Al Ahzab (Golongan-Golongan yang bersekutu) – surah 33 ayat 16 [QS. 33:16]

قُلۡ لَّنۡ یَّنۡفَعَکُمُ الۡفِرَارُ اِنۡ فَرَرۡتُمۡ مِّنَ الۡمَوۡتِ اَوِ الۡقَتۡلِ وَ اِذًا لَّا تُمَتَّعُوۡنَ اِلَّا قَلِیۡلًا
Qul lan yanfa’akumul firaaru in farartum minal mauti awil qatli wa-idzan laa tumatta’uuna ilaa qaliilaa;

Katakanlah:
“Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”.
―QS. 33:16
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Segala sesuatu ada takdirnya
33:16, 33 16, 33-16, Al Ahzab 16, AlAhzab 16, Al-Ahzab 16

Tafsir surah Al Ahzab (33) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahzab (33) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang yang menghindarkan diri dan lari dari medan pertempuran itu.
bahwa tindakan mereka itu tidak akan ada manfaatnya sedikitpun dan mereka tidak dapat menghindarkan ketentuan ajal yang telah ditetapkan Nya terhadap semua makhluk, tidak dapat mengelakkan pembunuhan yang ditetapkan Allah terhadap seseorang, yang akan dilakukan oleh musuh-musuhnya.
Karena segala sesuatu itu ditetapkan Allah, tidak seorangpun yang dapat merubahnya.

Seandainya seseorang dapat lari dari pertempuran dan lari itu memberi manfaat kepadanya, serta dapat menghindarkan kematian dirinya, maka yang demikian itu hanyalah bersifat sementara, karena hal hidup di dunia ini adalah hidup yang fana, walaupun dirasakan lama, tetapi pada hakikatnya adalah pendek sekali, jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Muhammad, katakan kepada mereka, “Kalau ajal kalian telah tiba, maka upaya kalian untuk melarikan diri dari medan pertempuran itu tidak akan berguna.
Jika kalian belum ditakdirkan untuk mati saat ini, bagaimanapun juga kalian tidak akan bisa menikmati sisa hidup melebihi batas umur yang telah ditentukan.
Dan sungguh umur manusia itu sangat pendek.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagi kalian, jika kalian melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika kalian) melarikan diri (kalian tidak dapat bersenang-senang) di dunia ini sesudah kalian melarikan diri (melainkan hanya sebentar.”) Yakni hanyalah sebatas sisa umur kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Nabi) kepada orang-orang munafik itu :
Berlarinya kalian dari perang tidak akan berguna bagi kalian hanya karena kalian takut mati atau terbunuh, karena hal itu tetap tidak akan menunda ajal kalian.
Bila kalian meninggalkan medan perang, maka kalian tidak menikmati hidup kecuali sebatas umur kalian yang sangat terbatas, ini adalah masa yang sangat singkat dibandingkan dengan akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada mereka bahwa lari mereka dari medan perang tidaklah dapat menangguhkan ajal mereka dan tidak pula memperpanjang usia mereka, bahkan adakalanya hal tersebut menjadi penyebab disegerakan-Nya azab mereka secara tiba-tiba.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

dan jika (kamu terhindar dari kematian), kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali hanya sebentar saja.
(Al Ahzab:16)

Yaitu sesudah kalian lari dari medan perang.

Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (An Nisaa:77)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahzab (33) Ayat 16

FIRAAR
فِرَار

Arti kata firaar adalah lari dan sembunyi dari peperangan, sedangkan kata mafarr berarti tempat atau masa berlari.

Kata firaar diulang empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Al Ahzab (33), ayat 13, 16;
-Al Kahfi (18), ayat 18;
-Nuh (71), ayat 6.

Sedangkan kata mafarr diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Al Qiyamah (75), ayat 10.

Pada surah Al Kahfi (18), ayat 18 diterangkan bagaimana tubuh Ashabul Kahfi dilindungi Allah dari kerusakan, -baik kerusakan akibat proses alamiah maupun akibat perbuatan manusia-. Meskipun mereka tidur di atas tanah selama tiga ratus tahun Syamsiyyah atau tiga ratus sembilan tahun Qamariyah, tubuh mereka tetap terlindungi. Hal ini karena Allah membolak-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri sepanjang tidur mereka, sehingga bahagian tubuh mereka tidak terkena tanah secara terus- menerus yang dapat menyebabkan tubuhnya rusak. Selain itu Allah juga melindungi mereka dari jamahan tangan manusia, sehingga setiap kali ada orang yang melihat keberadaan mereka, Allah memunculkan rasa takut di hati orang tersebut dan akhirnya orang itu akan lari dan pergi (firaara) menjauh dari gua tempat tidur mereka. Dengan itu maka mereka selamat berada dalam gua selama bertahun-tahun karena tidak ada seorang pun yang sanggup mendekati mereka. Inilah bukti kekuasaan Allah dalam menjaga tubuh Ashabul Kahfi dan sekaligus dalam menjaga kelestarian ajaran keimanan hingga beberapa generasi.

Diceritakan bahawa Nabi Nuh telah berdakwah kepada kaumnya bertahun-tahun, namun kaumnya menentang beliau dan tidak mau mengikuti kebenaran. Oleh karena itu Nabi Nuh mengeluhkan kedegilan dan kekafiran kaumnya tersebut kepada Allah, diantara keluhan beliau adalah yang disebutkan dalam surah Nuh (71), ayat 5 dan 6, yaitu, “Ya Tuhanku sesungguhnya Aku telah berdakwah kepada kaumku malam dan siang, namun dakwahku itu hanyalah menambah mereka lari (firaara) dari kebenaran

Pada surah Al Ahzab (33), ayat 13 dan 16, kata (firaar) dikaitkan dengan sikap orang munafik semasa terjadi perang Ahzab (Khandaq), di mana orang-orang munafik pada masa itu minta izin kepada Rasulullah (s.a.w.) untuk pulang ke rumah dengan alasan rumah mereka berada dalam ancaman bahaya, padahal ucapan mereka itu hanyalah sebagai alasan untuk lari (firaara) dari peperangan, sebab sebenarnya mereka adalah penakut, pengecut dan tidak mempunyai keimanan. Namun kemudian Rasulullah (s.a.w.) mencela mereka dengan mengatakan bahawa lari (firaara) dari peperangan tidak akan memberi manfaat apa pun, meskipun mereka jauh dari medan perang tapi kalau takdir Allah menetapkan kematiannya maka mereka juga pasti akan mati, dan meskipun masa itu mereka berjaya selamat dari kematian namun kenikmatan di dunia yang mereka rasakan hanyalah sebentar saja dan setelah itu mereka tidak akan dapat lari dari siksa di dalam neraka, sebagaimana yang digambarkan pada surah Al Qiyaamah (75), ayat 10, di mana ketika hari kiamat datang dan dunia mengalami kehancuran, manusia terkejut dan bingung hingga bertanya-tanya, “Ke manakah tempat berlari, untuk menghindari kiamat yang menimpa kita ini?”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:436-437

Informasi Surah Al Ahzab (الْأحزاب)
Surat Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ali’lmran.

Dinamai “Al Ahzab” yang berarti “golongan-golongan yang bersekutu” karena dalam surat ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan pepe­ rangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu’min di Madinah.
Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu’min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu.

Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sarnpai di mana teguhnya keiman­an mereka.
Akhimya Allah mengirimkan bantuan berupa tentara yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau balau dan melarikan diri.

Keimanan:

Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung
taqdir Allah tidak dapat ditolak
Nabi Muhammad ﷺ adalah contoh dan teladan yang paling baik
Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul dan nabi yang terakhir
hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat.

Hukum:

Hukum zhihar
kedudukan anak angkat
dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah)
tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri
hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan ke­wajiban istri-istrinya
larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah:

Perang Ahzab (Khandaq)
kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid
memerangi Bani Quraizhah.

Lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Ra­ sul-Nya
sifat-sifat orang-orang munafik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahzab (73 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Ahzab (33) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Ahzab (33) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Ahzab (33) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Ahzab - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 73 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an.
Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran.
Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Nomor Surah33
Nama SurahAl Ahzab
Arabالْأحزاب
ArtiGolongan-Golongan yang bersekutu
Nama lain-
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu90
JuzJuz 21 (ayat 1-30) & juz 22 (ayat 31-73)
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat73
Jumlah kata1307
Jumlah huruf5787
Surah sebelumnyaSurah As-Sajdah
Surah selanjutnyaSurah Saba’
4.6
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/33-16









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta