QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) – surah 33 ayat 39 [QS. 33:39]

الَّذِیۡنَ یُبَلِّغُوۡنَ رِسٰلٰتِ اللّٰہِ وَ یَخۡشَوۡنَہٗ وَ لَا یَخۡشَوۡنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰہَ ؕ وَ کَفٰی بِاللّٰہِ حَسِیۡبًا
Al-ladziina yuballighuuna risalaatillahi wayakhsyaunahu walaa yakhsyauna ahadan ilaallaha wakafa billahi hasiiban;

(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah.
Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.
―QS. 33:39
Topik ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin
33:39, 33 39, 33-39, Al Ahzab 39, AlAhzab 39, Al-Ahzab 39

Tafsir surah Al Ahzab (33) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Rasul-rasul yang mendahului Nabi Muhammad itu telah melaksanakan Sunatullah Mereka adalah orang-orang yang penuh dengan ketakwaan dan keikhlasan dalam peribadatan mereka.
Yaitu orang-orang yang menyampaikan syariat-syariat Allah, mereka sangat takut kepada Allah dan tidak merasa takut kepada seorang pun selain pada Allah.
Sehingga Nabi Muhammad ﷺ pun diperintahkan untuk menjadikannya suri teladan di dalam melaksanakan Sunatullah dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu orang-orang yang menyampaikan pesan-pesan suci Allah kepada umat manusia sebagaimana adanya saat diturunkan.
Orang-orang yang takut hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain.
Cukuplan Allah yang menjaga dan yang memperhitungkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang) lafal Al Ladziina menjadi Na’at atau sifat dari lafal Al Ladziina yang sebelumnya (yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya, dan mereka tiada merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah) mereka tidak takut kepada perkataan manusia dalam hal melaksanakan apa yang telah dihalalkan oleh Allah buat mereka.

(Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan) yakni yang memelihara amal-amal makhluk-Nya dan yang menghisab mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian Allah menyebutkan para nabi masa lalu dan menyanjung mereka, bahwa mereka telah meyampaikan risalah-risalah Allah kepada manusia, hanya takut kepada Allah semata dan tidak takut kepada siapapun selain-Nya.
Dan cukuplah Allah sebagai penghisab atas segala amal perbuatan hamba-hamba-Nya seluruhnya, dan pengawas atas mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memuji mereka yang disebutkan dalam firman-Nya: (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah.
(Q.S. Al-Ahzab [33]: 39) kepada makhluk-Nya dan menunaikan semua yang dipercayakan kepada mereka.

mereka takut kepada-Nya.
(Q.S. Al-Ahzab [33]: 39)

Mereka hanya takut kepada Allah, dan tidak takut kepada seorang pun selain Dia.
Oleh karena itu, maka tiada kekuasaan seorang pun yang dapat mencegah mereka dari menyampaikan risalah-risalah Allah subhanahu wa ta’ala

Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.(Q.S. Al-Ahzab [33]: 39)

Artinya cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pembantu.
Dan penghulu manusia dalam menjalankan misi kedudukan ini, bahkan dalam semua kedudukan, adalah Muhammad Rasulullah ﷺ Karena sesungguhnya dia telah menunaikan risalah ini dan menyampaikannya kepada semua penduduk belahan timur dan belahan barat, hingga kepada semua Bani Adam.
Allah telah memenangkan kalimah-Nya, agama-Nya, dan syariat­Nya atas semua agama dan semua syariat.
Dan sesungguhnya nabi-nabi sebelumnya hanya diutus kepada kaumnya semata, sedangkan beliau ﷺ diutus untuk semua makhluk, baik yang Arab maupun non-Arab, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 158)

Kemudian tugas penyampaiannya itu diwarisi oleh umatnya sesudah dia tiada.
Orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah para sahabatnya radiyallahu ‘anhum.
Mereka telah menyampaikan darinya sebagaimana apa yang telah dia sampaikan kepada mereka dalam semua perkataan, perbuatan, dan sepak terjangnya di malam dan siang harinya, dalam perjalanan dan di tempat kediamannya, dan dalam kesembunyian dan keterang-keterangannya.
Semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka dan membalas mereka dengan pahala yang memuaskan mereka.
Kemudian sesudah mereka tugas ini diwarisi pula oleh pengganti mereka secara estafet sampai kepada masa kita sekarang ini.
Maka hanya orang-orang yang mendapat petunjuklah yang mengikuti jejak mereka, dan hanya orang-orang yang mendapat taufiklah yang menempuh jalan mereka.
Untuk itu kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala semoga Dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat menggantikan mereka.
Allah Mahamulia lagi Maha Pemberi Karunia.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Amr ibnu Murrah, dari Abul Bukhturi, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: iangan sekali-kali seseorang di antara kalian menghina dirinya sendiri bila ia melihat perintah Allah yang memerlukan pembelaannya, kemudian ia tidak membelanya.
Maka Allah akan bertanya, “Apakah yang mencegahmu untuk tidak membelanya?” Lalu ia mengatakan, “Ya Tuhanku, aku takut kepada manusia.” Maka Allah akan berfirman, “Akulah seharusnya yang lebih ditakuti.”

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abdur Razzaq, dari As-Sauri, dari Zaid ibnu Amr ibnu Murrah.
Ibnu Majah meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Abdullah ibnu Numair dan Abu Mu’awiyah, keduanya dari Al-A’masy dengan sanad yang sama.


Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali’lmran.

Dinamai “Al Ahzab” yang berarti “golongan-golongan yang bersekutu” karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu’min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu’min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahzab (73 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahzab (33) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahzab - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 73 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 33:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
4.5
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ayat walaa yakhsyauna ahadan illallah ▪ wa tawakkaltu alallah wakafabillah

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta