QS. Adh Dhuhaaa (Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)) – surah 93 ayat 7 [QS. 93:7]

وَ وَجَدَکَ ضَآلًّا فَہَدٰی ۪
Wawajadaka dhaaalan fahada;

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
―QS. 93:7
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Sifat orang munafik
93:7, 93 7, 93-7, Adh Dhuhaaa 7, AdhDhuhaaa 7, AdhDhuha 7, Ad Dhuha 7, Adh Dhuha 7, Ad Duha 7, Ad-Duha 7

Tafsir surah Adh Dhuhaaa (93) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan, bahwa Dia telah mendapatkan Nabi dalam keadaan kebingungan tiada mempunyai suatu ketegasan walaupun menurut keyakinannya sendiri bahwa bangsa Quraisy-pun belum mempunyai pegangan yang tepat.
Ibadat mereka salah dengan menyembah berhala, akidah mereka rusak sehingga Nabi mau beralih kepada agama Yahudi.
Kemudian beliau memperhatikan bangsa Yahudi, mereka bukan pula suatu bangsa yang baik.
Mereka memutar balikkan agama mereka di samping menentang tindakan-tindakan Rasul mereka.
Kemudian beliau beralih memperhatikan agama Nasrani yang dibawa oleh Nabi Isa ‘alaihis salam Beliau dapati keadaan mereka lebih buruk dari keadaan orang-orang Yahudi lalu beliau menghentikan penelitiannya.
Beliau seorang Rasul yang ummi, tidak pandai membaca dan tidak pula tahu menulis.
Maka dengan sendirinya beliau tidak mengetahui apa-apa yang terkandung dalam agama-agama yang terdahulu.

Yang sangat membingungkan Nabi ﷺ.
adalah apa yang dilihatnya di kalangan bangsa Arab sendiri tentang kerendahan akidah mereka, kelemahan pertimbangan mereka disebabkan pengaruh dugaan-dugaan yang salah, kejelekan amal perbuatan mereka dan keadaan mereka yang terpecah-belah dan suka bermusuhan.
Mereka menuju kepada kehancuran karena memakai orang-orang asing yang leluasa bertindak di kalangan mereka yang terdiri dari bangsa Persia, Habasyah dan Romawi.

Jalan apakah yang harus ditempuh untuk membetulkan akidah-akidah mereka untuk membebaskan mereka dari pengaruh adat-istiadat yang buruk itu dan cara bagaimana yang harus dijalankan untuk membangunkan mereka dari tidur yang nyenyak itu?
Pendek kata, Nabi ﷺ.
yakin bahwa kaumnya telah sesat.
Mereka telah menukar agama nenek moyang mereka; Agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam

Umat-umat Nabi lainpun tidak lebih baik keadaan mereka daripada umatnya.
Tetapi walaupun begitu Allah tidak membiarkan Nabi-Nya menjalankan dakwah tanpa bantuan-Nya, bahkan diberikannya wahyu yang menjelaskan kepadanya jalan yang harus ditempuh dalam usaha memperbaiki keadaan kaumnya.
Dalam ayat lain yang hampir bersamaan maksudnya Allah berfirman:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami.
Sebelumnya kamu tidak mengetahui apakah Al Kitab (Alquran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.

(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 52)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bukankah Dia mendapatimu dalam keadaan bingung, tidak ada satu kepercayaan pun di sekitarmu yang dapat memberimu kepuasan, kemudian Dia memberimu petunjuk kepada jalan kebenaran?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung) mengenai syariat yang harus kamu jalankan (lalu Dia memberi petunjuk) Dia menunjukimu kepadanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
(Q.S. Adh-Dhuhaaa [93]: 7)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepada wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami.
Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 52), hingga akhir ayat.

Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sesungguhnya Nabi ﷺ pernah tersesat di lereng-lereng pegunungan Mekah saat ia masih kecil, kemudian ia dapat pulang kembali ke rumahnya.
Menurut pendapat yang lain, sesungguhnya ia pernah tersesat bersama pamannya di tengah jalan menuju ke negeri Syam.
Saat itu Nabi ﷺ mengendarai unta betina di malam yang gelap, lalu datanglah iblis yang menyesatkannya dari jalur jalannya.
Maka datanglah Malaikat Jibril yang langsung meniup iblis hingga terpental jauh sampai ke negeri Habsyah.
Kemudian Jibril meluruskan kembali kendaraanNabi ﷺ ke jalur yang dituju.
Keduanya diriwayatkan oleh Al-Bagawi.


Informasi Surah Adh Dhuhaaa (الضحى‎‎)
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr.

Nama “Adh Dhuhaa” diambil dari kata “Adh Dhuhaa” yang terdapat pada ayat pertama, artinya:
waktu matahari sepenggalahan naik.

Keimanan:

Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan da’wahnya akan bertambah baik dan berkembang
larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut ni’mat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Lain-lain:

Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan da’wahnya akan bertambah baik dan berkembang
larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut ni’mat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Ayat-ayat dalam Surah Adh Dhuhaaa (11 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Adh-Dhuhaaa (93) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Adh-Dhuhaaa (93) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Adh-Dhuhaaa (93) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Adh-Dhuha (93) ayat 1-11 - Indra Aziz (Bahasa Indonesia)
Q.S. Adh-Dhuha (93) ayat 1-11 - Indra Aziz (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Adh-Dhuhaaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 11 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 93:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Adh Dhuhaaa.

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat.
Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya "waktu matahari sepenggalahan naik".

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa ta'ala terhadap Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Nomor Surah 93
Nama Surah Adh Dhuhaaa
Arab الضحى‎‎
Arti Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 11
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 40
Jumlah huruf 165
Surah sebelumnya Surah Al-Lail
Surah selanjutnya Surah Al-Insyirah
4.5
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/93-7









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta