Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Adh Dhuhaaa (Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)) – surah 93 ayat 6 [QS. 93:6]

اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی ۪
Alam yajidka yatiiman fa-aawa;
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
―QS. Adh Dhuhaaa [93]: 6

Did He not find you an orphan and give (you) refuge?
― Chapter 93. Surah Adh Dhuhaaa [verse 6]

أَلَمْ apakah tidak/bukanlah

Did not
يَجِدْكَ Dia mendapatimu

He find you
يَتِيمًا seorang yatim

an orphan
فَـَٔاوَىٰ lalu Dia melindungi

and give shelter?

Tafsir

Alquran

Surah Adh Dhuhaaa
93:6

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat yang pernah diterima Nabi Muhammad dengan mengatakan,
"Bukankah engkau hai Muhammad seorang anak yatim, tidak mempunyai ayah yang bertanggung jawab atas pendidikanmu, menanggulangi kepentingan serta membimbingmu, tetapi Aku telah menjaga, melindungi, dan membimbingmu serta menjauhkanmu dari dosa-dosa perilaku orang-orang Jahiliah dan keburukan mereka, sehingga engkau memperoleh julukan Manusia sempurna."


Nabi ﷺ hidup dalam keadaan yatim karena ayahnya meninggal dunia sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya.

Ketika lahir, Allah memelihara Muhammad ﷺ dengan cara menjadikan kakeknya, Abdul Muththalib, mengasihi dan menyayanginya.
Nabi Muhammad berada dalam asuhan dan bimbingannya sampai Abdul Muththalib wafat, sedang umur Nabi ketika itu delapan tahun.

Dengan meninggalnya Abdul Muththalib, Nabi Muhammad menjadi tanggungan paman beliau, Abu thalib, berdasarkan wasiat dari Abdul Muththalib.
Abu thalib telah mengerahkan semua perhatiannya untuk mengasuh Nabi ﷺ, sehingga beliau meningkat dewasa dan diangkat menjadi rasul.

Setelah Muhammad diangkat menjadi rasul, orang-orang Quraisy memusuhi dan menyakitinya, tetapi Abu thalib terus membelanya dari semua ancaman orang musyrik hingga Abu thalib wafat.


Dengan wafatnya Abu thalib, bangsa Quraisy mendapat peluang untuk menyakiti Nabi dengan perantaraan orang-orang jahat di kalangan mereka yang menyebabkan beliau terpaksa hijrah.


Betapa hebatnya penggemblengan Allah dan asuhan-Nya terhadap Nabi Muhammad.
Biasanya keyatiman seorang anak menjadi sebab kehancuran akhlaknya karena tidak ada pengasuh dan pembimbing yang bertanggung jawab.

Apalagi suasana dan sikap penduduk Mekah lebih dari cukup untuk menyesatkan Nabi ﷺ.
akan tetapi, perlindungan Allah yang sangat rapi dapat mencegah beliau menemani mereka.

Dengan demikian, jadilah beliau seorang pemuda yang sangat jujur, terpercaya, tidak pernah berdusta, dan tidak pernah berlumur dengan dosa orang-orang Jahiliah.

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bukankah Allah mendapatimu dalam keadaan yatim dan membutuhkan seseorang untuk memeliharamu, lalu Dia melindungimu dengan menyerahkan dirimu kepada orang yang dapat mengurusmu dengan baik?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bukankah dulu Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, dan ayahmu meninggal saat kamu berada dalam kandungan ibumu, lalu Dia melindungimu.
Dia mendapatimu tidak mengetahui apa itu kitab dan apa itu iman?
Lalu Dia mengajarimu apa yang tidak engkau ketahui.


Dia memberimu pertolongan untuk melakukan amalamal yang terbaik?
Dia mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberikan rezekimu kepadamu, dan mencukupi dirimu dengan kesederhanaan dan kesabaran?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bukankah Dia mendapatimu) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan


(sebagai seorang yatim) karena ayahmu telah mati meninggalkan kamu sebelum kamu dilahirkan, atau sesudahnya


(lalu Dia melindungimu) yaitu dengan cara menyerahkan dirimu ke asuhan pamanmu Abu Thalib.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 5)

Yakni kelak di negeri akhirat Allah akan memberinya hingga ia merasa puas tentang umatnya dan juga kemuliaan yang telah disediakan oleh Allah untuk dirinya.
Yang antara lain ialah Telaga Kautsar yang kedua tepinya berupa kubah-kubah dari mutiara yang berongga, sedangkan tanahnya bibit minyak kesturi, sebagaimana yang akan diterangkan kemudian.

Imam Abu Amr Al-Auza’i telah meriwayatkan dari Ismail ibnu Abdullah ibnu Abul Muhajir Al-Makhzumi, dari Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ditampakkan kepada Rasulullah ﷺ Apa yang bakal dibukakan buat umatnya sesudah ia tiada perbendaharaan demi perbendaharaan.
Maka beliau merasa senang dengan hal tersebut, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 5)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada beliau ﷺ di dalam surga sejuta gedung, dalam tiap gedung terdapat istri-istri dan para pelayan yang layak baginya.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui jalur Abu Amr Al-Auza’i.
Sanad ini sahih sampai kepada Ibnu Abbas, dan hal yang semisal dengan ini tiada lain kecuali berpredikat mauquf.

As-Saddi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa untuk memuaskan hati Nabi Muhammad ﷺ, Allah tidak akan memasukkan seorang pun dari kalangan ahli baitnya ke dalam neraka.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.
Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hal tersebut ialah syafaat (diizinkan untuk memberi syafaat).
Hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Ja’far Al-Baqir.

Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Hisyam, dari Ali ibnu Saleh, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya kami adalah suatu ahli bait, Allah telah memilihkan akhirat di atas dunia bagi kami.
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman berikutnya bilangan nikmat-nikmat yang telah Dia karuniakan kepada hamba dan Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ:

Bukanlah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 6)

Demikian itu karena ayah beliau wafat sejak beliau masih berada dalam kandungan ibunya.
Menurut pendapat yang lain, ayah beliau wafat ketika beliau baru dilahirkan.
Kemudian ibunya (yaitu Aminah binti Wahb) wafat pula saat beliau berusia enam tahun.
Sesudah itu beliau berada dalam pemeliharaan kakeknya (yaitu Abdul Muttalib) hingga kakeknya wafat saat beliau masih berusia delapan tahun.

Kemudian beliau dipelihara oleh pamannya yang bernama Abu Talib, yang bersikap terus-menerus melindunginya, menolongnya, meninggikan kedudukannya, dan mengagungkannya serta membentenginya dari gangguan kaumnya sesudah Allah mengangkatnya menjadi seorang rasul dalam usia empat puluh tahun.

Perlu diketahui bahwa Abu Talib adalah pengikut agama kaumnya yang menyembah berhalaberhala, dan Nabi ﷺ tidak terpengaruh, yang hal ini tiada lain berkat takdir Allah dan pengaturan-Nya yang baik.
Dan ketika Abu Talib meninggal dunia sebelum Nabi ﷺ akan melakukan hijrah dalam waktu yang tidak lama, maka orang-orang yang kurang akalnya dan orang-orang yang bodoh dari kalangan kaum Quraisy mulai berani mengganggunya.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala memilihkan hijrah baginya dari kalangan mereka menuju negeri kaum Aus dan Khazraj, sebagaimana yang telah digariskan oleh suratan takdir-Nya yang lengkap lagi sempurna.
Ketika beliau ﷺ sampai di negeri mereka, mereka memberinya tempat, menolongnya, melindunginya, dan membelanya dengan jiwa dan harta mereka;
semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka semuanya.
Dan semuanya itu berkat pemeliharaan dan penjagaan serta perhatian dari Allah kepada Nabi ﷺ

Unsur Pokok Surah Ad-Dhuha (الضحى‎‎)

Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr.

Nama "Adh Dhuhaa" diambil dari kata "Adh Dhuhaa" yang terdapat pada ayat pertama, artinya:
waktu matahari sepenggalahan naik.

Keimanan:

▪ Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ , isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan dakwahnya akan bertambah baik dan berkembang.
▪ Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Ayat-ayat dalam Surah Adh Dhuhaaa (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia

QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad-Dhuha ayat 6 - Gambar 1 Surah Ad-Dhuha ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 93:6
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ad-Dhuha.

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat.
Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik”.

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Nomor Surah93
Nama SurahAd-Dhuha
Arabالضحى‎‎
ArtiWaktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu11
JuzJuz 30
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat11
Jumlah kata40
Jumlah huruf165
Surah sebelumnyaSurah Al-Lail
Surah selanjutnyaSurah Al-Insyirah
Sending
User Review
4.6 (16 votes)
Tags:

93:6, 93 6, 93-6, Surah Adh Dhuhaaa 6, Tafsir surat AdhDhuhaaa 6, Quran AdhDhuha 6, Ad Dhuha 6, Adh Dhuha 6, Ad Duha 6, Ad-Duha 6, Surah Ad Dhuha ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 124 [QS. 9:124]

Setelah dijelaskan kebolehan orang mukmin memerangi orang yang melakukan penyerangan, lalu dijelaskan perbedaan antara orang munafik dengan orang yang beriman apabila mendengar bacaan AlQur’an. Dan ap … 9:124, 9 124, 9-124, Surah At Taubah 124, Tafsir surat AtTaubah 124, Quran At-Taubah 124, Surah At Taubah ayat 124

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 43 [QS. 24:43]

43. Salah satu bukti bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah adalah kuasa-Nya mengatur hujan yang airnya bermula dari laut dan sungai di darat, kemudian menguap, lalu turun kembali ke darat. Tid … 24:43, 24 43, 24-43, Surah An Nuur 43, Tafsir surat AnNuur 43, Quran An Nur 43, An-Nur 43, Surah An Nur ayat 43

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan … orang-orang kafir yang membantai orang

Pendidikan Agama Islam #24

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … isti’adzah dan basmalah isti’adzah hamdalah basmalah ta’awudz Benar! Kurang tepat! Penjelasan: Isti’adzah atau

Pendidikan Agama Islam #5

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … aku yang paling benar kebenaran seperti yang kamu inginkan bahwa kita hidup di

Instagram