Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Ahzab

Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) surah 33 ayat 26


وَ اَنۡزَلَ الَّذِیۡنَ ظَاہَرُوۡہُمۡ مِّنۡ اَہۡلِ الۡکِتٰبِ مِنۡ صَیَاصِیۡہِمۡ وَ قَذَفَ فِیۡقُلُوۡبِہِمُ الرُّعۡبَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ وَ تَاۡسِرُوۡنَ فَرِیۡقًا
Wa-anzalal-ladziina zhaaharuuhum min ahlil kitaabi min shayaashiihim waqadzafa fii quluubihimurru’ba fariiqan taqtuluuna wata’siruuna fariiqan;

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.
―QS. 33:26
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Kesucian Allah dari sekutu dan anak
33:26, 33 26, 33-26, Al Ahzab 26, AlAhzab 26, Al-Ahzab 26
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan perang menghadapi Bani Quraizah salah satu dari suku-suku Yahudi Madinah yang telah membuat perjanjian damai dengan Nabi.
Sebagaimana yang diterangkan terdahulu pada saat-saat krisis bagi kaum Muslimin dalam menghadapi tentara yang bersekutu di perang Ahzab itu, orang-orang Yahudi Bani Quraizah yang menjadi warga kota Madinah.
mengkhianati kaum Muslimin dari dalam.
Pemimpin mereka Kaab bin Asad dihasut oleh pemimpin-pemimpin Bani Nadir, yaitu Huyai bin Akhtab agar membatalkan perjanjian damai yang telah mereka buat dengan Nabi, serta menggabungkan diri dengan tentara yang bersekutu di perang Ahzab yang mengepung kota Madinah.
Ajakan itu mula-mula ditolak oleh Ka'ab bin Asad, akan tetapi akhirnya diterimanya maka dikhianatinyalah Nabi dan tergabunglah Bani Quraizah itu kepada Ahzab.

Berita pengkhianatan Bani Quraizah ini menggemparkan kaum Muslimin, karena pengkhianatan itu berada dalam kota Madinah.
Karena itu Rasulullah ﷺ segera mengutus dua orang sahabatnya, yaitu Saad bin Muaz kepala suku Aus dan Saad bin Ubadah kepala suku Khazraj kepada suku Bani Quraizah untuk menasihati mereka agar jangan meneruskan pengkhianatan itu.
Setiba kedua utusan itu ditempat Bani Quraizah, keduanya segera menyampaikan pesan-pesan Nabi ﷺ.
Akan tetapi permintaan Nabi itu ditolak mereka dengan sikap yang kasar dan penuh keangkuhan dan kesombongan, dan mereka meneruskan pengkhianatan mereka itu.

Setelah Allah menghalau pasukan sekutu, maka Dia mewahyukan kepada Nabi Nya Muhammad ﷺ, agar kaum Muslimin segera menumpas Bani Quraizah, yang telah berkhianat itu.
Karena itu Nabi dan kaum Muslimin segera membuat perhitungan dengan para pengkhianat itu, Nabi dan kaum Muslimin segera mendatangi kampung mereka untuk mengepungnya.
Setelah mereka mendengar kedatangan Nabi dan kaum Muslimin, mereka segera memasuki benteng-benteng mereka untuk mempertahankan diri.
Tentara kaum Muslimin waktu itu dipimpin oleh Ali bin Abu Talib.
Setelah dua puluh lima hari lamanya mereka dikepung dalam benteng-benteng itu dengan penuh ketakutan, maka mereka mau menyerah kepada Nabi dengan syarat bahwa yang akan menjadi hakim atas perbuatan mereka ialah Saad bin Muaz kepala suku Aus.
Penyerahan dan syarat itu diterima Nabi, maka turunlah mereka dari benteng-benteng mereka itu dan menyerah kepada Nabi.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, maka Saad menjatuhkan hukuman mati laki-laki mereka dibunuh, sedang wanita-wanita dan anak-anak ditawan.

Hukuman yang demikian itu adalah wajar bagi pengkhianat-pengkhianat masyarakat yang sedang dalam keadaan perang, lebih-lebih pengkhianatan itu dilakukan ketika musuh sedang melancarkan serangannya.
Masyarakat Islam di Madinah waktu itu ialah masyarakat yang baru tumbuh, masyarakat yang baru mulai melaksanakan hukum-hukum berdasarkan ketetapan Islam yana berbeda dengan hukum-hukum yang lama.
Karena itu wajarlah kiranya hukuman yang telah diberikan kepada Bani Quraizah yang berkhianat di masa perang karena mereka yang berbuat semacam itu berlaku hukum perang.
Dengan hukuman itu maka kota Madinah tetap kuat dan Nabi tetap berwibawa dan penduduk Madinah yang lain mengetahui dan menyadari bahwa.
kepada setiap pengkhianat akan diberikan hukuman yang setimpal.

Al Ahzab (33) ayat 26 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ahzab (33) ayat 26 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ahzab (33) ayat 26 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah telah megusir orang-orang dari kalangan Ahl al-Kitab--yaitu Yahudi Banu Quraizhah--yang telah membantu pasukan sekutu dari benteng pertahanan mereka, dan telah memasukkan rasa gentar ke dalam hati mereka.
Kaum lelaki mereka kamu bunuh dan kaum wanitanya kamu jadikan tawanan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia menurunkan orang-orang ahli kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu) yang dimaksud adalah Bani Quraizhah (dari benteng-benteng mereka) lafal shayaashi bentuk jamak dari lafal shaishatun, artinya adalah benteng tempat berlindung (dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka) yaitu rasa ngeri (sebagian mereka kalian bunuh) sebagian dari mereka terbunuh oleh kalian, yaitu mereka yang berperang (dan sebagian yang lain kalian tawan) yaitu kaum wanita dan anak-anaknya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Allah menurunkan orang-orang Yahudi Bani Quraizhah dari benteng mereka untuk membantu Ahzab dalam memerangi kaum muslimin.
Selanjutnya Allah menancapkan ketakutan ke dalam hati mereka sehingga mereka pun kalah, kalian berhasil membunuh sebagian dari mereka dan menawan sebagian yang lain.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam keterangan yang lalu telah disebutkan bahwa ketika pasukan golongan-golongan yang bersekutu tiba di Madinah dan mereka turun bermarkas di dekatnya, maka orang-orang Bani Quraizah merusak perjanjian mereka yang telah mereka tanda tangani bersama Rasulullah ﷺ, yaitu perjanjian perdamaian.

Peristiwa itu terjadi melalui duta golongan-golongan yang bersekutu, yaitu Huyay ibnu Akhtab An-Nadri la'natullah 'alaih.
Ia memasuki benteng Bani Quraizah dan terus-menerus membujuk pemimpin mereka (yaitu Ka'b ibnu Asad) untuk bergabung dengan golongan bersekutu.
Pada akhirnya ia mau merusak perjanjian gencatan senjata mereka dengan kaum muslim.

Di antara ucapan yang dikatakan oleh Huyay ibnu Akhtab saat membujuk Ka'b ibnu Asad ialah, "Celakalah kamu, sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa kejayaan masa, aku datang kepadamu dengan membawa kaum Quraisy berikut tentara Habsyahnya, kabilah Gatafan, dan para pengikutnya.
Mereka masih bermarkas di sini sebelum mereka membinasakan Muhammad dan para sahabatnya."

Maka Ka'b menjawab, "Tidak, demi Allah, bahkan engkau datang kepadaku dengan membawa kehinaan masa.
Celakalah engkau, hai Huyay, sesungguhnya engkau membawa kesialan." Dan Huyay terus membujuknya dengan segala cara sehingga pada akhirnya Ka'b ibnu Asad mau mengikutinya.
Huyay mensyaratkan kepada Ka'b bahwa jika golongan-golongan yang bersekutu telah pergi dan sudah tidak ada lagi urusan mereka, maka Ka'b harus membawanya serta masuk ke dalam bentengnya dan menjadi salah seorang di antara mereka (Bani Quraizah).

Setelah Bani Quraizah merusak perjanjiannya dan berita itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, hati beliau resah dan sangat mengkhawatirkan keselamatan kaum muslim.
Tetapi setelah Allah subhanahu wa ta'ala menolong Rasul-Nya dan mengalahkan musuh-musuhnya serta mengembalikan mereka dalam keadaan kecewa dan merugi, maka beliau kembali ke Madinah, dalam keadaan menang dan beroleh dukungan, kemudian orang-orang mulai meletakkan senjatanya.
Dan ketika Rasulullah ﷺ sedang mandi membersihkan dirinya dari kotoran yang menempel pada tubuhnya akibat perang itu di rumah Ummu Salamah r.a., tiba-tiba Jibril 'alaihis salam menampakkan dirinya memakai serban dari kain sutra tebal dengan mengendarai hewan begal yang berpelanakan kain permadani terbuat dari kain sutra.
Lalu Jibril berkata, "Hai Rasulullah, apakah engkau letakkan senjatamu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya." Jibril berkata, "Tetapi para malaikat masih belum meletakkan senjatanya, dan sekarang kami (para malaikat) baru saja kembali setelah melakukan pengejaran terhadap mereka (golongan-golongan yang bersekutu)." Kemudian Jibril berkata: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memerintahkan kepadamu agar bangkit menuju ke tempat orang-orang Bani Quraizah.

Menurut riwayat yang lain, Jibril 'alaihis salam berkata kepada Rasulullah, "Aku memaklumimu sebagai orang yang habis perang, tetapi apakah engkau sekarang telah meletakkan senjatamu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya." Jibril berkata, "Tetapi kami (para malaikat) masih belum meletakkan senjata kami.
Sekarang bangkitlah untuk menyerang mereka." Rasulullah ﷺ bertanya, "Kemana?"
Jibril menjawab, "Ke tempat Bani Quraizah, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memerintahkan kepadaku untuk mengguncangkan mereka."

Maka pada saat itu juga Rasulullah ﷺ bangkit dan memerintahkan kepada kaum muslim untuk bergerak menuju tempat Bani Quraizah.
Tempat orang-orang Bani Quraizah terletak beberapa mil dari kota Madinah.
Hal itu terjadi sesudah salat Lohor, lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian melakukan salat Asar kecuali di tempat Bani Quraizah.

Maka kaum muslim bergerak dan berangkat, dan waktu salat Asar telah masuk saat mereka berada di tengah jalan.
Maka sebagian dari mereka ada yang salat Asar di tengah jalan, mereka beralasan bahwa tiada yang dimaksudkan oleh Rasulullah ﷺ dari kami selain cepat dalam melakukan perjalanan.
Sedangkan sebagian yang lain mengatakan, "Kami tidak mau melakukannya kecuali di tempat orang-orang Bani Quraizah." Ternyata Rasulullah ﷺ tidak menegur salah satu pihak dari kedua belah pihak yang berbeda pendapat itu.

Rasulullah ﷺ ikut bersama mereka, dan beliau mengangkat Ibnu Ummi Maktum r.a.
sebagai penggantinya di Madinah selama kepergiannya, dan beliau menyerahkan panji pasukan kaum muslim kepada Ali ibnu Abu Talib r.a.

Kemudian Rasulullah ﷺ bermarkas di sekeliling mereka dan mengepung mereka selama dua puluh hari.
Ketika masa pengepungan berlangsung sudah cukup lama, akhirnya orang-orang Bani Quraizah bersedia menyerah pada keputusan Sa'd ibnu Mu'az pemimpin kabilah Aus, karena mereka (Bani Quraizah) adalah teman sepakta kabilah Aus di masa Jahiliahnya.

Orang-orang Bani Quraizah menduga bahwa cara tersebut dapat , melindungi diri mereka, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul terhadap para mawalinya dari kalangan Bani Qainuqa' saat ia meminta kepada Rasulullah ﷺ agar sudi mem­bebaskan mereka.

Orang-orang Bani Quraizah mengira bahwa Sa'd pun akan melakukan hal yang sama terhadap diri mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Abdullah ibnu Ubay terhadap Bani Qainuqa'.
Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Sa'd r.a.
terluka oleh anak panah yang mengenai lengannya dalam Perang Khandaq, lalu Rasulullah ﷺ menyetrika urat lengannya yang mengalami pendarahan, lalu merawatnya di bawah kubah masjid agar beliau dapat menjenguknya dari dekat.

Di antara doa yang dipanjatkan oleh Sa'd r.a.
ialah, "Ya Allah, jika engkau menyisakan suatu peperangan dengan orang-orang Quraisy, maka sisakanlah perang itu untukku.
Dan jika Engkau hentikan peperangan antara kami dan mereka, maka pecahkanlah lukaku ini dan janganlah Engkau matikan aku sebelum Engkau senangkan hatiku dengan melakukan pembalasan terhadap Bani Quraizah."

Allah mengabulkan doanya, dan memberinya kekuasaan atas mereka.
Pada akhirnya mereka menyerah di bawah keputusannya atas kemauan mereka sendiri.
Maka pada saat itu Rasulullah ﷺ memanggil Sa'd dari Madinah untuk memutuskan perihal mereka.

Ketika Sa'd tiba dengan mengendarai keledai, lalu mereka merundukkan keledai itu agar Sa'd turun dengan mudah, maka orang-orang Aus mengerumuninya seraya berkata, "Hai Sa'd, sesungguhnya mereka (Bani Quraizah) adalah sekutu-sekutumu.
Maka perlakukanlah' mereka dengan baik." Mereka meminta belas kasihan kepada Sa'd buat-mereka dan membujuknya.
Sedangkan Sa'd diam, tidak menjawab mereka.
Setelah mereka (orang-orang Aus) mendesaknya, Sa'd r.a.
berkata, "Sesungguhnya sekarang sudah tiba saatnya bagi Sa'd untuk tidak mengindahkan celaan orang-Orang yang mencela demi membela Allah." Maka mereka mengetahui bahwa Sa'd tidak akan memaafkan mereka (Bani Quraizah).

Ketika Sa'd telah berada di dekat kemah Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Berdirilah untuk menghormati pemimpin kalian!

Maka kaum muslim berdiri, dan mempersilakannya untuk turun dari kendaraannya sebagai sikap hormat mereka kepadanya dan demi menjaga kewibawaannya agar keputusannya kelak terhadap mereka dihargai.

Setelah Sa'd duduk, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, "Sesungguhnya mereka ini telah menyerah di bawah keputusanmu, maka putuskanlah nasib mereka menurut apa yang engkau sukai." Maka Sa'd r.a.
bertanya, "Apakah hukumku pasti dilaksanakan terhadap mereka?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya." Sa'd bertanya, "Juga terhadap orang yang ada di dalam kemah ini?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya." Sa'd bertanya, "Juga terhadap orang yang ada di sana?"
Seraya menunjuk ke arah yang di tempat itu terdapat Rasulullah ﷺ, sedangkan ia memalingkan wajahnya dari Rasulullah ﷺ sebagai ungkapan rasa hormatnya kepada beliau ﷺ Maka Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya." Sa'd berkata, "Sesungguhnya aku memutuskan, sebaiknya para prajurit mereka dihukum mati dan anak-anak serta kaum wanita mereka ditawan, begitu pula harta benda milik mereka." Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya engkau telah memutuskan hukum dengan hukum Allah subhanahu wa ta'ala dari atas tujuh lapis langit.

Menurut riwayat yang lain disebutkan:

Sesungguhnya engkau telah memutuskan hukum dengan hukum seorang raja.

Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar dibuatkan parit yang cukup dalam, lalu mereka (para tawanan perang) didatangkan dalam keadaan tangan terikat, selanjutnya mereka dihukum pancung.
Jumlah mereka kurang lebih antara tujuh sampai delapan ratus orang, sedangkan mereka yang bulu kemaluannya masih belum tumbuh menjadi tawanan bersama kaum wanita, juga semua harta mereka.

Kisah ini diterangkan dengan rinci berikut dalil-dalil yang terkandung di dalamnya dan hadis-hadisnya di dalam Kitabus Sirah, yang kami tulis secara terpisah.

Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu.
(Al Ahzab:26) Mereka terdiri dari beberapa golongan dan kabilah yang saling membantu dalam memerangi Rasulullah ﷺ Yang dimaksud dengan Ahli Kitab adalah Yahudi Bani Quraizah keturunan salah seorang cucu Bani Israil.
Bapak moyang mereka di masa lalu bermukim di tanah Hijaz dengan tujuan akan mengikuti Nabi yang ummi yang namanya telah tertulis di dalam kitab Taurat dan Injil yang ada pada mereka.

maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
(Al Baqarah:89)

Semoga laknat Allah ditimpakan kepada mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dari benteng-benteng mereka.
(Al Ahzab:26)

Yakni dari benteng-benteng tempat perlindungan mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Ata, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf.
Dan berasal dari akar kata ini (sayas.) tanduk sapi dinamakan, karena tanduk merupakan bagian dan anggotanya yang paling atas.

dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
(Al Ahzab:26)

Maksudnya, rasa gentar, karena mereka bersekutu dengan kaum musyrik untuk memerangi Nabi ﷺ Allah Yang Mahatahu tidaklah seperti orang yang tidak tahu.
Mereka menakut-nakuti (meneror) kaum muslim dan berniat akan membunuh mereka dengan tujuan agar mereka beroleh kejayaan di dunia, tetapi kenyataannya berbalik dan menjadi senjata makan tuan.
Perang justru berbalik menyerang mereka, orang-orang musyrik mundur dan menerima kekalahan dan kerugian yang mengecewakan.
Pada mulanya mereka berniat meraih kejayaan, tetapi justru sebaliknya mereka menjadi hina.
Mereka juga berniat akan membasmi kaum muslim, tetapi justru mereka sendirilah yang terbasmi.
Selain itu kecelakaan di negeri akhirat pasti menimpa mereka, sehingga secara keseluruhan mereka benar-benar mengalami transaksi yang merugikan.
Disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
(Al Ahzab:26)

Orang-orang yang dibunuh oleh kaum muslim adalah mereka yang ikut perang, sedangkan anak-anak dan kaum wanita dijadikan tawanan perang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Basyir, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik ibnu Umair, dari Atiyyah Al-Qurazi yang menceritakan bahwa seusai perang dengan Bani Quraizah ia dihadapkan kepada Nabi ﷺ (untuk dieksekusi).
Tetapi mereka (kaum muslim) meragukan tentang kedewasaannya.
Maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada mereka untuk memeriksa apakah ia telah tumbuh rambut kemaluannya ataukah belum?
Lalu mereka memeriksanya, ternyata mereka melihat dirinya masih belum berambut kemaluan.
Akhirnya ia dilepaskan dan digabungkan bersama tawanan lainnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 26

RU'B
لرُّعْب

Lafaz ini dalam bentuk mashdar bagi kata dasar ra'aba-yar'abu.

Ra'aba al­ sakhsy berarti orang itu takut, gentar, ngeri dan berasa bimbang.

Ra'abahu bermakna menakutkannya dan menggentarkannya.

Lafaz ini disebut lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 151;
-Al Anfaal (8), ayat 12;
-Al Kahfi (18), ayat 18;
-Al­ Ahzab (33), ayat 26;
-Al Hasyr (59), ayat 2.

Allah berfirman:

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ

Asy Syawkani berkata,
terdapat dua qiraat dalam lafaz ar ru'b.

Mayoritas ulama membacanya dengan ar ru'b dengan mematikan huruf 'ain. Dari qiraat ini, ia bisa berbentuk mar'ub berarti yang takut. Bisa juga dalam bentuk mashdar yang bermakna ketakutan dan kengerian.

Ibn Amir dan Al Kisa'i membacanya dengan ar­ ru'ub yang berbentuk ism. Asalnya al­ mil'u yaitu penuh.

Dikatakan sail raa'ib bermakna wadi yang penuh dan ra'abtul­ haid bermakna saya memenuhi kolah.

Tafsiran ayat berdasarkan qiraat ini, "Kami akan memenuhi hati mereka dengan ketakutan dan kengerian"

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim, Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Rasulullah ber­ kata, ''Aku diberi lima kelebihan yang tidak diberi kepada nabi-nabi sebelumku yaitu aku dibantu dan dimenangkan dengan ketakutan (yang dicampakkan ke dalam hati orang­ orang kafir) selama satu bulan, diberikan kepadaku tanah sebagai masjid yang suci, halal untukku harta rampasan, memberikan syafa'at dan kesemua nabi diutus untuk kaum­nya dan aku diutus untuk seluruh manusia keseluruhannya."

Kesimpulannya, lafaz ru'ba atau ar ru'b bermakna ketakutan dan kengerian.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:253

Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali'lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu'min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu'min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.


Gambar Kutipan Surah Al Ahzab Ayat 26 *beta

Surah Al Ahzab Ayat 26



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ahzab

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah33
Nama SurahAl Ahzab
Arabالْأحزاب
ArtiGolongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu90
JuzJuz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat73
Jumlah kata1307
Jumlah huruf5787
Surah sebelumnyaSurah As-Sajdah
Surah selanjutnyaSurah Saba’
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (10 votes)
Sending