Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) - surah 46 ayat 24 [QS. 46:24]

فَلَمَّا رَاَوۡہُ عَارِضًا مُّسۡتَقۡبِلَ اَوۡدِیَتِہِمۡ ۙ قَالُوۡا ہٰذَا عَارِضٌ مُّمۡطِرُنَا ؕ بَلۡ ہُوَ مَا اسۡتَعۡجَلۡتُمۡ بِہٖ ؕ رِیۡحٌ فِیۡہَا عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Falammaa ra-auhu ‘aaridhan mustaqbila audiyatihim qaaluuu hadzaa ‘aaridhun mumthirunaa bal huwa maaasta’jaltum bihi riihun fiihaa ‘adzaabun aliimun;
Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata,
“Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”
(Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
―QS. Al Ahqaaf [46]: 24

Daftar isi

And when they saw it as a cloud approaching their valleys, they said,
"This is a cloud bringing us rain!"
Rather, it is that for which you were impatient:
a wind, within it a painful punishment,
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 24]

فَلَمَّا maka tatkala

Then when
رَأَوْهُ mereka melihatnya

they saw it
عَارِضًا awan

(as) a cloud
مُّسْتَقْبِلَ menuju

approaching
أَوْدِيَتِهِمْ lembah-lembah mereka

their valleys,
قَالُوا۟ mereka berkata

they said,
هَٰذَا ini

"This
عَارِضٌ awan

(is) a cloud
مُّمْطِرُنَا menghujani kami

bringing us rain."
بَلْ tetapi

Nay,
هُوَ itu(azab)

it
مَا apa yang

(is) what
ٱسْتَعْجَلْتُم kamu minta disegerakan

you were asking it to be hastened, *[meaning includes next or prev. word]
بِهِۦ dengannya

you were asking it to be hastened, *[meaning includes next or prev. word]
رِيحٌ angin

a wind
فِيهَا didalamnya

in it
عَذَابٌ azab

(is) a punishment
أَلِيمٌ pedih

painful,

Tafsir Quran

Surah Al Ahqaaf
46:24

Tafsir QS. Al-Ahqaf (46) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Segala macam usaha telah dilakukan Nabi Hud untuk mengajak kaumnya menganut agama yang benar.
Bahkan dalam ayat-ayat yang lain diterangkan bahwa Nabi Hud menantang kaumnya agar mereka semua dan dewa-dewa mereka itu bersama-sama melawan dan membunuh dirinya.

Namun tantangan itu tidak mereka hiraukan, sehingga Allah memutuskan untuk menimpakan azab kepada mereka.

Azab itu dimulai dengan datangnya musim kemarau panjang yang menimpa negeri mereka.

Dalam keadaan demikian, mereka melihat awan hitam berarakan di atas langit dan bergerak menuju negeri mereka.
Mereka semua bergembira menyambut kedatangan awan itu.

Menurut mereka, awan itu adalah tanda akan hujan dalam waktu dekat, yang selama ini sangat mereka harapkan.
Mereka mengatakan,
"Ini adalah awan yang membawa hujan."
Lalu Nabi Hud menatap awan itu dan memperhatikannya dengan seksama, kemudian beliau berkata,
"Awan yang datang bergumpal-gumpal itu bukanlah sebagai tanda akan datangnya hujan sebagaimana yang kamu sangka, tetapi awan itu sebagai tanda datangnya azab yang kamu inginkan dan kamu tunggu-tunggu.
Azab yang akan datang untuk menghancurkan kamu berupa angin kencang yang akan membinasakan kamu dan semua yang dilandanya.

Dia akan membinasakan kamu dan semua hartamu dan akan menghancurkan seluruh kekuatan dewa-dewa yang selalu kamu bangga-banggakan, sesuai dengan tugas yang diperintahkan Tuhan kepadanya."

Dalam ayat yang lain diterangkan bentuk azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad itu.

Allah ﷻ berfirman:

Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus;
maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka.
(Al-Haqqah [69]: 6-8).

Dan firman Allah:

Dan (juga) pada (kisah kaum) ‘Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.
(Angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk.
(Adz-Dzariyat [51]: 41-42)

Bagaimana kedahsyatan azab yang telah ditimpakan kepada kaum ‘Ad itu tergambar pada sikap Rasulullah ﷺ sewaktu angin kencang bertiup.
Di dalam suatu hadis diterangkan sebagai berikut:



Aisyah berkata,
"Rasulullah ﷺ apabila ada angin kencang bertiup, beliau berdoa, ‘Wahai Tuhan, aku mohon kepada Engkau angin yang paling baik;
baik isinya dan paling baik pula yang dibawanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari angin yang buruk;
buruk isinya dan buruk pula yang dibawanya.
Apabila langit memperlihatkan gejala-gejala akan turunnya hujan berubahlah muka Rasulullah ﷺ.
Beliau mondar-mandir keluar masuk rumah, ke muka dan ke belakang.
Maka apabila hujan telah turun legalah hati beliau, lalu aku bertanya kepada beliau, beliau menjawab, ‘Aku tidak mengetahui, mudah-mudahan saja seperti yang dikatakan kaum ‘Ad, ‘Awan yang datang ini menurunkan hujan kepada kita."
(Riwayat Muslim, at-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Rasulullah juga bersabda sebagai berikut:
Aisyah berkata,
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ tertawa lebar hingga kelihatan anak lidahnya.
Beliau hanya tersenyum, sedang apabila beliau melihat awan dan angin, berubah raut mukanya.
Aku bertanya kepada beliau, ‘Ya Rasulullah aku lihat orang apabila melihat awan mereka bergembira karena mengharapkan semoga awan itu membuat hujan, sedangkan engkau aku lihat bila melihat awan kelihatan perasaan kurang senang di mukamu.
Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Ya ‘Aisyah, siapa yang dapat menjamin bahwa awan itu tidak membawa azab?
Pernah suatu kaum diazab dengan angin itu.
Sesungguhnya kaum itu melihat azab, tetapi mereka menyangkanya awan yang membawa hujan, maka berkatalah mereka, ‘Awan itu datang membawa hujan kepada kita."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Pada hadis lain yang diriwayatkan Muslim diterangkan:
Ibnu ‘Abbas menerangkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda,
"Saya ditolong oleh angin timur, dan kaum ‘Ad dihancurkan dengan angin barat."
(Riwayat Muslim)

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka datanglah azab kepada mereka dalam bentuk awan.
Ketika mereka melihat awan terbentang di ufuk menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata,
"Inilah awan yang akan membawa hujan dan kebaikan bagi kita. "
Lalu dikatakan kepada mereka,
"Bukan! Itu adalah siksaan yang kalian minta untuk disegerakan:
angin yang membawa azab yang pedih dan menghancurkan segala sesuatu atas perintah Sang Pencipta."
Angin itu pun menghancurkan mereka semua hingga tak ada yang tersisa kecuali tempat tinggal mereka saja.


Demikianlah balasan yang Kami berikan kepada orang-orang yang melakukan dosa seperti mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka tatkala mereka melihat siksaan yang mereka inginkan untuk disegerakan itu, secara tiba-tiba mengarah dari langit menuju lembah-lembah pemukiman mereka.
Mereka berkata,
"Ini adalah awan yang menghujani kami."
Hud berkata kepada mereka,
"Itu bukanlah siraman hujan dan rahmat sebagaimana kalian sangka.
Akan tetapi, sambaran siksa yang kalian minta untuk disegerakan, itu adalah angin yang membawa siksa yang pedih dan menyakitkan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka tatkala mereka melihat azab itu)


(berupa awan) atau mendung yang muncul di cakrawala langit


(menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka,
"Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami) maksudnya, awan yang membawa hujan buat kami, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,


(‘Bahkan itulah azab yang kalian minta supaya datang dengan segera) maksudnya, azab itu yang kalian minta agar disegerakan datangnya


(yaitu berupa angin) lafal Riihun menjadi Badal dari lafal Maa


(yang mengandung azab yang pedih) yang menyakitkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 24)

Yakni ketika mereka melihat azab itu datang kepada mereka, mereka mengira bahwa itu adalah awan yang menurunkan hujan kepada mereka, maka bergembiralah mereka dengan kedatangannya.
Sebelum itu mereka memang sangat memerlukan hujan karena sudah lama tidak turun hujan kepada mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 24

AWDIYAH
أَوْدِيَة

Lafaz ini adalah jamak dari al wadi, seperti kata sariyy jamaknya adalah asriyah (saluran) bagi sungai, lembah di antara bukit-bukit atau bukit-bukit kecil yang menjadi tempat mengalir atau saluran dan jalan.

Dalam Al Mu’jam Al Wasit, ia adalah setiap ruang di antara gunung-ganang, bukit-bukau dan anak bukit.
la dinamakan demikian disebabkan tempat mengalirnya air.

Dalam Kamus Dewan, ia bermakna sungai yang tidak berair di padang pasir (berisi air apabila turun hujan) atau lembah.

Lafaz awdiyah disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Ar Ra’d (13), ayat 17,
• Al Ahqaf (46), ayat 24.
As Sabuni berkata,
”Apabila air hujan turun, maka mengalirlah air membanjiri lembah yang bergantung pada kadar luasnya dan semuanya berdasarkan ketetapannya."

Mujahid berkata,
”Air membanjiri lembah bergantung pada kadar luasnya."

Ibnu Juraij berkata,
"Membanjiri lembah bergantung pada kecil dan besarnya."

Al• Qurtubi berkata,
"Ia dinamakan wadi karena ia adalah jalan (air) keluar dan mengalir, dan lafaz wadi adalah nama untuk air yang mengalir.
Oleh karena itu, Abu Ya’la berkata,
"Menafsirkan fa salat awdiyah dengan mengalir airnya.

Diriwayatkan dari Ibnu Ishaq, katanya, ”Allah menghantar awan yang hitam sebagaimana pendapat Qutail bin ‘Anz karena di dalamnya terdapat kesengsaraan dan azab kepada kaum ‘Ad sehingga mereka keluar dari lembah mereka yang dikatakan dapat menolong.
Ketika mereka melihatnya, mereka bergembira dan berkata,
"Ini ialah awan yang akan membawa hujan kepada kita," lalu Allah mengatakan, "Tidak! Bahkan itulah azab yang kamu minta disegerakan kedatangannya yaitu angin yang membawa azab siksa yang tidak terperi sakitnya."

Lafaz awdiyah dalam ayat Al Qur’an bermakna lembah-lembah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:86-87

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 46:24
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
Sending
User Review
4.7 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

46:24, 46 24, 46-24, Surah Al Ahqaaf 24, Tafsir surat AlAhqaaf 24, Quran Al Ahqaf 24, AlAhqaf 24, Al-Ahqaf 24, Surah Al Ahqaf ayat 24

Video Surah

46:24


More Videos

Kandungan Surah Al Ahqaaf

۞ QS. 46:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 46:3 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:4 • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 46:5 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:6 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 46:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:8 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 46:10 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 46:11 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:12 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 46:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 46:14 • Pahala iman • Keabadian surga • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 46:15 Ar Rabb (Tuhan) • Mencapai usia empat puluh tahun

۞ QS. 46:16 • Pahala iman • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 46:17 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:18 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:19 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:20 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:21 • Islam agama para nabi

۞ QS. 46:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:23 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:24 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:25 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:27 • Azab orang kafir

۞ QS. 46:28 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:29 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:30 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:31 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islamnya sebagian jin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 46:32 • Kekuasaan Allah • Islamnya sebagian jin • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 46:33 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 46:34 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 46:35 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
QS. Al-Mu’minun [23]: 18

Katakanlah:
“Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit & dari bumi?”
Katakanlah:
“Allah”.
QS. Saba’ [34]: 24

Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan,
hendaklah kamu menuliskannya.
Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.
QS. Al-Baqarah [2]: 282

Dirikanlah sembahyang, tunaikan zakat & berikan pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling besar pahalanya.
QS. Al-Muzzammil [73]: 20

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Al Muhshii

Apa itu Al Muhshii? Allah itu Al-Muhsi ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Menghitung segala sesuatu. Perhitungan Allah itu sangat teliti dan cermat, sehingga tidak perlu diragukan lagi keakuratan...

ukhuwah

Apa itu ukhuwah? ukhu.wah persaudaraan; perlu ditingkatkan rasa ukhuwah di antara sesama anggota masyarakat; ukhuwah islamiah persaudaraan dalam Islam; penyantunan fakir miskin merupakan perwujudan u...

Ar Rahiim

Apa itu Ar Rahiim? Allah itu Ar-Rahim ◀ Allah itu Ar-Rahim , yaitu Allah Maha Penyayang. Allah sangat menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman, Allah juga senantiasa menolong orang-orang soleh, kare...