Al Raqib (Maha Pengawas)

۞ QS. 33:54 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:55 • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 33:56 • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 33:57 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:58 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:59 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:60 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:61 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:62 • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 33:63 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 33:64 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:65 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka •

۞ QS. 33:66 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 33:67 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Siksa orang kafir

۞ QS. 33:68 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 33:70 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 33:71 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islam menghapus dosa masa lalu • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 33:73 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang kafir

Ayat Pilihan


tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku,
karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.
QS. Az-Zukhruf [43]: 27

“Selamat & damai abadilah untuk kalian,
karena kesabaran kalian menahan derita & cobaan,
serta kesabaran kalian dalam memerangi keinginan nafsu.”
Betapa baiknya akibat yang kalian peroleh ini! Surga yang merupakan negeri kenikmatan.
QS. Ar-Ra’d [13]: 24

(Ingatlah) ketika Allah jadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya,
dan Allah turunkan kepadamu hujan dari langit untuk sucikan kamu dengan hujan itu & menghilangkan dari kamu gangguan syaitan & untuk menguatkan hatimu
QS. Al-Anfal [8]: 11

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya,
Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya & Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS. Asy-Syura [42]: 19

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

Al-Hijr

Apa itu Al-Hijr? Surah Al-Hijr adalah surah ke-15 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami o...

isti'adzah

Apa itu isti’adzah? Isti’adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta’awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan. Sedangkan menurut istilah maks...

Wadiah

Apa itu Wadiah? Dalam bidang ekonomi syariah, wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki. Bank bertanggungjawab atas pengembalia...