QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 21 [QS. 46:21]

وَ اذۡکُرۡ اَخَا عَادٍ ؕ اِذۡ اَنۡذَرَ قَوۡمَہٗ بِالۡاَحۡقَافِ وَ قَدۡ خَلَتِ النُّذُرُ مِنۡۢ بَیۡنِ یَدَیۡہِ وَ مِنۡ خَلۡفِہٖۤ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّا اللّٰہَ ؕ اِنِّیۡۤ اَخَافُ عَلَیۡکُمۡ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Waadzkur akhaa ‘aadin idz andzara qaumahu bil ahqaafi waqad khalatinnudzuru min baini yadaihi wamin khalfihi alaa ta’buduu ilaallaha innii akhaafu ‘alaikum ‘adzaaba yaumin ‘azhiimin;

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan):
“Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar”.
―QS. 46:21
Topik ▪ Pahala Iman
46:21, 46 21, 46-21, Al Ahqaaf 21, AlAhqaaf 21, Al Ahqaf 21, AlAhqaf 21, Al-Ahqaf 21

Tafsir surah Al Ahqaaf (46) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah kisah Nabi Hud yang berasal dari kaum ‘Ad, ketika ia memperingatkan kepada kaumnya yang berdomisili di Ahqaf itu akan azab Tuhan.
Allah menjelaskan bahwa mengutus para rasul dan nabi kepada kaumnya masing-masing adalah suatu hal yang biasa, dan sudah menjadi sunatullah.
Sebelum Nabi Hud, Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi yang memberi peringatan kepada kaum mereka masing-masing, begitu pula sesudahnya.
Nabi Hud menyeru kaum agar tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, yang memberi rezeki sehingga mereka dapat hidup dengan rezeki itu dan menjaga kelangsungan hidup.
Hendaklah mereka takut akan malapetaka yang akan menimpa nanti akibat kedurhakaan itu.
Di akhirat nanti mereka akan mendapat azab yang pedih.
Keadaan pada hari Kiamat itu diterangkan pada firman Allah:

Sungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, (yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan.
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 40-41)

Al-Ahqaf berarti “bukit-bukit pasir”.
Kemudian nama itu dijadikan nama sebuah daerah yang terletak antara negeri Oman dan Mahrah.
Daerah itu dinamai demikian oleh kaum ‘Ad.
Sekarang daerah itu terkenal dengan nama “Sahara al-Ahqaf”,
dan termasuk salah satu daerah yang menjadi wilayah Kerajaan Saudi Arabia bagian selatan.
Daerah itu terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur dibatasi oleh laut Yaman, dan sebelah selatan berbatasan dengan Nejed.
Semula kaum ‘Ad menganut agama yang berdasarkan tauhid.
Setelah berlalu beberapa generasi, kepercayaan tauhid itu dimasuki unsur-unsur syirik, dimulai dengan penghormatan kepada pembesar-pembesar dan pahlawan mereka yang telah meninggal dunia, dengan membuatkan patung-patungnya.
Lama-kelamaan, pemberian penghormatan ini berubah menjadi pemberian penghormatan kepada patung, yang akhirnya berubah menjadi penyembahan kepada dewa, dengan arti bahwa pembesar dan pahlawan yang telah meninggal mereka anggap sebagai dewa.
Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar yaitu agama tauhid, Allah mengutus seorang rasul yang diangkat dari keluarga mereka sendiri, yaitu Nabi Hud.
Hud menyeru mereka agar kembali kepada kepercayaan yang benar, yaitu kepercayaan tauhid, dengan hanya menyembah Allah semata, tidak lagi mempersekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan yang lain.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah Hud, saudara kaum ‘Ad, ketika memberi peringatan kepada kaumnya yang bertempat tinggal di bukit-bukit pasir.
Dan, baik sebelum maupun sesudah Hud, telah banyak rasul yang memberi peringatan serupa.
Hud berkata kepada mereka, “Janganlah kalian menyembah selain Allah.
Sesungguhnya aku khawatir kalian akan ditimpa azab pada hari yang sangat menakutkan.
[1].

[1] Kabilah ini bertempat tinggal di bukit-bukit pasir yang disebut Ahqaf.
.
Namun letak bukit pasir itu sendiri masih diperselisihkan.
Di antara ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa bukit itu terletak di antara Yaman dan Amman sampai Hadramaut dan Syahr yang terletak di sebelah tenggara semenanjung Arab.
Namun sebagian arkeolog berpendapat bahwa bukit itu berada di sebelah timur Aqabah.
Pendapat ini didasarkan pada tulisan nabthiyyah yang mereka temukan dalam reruntuhan candi yang ada di gunung Iram.
Di sana ditemukan peninggalan-peninggalan Jahiliah kuno yang menguatkan anggapan bahwa lokasi itu adalah apa yang oleh Al Quran disebut dengan kota Iram.
Namun semua itu telah musnah sebelum Islam.
Dan ketika Islam datang, yang tersisa di sana hanya sember mata air sebagai tempat persinggahan kafilah yang pergi ke Syam (Suriah).

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah saudara kaum Ad) yakni Nabi Hud a.s.

(yaitu ketika) mulai lafal Idz dan seterusnya menjadi Badal Isytimal (dia memberi peringatan kepada kaumnya) maksudnya, mempertakuti mereka (di Al-Ahqaf) nama sebuah lembah tempat tinggal mereka yang terletak di negeri Yaman (dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan) beberapa orang rasul (sebelumnya dan sesudahnya) sebelum Nabi Hud datang dan sesudahnya, kepada kaumnya masing-masing seraya mengatakan, (“Janganlah kalian menyembah selain Allah) jumlah Waqad Khalat merupakan jumlah Mu’taridhah, atau kalimat sisipan (sesungguhnya aku khawatir kalian) jika kalian menyembah kepada selain Allah (akan ditimpa azab hari yang besar.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menghibur Nabi-Nya yang sedang menghadapi pendustaan dari sebagian kaumnya yang mendustakannya.

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 21)

Dia adalah Nabi Hud ‘alaihis salam yang diutus oleh Allah kepada kaum ‘Ad yang pertama; mereka bertempat tinggal di bukit-bukit pasir, menurut Ibnu Zaid.

Menurut Ikrimah, Al-Ahqaf artinya bukit-bukit dan gua-gua.

Ali ibnu Abu Talib r.a.
telah mengatakan bahwa Ahqaf adalah nama sebuah lembah yang terletak di Hadramaut, dikenal dengan sebutan Barhut; dilemparkan ke dalamnya ruh orang-orang kafir.

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa ‘Ad adalah suatu kaum di negeri Yaman, penduduk daerah pesisir di suatu daerah yang dikenal dengan sebutan Asy-Syahr.

Ibnu Majah mengatakan di dalam Bab “Apabila Seseorang Berdoa Hendaklah Memulai untuk Dirinya Sendiri” bahwa:

telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Ali Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ishaq, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Semoga Allah merahmati kita dan saudara kaum ‘Ad (Nabi Hud ‘alaihis salam).

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 21)

Yakni Allah telah mengutus kepada orang-orang yang tinggal di sekeliling (di sekitar) negeri mereka, yakni di kota-kota rasul-rasul yang membawa peringatan kepada mereka.
Semakna dengan pengertian yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu dan bagi mereka yang akan datang kemudian.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 66)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan kaum Samud.” Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan), “Janganlah kamu menyembah selain Allah.” (Q.S. Fushshilat [41]: 13-14)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 21)

Nabi Hud ‘alaihis salam mengatakan hal itu kepada mereka, tetapi kaumnya menjawab seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami?
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 22)

yakni untuk menghalang-halangi kami dari menyembah tuhan-tuhan kami?


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 21

AHQAAF
أَخَاف

Ahqaaf adalah nama sebuah surah yang terdapat di dalam Al Qur’an yaitu surah yang ke-46. Ia terdiri dari 35 ayat dan tergolong antara surah-surah yang diturunkan di Makkah. Surah Makkiyah ini, diturunkan setelah turunnya surah Al Jaatsiyah. Nama Ahqaaf diambil dari ayat ke-12 yang berarti bukit-bukit pasir.

Dalam ayat ini dan ayat sesudahnya menerangkan Nabi Hud menyampaikan risalahnya di bukit-bukit berpasir yang kini dikenali sebagai Rab’ul Hali. Kaum Nabi Hud tetap ingkar sungguhpun sudah diberi peringatan tentang kehancuran kaum-­kaum sebelum mereka karena mengingkari perintah Allah.

Sedangkan dalam Tafsir Al Munir, surah ini dinamakan Al Ahqaaf karena ia adalah tempat tinggal kaum ‘Ad di Yaman. Kaum ini dibinasakan oleh Allah dengan angin ribut yang sangat kencang disebabkan kekufuran dan sikap melampau mereka.

Kata ahqaaf disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Ahqaaf (46), ayat 21.

Al ahqaaf adalah jamak dari kata hiqfun yaitu bukit pasir yang menjadi tempat tinggal kaum ‘Ad menurut pendapat Ibn Zaid.

Sedangkan Akramah mengatakan al ahqaaf adalah bukit dan gua.

Sementara Ali bin Abi Talib pula berpendapat ia adalah lembah di Hadramaut.

Ini dikukuhkan dengan pendapat ahli tafsir yaitu Ar Razi, yang menyebut dalam tafsir beliau, Abu Ubaidah mengatakan al hiqf adalah bukit pasir yang berbentuk sabit.

Al Farra pula berkata,
al ahqaaf adalah kata jamak dari kata al hiqf dan ia adalah bukit pasir berbentuk sabit yang ukurannya tidak besar.

Sedangkan Ibn Abbas pula menyatakan ia adalah lembah yang terletak di Oman dan Mihrah.

Selanjutnya orang Arab pertengahan pula menyatakan, al ahqaaf adalah nama yang diberikan kepada padang pasir yang terletak di selatan negara Arab yaitu di antara Hadra maut dan Oman. C. Landberg (Hadramaut 146-160) pula mengatakan ia nama sebuah kawasan yang luas yang terletak di selatan Tanah Arab. Namun, bagi orang Arab Badwi, mereka mentakrifkan daratan al ahqaaf dengan kawasan yang berbukit-bukau yang tidak ada kaitan dengan bukit pasir, ataupun gua sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Landberg.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.32-33

Informasi Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)
Surat Al Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai “Al Ahqaaf” (bukit-bukit pasir) dari perkataan “Al Ahqaaf” yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud ‘alaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di “Al Ahqaaf” yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat
orang-orang mu’min akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab
risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapa, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

Kisah Nabi Hud a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Orang yang mementingkan keni’matan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat
orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ahqaaf (46) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ahqaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 35 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 46:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,"Bukit-Bukit Pasir") adalah surah ke-46 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab'ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
4.4
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!