Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 11 [QS. 46:11]

وَ قَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لِلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَوۡ کَانَ خَیۡرًا مَّا سَبَقُوۡنَاۤ اِلَیۡہِ ؕ وَ اِذۡ لَمۡ یَہۡتَدُوۡا بِہٖ فَسَیَقُوۡلُوۡنَ ہٰذَاۤ اِفۡکٌ قَدِیۡمٌ
Waqaalal-ladziina kafaruu lil-ladziina aamanuu lau kaana khairan maa sabaquunaa ilaihi wa-idz lam yahtaduu bihi fasayaquuluuna hadzaa ifkun qadiimun;
Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Sekiranya Alquran itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.”
Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata,
“Ini adalah dusta yang lama.”
―QS. Al Ahqaaf [46]: 11

And those who disbelieve say of those who believe,
"If it had (truly) been good, they would not have preceded us to it."
And when they are not guided by it, they will say,
"This is an ancient falsehood."
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 11]

وَقَالَ dan berkata

And say
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve
لِلَّذِينَ kepada orang-orang yang

of those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe,
لَوْ jika ia

"If
كَانَ adalah

it had been
خَيْرًا baik

good,
مَّا tidak

not
سَبَقُونَآ mereka mendahului kami

they (would) have preceded us
إِلَيْهِ kepadanya

to it."
وَإِذْ dan karena

And when
لَمْ tidak

not
يَهْتَدُوا۟ mereka mendapat petunjuk

they (are) guided
بِهِۦ dengannya

by it,
فَسَيَقُولُونَ maka mereka akan mengatakan

they say,
هَٰذَآ ini

"This
إِفْكٌ kedustaan

(is) a lie
قَدِيمٌ lama

ancient."

Tafsir

Alquran

Surah Al Ahqaaf
46:11

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa perkataan orang-orang musyrik Mekah tentang Alquran dan orang-orang yang beriman tidak benar.
Perkataan itu mereka ucapkan karena beberapa orang yang mereka anggap miskin, bodoh, dan rendah derajatnya seperti ‘Ammar, Suhaib, Ibnu Mas’ud, Bilal, Khabbab, dan lain-lain telah masuk Islam.

Menurut mereka, sesuatu yang benar dan datang dari Tuhan itu harus diakui kebenarannya oleh para bangsawan, orang kaya, orang terpandang dan para pembesar.
Itulah ukuran kebenaran menurut mereka.

Apabila kebenaran itu hanya diakui oleh orang-orang yang rendah derajatnya, miskin, dan rakyat jelata saja, maka kebenaran itu palsu.


Perkataan orang-orang musyrik Mekah itu ialah,
"Sekiranya Alquran yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ mengandung kebajikan, tentulah kita orang-orang terpandang, bangsawan, dan orang-orang terkemuka ini lebih dahulu beriman kepadanya karena lebih mengetahui dan lebih dahulu mengerjakan kebaikan daripada orang-orang yang rendah derajatnya itu.

Sekarang, merekalah yang lebih dahulu beriman daripada kita.
Hal ini dapat kita jadikan bukti bahwa Alquran itu tidak ada nilainya dan tidak mengandung kebajikan sedikit pun.
"


Qatadah berkata,
"Orang-orang musyrik menyatakan, kami lebih perkasa.
Kalau ada suatu kebaikan, tentulah kami yang lebih mengetahuinya.

Karena kami yang lebih mengetahui, tentulah kami yang menentukannya.
Tidak seorang pun yang dapat mendahului kami dalam hal ini.

Sehubungan dengan perkataan mereka itu, turunlah ayat ini."


Menurut satu riwayat, ketika kabilahkabilah Juhainah, Muzainah, Aslam, dan Gifar memeluk agama Islam, Banu ‘Amir, Islam itu suatu kebenaran, tentulah kita tidak didahului oleh penggembala-penggembala hewan itu."


Karena orang-orang musyrik itu telah terkunci hati, pendengaran, dan penglihatannya oleh kedengkian dan hawa nafsu, maka mereka tidak dapat lagi mengambil petunjuk Alquran, dan menuduh bahwa Alquran itu adalah kabar bohong, dongeng orang dahulu, sihir, diada-adakan oleh Muhammad, dan tidak ada artinya sama sekali.
Tuduhan orang-orang musyrik itu diterangkan pula dalam firman Allah:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اِفْكُ ِۨافْتَرٰىهُ وَاَعَانَهٗ عَلَيْهِ قَوْمٌ اٰخَرُوْنَ فَقَدْ جَاۤءُوْ ظُلْمًا وَّزُوْرًا ﴿۴﴾ وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ﴿۵﴾

Dan orang-orang kafir berkata,"(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang- orang lain,"
Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
Dan mereka berkata,
"(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."
(al-Furqan [25]: 4-5)


Menurut ajaran Islam, beriman dan bertakwanya seseorang tidak berhubungan dengan status orang itu apakah ia kaya atau miskin, bangsawan atau budak, penguasa atau rakyat jelata, dan berilmu atau tidak berilmu.
Setiap orang, apa pun jenis bangsa, warna kulit, dan tingkatannya dalam masyarakat dapat menjadi seorang muslim yang beriman dan bertakwa karena pokok iman dan takwa itu adalah kebersihan hati, keinginan mencari kebenaran yang hakiki, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
Dalam sebuah hadis disebutkan:



Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah.
Apabila baik, baik pula seluruh tubuh, dan apabila rusak, rusak pulalah seluruh tubuh.
Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari an-Nu’man bin Basyir)

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang kafir–dengan mengejek dan menyombongkan diri–berkata mengomentari keadaan orang-orang yang beriman,
"Kalau sekiranya Alquran yang dibawa Muhammad itu baik, orang-orang itu tentu tidak akan mendahului kami untuk beriman kepadanya, karena kami adalah orang-orang yang terhormat dan mempunyai akal yang cemerlang."
Dan ketika mereka tidak memperoleh petunjuk Alquran, mereka mengumpat dan mengatakan,
"Ini adalah kebohongan lama dari legenda nenek moyang. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang mendustakan kenabian Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berkata kepada orang-orang yang beriman,
"Andaikata mempercayai apa yang dibawa Muhammad itu lebih baik, kalian tidak akan mendahului kami dalam mempercayainya."
Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengan Alquran ini dan tidak mampu mengambil manfaat dengan kebenaran yang dikandungnya, mereka akan berkata,
"Ini adalah sisa-sisa kebohongan dari orang terdahulu."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman) sehubungan dengan perihal orang-orang yang beriman,


("Kalau sekiranya beriman) kepada Alquran itu


(adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami beriman kepadanya.
Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk) yaitu orang-orang yang mengatakan demikian


(dengannya) tidak mendapat petunjuk dari Alquran


(maka mereka akan berkata, ‘Ini) Alquran ini


(adalah dusta) maksudnya, kebohongan


(yang lama.’")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman,
"Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya."
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 11)


Yakni mereka mengatakan tentang orang-orang yang beriman kepada Alquran bahwa sekiranya Alquran itu baik, tentulah mereka tidak akan mendahului kami dalam beriman kepadanya.
Yang mereka maksudkan adalah Bilal, Ammar, Suhaib, dan Khabbab serta orang-orang mukmin lainnya yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang mukmin yang lemah dan masih menjadi budak.

Tidaklah mereka berpendapat demikian, melainkan mereka mempunyai keyakinan bahwa diri mereka mempunyai kedudukan di mata Allah dan diperhatikan oleh-Nya.
Mereka berpandangan keliru dalam hal ini dan jelas parah kekeliruannya, karena disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian lain (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata,
"Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?"
(QS. Al-An’am [6]: 53)


Yakni mereka merasa heran mengapa orang-orang seperti itu mendapat petunjuk, sedangkan diri mereka tidak.
Karena itulah disebutkan oleh firman berikutnya:

Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya.
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 11)

Adapun golongan ahli sunnah wal jamaah mengatakan tentang semua perbuatan dan ucapan yang tidak terbukti bersumber dari para sahabat berarti hal itu adalah bid’ah.
Karena sesungguhnya seandainya hal itu baik, tentulah mereka mendahului kita beriman kepadanya, karena sesungguhnya tiada suatu perkara kebaikan pun yang mereka biarkan melainkan mereka (para sahabat) bersegera mengerjakannya

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, ‘Ini adalah dusta yang lama."
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 11)

Yakni apa yang terkandung di dalam Alquran itu adalah dusta yang lama.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Al-Quran itu dikutip dan orang-orang dahulu.
Mereka mendiskreditkan Alquran dan orang-orang yang beriman kepadanya.
Hal inilah yang dinamakan sifat takabur yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ melalui sabdanya yang mengatakan:

Menentang perkara yang hak (benar) dan meremehkan orang.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 11

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa kaum musyrikin berkata: “Kami paling mulia, dan kami…, dan kami…, Sekiranya terdapat kebaikan dalam Islam, tentu kamilah yang paling dulu masuk Islam.” Ayat ini (al-Ahqaaf: 11) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari ‘Aun bin Abi Syaddad.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Sa’d yang bersumber dari adl-Dlahak dan al-Hasan bahwa ‘Umar bin al-Khaththab mempunyai sahaya perempuan bernama Zanin.
Ia masuk Islam sebelum ‘Umar., bahkah karena keislamannya itu ‘Umar suka memukulinya sampai bosan.
Kaum kafir Quraisy berkata: “Sekiranya agama Islam itu baik, tentu kami tidak tidak akan terdahului oleh seorang hamba sahaya.” Ayat ini (al-Ahqaaf: 11) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 11

QADIIM
قَدِيم

Ia adalah mubaalaghah ism fa’il mufrad dari kata kerja qadima dan jamaknya qudamaa’atau qudaamaa, mengandung makna, yang kuno atau dahulu kala, salah satu nama dari nama-nama Allah yang bermaksud yang wujud di mana kewujudannya tiada permulaan, lawan dari hadits (yang baru atau sekarang) dan yang abadi.

Al Kafawiberkata,
"Al qadiim adalah ungkapan kepada masa yang tidak wujud sebelumnya sama sekali.
Kadangkala ia dikatakan ke atas tahun yang sudah berlalu.
Ia juga bisa dikatakan kepada yang ada yang kewujudannya bukan dari yang lain dan juga ke atas kewujudan yang kewujudannya tidak didahului dengan ketiadaan, yaitu:
(1).
Al qadiim bil Dzat (maksudnya Allah);
(2).
Al qadiim bil zamaan dan lawannya adalah Al muhdith bil zamaan.

Lafaz Qadiim disebut tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
Yusuf (12), ayat 95;
Yaa Siin (36), ayat 39;
-Al Ahqaf (46), ayat 11.
Di dalam surah Yusuf, Al Qadiim bermakna kesalahan yang terdahulu.

Al Khazin, An Nasafi dan Al Baidawi berkata,
"Sesungguhnya engkau (Ya’qub) benar-benar jauh dari kebenaran yang terdahulu karena terlampau cintakan Yusuf, banyak menyebut namanya, ingin berjumpa dengannya dan tidak pernah melupakannya.

Al Fayruz Abadi berkata: "Sesungguhnya engkau berada pada kesilapan yang dahulu dalam menyebut Yusuf."

Dalam Tafsir Al Azhar ia bermakna kekeliruan yang lama.

Dalam surah Yaa Siin, lafaz ini dikaitkan dengan al ‘urjuun (tandan) dan al qamar (bulan) atau al ‘urjuunil qadiim(tandan yang condong apabila kering).

Al Khalil berkata,
"Asal tandan adalah kuning dan lebar seperti bulan sabit apabila condong." Hal ini menandakan awal bulan yang lain, di mana awal bulan ia kelihatan begitu kecil seperti bulan sabit, kemudian berangsur-angsur menjadi besar, sampai menjadi bulan purnama, kemudian ia berangsur-angsur bertambah kecil seperti bulan sabit kembali, seperti tandan yang kering dan mengecut apabila condong.
Maknanya tandan itu menjadi kecil kembali disebabkan kering dan mengecut dan ini sama seperti bulan yang bermula dengan bentuk bulan sabit dan berakhir dengan bentuk bulan sabit kembali.

Lafaz Al Qadiim dalam surah Al Ahqaf dikaitkan dengan ifk (pembohongan).

Al Qurtubi berkata,
"Maknanya sama dengan asaathiirul awwaliin (dongengan terdahulu) maksudnya "ketika orang kafir tidak mendapat petunjuk dengan Al Qur’an dan mereka tidak pula mengakui siapa yang membawanya maka mereka memusuhinya dan menyandarkannya.
Ia adalah satu pembohongan yang lama."

Dalam Al Asas fi At Tafsir ia bermaksud penipuan yang dahulu yang dinukilkan dari nenek moyang.
Tuduhan pembohongan di sini tidak dilemparkan kepada Rasulullah, tetapi ditujukan kepada kandungan Al Qur’an.

Kesimpulannya, lafaz qadiim di dalam alQuran bermakna yang dahulu atau terdahulu, lama dan tidak berkaitan dengan salah satu nama dari nama-nama Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 449

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudrasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 46:11
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah46
Nama SurahAl Ahqaaf
Arabالَأحقاف
ArtiBukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu66
JuzJuz 26
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat35
Jumlah kata648
Jumlah huruf2668
Surah sebelumnyaSurah Al-Jasiyah
Surah selanjutnyaSurah Muhammad
Sending
User Review
4.2 (20 votes)
Tags:

46:11, 46 11, 46-11, Surah Al Ahqaaf 11, Tafsir surat AlAhqaaf 11, Quran Al Ahqaf 11, AlAhqaf 11, Al-Ahqaf 11, Surah Al Ahqaf ayat 11

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 9 [QS. 71:9]

8-9. Nabi Nuh melanjutkan pengaduannya kepada Allah. Lalu sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan dengan suara yang jelas dan di hadapan umum. Kemudian pada kesempatan lain a … 71:9, 71 9, 71-9, Surah Nuh 9, Tafsir surat Nuh 9, Quran Nuh 9, Surah Nuh ayat 9

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

+

Array

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … UUD 1945 fatwa para ulama hadits ijtihad ijma ‘ulama Benar!

Pendidikan Agama Islam #2

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Al Azhar Al ‘Aziz Al Akhir Al ‘Azim Al Jamii’ Benar!

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekatkan pada kemiskinan Kefakiran mendekatkan kepada kekufuran Kekufuran

Instagram