Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) - surah 33 ayat 26 [QS. 33:26]

وَ اَنۡزَلَ الَّذِیۡنَ ظَاہَرُوۡہُمۡ مِّنۡ اَہۡلِ الۡکِتٰبِ مِنۡ صَیَاصِیۡہِمۡ وَ قَذَفَ فِیۡقُلُوۡبِہِمُ الرُّعۡبَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ وَ تَاۡسِرُوۡنَ فَرِیۡقًا
Wa-anzalal-ladziina zhaaharuuhum min ahlil kitaabi min shayaashiihim waqadzafa fii quluubihimurru’ba fariiqan taqtuluuna wata’siruuna fariiqan;
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
―QS. Al Ahzab [33]: 26

Daftar isi

And He brought down those who supported them among the People of the Scripture from their fortresses and cast terror into their hearts (so that) a party you killed, and you took captive a party.
― Chapter 33. Surah Al Ahzab [verse 26]

وَأَنزَلَ dan Dia menurunkan

And He brought down
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ظَٰهَرُوهُم membantu mereka

backed them
مِّنْ dari

among
أَهْلِ ahli

(the) People
ٱلْكِتَٰبِ kitab

(of) the Scripture
مِن dari

from
صَيَاصِيهِمْ benteng-benteng mereka

their fortresses
وَقَذَفَ dan Dia memasukkan

and cast
فِى pada

into
قُلُوبِهِمُ hati mereka

their hearts
ٱلرُّعْبَ rasa takut

[the] terror,
فَرِيقًا sebagian

a group
تَقْتُلُونَ kamu membunuh

you killed
وَتَأْسِرُونَ dan kamu menawan

and you took captive
فَرِيقًا sebagian

a group.

Tafsir Quran

Surah Al Ahzab
33:26

Tafsir QS. Al-Ahzab (33) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan perang menghadapi Bani Quraidhah, salah satu dari suku-suku Yahudi Madinah yang telah membuat perjanjian damai dengan Nabi.
Sebagaimana telah diterangkan terdahulu bahwa ketika kaum Muslimin dalam keadaan kritis menghadapi tentara yang bersekutu di Perang Ahzab, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah yang menjadi warga kota Madinah mengkhianati kaum Muslimin dari dalam.

Pemimpin mereka, Ka’ab bin Asad, dihasut oleh pemimpin Bani an-Nadhir, huyai bin Akhthab, agar membatalkan perjanjian damai yang telah mereka buat dengan Nabi, serta menggabungkan diri dengan tentara sekutu yang mengepung kota Madinah.
Ajakan itu mula-mula ditolak oleh Ka’ab bin Asad, tetapi akhirnya ia menerima.

Maka mereka mengkhianati Nabi dan bergabung dengan kelompok Ahzab.

Berita pengkhianatan Bani Quraidhah itu menggemparkan kaum Muslimin, karena terjadi dalam kota Madinah.

Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ segera mengutus dua orang sahabatnya, yaitu Sa’ad bin Mu’adz, kepala suku Aus, dan Sa’ad bin Ubadah, kepala suku Khazraj, kepada Bani Quraidhah untuk menasihati mereka agar jangan meneruskan pengkhianatan itu.
Setibanya kedua utusan itu di tempat Bani Quraidhah, keduanya segera menyampaikan pesan-pesan Nabi ﷺ.

Akan tetapi, permintaan Nabi itu mereka tolak dengan sikap yang kasar serta penuh keangkuhan dan kesombongan, dan mereka tetap melanjutkan pengkhianatan tersebut.

Setelah Allah menghalau pasukan sekutu, maka Dia mewahyukan kepada Nabi Muhammad, agar kaum Muslimin segera menumpas Bani Quraidhah yang telah berkhianat.

Oleh karena itu, Nabi dan kaum Muslimin segera membuat perhitungan dengan para pengkhianat itu.
Nabi dan kaum Muslimin segera mendatangi kampung mereka untuk mengepungnya.

Setelah mendengar kedatangan Nabi dan Kaum Muslimin, mereka segera memasuki benteng-benteng untuk mempertahankan diri.
Tentara kaum Muslimin waktu itu dipimpin oleh Ali bin Abi thalib.
Setelah dua puluh lima hari lamanya mereka dikepung dalam benteng-benteng itu dengan penuh ketakutan, maka mereka mau menyerah kepada Nabi dengan syarat bahwa yang akan menjadi hakim atas perbuatan mereka ialah Sa’ad bin Mu’adz, kepala suku Aus.
Penyerahan dan syarat itu diterima Nabi, maka mereka turun dari benteng-benteng itu dan menyerah kepadanya.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, maka Sa’ad menjatuhkan hukuman mati, laki-laki mereka dibunuh, sedang perempuan-perempuan dan anak-anak ditawan.

Hukuman yang demikian itu adalah wajar bagi pengkhianat-pengkhianat negara yang sedang dalam keadaan berperang, lebih-lebih pengkhianatan itu dilakukan ketika musuh sedang melancarkan serangan.
Masyarakat Islam di Madinah waktu itu ialah masyarakat yang baru tumbuh, masyarakat yang baru mulai melaksanakan hukumhukum berdasarkan ketetapan Islam yang berbeda dengan hukumhukum yang lama.
Oleh karena itu, wajar kiranya hukuman yang telah diberikan kepada Bani Quraidhah yang berkhianat di masa perang, sehingga yang berlaku adalah hukum perang.
Dengan hukuman itu, maka kota Madinah tetap kuat dan Nabi tetap berwibawa dan penduduk Madinah yang lain mengetahui dan menyadari bahwa setiap pengkhianatan akan dikenakan hukuman yang setimpal.

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah telah megusir orang-orang dari kalangan Ahl al-Kitab–yaitu Yahudi Banu Quraizhah–yang telah membantu pasukan sekutu dari benteng pertahanan mereka, dan telah memasukkan rasa gentar ke dalam hati mereka.
Kaum lelaki mereka kamu bunuh dan kaum wanitanya kamu jadikan tawanan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Allah menurunkan orang-orang Yahudi Bani Quraizhah dari benteng mereka untuk membantu Ahzab dalam memerangi kaum muslimin.
Selanjutnya Allah menancapkan ketakutan ke dalam hati mereka sehingga mereka pun kalah, kalian berhasil membunuh sebagian dari mereka dan menawan sebagian yang lain.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Dia menurunkan orang-orang ahli kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu) yang dimaksud adalah Bani Quraizhah


(dari benteng-benteng mereka) lafal shayaashi bentuk jamak dari lafal shaishatun, artinya adalah benteng tempat berlindung


(dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka) yaitu rasa ngeri


(sebagian mereka kalian bunuh) sebagian dari mereka terbunuh oleh kalian, yaitu mereka yang berperang


(dan sebagian yang lain kalian tawan) yaitu kaum wanita dan anak-anaknya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam keterangan yang lalu telah disebutkan bahwa ketika pasukan golongan-golongan yang bersekutu tiba di Madinah dan mereka turun bermarkas di dekatnya, maka orang-orang Bani Quraizah merusak perjanjian mereka yang telah mereka tanda tangani bersama Rasulullah ﷺ, yaitu perjanjian perdamaian.

Peristiwa itu terjadi melalui duta golongan-golongan yang bersekutu, yaitu Huyay ibnu Akhtab An-Nadri la’natullah ‘alaih.
Ia memasuki benteng Bani Quraizah dan terus-menerus membujuk pemimpin mereka (yaitu Ka’b ibnu Asad) untuk bergabung dengan golongan bersekutu.
Pada akhirnya ia mau merusak perjanjian gencatan senjata mereka dengan kaum muslim.

Di antara ucapan yang dikatakan oleh Huyay ibnu Akhtab saat membujuk Ka’b ibnu Asad ialah,
"Celakalah kamu, sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa kejayaan masa, aku datang kepadamu dengan membawa kaum Quraisy berikut tentara Habsyahnya, kabilah Gatafan, dan para pengikutnya.
Mereka masih bermarkas di sini sebelum mereka membinasakan Muhammad dan para sahabatnya."

Maka Ka’b menjawab,
"Tidak, demi Allah, bahkan engkau datang kepadaku dengan membawa kehinaan masa.
Celakalah engkau, hai Huyay, sesungguhnya engkau membawa kesialan."
Dan Huyay terus membujuknya dengan segala cara sehingga pada akhirnya Ka’b ibnu Asad mau mengikutinya.
Huyay mensyaratkan kepada Ka’b bahwa jika golongan-golongan yang bersekutu telah pergi dan sudah tidak ada lagi urusan mereka, maka Ka’b harus membawanya serta masuk ke dalam bentengnya dan menjadi salah seorang di antara mereka (Bani Quraizah).

Setelah Bani Quraizah merusak perjanjiannya dan berita itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, hati beliau resah dan sangat mengkhawatirkan keselamatan kaum muslim.
Tetapi setelah Allah subhanahu wa ta’ala menolong Rasul-Nya dan mengalahkan musuh-musuhnya serta mengembalikan mereka dalam keadaan kecewa dan merugi, maka beliau kembali ke Madinah, dalam keadaan menang dan beroleh dukungan, kemudian orang-orang mulai meletakkan senjatanya.
Dan ketika Rasulullah ﷺ sedang mandi membersihkan dirinya dari kotoran yang menempel pada tubuhnya akibat perang itu di rumah Ummu Salamah r.a., tiba-tiba Jibrilalaihis salam menampakkan dirinya memakai serban dari kain sutra tebal dengan mengendarai hewan begal yang berpelanakan kain permadani terbuat dari kain sutra.
Lalu Jibril berkata,
"Hai Rasulullah, apakah engkau letakkan senjatamu?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Jibril berkata,
"Tetapi para malaikat masih belum meletakkan senjatanya, dan sekarang kami (para malaikat) baru saja kembali setelah melakukan pengejaran terhadap mereka (golongan-golongan yang bersekutu)."
Kemudian Jibril berkata:
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepadamu agar bangkit menuju ke tempat orang-orang Bani Quraizah.

Menurut riwayat yang lain, Jibrilalaihis salam berkata kepada Rasulullah,
"Aku memaklumimu sebagai orang yang habis perang, tetapi apakah engkau sekarang telah meletakkan senjatamu?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Jibril berkata,
"Tetapi kami (para malaikat) masih belum meletakkan senjata kami.
Sekarang bangkitlah untuk menyerang mereka."
Rasulullah ﷺ bertanya,
"Kemana?"
Jibril menjawab,
"Ke tempat Bani Quraizah, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepadaku untuk mengguncangkan mereka."

Maka pada saat itu juga Rasulullah ﷺ bangkit dan memerintahkan kepada kaum muslim untuk bergerak menuju tempat Bani Quraizah.
Tempat orang-orang Bani Quraizah terletak beberapa mil dari kota Madinah.
Hal itu terjadi sesudah salat Lohor, lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian melakukan salat Asar kecuali di tempat Bani Quraizah.

Maka kaum muslim bergerak dan berangkat, dan waktu salat Asar telah masuk saat mereka berada di tengah jalan.
Maka sebagian dari mereka ada yang salat Asar di tengah jalan, mereka beralasan bahwa tiada yang dimaksudkan oleh Rasulullah ﷺ dari kami selain cepat dalam melakukan perjalanan.
Sedangkan sebagian yang lain mengatakan,
"Kami tidak mau melakukannya kecuali di tempat orang-orang Bani Quraizah."
Ternyata Rasulullah ﷺ tidak menegur salah satu pihak dari kedua belah pihak yang berbeda pendapat itu.

Rasulullah ﷺ ikut bersama mereka, dan beliau mengangkat Ibnu Ummi Maktum r.a. sebagai penggantinya di Madinah selama kepergiannya, dan beliau menyerahkan panji pasukan kaum muslim kepada Ali ibnu Abu Talib r.a.
Kemudian Rasulullah ﷺ bermarkas di sekeliling mereka dan mengepung mereka selama dua puluh hari.
Ketika masa pengepungan berlangsung sudah cukup lama, akhirnya orang-orang Bani Quraizah bersedia menyerah pada keputusan Sa’d ibnu Mu’az pemimpin kabilah Aus, karena mereka (Bani Quraizah) adalah teman sepakta kabilah Aus di masa Jahiliahnya.

Orang-orang Bani Quraizah menduga bahwa cara tersebut dapat , melindungi diri mereka, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abdullah ibnu Ubay ibnu Salul terhadap para mawalinya dari kalangan Bani Qainuqa’ saat ia meminta kepada Rasulullah ﷺ agar sudi membebaskan mereka.

Orang-orang Bani Quraizah mengira bahwa Sa’d pun akan melakukan hal yang sama terhadap diri mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Abdullah ibnu Ubay terhadap Bani Qainuqa’.
Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Sa’d r.a. terluka oleh anak panah yang mengenai lengannya dalam Perang Khandaq, lalu Rasulullah ﷺ menyetrika urat lengannya yang mengalami pendarahan, lalu merawatnya di bawah kubah masjid agar beliau dapat menjenguknya dari dekat.

Di antara doa yang dipanjatkan oleh Sa’d r.a. ialah,
"Ya Allah, jika engkau menyisakan suatu peperangan dengan orang-orang Quraisy, maka sisakanlah perang itu untukku.
Dan jika Engkau hentikan peperangan antara kami dan mereka, maka pecahkanlah lukaku ini dan janganlah Engkau matikan aku sebelum Engkau senangkan hatiku dengan melakukan pembalasan terhadap Bani Quraizah."

Allah mengabulkan doanya, dan memberinya kekuasaan atas mereka.
Pada akhirnya mereka menyerah di bawah keputusannya atas kemauan mereka sendiri.
Maka pada saat itu Rasulullah ﷺ memanggil Sa’d dari Madinah untuk memutuskan perihal mereka.

Ketika Sa’d tiba dengan mengendarai keledai, lalu mereka merundukkan keledai itu agar Sa’d turun dengan mudah, maka orang-orang Aus mengerumuninya seraya berkata,
"Hai Sa’d, sesungguhnya mereka (Bani Quraizah) adalah sekutu-sekutumu.
Maka perlakukanlah’ mereka dengan baik."
Mereka meminta belas kasihan kepada Sa’d buat-mereka dan membujuknya.
Sedangkan Sa’d diam, tidak menjawab mereka.
Setelah mereka (orang-orang Aus) mendesaknya, Sa’d r.a. berkata,
"Sesungguhnya sekarang sudah tiba saatnya bagi Sa’d untuk tidak mengindahkan celaan orang-Orang yang mencela demi membela Allah."
Maka mereka mengetahui bahwa Sa’d tidak akan memaafkan mereka (Bani Quraizah).

Ketika Sa’d telah berada di dekat kemah Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Berdirilah untuk menghormati pemimpin kalian!

Maka kaum muslim berdiri, dan mempersilakannya untuk turun dari kendaraannya sebagai sikap hormat mereka kepadanya dan demi menjaga kewibawaannya agar keputusannya kelak terhadap mereka dihargai.

Setelah Sa’d duduk, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
"Sesungguhnya mereka ini telah menyerah di bawah keputusanmu, maka putuskanlah nasib mereka menurut apa yang engkau sukai."
Maka Sa’d r.a. bertanya,
"Apakah hukumku pasti dilaksanakan terhadap mereka?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Sa’d bertanya,
"Juga terhadap orang yang ada di dalam kemah ini?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Sa’d bertanya,
"Juga terhadap orang yang ada di sana?"
Seraya menunjuk ke arah yang di tempat itu terdapat Rasulullah ﷺ, sedangkan ia memalingkan wajahnya dari Rasulullah ﷺ sebagai ungkapan rasa hormatnya kepada beliau ﷺ Maka Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya."
Sa’d berkata,
"Sesungguhnya aku memutuskan, sebaiknya para prajurit mereka dihukum mati dan anak-anak serta kaum wanita mereka ditawan, begitu pula harta benda milik mereka."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya engkau telah memutuskan hukum dengan hukum Allah subhanahu wa ta’ala dari atas tujuh lapis langit.

Menurut riwayat yang lain disebutkan:

Sesungguhnya engkau telah memutuskan hukum dengan hukum seorang raja.

Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar dibuatkan parit yang cukup dalam, lalu mereka (para tawanan perang) didatangkan dalam keadaan tangan terikat, selanjutnya mereka dihukum pancung.
Jumlah mereka kurang lebih antara tujuh sampai delapan ratus orang, sedangkan mereka yang bulu kemaluannya masih belum tumbuh menjadi tawanan bersama kaum wanita, juga semua harta mereka.


Kisah ini diterangkan dengan rinci berikut dalildalil yang terkandung di dalamnya dan hadis-hadisnya di dalam Kitabus Sirah, yang kami tulis secara terpisah.


Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu.
(Al-Ahzab [33]: 26)
Mereka terdiri dari beberapa golongan dan kabilah yang saling membantu dalam memerangi Rasulullah ﷺ Yang dimaksud dengan Ahli Kitab adalah Yahudi Bani Quraizah keturunan salah seorang cucu Bani Israil.
Bapak moyang mereka di masa lalu bermukim di tanah Hijaz dengan tujuan akan mengikuti Nabi yang ummi yang namanya telah tertulis di dalam kitab Taurat dan Injil yang ada pada mereka.

maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya.
(Al-Baqarah [2]: 89)

Semoga laknat Allah ditimpakan kepada mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dari benteng-benteng mereka.
(Al-Ahzab [33]: 26)


Yakni dari benteng-benteng tempat perlindungan mereka.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Ata, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf.
Dan berasal dari akar kata ini (sayas.) tanduk sapi dinamakan, karena tanduk merupakan bagian dan anggotanya yang paling atas.

dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.
(Al-Ahzab [33]: 26)

Maksudnya, rasa gentar, karena mereka bersekutu dengan kaum musyrik untuk memerangi Nabi ﷺ Allah Yang Mahatahu tidaklah seperti orang yang tidak tahu.
Mereka menakut-nakuti (meneror) kaum muslim dan berniat akan membunuh mereka dengan tujuan agar mereka beroleh kejayaan di dunia, tetapi kenyataannya berbalik dan menjadi senjata makan tuan.
Perang justru berbalik menyerang mereka, orang-orang musyrik mundur dan menerima kekalahan dan kerugian yang mengecewakan.
Pada mulanya mereka berniat meraih kejayaan, tetapi justru sebaliknya mereka menjadi hina.
Mereka juga berniat akan membasmi kaum muslim, tetapi justru mereka sendirilah yang terbasmi.
Selain itu kecelakaan di negeri akhirat pasti menimpa mereka, sehingga secara keseluruhan mereka benar-benar mengalami transaksi yang merugikan.
Disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
(Al-Ahzab [33]: 26)

Orang-orang yang dibunuh oleh kaum muslim adalah mereka yang ikut perang, sedangkan anak-anak dan kaum wanita dijadikan tawanan perang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Basyir, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik ibnu Umair, dari Atiyyah Al-Qurazi yang menceritakan bahwa seusai perang dengan Bani Quraizah ia dihadapkan kepada Nabi ﷺ (untuk dieksekusi).
Tetapi mereka (kaum muslim) meragukan tentang kedewasaannya.
Maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada mereka untuk memeriksa apakah ia telah tumbuh rambut kemaluannya ataukah belum?
Lalu mereka memeriksanya, ternyata mereka melihat dirinya masih belum berambut kemaluan.
Akhirnya ia dilepaskan dan digabungkan bersama tawanan lainnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 26

RU’B
لرُّعْب

Lafaz ini dalam bentuk mashdar bagi kata dasar ra’aba-yar’abu.

Ra’aba al sakhsy berarti orang itu takut, gentar, ngeri dan berasa bimbang.

Ra’abahu bermakna menakutkannya dan menggentarkannya.

Lafaz ini disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 151;
Al Anfaal (8), ayat 12;
Al Kahfi (18), ayat 18;
• Al Ahzab (33), ayat 26;
• Al Hasyr (59), ayat 2.
Allah berfirman:

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ

Asy Syawkani berkata,
terdapat dua qiraat dalam lafaz ar ru’b.

Mayoritas ulama membacanya dengan ar ru’b dengan mematikan huruf ‘ain. Dari qiraat ini, ia bisa berbentuk mar’ub berarti yang takut.
Bisa juga dalam bentuk mashdar yang bermakna ketakutan dan kengerian.

Ibnu Amir dan Al Kisa’i membacanya dengan ar ru’ub yang berbentuk ism.
Asalnya al mil’u yaitu penuh.

Dikatakan sail raa’ib bermakna wadi yang penuh dan ra’abtul haid bermakna saya memenuhi kolah.

Tafsiran ayat berdasarkan qiraat ini, "Kami akan memenuhi hati mereka dengan ketakutan dan kengerian"

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim, Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Rasulullah ber kata, ”Aku diberi lima kelebihan yang tidak diberi kepada nabi-nabi sebelumku yaitu aku dibantu dan dimenangkan dengan ketakutan (yang dicampakkan ke dalam hati orang orang kafir) selama satu bulan, diberikan kepadaku tanah sebagai masjid yang suci, halal untukku harta rampasan, memberikan syafa’at dan kesemua nabi diutus untuk kaumnya dan aku diutus untuk seluruh manusia keseluruhannya."

Kesimpulannya, lafaz ru’ba atau ar ru’b bermakna ketakutan dan kengerian.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:253

Unsur Pokok Surah Al Ahzab (الْأحزاب)

Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali-‘lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keimanan mereka.
Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

▪ Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung.
▪ Taqdir Allah tidak dapat ditolak.
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik.
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir.
▪ Hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

▪ Hukum zhihar.
▪ Kedudukan anak angkat.
▪ Dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah).
▪ Tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri.
▪ Hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya.
▪ Larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

▪ Perang Ahzab (Khandaq).
▪ Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid.
▪ Memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

▪ Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
▪ Sifat-sifat orang-orang munafik.

Audio Murottal

QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 73 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 73

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahzab ayat 26 - Gambar 1 Surah Al Ahzab ayat 26 - Gambar 2
Statistik QS. 33:26
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam Alquran.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
Sending
User Review
4.8 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

33:26, 33 26, 33-26, Surah Al Ahzab 26, Tafsir surat AlAhzab 26, Quran Al-Ahzab 26, Surah Al Ahzab ayat 26

Video Surah

33:26


More Videos

Kandungan Surah Al Ahzab

۞ QS. 33:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hukum memohon bantuan orang musyrik • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:2 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 33:3 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 33:4 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 33:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 33:8 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Bashir (Maha Melihat) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 33:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 33:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:15 • Sifat orang munafik

۞ QS. 33:16 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 33:17 • Kekuasaan Allah • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 33:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:19 • Kekuasaan Allah • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:20 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:21 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 33:22 • Allah menepati janji

۞ QS. 33:24 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang munafik

۞ QS. 33:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 33:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 33:27 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 33:29 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:30 • Menyiksa pelaku maksiat • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 33:31 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 33:34 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 33:35 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 33:36 • Kebaikan pada pilihan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 33:39 • Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 33:40 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:43 • Pahala iman • Al Rahim (Maha Penyayang) • Doa malaikat untuk umat muslim • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 33:44 • Pahala iman • Percakapan Allah dengan ahli surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:47 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 33:48 • Al Wakil (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:50 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:51 • Keluasan ilmu Allah • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:52 • Al Raqib (Maha Pengawas)

۞ QS. 33:54 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:55 • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 33:56 • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 33:57 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:58 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:59 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:60 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:61 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:62 • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 33:63 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 33:64 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:65 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka •

۞ QS. 33:66 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 33:67 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Siksa orang kafir

۞ QS. 33:68 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 33:70 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 33:71 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islam menghapus dosa masa lalu • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 33:73 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang kafir

Ayat Pilihan

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku,
maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,
dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

QS. Ta Ha [20]: 124

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit & apa yang ada di bumi.
Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan,
niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.
QS. Al-Baqarah [2]: 284

Jika Allah menghendaki untuk membinasakan kalian,
niscaya Dia–karena kemahasempurnaan kekuasaan-Nya–akan melakukannya.
Lalu Dia menciptakan makhluk baru yang sesuai dengan kebijakan-Nya.
QS. Fatir [35]: 16

Engkau masukkan malam ke dalam siang & Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,
Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
QS. Ali ‘Imran [3]: 27

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

+

Array

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Dammah

Apa itu Dammah? Dammah adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf waw kecil yang diletakkan di atas suatu huruf arab , harakat dammah melambangkan fonem /u/. Ketika suatu huruf diberi harakat damm...

Hadits Dha'if

Apa itu Hadits Dha’if? Hadis lemah atau Hadits Dha’if adalah kategori hadis yang tertolak dan tidak dapat dinyatakan kebenarannya berasal dari perkataan atau perbuatan Nabi Shallallahu ...

Ilmu nahwu

Apa itu Ilmu nahwu? Ilmu an-Nahwu merupakan salah satu bagian dasar dari ilmu tata bahasa bahasa Arab untuk mengetahui jabatan kata dalam kalimat dan bentuk huruf/harakat terakhir dari suatu kata. ...