Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) - surah 46 ayat 21 [QS. 46:21]

وَ اذۡکُرۡ اَخَا عَادٍ ؕ اِذۡ اَنۡذَرَ قَوۡمَہٗ بِالۡاَحۡقَافِ وَ قَدۡ خَلَتِ النُّذُرُ مِنۡۢ بَیۡنِ یَدَیۡہِ وَ مِنۡ خَلۡفِہٖۤ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّا اللّٰہَ ؕ اِنِّیۡۤ اَخَافُ عَلَیۡکُمۡ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Waadzkur akhaa ‘aadin idz andzara qaumahu bil ahqaafi waqad khalatinnudzuru min baini yadaihi wamin khalfihi alaa ta’buduu ilaallaha innii akhaafu ‘alaikum ‘adzaaba yaumin ‘azhiimin;
Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata),
“Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.”
―QS. Al Ahqaaf [46]: 21

Daftar isi

And mention, (O Muhammad), the brother of ‘Aad, when he warned his people in the (region of) al-Ahqaf – and warners had already passed on before him and after him – (saying),
"Do not worship except Allah.
Indeed, I fear for you the punishment of a terrible day."
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 21]

وَٱذْكُرْ dan ingatlah

And mention
أَخَا saudara

(the) brother
عَادٍ kaum ‘Ad

(of) Aad,
إِذْ ketika

when
أَنذَرَ dia memberi peringatan

he warned
قَوْمَهُۥ kaumnya

his people
بِٱلْأَحْقَافِ di bukit pasir

in the Al-Ahqaf
وَقَدْ dan sesungguhnya

and had already passed away *[meaning includes next or prev. word]
خَلَتِ telah berlalu

and had already passed away *[meaning includes next or prev. word]
ٱلنُّذُرُ pemberi peringatan

[the] warners
مِنۢ dari

before him *[meaning includes next or prev. word]
بَيْنِ antara

before him *[meaning includes next or prev. word]
يَدَيْهِ hadapannya

before him *[meaning includes next or prev. word]
وَمِنْ dan dari

and after him, *[meaning includes next or prev. word]
خَلْفِهِۦٓ belakangnya

and after him, *[meaning includes next or prev. word]
أَلَّا bahwa janganlah

"That not
تَعْبُدُوٓا۟ kamu menyembah

you worship
إِلَّا kecuali

except
ٱللَّهَ Allah

Allah.
إِنِّىٓ sesungguhnya aku

Indeed, I
أَخَافُ aku takut

[I] fear
عَلَيْكُمْ atas kalian

for you
عَذَابَ azab

a punishment
يَوْمٍ pada hari

(of) a Day
عَظِيمٍ besar

Great."

Tafsir Quran

Surah Al Ahqaaf
46:21

Tafsir QS. Al-Ahqaf (46) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah kisah Nabi Hud yang berasal dari kaum ‘Ad, ketika ia memperingatkan kepada kaumnya yang berdomisili di Ahqaf itu akan azab Tuhan.
Allah menjelaskan bahwa mengutus para rasul dan nabi kepada kaumnya masing-masing adalah suatu hal yang biasa, dan sudah menjadi sunatullah.

Sebelum Nabi Hud, Allah telah mengutus rasulrasul dan nabi-nabi yang memberi peringatan kepada kaum mereka masing-masing, begitu pula sesudahnya.
Nabi Hud menyeru kaum agar tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan mereka, yang memberi rezeki sehingga mereka dapat hidup dengan rezeki itu dan menjaga kelangsungan hidup.

Hendaklah mereka takut akan malapetaka yang akan menimpa nanti akibat kedurhakaan itu.
Di akhirat nanti mereka akan mendapat azab yang pedih.

Keadaan pada hari Kiamat itu diterangkan pada firman Allah:

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيْقَاتُهُمْ اَجْمَعِيْنَ ﴿۴۰﴾ يَوْمَ لَا يُغْنِيْ مَوْلًى عَنْ مَّوْلًى شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ﴿۴۱﴾

Sungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, (yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (Ad-Dukhan [44]: 40-41)

Al-Ahqaf berarti
"bukit-bukit pasir".

Kemudian nama itu dijadikan nama sebuah daerah yang terletak antara negeri Oman dan Mahrah.
Daerah itu dinamai demikian oleh kaum ‘Ad.

Sekarang daerah itu terkenal dengan nama
"Sahara Al-Ahqaf",
dan termasuk salah satu daerah yang menjadi wilayah Kerajaan Saudi Arabia bagian selatan.
Daerah itu terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur dibatasi oleh laut Yaman, dan sebelah selatan berbatasan dengan Nejed.

Semula kaum ‘Ad menganut agama yang berdasarkan tauhid.
Setelah berlalu beberapa generasi, kepercayaan tauhid itu dimasuki unsur-unsur syirik, dimulai dengan penghormatan kepada pembesar-pembesar dan pahlawan mereka yang telah meninggal dunia, dengan membuatkan patung-patungnya.
Lama-kelamaan, pemberian penghormatan ini berubah menjadi pemberian penghormatan kepada patung, yang akhirnya berubah menjadi penyembahan kepada dewa, dengan arti bahwa pembesar dan pahlawan yang telah meninggal mereka anggap sebagai dewa.
Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar yaitu agama tauhid, Allah mengutus seorang rasul yang diangkat dari keluarga mereka sendiri, yaitu Nabi Hud.
Hud menyeru mereka agar kembali kepada kepercayaan yang benar, yaitu kepercayaan tauhid, dengan hanya menyembah Allah semata, tidak lagi mempersekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan yang lain.

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ingatlah Hud, saudara kaum ‘Ad, ketika memberi peringatan kepada kaumnya yang bertempat tinggal di bukit-bukit pasir.
Dan, baik sebelum maupun sesudah Hud, telah banyak rasul yang memberi peringatan serupa.


Hud berkata kepada mereka,
"Janganlah kalian menyembah selain Allah.
Sesungguhnya aku khawatir kalian akan ditimpa azab pada hari yang sangat menakutkan.


"[1].


[1] Kabilah ini bertempat tinggal di bukit-bukit pasir yang disebut Ahqaf.


.
Namun letak bukit pasir itu sendiri masih diperselisihkan.


Di antara ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa bukit itu terletak di antara Yaman dan Amman sampai Hadramaut dan Syahr yang terletak di sebelah tenggara semenanjung Arab.
Namun sebagian arkeolog berpendapat bahwa bukit itu berada di sebelah timur Aqabah.


Pendapat ini didasarkan pada tulisan nabthiyyah yang mereka temukan dalam reruntuhan candi yang ada di gunung Iram.
Di sana ditemukan peninggalan-peninggalan Jahiliah kuno yang menguatkan anggapan bahwa lokasi itu adalah apa yang oleh Alquran disebut dengan kota Iram.


Namun semua itu telah musnah sebelum Islam.
Dan ketika Islam datang, yang tersisa di sana hanya sember mata air sebagai tempat persinggahan kafilah yang pergi ke Syam (Suriah).

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, ingatlah tentang nabi Allah yang bernama Hud, saudara kaum ‘Ad -yang senasab dan bukan seagama- ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya bahwa siksa Allah akan menimpa mereka, sedangkan mereka tengah berada di tempat tinggal mereka yang dikenal dengan Al-Ahqaf, yaitu padang pasir yang luas di sebelah selatan Jazirah Arab.
Para rasul lain pun sudah banyak diutus untuk memberi kaumnya peringatan sebelum dan sesudah Hud, yaitu agar mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dalam ibadah.


Sesungguhnya, aku takut siksa Allah menimpa kalian pada hari yang sangat dahsyat, yaitu hari Kiamat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan ingatlah saudara kaum Ad) yakni Nabi Hud a.s.


(yaitu ketika) mulai lafal Idz dan seterusnya menjadi Badal Isytimal


(dia memberi peringatan kepada kaumnya) maksudnya, mempertakuti mereka


(di Al-Ahqaf) nama sebuah lembah tempat tinggal mereka yang terletak di negeri Yaman


(dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan) beberapa orang rasul


(sebelumnya dan sesudahnya) sebelum Nabi Hud datang dan sesudahnya, kepada kaumnya masing-masing seraya mengatakan,


("Janganlah kalian menyembah selain Allah) jumlah Waqad Khalat merupakan jumlah Mu’taridhah, atau kalimat sisipan


(sesungguhnya aku khawatir kalian) jika kalian menyembah kepada selain Allah


(akan ditimpa azab hari yang besar.")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menghibur Nabi-Nya yang sedang menghadapi pendustaan dari sebagian kaumnya yang mendustakannya.

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 21)

Dia adalah Nabi Hudalaihis salam yang diutus oleh Allah kepada kaum ‘Ad yang pertama;
mereka bertempat tinggal di bukit-bukit pasir, menurut Ibnu Zaid.


Menurut Ikrimah, Al-Ahqaf artinya bukit-bukit dan gua-gua.


Ali ibnu Abu Talib r.a. telah mengatakan bahwa Ahqaf adalah nama sebuah lembah yang terletak di Hadramaut, dikenal dengan sebutan Barhut;
dilemparkan ke dalamnya ruh orang-orang kafir.

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa ‘Ad adalah suatu kaum di negeri Yaman, penduduk daerah pesisir di suatu daerah yang dikenal dengan sebutan Asy-Syahr.

Ibnu Majah mengatakan di dalam Bab
"Apabila Seseorang Berdoa Hendaklah Memulai untuk Dirinya Sendiri"
bahwa:


telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Ali Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ishaq, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Semoga Allah merahmati kita dan saudara kaum ‘Ad (Nabi Hudalaihis salam).

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 21)

Yakni Allah telah mengutus kepada orang-orang yang tinggal di sekeliling (di sekitar) negeri mereka, yakni di kota-kota rasulrasul yang membawa peringatan kepada mereka.
Semakna dengan pengertian yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu dan bagi mereka yang akan datang kemudian.
(QS. Al-Baqarah [2]: 66)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika mereka berpaling, maka katakanlah,
"Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan kaum Samud."
Ketika rasulrasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan),
"Janganlah kamu menyembah selain Allah."
(QS. Fushshilat [41]: 13-14)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 21)

Nabi Hudalaihis salam mengatakan hal itu kepada mereka, tetapi kaumnya menjawab seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami?
(QS. Al-Ahqaf [46]: 22)

yakni untuk menghalang-halangi kami dari menyembah tuhan-tuhan kami?

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 21

AHQAAF
أَخَاف

Ahqaaf adalah nama sebuah surah yang terdapat di dalam Al Qur’an yaitu surah yang ke-46. Ia terdiri dari 35 ayat dan tergolong antara surah-surah yang diturunkan di Makkah.
Surah Makkiyah ini, diturunkan setelah turunnya surah Al Jaatsiyah.
Nama Ahqaaf> diambil dari ayat ke-12 yang berarti bukit-bukit pasir.

Dalam ayat ini dan ayat sesudahnya menerangkan Nabi Hud menyampaikan risalahnya di bukit-bukit berpasir yang kini dikenali sebagai Rab’ul Hali.
Kaum Nabi Hud tetap ingkar sungguhpun sudah diberi peringatan tentang kehancuran kaum-kaum sebelum mereka karena mengingkari perintah Allah.

Sedangkan dalam Tafsir Al Munir, surah ini dinamakan Al Ahqaaf karena ia adalah tempat tinggal kaum ‘Ad di Yaman.
Kaum ini dibinasakan oleh Allah dengan angin ribut yang sangat kencang disebabkan kekufuran dan sikap melampau mereka.

Kata ahqaaf disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Ahqaaf (46), ayat 21.
Al ahqaaf adalah jamak dari kata hiqfun yaitu bukit pasir yang menjadi tempat tinggal kaum ‘Ad menurut pendapat Ibnu Zaid.

Sedangkan Akramah mengatakan al ahqaaf adalah bukit dan gua.

Sementara Ali bin Abi Talib pula berpendapat ia adalah lembah di Hadramaut.

Ini dikukuhkan dengan pendapat ahli tafsir yaitu Ar Razi, yang menyebut dalam tafsir beliau, Abu Ubaidah mengatakan al hiqf adalah bukit pasir yang berbentuk sabit.

Al Farra pula berkata,
al ahqaaf adalah kata jamak dari kata al hiqf dan ia adalah bukit pasir berbentuk sabit yang ukurannya tidak besar.

Sedangkan Ibnu Abbas pula menyatakan ia adalah lembah yang terletak di Oman dan Mihrah.

Selanjutnya orang Arab pertengahan pula menyatakan, al ahqaaf adalah nama yang diberikan kepada padang pasir yang terletak di selatan negara Arab yaitu di antara Hadra maut dan Oman.
C.
Landberg (Hadramaut 146-160) pula mengatakan ia nama sebuah kawasan yang luas yang terletak di selatan Tanah Arab.
Namun, bagi orang Arab Badwi, mereka mentakrifkan daratan al ahqaaf dengan kawasan yang berbukit-bukau yang tidak ada kaitan dengan bukit pasir, ataupun gua sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Landberg.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, 32-33

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 21 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 46:21
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah 46
Nama Surah Al Ahqaaf
Arab الَأحقاف
Arti Bukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 66
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 35
Jumlah kata 648
Jumlah huruf 2668
Surah sebelumnya Surah Al-Jasiyah
Surah selanjutnya Surah Muhammad
Sending
User Review
4.4 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

46:21, 46 21, 46-21, Surah Al Ahqaaf 21, Tafsir surat AlAhqaaf 21, Quran Al Ahqaf 21, AlAhqaf 21, Al-Ahqaf 21, Surah Al Ahqaf ayat 21

Video Surah

46:21


More Videos

Kandungan Surah Al Ahqaaf

۞ QS. 46:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 46:3 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:4 • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 46:5 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:6 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 46:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:8 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 46:10 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 46:11 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:12 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 46:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 46:14 • Pahala iman • Keabadian surga • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 46:15 Ar Rabb (Tuhan) • Mencapai usia empat puluh tahun

۞ QS. 46:16 • Pahala iman • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 46:17 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:18 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:19 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:20 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 46:21 • Islam agama para nabi

۞ QS. 46:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:23 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 46:24 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 46:25 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 46:27 • Azab orang kafir

۞ QS. 46:28 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 46:29 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:30 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 46:31 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Islamnya sebagian jin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 46:32 • Kekuasaan Allah • Islamnya sebagian jin • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 46:33 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 46:34 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 46:35 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin,
maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa & kesalahan.
QS. Al-Jinn [72]: 6

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
QS. Al-Isra’ [17]: 23

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga),
dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
QS. Yunus [10]: 25

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Correct! Wrong!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Correct! Wrong!

+

Array

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

takbir

Apa itu takbir? tak.bir seruan atau ucapan Allahu Akbar ‘Allah Mahabesar’; menjelang Idulfitri dan Idhuladha orang mengumandangkan takbir penyingkapan; takwil ; ia mendapat petunjuk mela...

Umrah

Apa itu Umrah? Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, kh...

Mudhaf Ilaih

Apa itu Mudhaf Ilaih? Mudhaf Ilaih adalah isim nakirah yang ditambahkan/disandarkan/dikaitkan kepada isim setelahnya yang makrifat. Fungsinya adalah untuk menjadikan kata sebelumnya nakirah menjadi m...