Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) - surah 46 ayat 26 [QS. 46:26]

وَ لَقَدۡ مَکَّنّٰہُمۡ فِیۡمَاۤ اِنۡ مَّکَّنّٰکُمۡ فِیۡہِ وَ جَعَلۡنَا لَہُمۡ سَمۡعًا وَّ اَبۡصَارًا وَّ اَفۡـِٕدَۃً ۫ۖ فَمَاۤ اَغۡنٰی عَنۡہُمۡ سَمۡعُہُمۡ وَ لَاۤ اَبۡصَارُہُمۡ وَ لَاۤ اَفۡـِٕدَتُہُمۡ مِّنۡ شَیۡءٍ اِذۡ کَانُوۡا یَجۡحَدُوۡنَ ۙ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ وَ حَاقَ بِہِمۡ مَّا کَانُوۡا بِہٖ یَسۡتَہۡزِءُوۡنَ
Walaqad makkannaahum fiimaa in makkannaakum fiihi waja’alnaa lahum sam’an wa-abshaaran wa-af-idatan famaa aghna ‘anhum sam’uhum walaa abshaaruhum walaa af-idatuhum min syai-in idz kaanuu yajhaduuna biaayaatillahi wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uun(a);
Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati;
tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.
―QS. Al Ahqaaf [46]: 26

Daftar isi

And We had certainly established them in such as We have not established you, and We made for them hearing and vision and hearts.
But their hearing and vision and hearts availed them not from anything (of the punishment) when they were (continually) rejecting the signs of Allah;
and they were enveloped by what they used to ridicule.
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 26]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly,
مَكَّنَّٰهُمْ Kami meneguhkan kedudukan mereka

We had established them
فِيمَآ di dalam hal

in what
إِن tidak

not
مَّكَّنَّٰكُمْ Kami meneguhkan kedudukanmu

We have established you
فِيهِ dalam hal itu

in it,
وَجَعَلْنَا dan Kami jadikan

and We made
لَهُمْ bagi mereka

for them
سَمْعًا pendengaran

hearing
وَأَبْصَٰرًا dan penglihatan

and vision
وَأَفْـِٔدَةً dan hati

and hearts.
فَمَآ tetapi tidak

But not
أَغْنَىٰ berguna

availed
عَنْهُمْ bagi mereka

them
سَمْعُهُمْ pendengaran mereka

their hearing
وَلَآ dan tidak

and not
أَبْصَٰرُهُمْ penglihatan mereka

their vision
وَلَآ dan tidak

and not
أَفْـِٔدَتُهُم hati mereka

their hearts
مِّن dari

any
شَىْءٍ sesuatu/sedikitpun

thing,
إِذْ ketika

when
كَانُوا۟ adalah mereka

they were
يَجْحَدُونَ mereka mengingkari

rejecting
بِـَٔايَٰتِ terhadap ayat-ayat

(the) Signs
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
وَحَاقَ dan meliputi

and enveloped
بِهِم pada mereka

them
مَّا apa yang

what
كَانُوا۟ mereka adalah

they used to

Tafsir Quran

Surah Al Ahqaaf
46:26

Tafsir QS. Al-Ahqaf (46) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan ayat ini, Allah membandingkan antara keadaan kaum ‘Ad yang dihancurkan dengan orang-orang musyrik Mekah yang semakin bertambah keingkarannya kepada Nabi ﷺ dengan mengatakan,
"Kami telah meneguhkan kedudukan kaum ‘Ad pada beberapa segi kehidupan duniawi.
Belum pernah Kami meneguhkan satu kaum seperti Kami meneguhkan mereka.

Kami telah memberikan kepada mereka harta yang banyak, tubuh yang kuat dan perkasa, dan kemampuan untuk membentuk suatu negara sehingga mereka dapat menguasai negeri-negeri di sekitarnya, tetapi semuanya itu tidak dapat menghindarkan mereka dari azab Allah yang ditimpakan kepada mereka."
Allah ﷻ berfirman:

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوْٓا اَكْثَرَ مِنْهُمْ وَاَشَدَّ قُوَّةً وَّاٰثَارًا فِى الْاَرْضِ فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.

Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
(Al-Mu’min [40]: 82)

Selanjutnya ayat 26 ini menjelaskan bahwa Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kaum ‘Ad.

Allah telah memberikan tempat yang baik kepada mereka, menganugerahkan penglihatan yang baik, dan pendengaran yang tajam agar mereka dapat memperhatikan ayat-ayat dan tanda-tanda kebesaran Allah.
Akan tetapi, mereka tidak mempergunakannya, bahkan semuanya itu tidak mereka manfaatkan dengan baik dan benar.

Sejarah telah membuktikan bahwa kaum ‘Ad pernah mempunyai kebudayaan yang tinggi.
Mereka telah sanggup menyusun pemerintahan dan membangun negara.

Mereka telah membangun istana, benteng, menggali barang tambang dari perut bumi, dan membuat kanal untuk menciptakan irigasi yang teratur.
Dengan adanya irigasi yang teratur itu, tanah negeri mereka menjadi subur.

Mereka dapat pula mengolah tanah dengan baik sehingga mereka hidup makmur.
Di samping itu, mereka juga mampu membentuk tentara yang kuat sehingga negara mereka menjadi negara yang terkemuka di Jazirah Arab pada masa itu.
Firman Allah:


اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَ ﴿۱۲۸﴾ وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَ ﴿۱۲۹﴾

Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati, dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal? (Asy-Syu’ara’ [26]: 128-129)

Seharusnya kenikmatan dan kebesaran yang telah dianugerahkan Allah menjadi bahan pemikiran bagi mereka tentang siapa yang telah menolongnya mencapai semua yang mereka cita-citakan.
Tetapi semuanya itu menambah kesombongan dan ketakaburan mereka.
Mereka mengira bahwa keadaan yang demikian itu mereka peroleh semata-mata atas kesanggupan dan kemauan mereka, dan keadaan itu akan mereka punyai selama-lamanya.
Allah ﷻ berfirman:

فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ

Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata,
"Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?"
Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka.
Dia lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka?
Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
(Fushshilat [41]: 15)

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa kaum ‘Ad tidak dapat mengambil manfaat dari semua yang telah dianugerahkan kepada mereka, karena mereka mendustakan seruan rasul yang diutus kepada mereka serta mengingkari mukjizat-mukjizat rasul.
Akibatnya, mereka ditimpa azab yang selalu mereka minta untuk disegerakan, karena menurut mereka azab itu mustahil akan terjadi.

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai penduduk Mekah, sesungguhnya Kami benar-benar telah meneguhkan kaum ‘Ad dengan kelapangan hidup dan kekuatan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian.
Mereka Kami berikan pendengaran, penglihatan dan hati yang dapat mereka manfaatkan.


Namun pendengaran, penglihatan dan hati itu tidak ada gunanya sedikit pun, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah.
Itulah yang menjadi penghalang bagi mereka untuk memanfaatkan apa yang diberikan kepada mereka.


Mereka diliputi oleh azab yang dahulu mereka olok-olokkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh Kami telah memudahkan bagi kaum ‘Ad berbagai macam cara untuk mendapatkan kekuasaan di dunia, sesuatu yang tidak pernah Kami berikan kepada sebagian besar kaum kafir Quraisy.
Dan Kami menjadikan pendengaran untuk mereka mendengar, penglihatan untuk mereka melihat, dan hati untuk mereka berpikir tetapi semua itu mereka gunakan untuk sesuatu yang dimurkai Allah.


Semua itu tidak memberi mereka manfaat sedikit pun karena mereka mendustakan hujah Allah sehingga siksaan menimpa mereka atas sikap merendahkan dan keinginan disegerakannya siksaan itu.
Ini adalah janji Allah Yang Mahakuasa kedudukannya dan merupakan peringatan bagi orang-orang kafir.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal)


(yang belum pernah) lafal In di sini dapat dikatakan sebagai In Nafiyah atau In Zaidah


(Kami meneguhkan kedudukan kalian) hai penduduk Mekah


(dalam hal itu) dalam hal kekuatan dan banyaknya harta benda


(dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran) lafal Sam’an bermakna Asmaa’an bermakna jamak


(dan penglihatan serta hati) atau kalbu


(tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka) maksudnya, hal-hal tersebut sama sekali tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun buat diri mereka, lafal Min di sini adalah Zaidah


(karena) lafal Idz adalah yang dima’mulkan oleh lafal Aghnaa kemudian diberlakukan sebagai makna Ta’lil


(mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah) yaitu hujah-hujah-Nya yang nyata


(dan turunlah) yaitu menimpalah


(kepada mereka apa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya) yaitu azab yang dahulu mereka suka memperolok-olokkannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, bahwa Kami telah meneguhkan umat-umat terdahulu dalam kehidupan di dunia dalam hal harta benda dan anak-anak, dan Kami telah memberikan kepada mereka sebagian dari hal itu dalam jumlah yang belum pernah Kami berikan kepadamu hal yang semisal dengannya dan tidak pula mendekatinya.

dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati;
tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna bagi mereka sedikit jua pun, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokannya.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 26)

Yakni mereka telah diliputi oleh azab dan pembalasan yang dahulunya mereka dustakan dan mereka anggap mustahil kejadiannya.
Dengan kata lain, maksud ayat ini ialah memperingatkan kepada orang-orang yang diajak bicara olehnya untuk bersikap hati-hati dan waspada, jangan meniru mereka, karena berakibat akan tertimpa azab dan pembalasan seperti apa yang telah Allah timpakan kepada mereka, yaitu azab di dunia dan akhirat.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 26

AF’IDAH
أَفْـِٔدَة

Lafaz ini berbentuk jamak dan mufradnya adalah al fuad yang berarti al qalb yaitu hati atau jantung.

Menurut Al Lihyani, lafaz ini adalah mudzakkar dan tidak ada mu’annats, al qalb berada di dalam diri manusia dan makhluk lainnya seperti hewan yang memiliki jantung atau hati.
Al fuad berada di relung hati (lubuknya), dikatakan al fu’aad bermakna penutup hati dan ia menjadi sanubarinya.

Dalam sebuah hadis dijelaskan:
"Akan datang kepada kamu ahli Yaman dimana halus sanubari mereka dan lembut hati mereka"

Ia juga bermakna jantung dan lelaki maf’ud artinya lelaki penakut yang lemah jantungnya seperti orang kurus dan lemah.

Dalam Kamus Al Munjid, kata al fu’aad digunakan juga untuk menunjukkan akal.

Kata af’idah disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al An’aam (6), ayat 110, 113;
Ibrahim (14), ayat 37, 43;
• An Nahl (16), ayat 78;
• Al Mu’minuun (23), ayat 78;
• As Sajadah (32), ayat 9;
• Al Ahqaaf (46), ayat 26;
• Al Mulk (67), ayat 23;
• Al Humazah (104), ayat 7.
Sa’id Hawwa menukilkan dari An Nasafi dalam menafsirkan ayat 7 dari surah Al Humazah, api yang dinyalakan itu masuk ke dalam diri mereka sehingga masuk ke dada-dada mereka dan naik menjulang ke fuad mereka.
Fuaad itu adalah relung hati, tidak ada sesuatu yang paling lembut dalam badan manusia selain daripada fuad dan tidak ada yang paling dahsyat sakitnya selain daripada fu’ad ketika ditimpa penyakit.
Maka, bagaimana apabila api neraka naik menjulang ke atasnya dan membakarnya.

Dikatakan, dikhususkan af’idah di sini karena ia adalah tempat tertanam kekufuran dan akidah yang rusak.
Az Zamakhsyari menafsirkan ayat 110 dari surah Al An’aam, Sedangkan pada ayat 113 dari surah yang sama, beliau menafsirkan af’idah dengan hati orang kafir.

Al Qurtubi menafsirkan kata af’idah pada ayat 37 dari surah Ibrahim dengan hati karena diungkapkan tentang hati sebelumnya dengan menggunakan kata fu’aad dan dikaitkan pula af’idah disini dengan kata kerja tahwi yang bermakna cenderung dan mau.
Sedangkan dalam ayat 43, beliau menukilkan pandangan Ibnu Abbas yang mengatakan makna af’idatuhum hawaa’ adalah hati sanubari mereka itu kosong dari kebaikan.

Kesimpulannya, kata af’idah dalam bentuk jamak pada ayat-ayat ini lebih banyak dikaitkan dengan penglihatan dan pendengaran dan disudahi setiap ayat dengan menerangkan manusia kebanyakannya kufur dan ingkar.
Semua pendapat ulama saling berkaitan.
Af’idah bermakna lubuk hati atau sanubari.
Ia adalah tempat tertanamnya keimanan dan kekufuran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:22-23

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 26 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 26 - Gambar 2
Statistik QS. 46:26
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

46:26, 46 26, 46-26, Surah Al Ahqaaf 26, Tafsir surat AlAhqaaf 26, Quran Al Ahqaf 26, AlAhqaf 26, Al-Ahqaf 26, Surah Al Ahqaf ayat 26

Video Surah

46:26


More Videos

Kandungan Surah Al Ahqaaf

۞ QS. 46:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 46:3 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:4 • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 46:5 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:6 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 46:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:8 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 46:10 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 46:11 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:12 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 46:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 46:14 • Pahala iman • Keabadian surga • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 46:15 Ar Rabb (Tuhan) • Mencapai usia empat puluh tahun

۞ QS. 46:16 • Pahala iman • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 46:17 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:18 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:19 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:20 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:21 • Islam agama para nabi

۞ QS. 46:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:23 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:24 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:25 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:27 • Azab orang kafir

۞ QS. 46:28 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:29 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:30 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:31 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islamnya sebagian jin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 46:32 • Kekuasaan Allah • Islamnya sebagian jin • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 46:33 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 46:34 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 46:35 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Barang siapa berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapat di muka bumi tempat yang luas lagi rezeki yang banyak.
QS. An-Nisa’ [4]: 100

Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata,
“Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”
QS. An-Nur [24]: 12

Wahai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa & kaum kerabatmu.
QS. An-Nisa’ [4]: 135

Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.
QS. An-Nahl [16]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

Ibnusabil

Siapa itu Ibnusabil? Orang yang sedang dalam perjalanan ialah orang asing yang tidak mempunyai dana untuk kembali ke tanah airnya. Kelompok ini diberi zakat dengan syarat-syarat sebagai berikut: * Se...

Palestina

Di mana itu Palestina? Palestina adalah sebuah wilayah geografis di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Nama “Palestina” digunakan oleh penulis-penulis Yunani Kuno, dan kem...

Antakya

Di mana itu Antakya? Antakya , adalah sebuah kota yang terletak di tepi timur sungai Orontes kurang lebih 30 kilometer dari pesisir. Kota ini adalah ibu kota Provinsi Hatay, Turki. Penduduknya sebesa...