QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 35 [QS. 46:35]

فَاصۡبِرۡ کَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَ لَا تَسۡتَعۡجِلۡ لَّہُمۡ ؕ کَاَنَّہُمۡ یَوۡمَ یَرَوۡنَ مَا یُوۡعَدُوۡنَ ۙ لَمۡ یَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَۃً مِّنۡ نَّہَارٍ ؕ بَلٰغٌ ۚ فَہَلۡ یُہۡلَکُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Faashbir kamaa shabara uuluul ‘azmi minarrusuli walaa tasta’jil lahum kaannahum yauma yarauna maa yuu’aduuna lam yalbatsuu ilaa saa’atan min nahaarin balaaghun fahal yuhlaku ilaal qaumul faasiquun(a);

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.
Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari.
(Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
―QS. 46:35
Topik ▪ Zuhud ▪ Kerendahan dunia ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
46:35, 46 35, 46-35, Al Ahqaaf 35, AlAhqaaf 35, Al Ahqaf 35, AlAhqaf 35, Al-Ahqaf 35

Tafsir surah Al Ahqaaf (46) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar selalu tetap tabah dalam menghadapi sikap dan tindakan orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan risalah yang disampaikan kepada mereka seperti ketabahan dan kesabaran yang telah dilakukan rasul-rasul ulul ‘azmi terdahulu.
Rasulullah ﷺ melaksanakan dengan baik perintah Allah ini.
Beliau selalu bersabar dan tabah menghadapi segala macam cobaan yang datang kepada beliau.

Mengenai kesabaran beliau ini diterangkan dalam hadis sebagai berikut: Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah ﷺ senantiasa berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia tetap berpuasa, lalu perutnya jadi kempis, kemudian ia berpuasa.
Beliau berkata, ‘Ya Aisyah, sesungguhnya kesenangan di dunia tidak patut bagi Muhammad dan keluarganya.
Ya Aisyah, sesungguhnya Allah tidak menyukai para rasul ulul ‘azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad), kecuali bersabar atas segala cobaannya dan bersabar atas yang dicintainya, kemudian Allah tidak menyukai aku, kecuali Dia membebankan kepadaku seperti yang telah dibebankannya kepada para rasul itu.
Maka Dia berkata, ‘Bersabarlah seperti para rasul ‘ulul ‘azmi telah bersabar.
Dan sesungguhnya aku, demi Allah, benar-benar akan bersabar seperti para rasul itu, dan tidak ada sesuatu pun kekuatan kecuali kekuatan Allah.”
(Riwayat Ibnu Abi hatim dan ad-Dailami)

Sabar adalah sifat utama dan kunci menuju kesuksesan.
Berbahagialah orang yang mempunyai sifat itu.
Lawan dari sabar ialah tergesa-gesa.
Dalam ayat ini, Allah mencela sifat tergesa-gesa, dan memperingatkan Nabi Muhammad agar jangan mempunyai sifat tersebut seperti memohon kepada Allah agar segera ditimpakan azab kepada orang-orang musyrik yang mengingkari seruan beliau karena azab itu pasti menimpa mereka, dan waktu kedatangannya hanya Allah yang mengetahui.
Allah berfirman:

Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 11)

Dan firman Allah:

Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu.
Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.
(Q.S. At-Tariq [86]: 17)

Berikutnya Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir di akhirat ketika melihat azab yang akan menimpa mereka.
Mereka merasa seakan-akan hidup di dunia ini hanya sesaat saja, di siang hari.
Perasaan ini timbul karena dosa dan ketakutan yang timbul di hati mereka ketika melihat azab yang akan menimpa mereka.
Keadaan mereka diterangkan Allah pada ayat yang lain ketika kepada mereka ditanyakan berapa lama mereka hidup di dunia.
Dia (Allah) berfirman,

“Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”
Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.”

(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 112-113)

Dan firman Allah:

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
(An-Nazi’at: 46)

Dalam ayat ini terdapat perkataan “balag” yang dalam ayat ini berarti “cukup”.
Maksudnya ialah: Allah menyatakan bahwa ayat ini merupakan penjelasan yang cukup bagi manusia, terutama orang-orang kafir yang mau berpikir dan merenungkan kejadian alam semesta ini.
Seandainya mereka tidak mau mengindahkan penjelasan ini, mereka pasti akan menanggung akibatnya.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman: Dan (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.
(Q.S. Ibrahim [14]: 52)

Dan firman Allah:

Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur’an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah).
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 106)

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa betapapun besar dan dahsyatnya azab Allah itu, tidak akan menimpa orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Hanya orang-orang kafir yang tidak mengindahkan perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya saja yang akan ditimpa azab yang mengerikan itu.
Ayat ini juga menggambarkan betapa besarnya rahmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada orang-orang yang taat kepada-Nya.
Sehubungan dengan rahmat dan karunia, azab dan malapetaka ini, Rasulullah ﷺ sering berdoa kepada Allah, seperti yang tersebut dalam hadis di bawah ini:

“Diriwayatkan dari Anas, Nabi ﷺ berdoa, “Wahai Tuhan, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau penyebab rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, dan keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari setiap perbuatan dosa.
Wahai Tuhan, janganlah Engkau biarkan satu dosa pun bagiku, kecuali Engkau mengampuninya, dan kesempitan kecuali Engkau melapangkannya, dan hutang kecuali Engkau membayarnya, demikian pula segala keperluan dari keperluan-keperluan duniawi dan ukhrawi, kecuali Engkau menyelesaikannya dengan rahmat Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Riwayat ath-thabrani)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sabarlah, wahai Muhammad, terhadap orang-orang kafir seperti rasul-rasul yang mempunyai keteguhan hati dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan–yaitu mereka yang disebut ulul azmi (ulu al-‘azm).
Kamu tidak perlu meminta agar siksaan untuk mereka disegerakan, karena siksaan itu pasti akan menimpa mereka juga, betapa pun lamanya nanti.
Pada hari ketika mereka menyaksikan siksaan yang diancamkan kepada mereka itu, mereka merasa seolah-olah hanya tinggal di dunia sesaat dari siang hari saja.
Apa yang kamu nasihatkan itu cukup menjadi pelajaran.
Tidak ada yang dihancurkan dengan azab Allah kecuali orang-orang yang tidak taat kepada-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bersabarlah kamu) di dalam menghadapi perlakuan kaummu yang menyakitkan itu
(sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati) yaitu orang-orang yang teguh dan sabar di dalam menghadapi cobaan dan tantangan
(dari rasul-rasul) sebelummu, karena itu kamu akan termasuk orang yang mempunyai keteguhan hati.

Lafal Min di sini menunjukkan makna Bayan, sehingga pengertiannya menunjukkan, bahwa semua rasul-rasul itu mempunyai keteguhan hati.

Tetapi menurut pendapat yang lain itu menunjukkan makna Lit Tab’idh, karena Nabi Adam bukanlah termasuk di antara mereka yang memiliki keteguhan hati, sebagaimana yang diungkapkan oleh ayat lain yaitu firman-Nya:

“..

dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”
(Q.S. Thaha, 115)
demikian pula Nabi Yunus tidak termasuk di antara mereka yang Ulil ‘Azmi, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya, “..

dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam
(perut) ikan
(Yunus).”
(Q.S. Al-Qalam, 48)

(dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka) bagi kaummu yaitu disegerakan turunnya azab bagi mereka.

Menurut pendapat lain, bahwa hal ini timbul sebagai reaksi dari sikap mereka terhadapnya, maka Nabi suka jika azab diturunkan kepada mereka, tetapi selanjutnya Nabi diperintahkan supaya bersabar dan jangan meminta supaya disegerakan azab bagi mereka.

Karena sesungguhnya azab itu pasti akan menimpa mereka.

(Pada hari mereka melihat apa yang diancamkan kepada mereka, mereka merasa seolah-olah) yang dimaksud adalah azab di akhirat mengingat lamanya masa di akhirat mereka merasa seolah-olah
(tidak tinggal) di dunia menurut dugaan mereka
(melainkan sesaat pada siang hari) Alquran ini adalah
(suatu peringatan) peringatan dari Allah buat kalian
(maka tidaklah) tiadalah
(dibinasakan) sewaktu azab sudah di ambang pintu
(melainkan orang-orang yang fasik) yaitu orang-orang yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman seraya memerintahkan kepada rasul­Nya untuk bersabar dalam menghadapi kedustaan sebagian dari kaumnya yang mendustakannya:

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Yaitu bersabar dan berteguh hati dalam menghadapi kaum masing-masing yang mendustakan mereka.

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan jumlah ulul ‘azmi ini dengan perbedaan yang cukup banyak.
Tetapi menurut pendapat yang paling terkenal, mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan penutup semua para nabi (yaitu Nabi Muhammad ﷺ).
Allah subhanahu wa ta’ala telah me­wahkan nama-nama mereka di antara nabi-nabi lainnya dalam dua ayat yang terdapat di dalam surat Al-Ahzab dan surat Asy-Syura.

Dapat pula ditakwilkan bahwa yang dimaksud dengan ulul ‘azmi adalah semua rasul.
Berdasarkan pengertian ini, berarti kata min yang terdapat dalam ayat ini adalah untuk menerangkan jenis.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hajjaj Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Hayyan, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Abbad, telah menceritakan kepada kami Mujalid ibnu Sa’id, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Aisyah r.a.
pernah menceritakan kepadanya hadis berikut: Bahwa Rasulullah ﷺ melakukan puasanya terus-menerus, lalu berbuka.
Kemudian berpuasa lagi terus-menerus, lalu berbuka.
Kemudian berpuasa lagi terus-menerus, lalu bersabda: Hai Aisyah, sesungguhnya dunia itu tidak layak bagi Muhammad dan juga bagi keluarga Muhammad.
Hai Aisyah, sesungguhnya Allah tidak rela terhadap ulul ‘azmi dari para rasul kecuali menghendaki dari mereka sabar dalam menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan teguh hati dalam menghadapi kesenangan dunia.
Kemudian Dia tidak rela dariku kecuali Dia membebankan kepadaku apa yang telah Dia bebankan kepada mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.” (Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35).
Dan sesungguhnya aku, demi Allah, benar-benar bersabar sebagaimana para rasul ulul ‘azmi bersabar dengan sekuat kemampuanku, dan tiada kekuatan (dalam mengerjakan ketaatan) kecuali hanya dengan (pertolongan) Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Yakni janganlah kamu meminta agar azab ditimpakan kepada mereka dengan segera.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 11)

Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.
(Q.S. At-Tariq [86]: 17)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Semakna dengan firman-Nya:

Pada hari mereka melihat hari berbangku itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 46)

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
(Q.S. Yunus [10]: 45)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Inilah) suatu pelajaran yang cukup.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ayat ini mengandung dua takwil, salah satunya ialah mengandung makna bahwa masa tinggal itu adalah masa yang cukup.
Makna yang lain ialah bahwa Al-Qur’an ini adalah pelajaran yang cukup.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Artinya, tiada yang dibinasakan oleh Allah kecuali hanyalah orang yang binasa.
Ini merupakan keadilan dari-Nya, yaitu bahwa Dia tidak mengazab kecuali hanya orang-orang yang berhak mendapat azab.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)
Surat Al Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai “Al Ahqaaf” (bukit-bukit pasir) dari perkataan “Al Ahqaaf” yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud ‘alaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di “Al Ahqaaf” yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat
orang-orang mu’min akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab
risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapa, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

Kisah Nabi Hud a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Orang yang mementingkan keni’matan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat
orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 35 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 35 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 35 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahqaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 35 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 46:35
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,"Bukit-Bukit Pasir") adalah surah ke-46 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab'ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
4.6
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al ahqaf 46 : 35

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim