Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Adh Dhuhaaa (Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)) – surah 93 ayat 10 [QS. 93:10]

وَ اَمَّا السَّآئِلَ فَلَا تَنۡہَرۡ
Wa-ammaassaa-ila falaa tanhar;
Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
―QS. Adh Dhuhaaa [93]: 10

Daftar isi

And as for the petitioner, do not repel (him).
― Chapter 93. Surah Adh Dhuhaaa [verse 10]

وَأَمَّا dan adapun

And as for
ٱلسَّآئِلَ orang minta-minta

one who asks,
فَلَا maka jangan

then (do) not
تَنْهَرْ kamu menghardik

repel,

Tafsir Quran

Surah Adh Dhuhaaa
93:10

Tafsir QS. Ad-Duha (93) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar orang-orang yang meminta sesuatu kepadanya jangan ditolak dengan kasar dan dibentak, malah sebaliknya diberi sesuatu atau ditolak secara halus.
Ada pendapat bahwa yang dimaksud dengan kata as-sa’il adalah orang yang memohon petunjuk, maka hendaknya pemohon ini dilayani dengan lemah lembut sambil memenuhi permohonannya.

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila hal ini yang Allah lakukan terhadapmu, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang kepada anak yatim, jangan mengusir orang yang meminta-minta dengan kekerasan, dan sebutlah nikmat Tuhanmu sebagai rasa syukur kepada Allah dan juga untuk menunjukkan nikmat-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau memperlakukannya dengan buruk.
Sedangkan terhadap orang yang minta-minta, janganlah engkau menghardiknya.


Akan tetapi berilah ia makan dan penuhilah kebutuhannya.
Adapun terhadap nikmat Tuhanmu yang diberikan kepadamu, sebut-sebutkanlah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya) membentaknya karena dia miskin.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat selanjutnya berfirman:

Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
(QS. Ad-Duha [93]: 9)

Yakni sebagaimana engkau dahulu seorang yang yatim, lalu Allah melindungimu, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim.
Yakni janganlah kamu menghina, membentak, dan merendahkannya;
tetapi perlakukanlah dia dengan baik, dan kasihanilah dia.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa jadilah engkau terhadap anak yatim sebagai seorang ayah yang penyayang.

Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya.
(QS. Ad-Duha [93]: 10)

Yaitu sebagaimana engkau dahulu dalam keadaan kebingungan, lalu Allah memberimu petunjuk, maka janganlah kamu menghardik orang yang meminta ilmu yang benar kepadamu dengan permintaan yang sesungguhnya.


Ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan terhadap orang yang minta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya.
(QS. Ad-Duha [93]: 10)
Maksudnya, janganlah kamu bersikap sewenang-wenang, jangan sombong, jangan berkata kotor, dan jangan pula bersikap kasar terhadap orang-orang yang lemah dari hamba-hamba Allah.


Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna yang dimaksud ialah bila menolak orang miskin lakukanlah dengan sikap kasih sayang dan lemah lembut.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
(QS. Ad-Duha [93]: 11)

Yakni sebagaimana engkau dahulu orang yang kekurangan lagi banyak tanggungannya,’lalu Allah menjadikanmu berkecukupan, maka syukurilah nikmat Allah yang diberikan kepadamu itu.
Sebagaimana yang disebutkan dalam doa yang di-ma’sur dari Nabi ﷺ seperti berikut:

Dan jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri nikmat-Mu dan memanjatkan pujian kepada-Mu karenanya serta menerimanya, dan sempurnakanlah nikmat itu kepada kami.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Iyas Al-Jariri, dari Abu Nadrah yang mengatakan bahwa dahulu orang-orang muslim memandang bahwa termasuk mensyukuri nikmat-mkmat Allah ialah dengan menyebut-nyebutnya (mensyukurinya dengan lisan).

Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari Anas, bahwa Kaum Muhajirin bertanya,
"Wahai Rasulullah, orang-orang Ansar telah memborong semua pahala."
Maka Nabi ﷺ menjawab:

Tidak, selama kalian mendoakan mereka kepada Allah dan memuji sikap baik mereka.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi’ ibnu Muslim, dari Muhammad ibnu Ziyad, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada (kebaikan) orang lain.

Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Muhammad, dari Ibnul Mubarak, dari Ar-Rabi’ ibnu Muslim, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Abu Daud mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Jarrah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Barang siapa yang mendapat suatu cobaan (yang baik), lalu ia menyebutnya, berarti dia telah mensyukurinya;
dan barang siapa yang menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkarinya.

Imam Abu Daud meriwayatkan hadis ini secara munfarid (tunggal).

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah menceritakan kepada kami Imarah ibnu Gaziyyah, telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari kalangan kaumku, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang diberi suatu pemberian, lalu ia mempunyai sesuatu untuk membalasnya, maka balaslah pemberian itu.
Dan jika ia tidak mempunyai sesuatu untuk membalasnya, maka hendaklah ia memuji pemberinya.
Maka barang siapa yang memuji pemberinya, berarti telah mensyukurinya;
dan barang siapa yang menyembunyikannya (tidak menyebutnya), berarti dia telah mengingkarinya.

Abu Daud mengatakan bahwa dan Yahya ibnu Ayyub meriwayatkannya dari Imarah ibnu Gaziyyah, dari Syurahbil, dari Jabir;
mereka tidak mau menyebut nama Syurahbil karena mereka tidak suka kepadanya.
Abu Daud meriwayatkan hadis ini secara munfarid (tunggal).

Mujahid mengatakan bahwa nikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah kenabian yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi-Nya.
Yakni syukurilah kenabian yang telah diberikan Tuhanmu kepadamu.
Menurut riwayat yang lain, nikmat yang dimaksud adalah Alquran.

Lais telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Al-Hasan ibnu Ali sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
(QS. Ad-Duha [93]: 11)
Yakni kebaikan apapun yang telah kamu kerjakan, maka ceritakanlah hal itu kepada saudara-saudaramu.

Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu berupa nikmat, kemuliaan dan kenabian, hendaklah engkau menyebut-nyebutnya dan ceritakanlah kepada orang lain dan serulah (mereka) kepadanya.
Muhammad ibnu Ishaq melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah ﷺ menceritakan karunia kenabian yang telah diterima olehnya itu kepada orang-orang yang telah beliau percayai dari kalangan keluarganya secara diam-diam.
Lalu difardukanlah ibadah salat kepadanya, maka beliau mengerjakannya.

Unsur Pokok Surah Ad-Dhuha (الضحى‎‎)

Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr.

Nama "Adh Dhuhaa" diambil dari kata "Adh Dhuhaa" yang terdapat pada ayat pertama, artinya:
waktu matahari sepenggalahan naik.

Keimanan:

▪ Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ , isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan dakwahnya akan bertambah baik dan berkembang.
▪ Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Ayat-ayat dalam Surah Adh Dhuhaaa (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia



QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad-Dhuha ayat 10 - Gambar 1 Surah Ad-Dhuha ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 93:10
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ad-Dhuha.

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat.
Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik”.

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Nomor Surah 93
Nama Surah Ad-Dhuha
Arab الضحى‎‎
Arti Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 11
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 40
Jumlah huruf 165
Surah sebelumnya Surah Al-Lail
Surah selanjutnya Surah Al-Insyirah
Sending
User Review
4.2 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

93:10, 93 10, 93-10, Surah Adh Dhuhaaa 10, Tafsir surat AdhDhuhaaa 10, Quran AdhDhuha 10, Ad Dhuha 10, Adh Dhuha 10, Ad Duha 10, Ad-Duha 10, Surah Ad Dhuha ayat 10

Video Surah

93:10


More Videos

Ayat Pilihan

Musa berdoa:
“Ya Tuhanku,
ampunilah aku & saudaraku & masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
QS. Al-A’raf [7]: 151

Dan terhadap dua orang yang lakukan perbuatan keji di antara kamu,
maka berilah hukuman kepada keduanya,
lalu jika keduanya bertaubat & memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang
QS. An-Nisa’ [4]: 16

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka.
Dan Allah adalah Maha Kuasa.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Al-Mumtahanah [60]: 7

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
QS. Al-Mu’minun [23]: 18

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Correct! Wrong!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Correct! Wrong!

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Correct! Wrong!

+

Array

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kamus Istilah Islam

Kufur

Apa itu Kufur? Kufur adalah salah perbuatan manusia, baik secara lahiriyah maupun secara batiniyah yang bisa menyebabkan hilangnya atau gugurnya keimanan seseorang. Kufur kalau ditinjau dari segi huk...

mumayiz

Apa itu mumayiz? mu.ma.yiz sudah dapat membedakan sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk … •

Ats-Tsiqatul Jalil

Apa itu Ats-Tsiqatul Jalil? Ats-Tsiqatul Jalil adalah istilah untuk seorang yang mulia dan dapat dipercaya. … • Tsiqatul Jalil, Tsiqatul, Jalil