Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Adh Dhuhaaa (Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)) – surah 93 ayat 5 [QS. 93:5]

وَ لَسَوۡفَ یُعۡطِیۡکَ رَبُّکَ فَتَرۡضٰی ؕ
Walasaufa yu’thiika rabbuka fatardha;
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
―QS. Adh Dhuhaaa [93]: 5

Daftar isi

And your Lord is going to give you, and you will be satisfied.
― Chapter 93. Surah Adh Dhuhaaa [verse 5]

وَلَسَوْفَ dan sungguh kelak

And soon
يُعْطِيكَ memberikan kepadamu

will give you
رَبُّكَ Tuhanmu

your Lord
فَتَرْضَىٰٓ maka kamu jadi puas

then you will be satisfied.

Tafsir Quran

Surah Adh Dhuhaaa
93:5

Tafsir QS. Ad-Duha (93) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad, bahwa Dia akan terus-menerus melimpahkan anugerah-Nya kepada beliau, sehingga beliau menjadi senang dan bahagia.
Di antara pemberian-Nya itu ialah turunnya wahyu terus-menerus setelah itu sebagai petunjuk bagi Nabi ﷺ dan umatnya untuk mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan hari akhirat.

Dia akan memenangkan agama yang dibawa Nabi Muhammad atas seluruh agama lainnya dan Dia akan mengangkat kedudukannya di atas kedudukan manusia seluruhnya.

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Aku bersumpah pula bahwa Tuhanmu pasti akan memberikan kebaikan dunia dan akhirat sampai kamu merasa puas.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh negeri akhirat itu lebih bagimu daripada negeri dunia.
Kelak pasti Tuhanmu akan memberikan kepadamu, wahai Nabi, berbagi macam kenikmatan di akhirat lalu engkau ridha dengan hal itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kelak Rabbmu pasti memberimu) di akhirat berupa kebaikan-kebaikan yang berlimpah ruah


(lalu kamu menjadi puas) dengan pemberian itu.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kalau begitu mana mungkin aku puas, sedangkan seseorang di antara umatku masih berada di neraka."
Sampai di sini selesailah Jawab Qasam, yaitu dengan kedua kalimat yang dinisbatkan sesudah dua kalimat yang dinafikan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Ad-Duha [93]: 5)

Yakni kelak di negeri akhirat Allah akan memberinya hingga ia merasa puas tentang umatnya dan juga kemuliaan yang telah disediakan oleh Allah untuk dirinya.
Yang antara lain ialah Telaga Kautsar yang kedua tepinya berupa kubah-kubah dari mutiara yang berongga, sedangkan tanahnya bibit minyak kesturi, sebagaimana yang akan diterangkan kemudian.

Imam Abu Amr Al-Auza’i telah meriwayatkan dari Ismail ibnu Abdullah ibnu Abul Muhajir Al-Makhzumi, dari Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ditampakkan kepada Rasulullah ﷺ Apa yang bakal dibukakan buat umatnya sesudah ia tiada perbendaharaan demi perbendaharaan.
Maka beliau merasa senang dengan hal tersebut, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Ad-Duha [93]: 5)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada beliau ﷺ di dalam surga sejuta gedung, dalam tiap gedung terdapat istri-istri dan para pelayan yang layak baginya.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui jalur Abu Amr Al-Auza’i.
Sanad ini sahih sampai kepada Ibnu Abbas, dan hal yang semisal dengan ini tiada lain kecuali berpredikat mauquf.

As-Saddi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa untuk memuaskan hati Nabi Muhammad ﷺ, Allah tidak akan memasukkan seorang pun dari kalangan ahli baitnya ke dalam neraka.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.
Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hal tersebut ialah syafaat (diizinkan untuk memberi syafaat).
Hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Ja’far Al-Baqir.

Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Hisyam, dari Ali ibnu Saleh, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya kami adalah suatu ahli bait, Allah telah memilihkan akhirat di atas dunia bagi kami.
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman berikutnya bilangan nikmat-nikmat yang telah Dia karuniakan kepada hamba dan Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ:

Bukanlah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
(QS. Ad-Duha [93]: 6)

Demikian itu karena ayah beliau wafat sejak beliau masih berada dalam kandungan ibunya.
Menurut pendapat yang lain, ayah beliau wafat ketika beliau baru dilahirkan.
Kemudian ibunya (yaitu Aminah binti Wahb) wafat pula saat beliau berusia enam tahun.
Sesudah itu beliau berada dalam pemeliharaan kakeknya (yaitu Abdul Muttalib) hingga kakeknya wafat saat beliau masih berusia delapan tahun.

Kemudian beliau dipelihara oleh pamannya yang bernama Abu Talib, yang bersikap terus-menerus melindunginya, menolongnya, meninggikan kedudukannya, dan mengagungkannya serta membentenginya dari gangguan kaumnya sesudah Allah mengangkatnya menjadi seorang rasul dalam usia empat puluh tahun.

Perlu diketahui bahwa Abu Talib adalah pengikut agama kaumnya yang menyembah berhala-berhala, dan Nabi ﷺ tidak terpengaruh, yang hal ini tiada lain berkat takdir Allah dan pengaturan-Nya yang baik.
Dan ketika Abu Talib meninggal dunia sebelum Nabi ﷺ akan melakukan hijrah dalam waktu yang tidak lama, maka orang-orang yang kurang akalnya dan orang-orang yang bodoh dari kalangan kaum Quraisy mulai berani mengganggunya.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala memilihkan hijrah baginya dari kalangan mereka menuju negeri kaum Aus dan Khazraj, sebagaimana yang telah digariskan oleh suratan takdir-Nya yang lengkap lagi sempurna.
Ketika beliau ﷺ sampai di negeri mereka, mereka memberinya tempat, menolongnya, melindunginya, dan membelanya dengan jiwa dan harta mereka;
semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka semuanya.
Dan semuanya itu berkat pemeliharaan dan penjagaan serta perhatian dari Allah kepada Nabi ﷺ

Unsur Pokok Surah Ad-Dhuha (الضحى‎‎)

Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr.

Nama "Adh Dhuhaa" diambil dari kata "Adh Dhuhaa" yang terdapat pada ayat pertama, artinya:
waktu matahari sepenggalahan naik.

Keimanan:

▪ Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ , isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan dakwahnya akan bertambah baik dan berkembang.
▪ Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Ayat-ayat dalam Surah Adh Dhuhaaa (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia



QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad-Dhuha ayat 5 - Gambar 1 Surah Ad-Dhuha ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 93:5
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ad-Dhuha.

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat.
Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik”.

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Nomor Surah 93
Nama Surah Ad-Dhuha
Arab الضحى‎‎
Arti Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 11
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 40
Jumlah huruf 165
Surah sebelumnya Surah Al-Lail
Surah selanjutnya Surah Al-Insyirah
Sending
User Review
4.5 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

93:5, 93 5, 93-5, Surah Adh Dhuhaaa 5, Tafsir surat AdhDhuhaaa 5, Quran AdhDhuha 5, Ad Dhuha 5, Adh Dhuha 5, Ad Duha 5, Ad-Duha 5, Surah Ad Dhuha ayat 5

Video Surah

93:5


Load More

Ayat Pilihan

Berinfaqlah kepada orang fakir karena berjuang di jalan Allah sehingga tidak sempat mencari nafkah.
Atau karena mereka terluka di medan perang yang membuat tidak bisa bekerja.
QS. Al-Baqarah [2]: 273

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran,
maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 280

Mahasuci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan–jantan & betina–baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan,
diri mereka sendiri & hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia.
QS. Ya Sin [36]: 36

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Kamus Istilah Islam

Mazmur

Apa itu Mazmur? Mazmur adalah nyanyian atau syair puji-pujian yang biasa dilantunkan oleh para nabi yang dipakai dalam ibadat di Bait Suci di Yerusalem dan upacara kerajaan pada masa Israel Kuno, kumpulan-kumpulannya terdapat pada Perjanjian Lama di dalam Alkitab. Kitab Perjanjian Lama adalah bagian dari Alkitab orang Kristen sehingga diwarisi hingga sekarang dala … •

Hasan bin Ali

Siapa itu Hasan bin Ali? Al-Hasan bin ‘Ali adalah putra Ali bin Abi Thalib dan Fatima Zahra dan cucu dari Nabi. Dia adalah Imam kedua Syiah dan nenek moyang ibu dari Dua Belas Imam, dari Muhammad al-Baqir hingga Muhammad al-Mahdi, serta para Imam Ismailiyah. Muslim, terutama Syiah, menyebutnya sebagai Imam Hasan Mojtaba. Nama panggilanny … • Hassan ibn Ali bin Abi Talib, Hasan ibn Ali

Ibnu Sina

Siapa itu Ibnu Sina? Ibnu Sina dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia . Ia juga seorang penulis yang produktif yang sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan kedokteran. Bagi banyak orang, dia adalah “Bapak Kedokteran Modern”. Karyanya yang sangat terkenal adalah al- … • Avicenna