QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) – surah 33 ayat 68 [QS. 33:68]

رَبَّنَاۤ اٰتِہِمۡ ضِعۡفَیۡنِ مِنَ الۡعَذَابِ وَ الۡعَنۡہُمۡ لَعۡنًا کَبِیۡرًا
Rabbanaa aatihim dhi’faini minal ‘adzaabi wal ‘anhum la’ nan kabiiran;

Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.
―QS. 33:68
Topik ▪ Neraka ▪ Percakapan ahli neraka ▪ Keutamaan nabi Daud as.
33:68, 33 68, 33-68, Al Ahzab 68, AlAhzab 68, Al-Ahzab 68

Tafsir surah Al Ahzab (33) ayat 68

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 68. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka dengan perasaan dendam terhadap orang-orang yang telah menyesatkan itu.
berkata: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat, pertama karena mereka telah tersesat dan keduanya telah pula menyesatkan orang lain, dan kutuklah mereka dengan kutukan yang sangat besar”.
Keluhan mereka itu diperkuat dengan ayat lain seperti pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si polan itu teman akrab(ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku, Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.

(Q.S.
Al furqan: 27-29)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Tuhan kami, lipatgandakanlah siksaan mereka.
Usirlah mereka dari rahmat-Mu sejauh-jauhnya, sebanding dengan kejahatan yang telah mereka perbuat.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ya Rabb kami! Timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat) daripada azab yang kami terima (dan kutuklah mereka) azablah mereka terus (dengan kutukan yang banyak.”) bilangannya, dan menurut Qiraat lain lafal Kabiiran dibaca Katsiiran yang artinya kutukan yang besar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ya Rabb kami, siksalah mereka dengan siksaan dua kali lipat siksaan yang Engkau timpakan kepada kami, dan usirlah mereka dengan keras dari rahmat-Mu.
Ini merupakan dalil bahwa taat kepada selain Allah, menyelisihi perintah Allah dan perintah Rasulullah mewajibkan murka Allah dan hukuman-Nya, dan bahwa orang yang mengikuti dan diikuti sama-sama dalam siksa.
Maka hendaknya setiap muslim mewaspadai hal ini.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat.
(Al Ahzab:68)

disebabkan kekafiran mereka dan juga mereka telah menyesatkan kami.

dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.
(Al Ahzab:68)

Sebagian ahli qiraat ada yang membaca kabiran, ada pula yang membacanya kasiran.
Keduanya mempunyai makna yang berdekatan, kablran artinya besar, sedangkan kasiran artinya banyak.
Sebagaimana pengertian yang terdapat di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Amr, bahwa Abu Bakar pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, ajarilah aku suatu doa yang akan kubaca di dalam salatku.” Rasulullah ﷺ menjawab:

Katakanlah, “Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak, dan tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.
Maka berilah ampunan bagiku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah daku.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahih masing-masing.

Telah diriwayatkan pula dengan ungkapan kabiran (yang artinya banyak), keduanya dibenarkan.
Sebagian ulama menyunatkan hendaknya orang yang berdoa menggabungkan kedua lafaz ini dalam doanya.
Tetapi pendapat ini masih diragukan kebenarannya, bahkan yang lebih utama ialah hendaknya sekali diucapkan dengan kasiran dan pada kesempatan lain diucapkan kabiran.
Sebagaimana si pembaca diperbolehkan memilih salah satu dari keduanya, mana saja yang dibacanya itu adalah baik, dan tidak ada alasan baginya untuk menggabungkan keduanya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Darrar ibnu Sard, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Hasyim, dari Ubaidillah ibnu Abu Rafi’, dari ayahnya sehubungan dengan perumpamaan yang dibuat oleh seseorang yang berada di pihak Ali r.a.
Dia adalah Al-Hajjaj ibnu Amr ibnu Gazyah, orang yang menyerukan kalimat berikut saat pertempuran, “Hai golongan orang-orang Ansar, apakah kalian hendak mengatakan kepada Tuhan kita saat kita bersua dengan-Nya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesat­kan kami dari jalan (yang benar).
Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.” (Al Ahzab:67-68)


Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali’lmran.

Dinamai “Al Ahzab” yang berarti “golongan-golongan yang bersekutu” karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu’min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu’min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahzab (73 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 68 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 68 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 68 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahzab - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 73 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah33
Nama SurahAl Ahzab
Arabالْأحزاب
ArtiGolongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu90
JuzJuz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat73
Jumlah kata1307
Jumlah huruf5787
Surah sebelumnyaSurah As-Sajdah
Surah selanjutnyaSurah Saba’
4.4
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/33-68









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta