Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Ahzab

Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) surah 33 ayat 27


وَ اَوۡرَثَکُمۡ اَرۡضَہُمۡ وَ دِیَارَہُمۡ وَ اَمۡوَالَہُمۡ وَ اَرۡضًا لَّمۡ تَطَـُٔوۡہَا ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرًا
Wa-a-uratsakum ardhahum wadiyaarahum wa-amwaalahum wa-ardhan lam tatha-uuhaa wakaanallahu ‘ala kulli syai-in qadiiran;

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.
Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
―QS. 33:27
Topik ▪ Kesucian Allah dari sekutu dan anak
33:27, 33 27, 33-27, Al Ahzab 27, AlAhzab 27, Al-Ahzab 27
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan tentang harta benda Bani Quraizah yang telah dijatuhi hukuman mati itu.
yaitu Allah telah memberikan kepada kaum Muslimin segala kebun-kebun, rumah-rumah, harta benda, binatang ternak yang mereka miliki, bahkan dalam ayat ini Allah menjanjikan kepada kaum Muslimin, bahwa dia akan mewariskan kepada kaum Muslimin tanah-tanah yang lain, yang waktu itu belum dimasuki oleh tentara Islam, tetapi pasti akan mereka masuki dan mereka taklukkan.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Dia berkuasa memberikan semuanya itu kepada kaum Muslimin untuk menolong kaum Muslimin dalam melaksanakan agama Nya dan untuk perluasan Islam itu sendiri adalah ketentuan yang pasti terlaksana.

Al Ahzab (33) ayat 27 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ahzab (33) ayat 27 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ahzab (33) ayat 27 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian Allah mewariskan untuk kalian hak milik mereka berupa tanah, perumahan, dan kekayaan lain berikut tanah-tanah yang belum pernah terjamah kaki.
Allah subhanahu wa ta'ala Mahakuasa untuk mewujudkan segala yang dikehendaki.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia mewariskan kepada kalian tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka dan demikian pula tanah yang belum kalian injak) sebelumnya, yaitu tanah Khaibar, yang direbut sesudah Quraizhah.
(Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Allah membuat kalian (wahai orang-orang Mukmin) memiliki surga, tempat tinggal dan harta mereka yang bisa dipindahkan seperti perhiasan, pedang dan hewan ternak, serta harta yang tak bisa dipindahkan seperti sawah lading, rumah-rumah dan benteng-benteng yang bisa melindungi.
Allah juga mewariskan kepada kalian tanah mereka, padahal sebelumnya kalian tidak mampu untuk mendudukinya karena kekuatan dan penjagaannya oleh pemiliknya.
Allah Maha kuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada sesuatu yang bisa melemahkan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka.
(Al Ahzab:27)

Yakni Dia menjadikannya untuk kalian setelah kalian menghukum mati mereka.

dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.
(Al Ahzab:27)

Menurut suatu pendapat, tanah tersebut adalah Khaibar.
Pendapat yang lain mengatakan Mekah, menurut apa yang telah diriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam.
Menurut pendapat yang lainnya lagi adalah negeri Peris dan Romawi.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa dapat pula kesemuanya itu termasuk ke dalam takwil ayat ini.

Dan adalah Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.
(Al Ahzab:27)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr, dari ayahnya, dari kakeknya Alqamah ibnu Waqqas yang mengatakan bahwa Siti Aisyah pernah menceritakan kepadanya hadis berikut: Pada hari Perang Khandaq aku keluar mengikuti jejak pasukan kaum muslim, dan aku mendengar suara derap langkah di belakangku.
Ternyata suara itu berasal dari Sa'd ibnu Mu'az r.a.
bersama anak saudaranya yang bernama Al-Haris ibnu Aus yang membawa tameng.
Lalu aku duduk di tanah, dan Sa'd melewatiku.
Dia mengenakan baju besi yang kelihatannya agak pendek sehingga bagian lengannya terbuka, dan aku mengkhawatirkan bagian lengannya yang terbuka itu.
Sa'd adalah seorang yang memiliki perawakan besar lagi tinggi, dia maju dengan mendendangkan syair berikut:

Andaikata sedikit unta yang dipakai dalam perang ini, alangkah baiknya kematian itu (sekarang) bila ajal telah tiba.

Maka aku bangkit dan memasuki sebuah kebun.
Ternyata di dalam kebun itu terdapat sejumlah pasukan kaum muslim, antara lain Umar ibnul Khattab r.a.
dan seorang lelaki yang memakai topi besi.
Umar bertanya, "Mengapa engkau datang kemari.
Demi usiaku, demi Allah, sesungguhnya engkau benar-benar wanita pemberani?
Lalu apakah yang dapat menjamin keselamatanmu bila terjadi kekalahan atau terpukul mundur?"
Umar r.a.
terus mencelaku sehingga aku berharap seandainya saja bumi ini terbelah saat itu, lalu aku terjerumus ke dalamnya.
Maka lelaki yang bertopi besi itu membuka topi besinya, ternyata dia adalah Talhah ibnu Ubaidillah r.a.
LaluTalhah berkata, "Hai Umar, celakalah engkau, sesungguhnya engkau sejak tadi banyak mencela, ke mana lagikah lari itu selain kepada Allah?"

Kemudian Sa'd terkena anak panah yang dilemparkan oleh seorang lelaki dari kaum Quraisy yang dikenal dengan nama Ibnul Arqah.
Panah itu dibidikkan oleh Ibnul Arqah kepada Sa'd seraya berkata, "Terimalah ini, aku adalah Ibnul Arqah," dan anak panah itu mengenai urat nadi lengannya hingga putus.
Lalu Sa'd berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, "Ya Allah, janganlah Engkau matikan aku sebelum hatiku puas dengan melakukan pembalasan terhadap Bani Quraizah." Orang-orang Bani Quraizah adalah teman sepakta dan sekutu Sa'd di masa Jahiliah.
Maka luka Sa'd kering dan darah tidak mengucur lagi.
Allah mengirimkan angin kepada kaum musyrik dan menghindarkan kaum mukmin dari peperangan, dan adalah Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.

Abu Sufyan bersama para pengikutnya kabur ke Tihamah, dan Uyaynah ibnu Badr beserta para pengikutnya kabur ke Najd, sedangkan Bani Quraizah kembali ke benteng mereka dan berlindung di baliknya.

Rasulullah ﷺ kembali ke Madinah dan memerintahkan agar dibuatkan kemah kecil dari kulit di masjid buat merawat Sa'd yang terluka.

Jibril 'alaihis salam datang menemui Rasulullah ﷺ dan wajah Jibril masih dipenuhi dengan debu, lalu ia berkata, "Apakah engkau letakkan senjatamu?
Tidak, demi Allah, para malaikat masih belum meletakkan senjatanya.
Sekarang keluarlah kamu menuju tempat Bani Quraizah dan perangilah mereka.

Maka Rasulullah ﷺ segera memakai baju besinya, lalu menyerukan kepada kaum muslim untuk berangkat menuju ke Bani Quraizah.
Beliau melewati tempat Bani Tamim yang letaknya bersebelahan dengan masjid, lalu beliau ﷺ bertanya, "Siapakah yang tadi lewat kepada kalian?"
Mereka menjawab, "Yang barusan lewat kepada kami adalah Dihyah Al-Kalbi." Dihyah Al-Kalbi memiliki jenggot, dan wajahnya mirip dengan jelmaan Malaikat Jibril 'alaihis salam bila menyerupai manusia.

Rasulullah ﷺ datang ke tempat Bani Quraizah dan mengepung benteng mereka selama dua puluh lima hari.
Setelah pengepungan berlangsung cukup lama, Bani Quraizah mengalami kesulitan yang berat.
Lalu diserukan kepada mereka, "Turunlah kalian dan menyerahlah di bawah keputusan hukum Rasulullah ﷺ"

Bani Quraizah meminta saran kepada Abu Lubabah ibnu Abdul Munzir, lalu Abu Lubabah menjawab mereka dengan isyarat yang menunjukkan arti potong leher.
Akhirnya Bani Quraizah berkata, "Kami mau turun dengan syarat menyerah di bawah hukum Sa'd ibnu Mu'az."

Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Turunlah kalian di bawah keputusan hukum Sa'd ibnu Mu'az!" Lalu mereka turun dari bentengnya dan Rasulullah ﷺ mengirimkan utusan untuk memanggil Sa'd ibnu Mu'az r.a.

Sa'd r.a.
yang dalam keadaan terluka didatangkan dengan mengendarai keledai yang ada pelananya dibuatkan penopang untuk sandarannya.
Lalu kaum Sa'd mengelilinginya seraya berkata, "Hai Abu Amr, mereka adalah teman sepaktamu, mawalimu, serta kaum Ahli Kitab, dan terdiri dari orang-orang yang telah kamu kenal."

Sa'd tidak menjawab sepatah kata pun kepada mereka dan tidak menoleh kepada mereka.
Setelah berada di dekat benteng Bani Quraizah barulah ia menoleh ke arah kaumnya dan berkata, "Kini telah tiba masanya bagiku untuk tidak mengindahkan celaan orang yang mencela demi membela agama Allah."

Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa Abu Sa'id mengatakan bahwa setelah Sa'd muncul Rasulullah ﷺ bersabda:

Berdirilah kalian untuk menghormati pemimpin kalian dan turunkanlah dia.

Umar r.a.
memprotes, "Pemimpin kami adalah Allah." Rasulullah ﷺ bersabda, "Turunkanlah dia!" Lalu mereka menurunkannya, dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Putuskanlah mereka dengan hukummu."

Sa'd berkata, "Sesungguhnya aku menghukum mereka dengan suatu keputusan bahwa hendaknya engkau bunuh para prajuritnya, engkau tawan kaum wanitanya, dan engkau jarah semua harta bendanya." Maka Rasulullah ﷺmenjawab:

Sesungguhnya engkau telah menghukumi mereka dengan hukum Allah dan hukum Rasul-Nya.

Kemudian Sa'd r.a.
berdoa, "Ya Allah, jika Engkau masih menyisakan suatu peperangan buat Nabi-Mu dengan orang-orang Quraisy, maka biarkanlah aku tetap hidup untuk menghadapinya.
Dan jika Engkau telah menghentikan peperangan antara Rasulullah ﷺ dan mereka, maka cabutlah nyawaku untuk menghadap kepada-Mu."

Abu Sa'id melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu luka Sa'd kembali mengalami perdarahan, padahal sebelumnya telah sembuh, kecuali hanya sebagian kecil darinya sebesar bisul.
Lalu Sa'd dikembalikan ke kemah perawatannya yang khusus dibuat oleh Rasulullah ﷺ untuknya.

Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar datang menjenguknya yang sedang menghadapi ajalnya.
Siti Aisyah r.a.
mengatakan, "Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar dapat membedakan antara tangisan Abu Bakar dan tangisan Umar r.a.
yang pada saat itu aku berada di dalam kamarku.
Mereka (para sahabat) saling mengasihi di antara sesamanya sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

kasih sayang di antara sesama mereka.
(Al-Fat-h: 29)

Alqamah bertanya, "Wahai ibu (maksudnya Siti Aisyah Ummul Mu-minin), apakah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ saat itu?"
Siti Aisyah r.a.
menjawab, "Rasulullah ﷺ tidak pernah menangis karena kematian seseorang.
Tetapi apabila beliau merasa sedih, sesungguhnya yang beliau lakukan hanyalah memegang jenggotnya."

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkannya melalui hadis Abdullah Ibnu Namir, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah r.a.
dengan lafaz yang semisal, tetapi lebih ringkas daripada hadis di atas, di dalam riwayat ini disebutkan bahwa Sa'd berdoa.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 27

DIYAAR
لدِّيَار

Lafaz diyaar adalah jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalam­nya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
"Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka"

Lafaz diyaar disebut secara bersendirian sebanyak satu kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 5.

Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 84;
-An Nisaa (4), ayat 66;
-Al­ Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.

Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.

Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
-Ali Imran (3), ayat 195;
-Al Anfaal (8), ayat 47;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Hajj (22), ayat 40;
-Al Ahzab (33), ayat 27;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
"Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal mak­sudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami' Li Ahkam Al Qur'an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka me­ngelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
"Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri­-negeri dan rumah-rumah."

Al Farra' ber­kata, "Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:229-230

Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali'lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu'min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu'min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.


Gambar Kutipan Surah Al Ahzab Ayat 27 *beta

Surah Al Ahzab Ayat 27



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ahzab

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah33
Nama SurahAl Ahzab
Arabالْأحزاب
ArtiGolongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu90
JuzJuz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat73
Jumlah kata1307
Jumlah huruf5787
Surah sebelumnyaSurah As-Sajdah
Surah selanjutnyaSurah Saba’
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ isi kandungan surat al ahzab ayat 26-27