Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) - surah 33 ayat 19 [QS. 33:19]

اَشِحَّۃً عَلَیۡکُمۡ ۚۖ فَاِذَا جَآءَ الۡخَوۡفُ رَاَیۡتَہُمۡ یَنۡظُرُوۡنَ اِلَیۡکَ تَدُوۡرُ اَعۡیُنُہُمۡ کَالَّذِیۡ یُغۡشٰی عَلَیۡہِ مِنَ الۡمَوۡتِ ۚ فَاِذَا ذَہَبَ الۡخَوۡفُ سَلَقُوۡکُمۡ بِاَلۡسِنَۃٍ حِدَادٍ اَشِحَّۃً عَلَی الۡخَیۡرِ ؕ اُولٰٓئِکَ لَمۡ یُؤۡمِنُوۡا فَاَحۡبَطَ اللّٰہُ اَعۡمَالَہُمۡ ؕ وَ کَانَ ذٰلِکَ عَلَی اللّٰہِ یَسِیۡرًا
Asyihhatan ‘alaikum fa-idzaa jaa-al khaufu ra-aitahum yanzhuruuna ilaika taduuru a’yunuhum kaal-ladzii yughsya ‘alaihi minal mauti fa-idzaa dzahabal khaufu salaquukum bialsinatin hidaadin asyihhatan ‘alal khairi uula-ika lam yu’minuu fa-ahbathallahu a’maalahum wakaana dzalika ‘alallahi yasiiran;
mereka kikir terhadapmu.
Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan.
Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya.
Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
―QS. Al Ahzab [33]: 19

Daftar isi

Indisposed toward you.
And when fear comes, you see them looking at you, their eyes revolving like one being overcome by death.
But when fear departs, they lash you with sharp tongues, indisposed toward (any) good.
Those have not believed, so Allah has rendered their deeds worthless, and ever is that, for Allah, easy.
― Chapter 33. Surah Al Ahzab [verse 19]

أَشِحَّةً kikir

Miserly
عَلَيْكُمْ atas kalian

towards you.
فَإِذَا maka apabila

But when
جَآءَ datang

comes
ٱلْخَوْفُ ketakutan

the fear,
رَأَيْتَهُمْ kamu melihat mereka

you see them
يَنظُرُونَ mereka memandang

looking
إِلَيْكَ kepadamu

at you,
تَدُورُ berputar-putar

revolving
أَعْيُنُهُمْ mata mereka

their eyes
كَٱلَّذِى seperti orang yang

like one who
يُغْشَىٰ ditutupi (pingsan)

faints *[meaning includes next or prev. word]
عَلَيْهِ atasnya

faints *[meaning includes next or prev. word]
مِنَ dari

from
ٱلْمَوْتِ mati

[the] death.
فَإِذَا maka apabila

But when
ذَهَبَ telah pergi/hilang

departs
ٱلْخَوْفُ ketakutan

the fear,
سَلَقُوكُم mereka mencaci maki kamu

they smite you
بِأَلْسِنَةٍ dengan lisan

with tongues
حِدَادٍ tajam

sharp
أَشِحَّةً kikir

miserly
عَلَى atas

towards
ٱلْخَيْرِ kebaikan

the good.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those –
لَمْ tidak

not
يُؤْمِنُوا۟ mereka beriman

they have believed,
فَأَحْبَطَ maka menghapus

so Allah made worthless *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

so Allah made worthless *[meaning includes next or prev. word]
أَعْمَٰلَهُمْ amal perbuatan mereka

their deeds.

Tafsir Quran

Surah Al Ahzab
33:19

Tafsir QS. Al-Ahzab (33) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi ﷺ:

1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun jiwa raga.

2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagah berani menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan karena ketakutan dan mencari jalan dan kesempatan untuk lari dari medan pertempuran menghindari kematian.

3. Apabila pertempuran telah usai dan mereka merasa telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati.

Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka.

4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat.
Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi ﷺ.

Orang-orang yang bersifat seperti yang disebutkan di atas itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikit pun, karena mereka adalah orang-orang munafik.
Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikannya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali.

Menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi-Nya, karena Dia Mahakuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada lahirnya, orang-orang munafik sangat memperhatikan keselamatan diri kalian.
Seolah-olah, dalam hal ini, mereka tidak mempunyai rasa takut.


Tapi jika rasa takut kepada musuh atau kepada Rasulullah benar-benar telah datang, mereka akan memandangimu, Muhammad.
Mata mereka berputar-putar kebingungan, bagai orang yang tidak sadarkan diri menghadapi sekaratul maut.


Akan tetapi jika rasa takut itu mulai sirna, mereka mencaci dan menghujat kalian dengan sangat keras.
Mereka sangat malas melakukan kebaikan.


Mereka itulah orang-orang yang beriman dengan setengah hati.
Meskipun mereka telah menyatakan berislam, namun Allah subhanahu wa ta’ala akan menyia-nyiakan perbuatan mereka, lantaran orang-orang munafik itu memendam kekufuran dalam hati.


Sungguh pekerjaan yang demikian itu bukan hal yang sukar bagi Allah[1].


[1] Ayat ini menunjukkan satu fakta ilmiah yang belum ditemukan pada saat diturunkannya Alquran.


Yaitu bahwa bola mata orang yang sedang dalam keadaan sekaratul maut atau dalam ketakutan akan berputar-putar.
Kalau ditinjau secara lebih cermat, akan didapati bahwa perasaan takut yang sangat akan dapat menghilangkan kesadaran dan merusak jaringan pusat urat saraf bawah sadar di bagian otak.


Oleh karena itu, kondisi orang yang ketakutan mirip dengan orang yang sedang menghadapi sekaratul maut:
matanya melotot dengan bola mata yang berputar-putar sampai mati.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang bakhil terhadap kalian, mereka tidak akan mau memberikan harta mereka, jiwa, usaha dan cinta mereka, karena di dalam hati mereka tertanam permusuhan dan iri dengki, sangat menyintai kehidupan dan membenci kematian.
Bila mereka ikut dalam perang, mereka takut mati, dan kamu melihat mereka melihat kepadamu, mata mereka berputar-putar karena mereka kehilangan akal mereka, mereka takut kepada kamatian dan berlari darinya, seperti berputarnya mata orang yang menyaksikan kematian.


Bila perang telah usai dan ketakutan telah sirna, maka mereka menuduh kalian dengan kata-kata yang pedas dan menyakitkan.
Kamu melihat mereka saat pembagian harta rampasan perang sebagai orang-orang yang hasad dan bakhil.


Mereka adalah orang-orang yang tidak beriman dengan hati mereka, maka Allah melenyapkan pahala amal mereka dan hal itu bagi Allah adalah mudah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka bakhil terhadap kalian) maksudnya sangat perhitungan dalam menolong dan membantu kalian.
Lafal asyihhatan bentuk jamak dari lafal syahiihun, berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal ya’tuuna


(apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti) penglihatan atau seperti terbeliaknya


(orang yang pingsan karena akan mati) yaitu orang yang sedang sekarat maut


(dan apabila ketakutan telah hilang) harta-harta rampasan telah diperoleh kaum Muslimin


(mereka mencaci kalian) menyakiti kalian atau memukul kalian


(dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan) atas harta rampasan yang telah diperolehnya.


(Mereka itu tidak beriman) sesungguhnya


(maka Allah menghapus pahala amal mereka.
Dan yang demikian itu) penghapusan pahala amal perbuatan itu


(adalah mudah bagi Allah) dengan kehendak-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Menurut penafsiran As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya:
Mereka bakhil terhadapmu.
(QS. Al-Ahzab [33]: 19)
Bahwa mereka kikir dalam masalah ganimah (harta rampasan perang).

apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati.
(QS. Al-Ahzab [33]: 19)

Yakni karena ketakutan yang sangat dan kekagetannya, dan memang demikianlah keadaan orang-orang yang pengecut dalam menghadapi peperangan.

dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam.
(QS. Al-Ahzab [33]: 19)

Apabila keadaan telah aman dan bahaya telah hilang, maka mereka mulai bicara dengan suara yang lantang seraya menyebutkan kepahlawanan, keberanian, dan jasa mereka dalam medan perang, padahal mereka dusta dalam perkataannya itu.

Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
mereka mencaci kamu.
(QS. Al-Ahzab [33]: 19)
Yaitu menghadapi kalian dengan lisan yang tajam.


Qatadah mengatakan bahwa adapun bila saat pembagian ganimah, mereka adalah orang-orang yang paling kikir dan paling buruk dalam menerima pembagiannya.
Mereka mengatakan,
"Berilah kami bagian, berilah kami bagian, sesungguhnya kami ikut serta bersama kalian dalam peperangan."
Adapun di kala keadaan sedang gawat dan terjepit, mereka adalah orang-orang yang paling pengecut dan paling menghina perkara yang hak.
Selain itu mereka kikir akan kebaikan, yakni dalam diri mereka tidak terdapat suatu kebaikan pun.
Di dalam diri mereka terhimpun sifat pengecut, dusta, dan minim akan kebaikan.
Pengertian yang sama diungkapkan oleh salah seorang penyair mereka:

Hai orang-orang yang di dalam keadaan damai kelihatan gesit, galak, dan garang, sedangkan dalam keadaan perang bagaikan kaum wanita yang berhaid.

Yakni dalam keadaan damai mereka seperti keledai-keledai, sedangkan di dalam keadaan perang seakan-akan mereka adalah kaum wanita yang berhaid (lemah dan lamban).
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya.
Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 19)

Maksudnya, teramat mudah dan gampang bagi-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 19

ASYIHHAH
أَشِحَّة

ASYIHHAH:

Lafaz ini adalah jamak syahih, artinya bakhil bersamaan dengan tamak, ia juga bermakna jumlah yang kecil atau sedikit dan tidak tentu.

Ibnu Faris berkata,
”Asal kata ini bermakna al-man (halangan). Kemudian menjadi menghalang di samping loba.
Ungkapan tasyahha al-rajula ‘ala al-amr maksudnya apabila seseorang hendak memenangkannya dan menghalang yang lainnya.

Allah berfirman dalam surah Al Hasyr ayat 9,

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya :
Barang siapa yang menjaga dan menghalangi dirinya dari dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang-orang yang beruntung.

Lafaz ini disebut satu kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Ahzab (33), ayat 19.
Al Fayruz Abadi berkata,
"Lafaz ini adalah lawan al itsar (dermawan) dan asy syahih adalah orang yang tamak atas apa yang tidak ada pada tangannya.
Apabila ia berada di tangannya, maka ia loba dan kikir mengeluarkannya.
Al bukhl (kikir) adalah buah dari asy syuhh (tamak) dan asy syuhh (tamak) mengajak kepada kebakhilan."

Menurut Al Kafawi, ia adalah keadaan jiwa yang bersumber dari halangan itu, dan jiwa yang menghalang itu disebut al bukhl.

Al Qurtubi menafsirkan lafaz asyihhah dalam surah ini dengan pelit menimpa kamu yaitu mereka enggan menggali pada waktu Perang Khandaq dan kikir menafkahkan harta di jalan Allah, sebagaimana pendapat Mujahid dan Qatadah.

Dalam riwayat lain, mereka enggan ikut serta berjihad bersamamu, berkira-kira memberikan nafkah kepada orang fakir dan miskin antara kamu serta kikir kepada ghanimah (harta rampasan) yang mereka dapat.

Ibnu Katsir berkata,
"Ia bermakna bukhala’ (orang yang pelit) dengan kasih sayang atas kamu."

Kesimpulannya, makna lafaz asyihhah dalam ayat di atas ialah kikir dan loba pada harta, ghanimah, pelit memberi kasih sayang dan sebagainya.

HIDAAD:

Lafaz hidaad mempunyai beberapa arti, diantaranya adalah:
(1) Pakaian hitam yang dipakai oleh wanita yang sedang berdukacita;
(2) Bentuk jamak dari lafaz hadid dan hadd yang berarti runcing dan tajam.
Ada orang mengatakan "saifun hadiid" atau "saifun hidaad" artinya ialah pedang atau pedang-pedang yang tajam.

Lafaz hadiid dan hidaad dalam kosakata Arab juga biasa digunakan untuk menyifatkan lisan atau ucapan, penglihatan, fikiran, kemarahan dan tindakan sehingga penggabungan dua kalimah di antara kalimat-kalimat itu mempunyai makna lidah atau ucapan yang tajam, penglihatan yang terbuka luas (terbelalak), pemikiran yang tajam, kemarahan yang tajam dan tindakan yang teliti dan cermat.

Didalam Al Qur’an, lafaz hidaad disebut sekali saja untuk menyifatkan lafaz alsinah yang terdapat dalam surah Al Ahzab (33), ayat 19. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan beberapa sikap yang dilakukan oleh kaum munafik sewaktu terjadi Perang Ahzab atau Khandaq.
Dalam ayat ini diterangkan sikap kaum munafik yang bersikap bakhil, kikir, tidak mau mengorbankan jiwa raga berjihad dan juga tidak mau mengeluarkan harta kekayaan untuk membantu pelaksanaan jihad.
Mereka sebenarnya adalah orang yang penakut menghadapi peperangan meskipun pada saat keadaan aman dan tidak ada perang.
Lisan mereka lantang dan tajam mengeluarkan kata-kata yang menyakiti dan melukai hati orang yang beriman.
Kelantangan dan ketajaman lisan mereka itu seakan-akan menunjukkan mereka adalah orang yang berani, tetapi sebenarnya mereka adalah penakut.

Abdur Rahman Hasan Habannakah menyatakan penggunan lafaz alsinat hidaad dalam ayat ini mengandung unsur perumpamaan (tasybih).
Lafaz hidaad biasanya digunakan untuk menyifatkan lafaz suyuuf yaitu pedang yang tajam.
Dalam ayat ini digunakan untuk menyifatkan lafaz alsinah yaitu lisan yang tajam sehingga menyebabkan luka di hati diibaratkan dengan tajamnya pedang yang melukai badan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:194-195

Unsur Pokok Surah Al Ahzab (الْأحزاب)

Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali-‘lmran.

Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Mereka telah mengepung rapat orang-orang mukmin sehingga sebagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keimanan mereka.
Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

▪ Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung.
▪ Taqdir Allah tidak dapat ditolak.
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik.
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir.
▪ Hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

▪ Hukum zhihar.
▪ Kedudukan anak angkat.
▪ Dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah).
▪ Tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri.
▪ Hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya.
▪ Larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

▪ Perang Ahzab (Khandaq).
▪ Kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid.
▪ Memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

▪ Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
▪ Sifat-sifat orang-orang munafik.

Audio Murottal

QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 73 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahzab (33) : 1-73 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 73

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahzab ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Ahzab ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 33:19
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahzab.

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam Alquran.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah 33
Nama Surah Al Ahzab
Arab الْأحزاب
Arti Golongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 90
Juz Juz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 73
Jumlah kata 1307
Jumlah huruf 5787
Surah sebelumnya Surah As-Sajdah
Surah selanjutnya Surah Saba’
Sending
User Review
4.9 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

33:19, 33 19, 33-19, Surah Al Ahzab 19, Tafsir surat AlAhzab 19, Quran Al-Ahzab 19, Surah Al Ahzab ayat 19

Video Surah

33:19


More Videos

Kandungan Surah Al Ahzab

۞ QS. 33:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Hukum memohon bantuan orang musyrik • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:2 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 33:3 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 33:4 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 33:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 33:8 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Bashir (Maha Melihat) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 33:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Berbaik sangka terhadap Allah

۞ QS. 33:12 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:13 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:14 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:15 • Sifat orang munafik

۞ QS. 33:16 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 33:17 • Kekuasaan Allah • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 33:18 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:19 • Kekuasaan Allah • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:20 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 33:21 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 33:22 • Allah menepati janji

۞ QS. 33:24 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang munafik

۞ QS. 33:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat)

۞ QS. 33:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 33:27 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 33:29 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:30 • Menyiksa pelaku maksiat • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 33:31 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 33:34 • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 33:35 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 33:36 • Kebaikan pada pilihan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 33:39 • Al Hasib (Maha Penghitung amal)

۞ QS. 33:40 • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:43 • Pahala iman • Al Rahim (Maha Penyayang) • Doa malaikat untuk umat muslim • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 33:44 • Pahala iman • Percakapan Allah dengan ahli surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 33:47 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 33:48 • Al Wakil (Maha Penolong) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 33:50 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:51 • Keluasan ilmu Allah • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:52 • Al Raqib (Maha Pengawas)

۞ QS. 33:54 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 33:55 • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 33:56 • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 33:57 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:58 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:59 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 33:60 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:61 • Siksa orang munafik • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:62 • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 33:63 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 33:64 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 33:65 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka •

۞ QS. 33:66 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 33:67 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Siksa orang kafir

۞ QS. 33:68 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 33:70 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 33:71 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islam menghapus dosa masa lalu • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 33:73 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Siksa orang kafir

Ayat Pilihan

Ya Tuhanku,
jadikanlah negeri ini,
negeri yang aman,
dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
QS. Ibrahim [14]: 35

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir?
QS. Al-Baqarah [2]: 44

Jika Allah menghendaki untuk membinasakan kalian,
niscaya Dia–karena kemahasempurnaan kekuasaan-Nya–akan melakukannya.
Lalu Dia menciptakan makhluk baru yang sesuai dengan kebijakan-Nya.
QS. Fatir [35]: 16

“Aku tak minta kepadamu sesuatu upah atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”.
Dan siapa yang kerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
QS. Asy-Syura [42]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

+

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

Bani Quraizah

Siapa itu Bani Quraizah? Bani Quraizhah adalah kabilah Yahudi yang tinggal di kota Madinah pada permulaan tahun-tahun pertama setelah hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perang tera...

Piagam Madinah

Apa itu Piagam Madinah? Piagam Madinah juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan suatu perja...

Ibrahim `alaihis salam

Siapa itu Ibrahim `alaihis salam? Ibrahim merupakan nabi dalam agama Samawi. Ia bergelar Khalilullah . Ibrahim bersama anaknya, Ismail, dikenal sebagai para pendiri Baitullah. Ia diangkat menjadi nab...