Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Adh Dhuhaaa (Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)) - surah 93 ayat 1 [QS. 93:1]

وَ الضُّحٰی ۙ
Wadh-dhuha;
Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
―QS. Adh Dhuhaaa [93]: 1

Daftar isi

By the morning brightness
― Chapter 93. Surah Adh Dhuhaaa [verse 1]

وَٱلضُّحَىٰ demi matahari naik

By the morning brightness,

Tafsir Quran

Surah Adh Dhuhaaa
93:1

Tafsir QS. Ad-Duha (93) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri.

Tafsir QS. Adh Dhuhaaa (93) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi waktu naiknya matahari dan waktu kerja.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi waktu dhuha.
Yang dimaksud dengannya adalah seluruh waktu siang.


Dia juga bersumpah demi malam saat sunyi dari (kebisingan) makhluk dan sangat gelap.
Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk-Nya yang dikehendaki-Nya.


Adapun makhluk, ia tidak boleh bersumpah dengan selain sang Penciptanya, karena bersumpah dengan selain Allah adalah syirik.
Wahai Rasul, tidaklah Tuhanmu meninggalkanmu dan tidak pula benci dengan menangguhkan turunnya wahyu kepadamu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari, atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-Aswad ibnu Qais yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Jundub menceritakan bahwa Nabi ﷺ mengalami sakit selama satu atau dua malam hingga beliau tidak melakukan qiyamul lail.
Maka datanglah kepadanya seorang wanita dan berkata,
"Hai Muhammad, menurut hematku setanmu itu tiada lain telah meninggalkanmu,"
maksudnya malaikat yang membawa wahyu kepadanya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 1-3)


Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Turmuzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Abu Hatim, dan Imam Ibnu Jarir telah meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Al-Aswad ibnu Qais, dari Jundub ibnu Abdullah Al-Bajali yang juga dikenal pula dengan Al-Alaqi dengan sanad yang sama.
Menurut riwayat Sufyan ibnu Uyaynah, dari Al-Aswad ibnu Qais, disebutkan bahwa ia pernah mendengar Jundub mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang terlambat kepada Rasulullah ﷺ, maka orang-orang musyik mengatakan,
"Muhammad ditinggalkan oleh Tuhannya."
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 1-3)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj dan Amr ibnu Abdullah Al-Audi, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepadaku Sufyan, telah menceritakan kepadaku Al-Aswad ibnu Qais;
ia pernah mendengar Jundub mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah dilempar dengan batu hingga mengenai jari tangannya sampai berdarah, maka beliau mengucapkan kalimat berikut:
Tiadalah engkau selain dari jari tangan yang berdarah, di jalan Allah padahal engkau mengalaminya.

Lalu Rasulullah ﷺ tinggal selama dua atau tiga malam tanpa mengerjakan qiyamul lail (salat sunat malam hari).
Maka ada seorang wanita (musyrik) yang berkata kepadanya,
"Menurutku tiada lain setanmu telah meninggalkanmu."
Maka turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 1-3)

Menurut konteks hadis yang ada pada Abu Sa’id, suatu pendapat mengatakan bahwa wanita tersebut adalah Jamil, istri Abu Lahab.
Disebutkan pula bahwa jari tangan beliau ﷺ terluka.
Dan mengenai sabdaNabi ﷺ di atas bertepatan dengan wazan syair telah disebutkan di dalam kitab Sahihain.
Akan tetapi, hal yang aneh dalam hadis ini ialah luka di ibu jari itu menjadi penyebab beliau ﷺ meninggalkan qiyamul lailnya dan juga menjadi turunnya surat ini.

Adapun menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abusy Syawarib, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritaka’n kepada kami Sulaiman Asy-Syaibani, dari Abdullah ibnu Syaddad, bahwa Siti Khadijah berkata kepada Nabi ﷺ,
"Menurut hemat saya, Tuhanmu telah meninggalkan kamu."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 1-3)

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang terlambat kepada Nabi ﷺ Maka nabi ﷺ merasa sangat gelisah karenanya, lalu Siti Khadijah mengatakan,
"Sesungguhnya aku melihat Tuhanmu telah meninggalkan kamu, karena aku melihat kegelisahanmu yang berat."
Urwah melanjutkan kisahnya, bahwa maka turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Demi waktu matahari sepenggalah naik dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 1-3)
hingga akhir surat.

Maka sesungguhnya hadis ini berpredikat mursal dari kedua jalur tersebut.
Barangkali penyebutan Khadijah bukanlah berdasarkan hafalan, atau memang dia terlibat dan mengatakannya dengan nada menyesal dan bersedih hati;
hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Sebagian ulama Salaf —antara lain Ibnu Ishaq— menyebutkan, bahwa surat inilah yang disampaikan oleh Jibrilalaihis salam kepada Nabi ﷺ ketika Jibrilalaihis salam menampakkan rupa aslinya kepada Nabi ﷺ dan datang mendekatinya, lalu turun menuju kepada beliau ﷺ yang saat itu beliau sedang berada di Lembah Abtah, seperti yang disebutkan firman-Nya:
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
(QS. An-Najm [53]: 10)

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa saat itulah Jibril menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ surat ini yang diawali oleh firman-Nya:
Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
(QS. Ad-Duha [93]: 1 -2)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah diturunkan kepada Nabi ﷺ permulaan wahyu Alquran, maka Jibril datang terlambat beberapa hari dari Nabi ﷺ sehingga roman muka beliau ﷺ berubah sedih karenanya.
Dan orang-orang musyrik mengatakan,
"Dia telah ditinggalkan oleh Tuhannya dan dibenci."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(QS. Ad-Duha [93]: 3)
Ini merupakan sumpah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan menyebut waktu duha dan cahaya yang Dia ciptakan padanya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Adh Dhuhaaa (93) Ayat 1

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) dan lain-lain yang bersumber dari Jundub bahwa Rasulullah ﷺ merasa kurang enak badan sehingga beliau tidak shalat malam selama satu atau dua malam.
Seorang wanita datang kepada beliau seraya berkata,
“Hai Muhammad, aku melihat setanmu (yang ia maksud adalah malaikat Jibril) telah meninggalkan engkau.” Maka Allah menurunkan ayat ini (1-3) yang menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan Muhammad dan tidak membencinya.

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dan al-Faryabi, yang bersumber dari Jundub bahwa Jibril untuk beberapa lama tidak datang kepada Nabi ﷺ Berkatalah kaum musyrikin: “Muhammad telah ditinggalkan.” Maka turunlah ayat-ayat ini (adh-Dhuhaa 1-3) yang membantah ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Zaid bin Arqam bahwa berhari-hari Rasulullah ﷺ tidak didatangi Jibril.
Berkatalah ummu Jamil, istri Abu Lahab: “Aku berkesimpulan bahwa sahabatmu (Jibril) telah meninggalkan engkau dan marah kepadamu.” Maka turunlah ayat-ayat ini (1-3) yang membantah anggapan ummu Jamil ini.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrani, Ibnu Abi Syaibah di dalam Musnadnya, al-Wahidi, dan lain-lain, dengan sanad yang diantaranya ada perawi yang tidak dikenal, dari Hafsh bin Maisarah al-Quraisy, dari ibunya, yang bersumber dari ibunya, yaitu Khaulah (nenek Hafsh), bahwa seekor anak anjing masuk ke rumah Rasulullah ﷺ dan tinggal di bawah ranjang beliau hingga mati.

Ketika itu selama empat hari, Rasulullah ﷺ tidak menerima wahyu.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Hai Khaulah, ada apa di rumahku ini sehingga Jibril tidak datang kepadaku?” Khaulah berkata: “Ketika aku membersihkanrumah dan menyapunya, dari bawah ranjang seekor anak anjing yang sudah mati tersapu olehku, kemudian aku mengeluarkannya.” Ketika itu aku melihat Rasulullah ﷺ gemetar kedinginan padahal beliau mengenakan jubah-sebagaimana biasanya beliau suka gemetar manakala turun wahyu”.
Pada waktu itulah turun ayat-ayat ini (adh-Dhuha 1-5)
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar, kisah lambatnya Jibril turun yang disebabkan anak anjing itu masyhur.
Akan tetapi sangatlah gharib bila dijadikan sebagai sebab turunnya ayat itu, bahkan ganjil dan terbantahlah oleh riwayat yang termaktub di dalam kitab Shahihul Bukhari.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdulallah bin Syaddad bahwa Khadijah berkata: “Barangkali Rabbmu marah kepadamu.” Ayat-ayat ini (1-5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Urwah bahwa Jibril lama tidak datang kepada Nabi ﷺ sehingga beliau merasa sangat cemas.
Khadijah berkata: “Bila melihat kecemasanmu, aku kira Rabbmu benar-benar marah kepadamu.” Ayat adh-Dhuha 1-3 turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Kedua riwayat Ibnu Jarir di atas mursal, akan tetapi rawi-rawinya tsiqat (kuat).
Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa kedua riwayat itu (riwayat al-Hakim dan Ibnu Jarir) jelas, yaitu dari Ummu Jamil untuk menyatakan dendam kesumatnya, dan Khadijah ungkapan turut bersedih dan cemas.

Diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, ath-Thabarani, dll, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa dijanjikan kepada Nabi ﷺ kemenangan bagi umatnya, sehingga beliau pun merasa gembira karenanya.
Ayat ini adh-Dhuha ayat 5 turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan ole hath-Thabarani di dalam kitab al-Ausath, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, isnad hadits ini hasan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Diperlihatkan kepadaku kemenangan-kemenangan yang akan diperoleh umatku sesudah aku (meninggal), sehingga aku pun merasa sangat gembira.” Maka turunlah ayat ini (adh-Dhuhaa: 4) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Ad-Dhuha (الضحى‎‎)

Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr.

Nama "Adh Dhuhaa" diambil dari kata "Adh Dhuhaa" yang terdapat pada ayat pertama, artinya:
waktu matahari sepenggalahan naik.

Keimanan:

▪ Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ , isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan dakwahnya akan bertambah baik dan berkembang.
▪ Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur.

Ayat-ayat dalam Surah Adh Dhuhaaa (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia



QS. Adh-Dhuhaaa (93) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad-Dhuha ayat 1 - Gambar 1 Surah Ad-Dhuha ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 93:1
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Ad-Dhuha.

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat.
Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik”.

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Nomor Surah 93
Nama Surah Ad-Dhuha
Arab الضحى‎‎
Arti Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 11
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 40
Jumlah huruf 165
Surah sebelumnya Surah Al-Lail
Surah selanjutnya Surah Al-Insyirah
Sending
User Review
4.9 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

93:1, 93 1, 93-1, Surah Adh Dhuhaaa 1, Tafsir surat AdhDhuhaaa 1, Quran AdhDhuha 1, Ad Dhuha 1, Adh Dhuha 1, Ad Duha 1, Ad-Duha 1, Surah Ad Dhuha ayat 1

Video Surah

93:1


More Videos

Ayat Pilihan

Kami ciptakan manusia dari nutfah yang miliki berbagai unsur.
Lalu Kami uji dengan berbagai perintah & larangan.
Karena itu ia Kami jadikan memiliki pendengaran & penglihatan agar dapat mendengar ayat & menyaksikan bukti kekuasaan Kami
QS. Al-Insan [76]: 2

Dia Pencipta langit & bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.
Dia menciptakan segala sesuatu,
dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-An’am [6]: 101

Apa mereka tak berjalan di muka bumi lalu mereka punya hati yang dengan itu mereka dapat MEMAHAMI atau punya telinga yang dengan itu mereka dapat MENDENGAR?
Karena sungguh bukan mata itu yang buta, tapi yang buta, ialah HATI dalam dada
QS. Al-Hajj [22]: 46

Kami telah berikan wahyu padamu sebagaimana Kami telah berikan wahyu kepada Nuh & nabi yang kemudiannya,
dan Kami telah berikan wahyu (pula) kepada Ibrahim,
Isma’il, Ishak,
Ya’qub & anak cucunya,
Isa, Ayyub, Yunus, Harun & Sulaiman
QS. An-Nisa’ [4]: 163

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

zakat fitrah

Apa itu zakat fitrah? zakat yang wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali berupa makanan pokok sehari-hari … •

Khadijah binti Khuwailid

Siapa itu Khadijah binti Khuwailid? Khadijah binti Khuwailid’ merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadij...

Ustaz

Apa itu Ustaz? Ustaz atau sering dieja Ustad dan Ustadz ; adalah kata dalam bahasa Indonesia yang bermakna pendidik. Kata ini diserap dari bahasa Arab dan Bahasa Persia dari kata, pelafalan dan makna...