Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 17 [QS. 51:17]

کَانُوۡا قَلِیۡلًا مِّنَ الَّیۡلِ مَا یَہۡجَعُوۡنَ
Kaanuu qaliilaa minallaili maa yahja’uun(a);
mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
―QS. Adz Dzaariyaat [51]: 17

They used to sleep but little of the night,
― Chapter 51. Surah Adz Dzaariyaat [verse 17]

كَانُوا۟ adalah mereka

They used to
قَلِيلًا sedikit

little
مِّنَ dari/di waktu

of
ٱلَّيْلِ malam

the night
مَا tidak

[what]
يَهْجَعُونَ mereka tidur

sleep.

Tafsir

Alquran

Surah Adz Dzaariyaat
51:17

Tafsir QS. Adz Dzaariyaat (51) : 17. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur di waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud.
Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman bebas dari gangguan siapa pun.

Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya.
Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja.

Oleh karena itu, sebelum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan.
Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah.

Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya.

Tafsir QS. Adz Dzaariyaat (51) : 17. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka selalu tidur sedikit di waktu malam dan sering bangun malam untuk beribadah.
Dan pada akhir malam mereka selalu meminta ampunan Tuhan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka orang yang selalu berbuat baik itu sedikit tidur di waktu malam.
Mereka shalat dengan penuh kekhusyukan dan di akhir malam sebelum terbitnya fajar, mereka meminta ampunan kepada Allah dari dosa mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam) lafal Yahja’uuna artinya mereka tidur, dan lafal Maa adalah Zaidah, sedangkan lafal Yahja’uuna adalah Khabar dari Kaana, dan lafal Qaliilan adalah Zharaf.
Yakni, mereka tidur di malam hari hanya sedikit, karena kebanyakan dipakai untuk salat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kebaikan amal perbuatan mereka melalui firman-Nya:

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17)

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan i’rab kalimat ayat ini, ada dua pendapat di kalangan mereka mengenainya.
Salah satunya menyebutkan bahwa huruf ma adalah nafiyah, artinya mereka sedikit menjalani malam harinya karena mereka tidak tidur.

Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan, bahwa tiada suatu malam pun yang mereka lalui, melainkan mereka mengambil sebagian darinya, walaupun sedikit (untuk mengerjakan salat malam hari).

Qatadah telah meriwayatkan dari Mutarrif ibnu Abdullah, bahwa sedikit sekali malam hari yang mereka lalui, melainkan mereka mengerjakan salat padanya, adakalanya dari permulaannya atau dari tengahnya.

Mujahid mengatakan, sedikit sekali mereka tidur malam hari sampai subuh tanpa mereka jalani salat tahajud.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.
Anas ibnu Malik dan Abul Aliyyah mengatakan bahwa mereka selalu mengerjakan salat (sunat) antara magrib dan salat ‘atamah (Ibnu Jarir.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17)
Mereka jalani salat malam hari dengan keteguhan hati, karenanya mereka tidak tidur di malam hari kecuali hanya sedikit.
Mereka mengerjakannya dengan penuh semangat hingga waktunya memanjang sampai waktu sahur, sehingga bacaan istigfar mereka dilakukan di waktu sahur.

Qatadah mengatakan bahwa Al-Ahnaf ibnu Qais telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17)
Mereka tidak tidur kecuali sedikit.
Kemudian Al-Ahnaf mengatakan bahwa dirinya bukan termasuk ahli ayat ini.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, Al-Ahnaf ibnu Qais pernah mengatakan bahwa ia membandingkan amalnya dengan amal penghuni surga, maka ia menjumpai suatu kaum yang berbeda jauh dengannya.
Mereka adalah kaum yang amal perbuatan kami tidak dapat mencapai tingkatan amal mereka, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
Dan aku (QS. Al-Ahnaf) membandingkan amal perbuatanku dengan amal penghuni neraka, ternyata ia menjumpai mereka adalah kaum yang tiada kebaikan pada diri mereka;
mereka adalah orang-orang yang mendustakan Kitabullah dan rasulrasul Allah, serta mendustakan adanya hari berbangkit sesudah mati.
Dan aku menjumpai orang yang terbaik di antara kami adalah kaum yang mencampur amal saleh dan amal yang buruk.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa seorang lelaki dari Bani Tamim bertanya kepada Ubay r.a.,
"Hai Abu Usamah, ada suatu sifat yang tidak dijumpai di kalangan kami, Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan perihal suatu kaum melalui firman-Nya:
‘Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam’ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 17).
Dan kami, demi Allah, sedikit melakukan salat di malam hari."
Maka Ubay r.a. menjawab,
"Beruntunglah bagi orang yang tidur bila mengantuk dan bertakwa kepada Allah apabila terbangun."

Abdullah ibnu Salam r.a. mengatakan,
"Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, maka orang-orang bersegera menemuinya, dan aku termasuk salah seorang yang datang menemuinya.
Ketika aku melihat wajahnya, ternyata menurut keyakinanku beliau bukanlah seorang yang pendusta.
Dan kalimat yang mula-mula kudengar darinya ialah:

Hai manusia, berilah makan, hubungkanlah tali persaudaraan, sebarkanlah salam, dan salatlah di malam hari pada saat manusia lelap dalam tidurnya, niscaya kalian masuk surga dengan selamat’."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga terdapat gedung-gedung yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luarnya.
Abu Musa Al-Asy’ari r.a. bertanya,
"Wahai Rasulullah, untuk siapakah gedung-gedung itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Untuk orang yang lembut dalam tutur katanya, dan gemar memberi makan (fakir miskin), serta melakukan salat malam harinya karena Allah di saat manusia lelap dalam tidurnya.

Ma’mar mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17)
Bahwa menurut Az-Zuhri dan Al-Hasan, keduanya sering menyebutkan bahwa mereka banyak tidur di malam harinya tanpa mengerjakan salat (sunat malam hari).

Ibnu Abbas r.a. dan Ibrahim An-Nakha’i mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17)
Yakni mereka tidak tidur.


Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 16-17)
Kemudian menganggap firman berikutnya sebagai kalimat baru:
Di waktu sebagian malam mereka tidak tidur dan di waktu akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 17-18)

Pendapat ini jauh dari kebenaran dan dianggap menyimpang.

Unsur Pokok Surah Adz Dzaariyaat (الذاريات)

Surat Adz-Dzariyat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ahqaaf.

Dinamai "Adz-Dzaariyaat" (angin yang menerbangkan), diambil dari perkataan "Adz Dzaa­riyaat" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan angin, mega, bahtera dan malaikat yang menjadi sumber kesejahteraan dan pembawa kemakmuran.
Hal ini mengisyaratkan inayat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Bagaimana keadaan orang-orang yang beriman di dalam syurga sebagai balasan ketaatan bagi orang yang bertakwa.
▪ Manusia dan jin dijadikan Allah untuk beribadat kepada-Nya.
▪ Allah sebagai Maha Pemberi rezeki.
▪ Neraka sebagai balasan bagi orang-orang kafir.

Hukum:

▪ Larangan mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
▪ Perintah berpaling dari orang-orang musyrik yang berkepala batu dan memberikan peringatan dan pengajaran kepada orang-orang mukmin.
▪ Pada harta kekayaan seseorang terdapat hak orang miskin.

Kisah:

Ibrahim `alaihis salam dengan malaikat yang datang ke rumahnya.
Musa `alaihis salam dengan Fir’aun, kaum ‘Aad dan Tsamud.
Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Segala sesuatu diciptakan Allah dengan berpasang-pasangan.
▪ Pada diri manusia sendiri terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Audio

QS. Adz-Dzaariyaat (51) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia

QS. Adz-Dzaariyaat (51) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Adz Dzaariyaat ayat 17 - Gambar 1 Surah Adz Dzaariyaat ayat 17 - Gambar 2
Statistik QS. 51:17
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Adz Dzaariyaat.

Surah Az-Zariyat (Arab: الذاريات ,”Angin Yang Menerbangkan”) adalah surah ke-51 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat.
Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah51
Nama SurahAdz Dzaariyaat
Arabالذاريات
ArtiAngin yang menerbangkan
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu67
JuzJuz 26 & 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat60
Jumlah kata360
Jumlah huruf1546
Surah sebelumnyaSurah Qaf
Surah selanjutnyaSurah At-Tur
Sending
User Review
4.5 (9 votes)
Tags:

51:17, 51 17, 51-17, Surah Adz Dzaariyaat 17, Tafsir surat AdzDzaariyaat 17, Quran adz dzariyat 17, Az Zariyat 17, Surah Az Zariyat ayat 17

▪ adz dzariyat 17
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 16 [QS. 83:16]

16. Setelah terhalang dari rahmat Allah, kemudian sesungguhnya mereka yang ingkar dan berbuat maksiat itu benar-benar masuk neraka yang penuh siksa mengerikan. … 83:16, 83 16, 83-16, Surah Al Muthaffifin 16, Tafsir surat AlMuthaffifin 16, Quran Al-Tatfif 16, Al Tatfif 16, Al Mutafifin 16, Surah Al Mutafifin ayat 16

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 135 [QS. 4:135]

Kalau pada ayat-ayat sebelumnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil terhadap anak-anak yatim dan perempuan-perempuan, dalam ayat ini Allah memerintahkan berbuat adil terhadap semua manusia. Wahai o … 4:135, 4 135, 4-135, Surah An Nisaa’ 135, Tafsir surat AnNisaa 135, Quran AnNisa 135, An-Nisa’ 135, Surah An Nisa ayat 135

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

+

Array

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah … Al Asr Ali Imron An Nasr Ad Duha Al lahab Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … hadits yang diriwayatkan langsung oleh sahabat hadits sahabat nabi hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad Maudhu

Pendidikan Agama Islam #29

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Ibnu Batutah Ibnu Miskawaih Ibnu Sina Al Khawarizmi

Instagram