Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 35 [QS. 46:35]

فَاصۡبِرۡ کَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَ لَا تَسۡتَعۡجِلۡ لَّہُمۡ ؕ کَاَنَّہُمۡ یَوۡمَ یَرَوۡنَ مَا یُوۡعَدُوۡنَ ۙ لَمۡ یَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَۃً مِّنۡ نَّہَارٍ ؕ بَلٰغٌ ۚ فَہَلۡ یُہۡلَکُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Faashbir kamaa shabara uuluul ‘azmi minarrusuli walaa tasta’jil lahum kaannahum yauma yarauna maa yuu’aduuna lam yalbatsuu ilaa saa’atan min nahaarin balaaghun fahal yuhlaku ilaal qaumul faasiquun(a);
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka.
Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari.
Tugasmu hanya menyampaikan.
Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).
―QS. Al Ahqaaf [46]: 35

Daftar isi

So be patient, (O Muhammad), as were those of determination among the messengers and do not be impatient for them.
It will be – on the Day they see that which they are promised – as though they had not remained (in the world) except an hour of a day.
(This is) notification.
And will (any) be destroyed except the defiantly disobedient people?
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 35]

فَٱصْبِرْ maka bersabarlah kamu

So be patient,
كَمَا sebagaimana

as
صَبَرَ bersabar

had patience
أُو۟لُوا۟ orang-orang yang mempunyai

those of determination *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْعَزْمِ keteguhan hati

those of determination *[meaning includes next or prev. word]
مِنَ dari

of
ٱلرُّسُلِ rasulrasul

the Messengers,
وَلَا dan jangan

and (do) not
تَسْتَعْجِل kamu minta disegerakan

seek to hasten
لَّهُمْ bagi mereka

for them.
كَأَنَّهُمْ seakan-akan mereka

As if they had,
يَوْمَ pada hari

(the) Day
يَرَوْنَ mereka melihat

they see
مَا apa yang

what
يُوعَدُونَ mereka diancam

they were promised,
لَمْ tidak

not
يَلْبَثُوٓا۟ mereka tinggal

remained
إِلَّا kecuali

except
سَاعَةً sesaat

an hour
مِّن dari

of
نَّهَارٍۭ siang hari

a day.
بَلَٰغٌ penjelasan

A notification.
فَهَلْ maka tidaklah

But will
يُهْلَكُ dibinasakan

(any) be destroyed
إِلَّا kecuali

except
ٱلْقَوْمُ kaum

the people –
ٱلْفَٰسِقُونَ orang-orang yang fasik

the defiantly disobedient?

Tafsir Quran

Surah Al Ahqaaf
46:35

Tafsir QS. Al-Ahqaf (46) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar selalu tetap tabah dalam menghadapi sikap dan tindakan orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan risalah yang disampaikan kepada mereka seperti ketabahan dan kesabaran yang telah dilakukan rasulrasul ulul ‘azmi terdahulu.
Rasulullah ﷺ melaksanakan dengan baik perintah Allah ini.

Beliau selalu bersabar dan tabah menghadapi segala macam cobaan yang datang kepada beliau.
Mengenai kesabaran beliau ini diterangkan dalam hadis sebagai berikut:

Dari ‘Aisyah, ia berkata,
"Rasulullah ﷺ senantiasa berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia tetap berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia berpuasa.

Beliau berkata, ‘Ya Aisyah, sesungguhnya kesenangan di dunia tidak patut bagi Muhammad dan keluarganya.
Ya Aisyah, sesungguhnya Allah tidak menyukai para rasul ulul ‘azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad), kecuali bersabar atas segala cobaannya dan bersabar atas yang dicintainya, kemudian Allah tidak menyukai aku, kecuali Dia membebankan kepadaku seperti yang telah dibebankannya kepada para rasul itu.

Maka Dia berkata, ‘Bersabarlah seperti para rasul ‘ulul ‘azmi telah bersabar.
Dan sesungguhnya aku, demi Allah, benar-benar akan bersabar seperti para rasul itu, dan tidak ada sesuatu pun kekuatan kecuali kekuatan Allah."
(Riwayat Ibnu Abi hatim dan ad-Dailami)

Sabar adalah sifat utama dan kunci menuju kesuksesan.
Berbahagialah orang yang mempunyai sifat itu.

Lawan dari sabar ialah tergesa-gesa.
Dalam ayat ini, Allah mencela sifat tergesa-gesa, dan memperingatkan Nabi Muhammad agar jangan mempunyai sifat tersebut seperti memohon kepada Allah agar segera ditimpakan azab kepada orang-orang musyrik yang mengingkari seruan beliau karena azab itu pasti menimpa mereka, dan waktu kedatangannya hanya Allah yang mengetahui.

Allah ﷻ berfirman:

وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا

Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar. (Al-Muzzammil [73]: 11)

Dan firman Allah:

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا

Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu.
Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.
(At-Tariq [86]: 17)

Berikutnya Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir di akhirat ketika melihat azab yang akan menimpa mereka.
Mereka merasa seakan-akan hidup di dunia ini hanya sesaat saja, di siang hari.
Perasaan ini timbul karena dosa dan ketakutan yang timbul di hati mereka ketika melihat azab yang akan menimpa mereka.
Keadaan mereka diterangkan Allah pada ayat yang lain ketika kepada mereka ditanyakan berapa lama mereka hidup di dunia.

قٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى الْاَرْضِ عَدَدَ سِنِيْنَ .
قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ الْعَاۤدِّيْنَ

Dia (Allah) berfirman,
"Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
Mereka menjawab,
"Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung."
(Al-Mu’minun [23]: 112-113)

Dan firman Allah:

كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (An-Nazi’at [79]: 46)

Dalam ayat ini terdapat perkataan
"balag"
yang dalam ayat ini berarti
"cukup".
Maksudnya ialah:
Allah menyatakan bahwa ayat ini merupakan penjelasan yang cukup bagi manusia, terutama orang-orang kafir yang mau berpikir dan merenungkan kejadian alam semesta ini.
Seandainya mereka tidak mau mengindahkan penjelasan ini, mereka pasti akan menanggung akibatnya.
Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman:

هٰذَا بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَعْلَمُوْٓا اَنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Dan (Alquran) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran. (Ibrahim [14]: 52)

Dan firman Allah:

اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ

Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Alquran) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah). (Al-Anbiyaa [21]: 106)

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa betapapun besar dan dahsyatnya azab Allah itu, tidak akan menimpa orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Hanya orang-orang kafir yang tidak mengindahkan perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya saja yang akan ditimpa azab yang mengerikan itu.
Ayat ini juga menggambarkan betapa besarnya rahmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada orang-orang yang taat kepada-Nya.
Sehubungan dengan rahmat dan karunia, azab dan malapetaka ini, Rasulullah ﷺ sering berdoa kepada Allah, seperti yang tersebut dalam hadis di bawah ini:


"Diriwayatkan dari Anas, Nabi ﷺ berdoa,
"Wahai Tuhan, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau penyebab rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, dan keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari setiap perbuatan dosa.
Wahai Tuhan, janganlah Engkau biarkan satu dosa pun bagiku, kecuali Engkau mengampuninya, dan kesempitan kecuali Engkau melapangkannya, dan hutang kecuali Engkau membayarnya, demikian pula segala keperluan dari keperluan-keperluan duniawi dan ukhrawi, kecuali Engkau menyelesaikannya dengan rahmat Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Riwayat ath-Thabrani)

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 35. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sabarlah, wahai Muhammad, terhadap orang-orang kafir seperti rasulrasul yang mempunyai keteguhan hati dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan–yaitu mereka yang disebut ulul azmi (ulu al-‘azm).
Kamu tidak perlu meminta agar siksaan untuk mereka disegerakan, karena siksaan itu pasti akan menimpa mereka juga, betapa pun lamanya nanti.


Pada hari ketika mereka menyaksikan siksaan yang diancamkan kepada mereka itu, mereka merasa seolah-olah hanya tinggal di dunia sesaat dari siang hari saja.
Apa yang kamu nasihatkan itu cukup menjadi pelajaran.


Tidak ada yang dihancurkan dengan azab Allah kecuali orang-orang yang tidak taat kepada-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, bersabarlah atas gangguan kaummu yang mendustakanmu sebagaimana bersabarnya para rasul ulul’azmi sebelummu.
Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan kamu sendiri.


Janganlah meminta disegerakan siksaan atas kaummu.
Pada saatnya mereka akan melihat bahwa seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia ini kecuali hanya sesaat pada waktu siang hari.


Ini adalah peringatan bagi mereka dan yang lainnya.
Tidaklah akan dibinasakan dengan siksaan Allah kecuali kaum yang keluar dari perintah dan ketaatan kepada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka bersabarlah kamu) di dalam menghadapi perlakuan kaummu yang menyakitkan itu


(sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati) yaitu orang-orang yang teguh dan sabar di dalam menghadapi cobaan dan tantangan


(dari rasulrasul) sebelummu, karena itu kamu akan termasuk orang yang mempunyai keteguhan hati.
Lafal Min di sini menunjukkan makna Bayan, sehingga pengertiannya menunjukkan, bahwa semua rasulrasul itu mempunyai keteguhan hati.
Tetapi menurut pendapat yang lain itu menunjukkan makna Lit Tab’idh, karena Nabi Adam bukanlah termasuk di antara mereka yang memiliki keteguhan hati, sebagaimana yang diungkapkan oleh ayat lain yaitu firman-Nya:
"..
dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat."
―QS. Thaa haa [20]: 115―
demikian pula Nabi Yunus tidak termasuk di antara mereka yang Ulil ‘Azmi, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya,
"..
dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam


(perut) ikan


(Yunus)."
―QS. Al-Qalam [68]: 48―


(dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka) bagi kaummu yaitu disegerakan turunnya azab bagi mereka.
Menurut pendapat lain, bahwa hal ini timbul sebagai reaksi dari sikap mereka terhadapnya, maka Nabi suka jika azab diturunkan kepada mereka, tetapi selanjutnya Nabi diperintahkan supaya bersabar dan jangan meminta supaya disegerakan azab bagi mereka.
Karena sesungguhnya azab itu pasti akan menimpa mereka.


(Pada hari mereka melihat apa yang diancamkan kepada mereka, mereka merasa seolah-olah) yang dimaksud adalah azab di akhirat mengingat lamanya masa di akhirat mereka merasa seolah-olah


(tidak tinggal) di dunia menurut dugaan mereka


(melainkan sesaat pada siang hari) Alquran ini adalah


(suatu peringatan) peringatan dari Allah buat kalian


(maka tidaklah) tiadalah


(dibinasakan) sewaktu azab sudah di ambang pintu


(melainkan orang-orang yang fasik) yaitu orang-orang yang kafir.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman seraya memerintahkan kepada rasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kedustaan sebagian dari kaumnya yang mendustakannya:

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasulrasul telah bersabar.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35)

Yaitu bersabar dan berteguh hati dalam menghadapi kaum masing-masing yang mendustakan mereka.

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan jumlah ulul ‘azmi ini dengan perbedaan yang cukup banyak.
Tetapi menurut pendapat yang paling terkenal, mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan penutup semua para nabi (yaitu Nabi Muhammad ﷺ).
Allah subhanahu wa ta’ala telah mewahkan nama-nama mereka di antara nabi-nabi lainnya dalam dua ayat yang terdapat di dalam surat Al-Ahzab dan surat Asy-Syura.

Dapat pula ditakwilkan bahwa yang dimaksud dengan ulul ‘azmi adalah semua rasul.
Berdasarkan pengertian ini, berarti kata min yang terdapat dalam ayat ini adalah untuk menerangkan jenis.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hajjaj Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Hayyan, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Abbad, telah menceritakan kepada kami Mujalid ibnu Sa’id, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Aisyah r.a. pernah menceritakan kepadanya hadis berikut:
Bahwa Rasulullah ﷺ melakukan puasanya terus-menerus, lalu berbuka.
Kemudian berpuasa lagi terus-menerus, lalu berbuka.
Kemudian berpuasa lagi terus-menerus, lalu bersabda:
Hai Aisyah, sesungguhnya dunia itu tidak layak bagi Muhammad dan juga bagi keluarga Muhammad.
Hai Aisyah, sesungguhnya Allah tidak rela terhadap ulul ‘azmi dari para rasul kecuali menghendaki dari mereka sabar dalam menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan teguh hati dalam menghadapi kesenangan dunia.
Kemudian Dia tidak rela dariku kecuali Dia membebankan kepadaku apa yang telah Dia bebankan kepada mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasulrasul telah bersabar."
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35).
Dan sesungguhnya aku, demi Allah, benar-benar bersabar sebagaimana para rasul ulul ‘azmi bersabar dengan sekuat kemampuanku, dan tiada kekuatan (dalam mengerjakan ketaatan) kecuali hanya dengan (pertolongan) Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35)

Yakni janganlah kamu meminta agar azab ditimpakan kepada mereka dengan segera.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 11)

Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.
(QS. At-Tariq [86]: 17)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35)

Semakna dengan firman-Nya:

Pada hari mereka melihat hari berbangku itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(QS. An-Nazi’at [79]: 46)

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
(QS. Yunus [10]: 45)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Inilah) suatu pelajaran yang cukup.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ayat ini mengandung dua takwil, salah satunya ialah mengandung makna bahwa masa tinggal itu adalah masa yang cukup.
Makna yang lain ialah bahwa Alquran ini adalah pelajaran yang cukup.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 35)

Artinya, tiada yang dibinasakan oleh Allah kecuali hanyalah orang yang binasa.
Ini merupakan keadilan dari-Nya, yaitu bahwa Dia tidak mengazab kecuali hanya orang-orang yang berhak mendapat azab.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 35 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 35 - Gambar 2
Statistik QS. 46:35
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

46:35, 46 35, 46-35, Surah Al Ahqaaf 35, Tafsir surat AlAhqaaf 35, Quran Al Ahqaf 35, AlAhqaf 35, Al-Ahqaf 35, Surah Al Ahqaf ayat 35

Video Surah

46:35


More Videos

Kandungan Surah Al Ahqaaf

۞ QS. 46:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 46:3 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:4 • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 46:5 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:6 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 46:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:8 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 46:10 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 46:11 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:12 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 46:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 46:14 • Pahala iman • Keabadian surga • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 46:15 Ar Rabb (Tuhan) • Mencapai usia empat puluh tahun

۞ QS. 46:16 • Pahala iman • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 46:17 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:18 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:19 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:20 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:21 • Islam agama para nabi

۞ QS. 46:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:23 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:24 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:25 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:27 • Azab orang kafir

۞ QS. 46:28 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:29 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:30 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:31 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islamnya sebagian jin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 46:32 • Kekuasaan Allah • Islamnya sebagian jin • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 46:33 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 46:34 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 46:35 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Tuhan yang memiliki kendali seluruh makhluk itu Mahatinggi & keberkahan-Nya terus bertambah.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-Mulk [67]: 1

..
barang siapa beriman kepada Allah,
kepada hari kemudian,
dan berbuat kebajikan,
maka tidak ada rasa khawatir padanya & mereka tidak bersedih hati.
QS. Al-Ma’idah [5]: 69

Janganlah kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan bathil & jangan membawa (urusan) harta itu kepada hakim,
supaya kamu dapat memakan harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui
QS. Al-Baqarah [2]: 188

Hai anak Adam, sungguh Kami telah turunkan kepadamu pakaian untuk menutup aurat & pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu sebagian dari kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka slalu ingat
QS. Al-A’raf [7]: 26

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

+

Array

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Abdullah bin Jahsy

Siapa itu Abdullah bin Jahsy? Abdullah bin Jahsy bin Ri’ab bin Ya‘mur al-Asadi ) adalah seorang sahabat, sepupu, dan sekaligus saudara ipar Nabi Muhammad. Abdullah termasuk pemeluk Islam perta...

Al Maajid

Apa itu Al Maajid? Allah itu Al-Maajid ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Mulia dari segala sesuatu. Tidak akan ada yang mampu untuk menandingi kemuliaan-Nya. Orang-orang yang memiliki setitik i...

Syura

Apa itu Syura? Syura adalah sebuah kata Arab untuk “konsultasi”. Al-Qur’an dan Muhammad mendorong Muslim untuk memutuskan urusan mereka dalam konsultasi dengan orang-orang yang akan...