Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 18 [QS. 46:18]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ حَقَّ عَلَیۡہِمُ الۡقَوۡلُ فِیۡۤ اُمَمٍ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ مِّنَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ ؕ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا خٰسِرِیۡنَ
Uula-ikal-ladziina haqqa ‘alaihimul qaulu fii umamin qad khalat min qablihim minal jinni wal-insi innahum kaanuu khaasiriin(a);
Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia.
Mereka adalah orang-orang yang rugi.
―QS. Al Ahqaaf [46]: 18

Those are the ones upon whom the word has come into effect, (who will be) among nations which had passed on before them of jinn and men.
Indeed, they (all) were losers.
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 18]

أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those –
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(are) the ones
حَقَّ telah pasti

(has) proved true
عَلَيْهِمُ atas mereka

against them
ٱلْقَوْلُ perkataan

the word
فِىٓ pada

among
أُمَمٍ ummat-ummat

nations
قَدْ sungguh

(that) already passed away *[meaning includes next or prev. word]
خَلَتْ telah berlalu

(that) already passed away *[meaning includes next or prev. word]
مِن dari

before them *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلِهِم sebelum mereka

before them *[meaning includes next or prev. word]
مِّنَ dari

of
ٱلْجِنِّ jin

(the) jinn
وَٱلْإِنسِ dan manusia

and the men.
إِنَّهُمْ sesungguhnya mereka

Indeed, they
كَانُوا۟ adalah mereka

are
خَٰسِرِينَ orang-orang yang merugi

(the) losers.

Tafsir

Alquran

Surah Al Ahqaaf
46:18

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Allah mengancam setiap anak yang bersikap seperti yang diterangkan ayat di atas kepada orang tuanya.
Mereka pasti akan ditimpa azab di akhirat nanti, mendapat murka dan kemarahan Allah, dan dimasukkan ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala, bersama umat-umat dahulu yang mendurhakai Allah, mendustakan para rasul, dan melecehkan kedua orang tuanya, baik mereka dari golongan jin maupun manusia.

Dengan demikian, neraka itu akan dipenuhi dengan mereka semua seperti yang dijanjikan oleh Allah.


Dari ayat ini dapat dipahami bahwa jin itu adalah makhluk Allah yang sama kewajibannya dengan manusia.

Di antara mereka, ada yang menganut agama Islam seperti kaum Muslimin, dan ada pula yang kafir.
Mereka hidup berketurunan dan mati seperti manusia.


Abu Hayyan berkata,
"Al-hasan al-Basri berkata dalam suatu halaqah (majlis) pelajaran,
"Jin itu tidak mati."
Maka Qatadah membantahnya dengan mengemukakan ayat ini.

Lalu al-hasan al-Basri terdiam.


Pada akhir ayat ini diterangkan sebab Allah mengazab mereka, jin dan manusia, adalah karena mereka adalah golongan yang merugi.

Mereka merugi karena telah menyia-nyiakan fitrah yang telah diberikan Allah kepada mereka.
Sejak dalam kandungan, manusia telah diberi Tuhan suatu naluri, yaitu potensi untuk menjadi orang yang beriman.

Akan tetapi, potensi yang ada pada dirinya itu disia-siakannya, dengan menuruti hawa nafsu dan godaan setan, serta terpengaruh oleh kehidupan dunia dan lingkungan sehingga mereka menjadi orang-orang merugi di dunia apalagi di akhirat.


Berbahagialah orang-orang yang dapat memanfaatkan fitrah yang telah ditanamkan Allah pada dirinya sehingga ia beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan senantiasa mendapat bimbingan, hidayah, dan taufik dalam kehidupannya.
Firman Allah ﷻ:


فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam);
(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.
Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah.
(Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(ar-Rum [30]: 30)

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka yang berkata demikian adalah orang-orang yang pasti akan mendapatkan azab bersama umat- umat yang terdahulu sebelum mereka, baik dari golongan jin maupun manusia, karena mereka adalah orang-orang yang benar-benar merugi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka itu adalah orang-orang yang telah ditetapkan bagi mereka mendapatkan azab dari Allah, dan layak bagi mereka mendapatkan siksaan dan murka dari-Nya bersama dengan sejumlah umat-umat terdahulu dari kalangan jin dan manusia dikarenakan kekufuran dan kebohongan mereka.
Sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi dengan menukarkan hidayah dengan kesesatan dan menukarkan nikmat dengan azab.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka itulah orang-orang yang telah pasti) telah ditentukan


(ketetapan atas mereka) yakni ketetapan azab


(bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama-sama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 18)

Yakni termasuk ke dalam golongan orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang kafir yang merugikan dirinya sendiri dan keluarga mereka kelak di hari kiamat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala,
"Ula-ika"
sesudah firman-Nya, uWal lazi qala,"
merupakan dalil yang menunjukkan seperti apa yang telah kami kemukakan di atas, yaitu bahwa ini merupakan isim jinis yang pengertiannya mencakup semua orang yang demikian keadaannya.


Menurut Al-Hasan dan Qatadah, yang dimaksud adalah orang kafir, pendurhaka lagi menyakiti kedua orang tuanya, dan mendustakan adanya hari berbangkit.

Al-Hafiz ibnu Asakir mengatakan sehubungan dengan biografi Sahl ibnu Daud melalui jalur Hammam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Khalid Az-Zabarqan Al-Ulaimi, dari Salim ibnu Habib, dari Abu Umamah Al-Bahili r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Ada empat macam orang yang dilaknat oleh Allah dari atas Arasy-Nya dan diamini oleh para malaikat, yaitu orang yang menyesatkan orang-orang miskin.
Khalid mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang yang melambaikan tangannya kepada orang miskin seraya berkata,
"Kemarilah kamu, aku akan memberimu."
Dan ketika orang miskin itu datang kepadanya, ia mengatakan,
"Aku tidak mempunyai sesuatu yang akan kuberikan kepadamu."
Orang yang kedua ialah seseorang yang mengatakan kepada seorang tukang,
"Bekerjalah,"
padahal ia tidak memiliki sesuatu pun (untuk membayarnya).
Dan orang-orang yang ditanyai oleh seorang lelaki tentang rumah suatu kaum, lalu mereka menunjukkan kepadanya rumah yang lain.
Dan seseorang yang memukuli kedua orang tuanya hingga keduanya meminta tolong.
Hadis ini garib sekali.

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 18 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 46:18
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah46
Nama SurahAl Ahqaaf
Arabالَأحقاف
ArtiBukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu66
JuzJuz 26
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat35
Jumlah kata648
Jumlah huruf2668
Surah sebelumnyaSurah Al-Jasiyah
Surah selanjutnyaSurah Muhammad
Sending
User Review
4.9 (13 votes)
Tags:

46:18, 46 18, 46-18, Surah Al Ahqaaf 18, Tafsir surat AlAhqaaf 18, Quran Al Ahqaf 18, AlAhqaf 18, Al-Ahqaf 18, Surah Al Ahqaf ayat 18

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 46 [QS. 25:46]

46. Lalu Allah menjelaskan fenomena alam berikutnya yaitu: kemudian Kami menariknya bayang-bayang itu, kepada Kami sesuai dengan kebijakan Kami, sedikit demi sedikit, tidak sekaligus sesuai dengan kec … 25:46, 25 46, 25-46, Surah Al Furqaan 46, Tafsir surat AlFurqaan 46, Quran Al Furqan 46, AlFurqan 46, Al-Furqan 46, Surah Al Furqan ayat 46

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 185 [QS. 2:185]

Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya untuk pertama kali diturunkan Al-Qur’an pada lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunju … 2:185, 2 185, 2-185, Surah Al Baqarah 185, Tafsir surat AlBaqarah 185, Quran Al-Baqarah 185, Surah Al Baqarah ayat 185

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #24

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya … buah anggur buah tin buah kurma buah zaitun buah segar Benar! Kurang tepat! Dalam

Pendidikan Agama Islam #10

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama … 33 tahun 23 tahun 13 tahun

Pendidikan Agama Islam #17

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙDalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah … dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu

Instagram