QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 53 [QS. 44:53]

یَّلۡبَسُوۡنَ مِنۡ سُنۡدُسٍ وَّ اِسۡتَبۡرَقٍ مُّتَقٰبِلِیۡنَ
Yalbasuuna min sundusin wa-istabraqin mutaqaabiliin(a);

mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan,
―QS. 44:53
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
44:53, 44 53, 44-53, Ad Dukhaan 53, AdDukhaan 53, AdDukhan 53, Ad Dukhan 53, Ad-Dukhan 53

Tafsir surah Ad Dukhaan (44) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Sebagai perbandingan antara pahala yang diperoleh orang-orang yang beriman dengan azab yang diterima oleh orang-orang kafir, maka dalam ayat-ayat berikut digambarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang diperoleh oleh orang-orang yang beriman.
Kenikmatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh antara lain ialah:

1.
Mereka mendapat tempat kembali yang baik di sisi Tuhan mereka.
Di tempat itu mereka aman dari segala macam gangguan baik berupa gangguan keamanan diri mereka maupun dari gangguan keamanan jiwa mereka.
Mereka berada dalam perlindungan Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat menggoyahkan perlindungan Allah.
Tidak ada kata-kata yang menyakitkan hati, tidak ada sikap orang lain yang dapat mengguncangkan perasaan, semuanya enak didengar, indah dilihat, menyejukkan hati dan menentramkan perasaan, tempatnya yang indah, udaranya yang nyaman, mata air yang jernih memancarkan air yang mengasyikkan orang yang tinggal di dalamnya.

2.
Di dalam surga itu, orang-orang yang beriman diberi pakaian yang terbuat dari sutera, baik sutera yang halus lagi lembut, memuaskan hati orang yang memakainya, maupun sutera tebal yang beraneka warna dan menghangatkan badan.

3.
Mereka duduk berbincang-bincang, berhadap-hadapan di tempat-tempat duduk yang menyenangkan.
Dari wajah-wajah mereka, yang terpancar hanyalah rasa kebahagiaan yang tiada taranya dan rasa kepuasan terhadap pahala yang diberikan Allah kepada mereka.

4.
Mereka dianugerahi teman hidup yang mendampingi mereka, berupa jodoh atau pasangan yang serasi dan sesuai dengan keinginan mereka.
Jodoh mereka itu tidak ada cacat celanya dan belum pernah hatinya tertambat kepada orang lain.

5.
Mereka disuguhi buah-buahan yang beraneka ragam macamnya dan makanan yang enak, tidak habis-habisnya dan tidak pernah membosankan.
Demikian kesenangan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ahli surga nanti.
Sebenarnya kebahagiaan dan kesenangan itu tidak dapat dibayangkan manusia karena tidak ada bandingannya dalam kehidupan ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal untuk menambah perhiasan mereka.
Mereka duduk berhadap-hadapan supaya semakin akrab.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal) (seraya berhadap-hadapan) lafal Mutaqaabiliina adalah Hal atau kata keterangan keadaan, yakni, sebagian dari mereka tidak dapat melihat tengkuk sebagian yang lain, karena dipan-dipan tempat mereka duduk berbentuk bundar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan.
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 53)

Sundus artinya kain sutra yang tipis untuk dipakai sebagai baju gamis dan baju luar lainnya.
Istibraq artinya kain sutra tebal lagi mengkilap yang dipakai sebagai hiasan dan aksesoris.
mereka mengenakan kain sutra dan duduk di atas dipan-dipan dengan berhadap-hadapan.


Informasi Surah Ad Dukhaan (الدخان)
Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zukhruf,

Dinamai “Ad Dukhaan” (kabut), diambil dari perkataan “Dukhaan” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut:
Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muham­ mad ﷺ sudah melewati batas, karena itu Nabi mendo’a kepada Allah agar diturunkan azab, sebagairnana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Do’a Nabi itu dikabulkan Allah, sampai orang-orang kafir me­makan tulang dan bangkai, karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi padangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan di­ turunkan.
Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan diturunkan, mereka kembali kafir seperti semula karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Keimanan:

Dalil-dalil atas kenabian Muhammad s.a.w .
huru-hara dan kehebatan hari kiamat
pada hari kiamat hanya amal-amal seseorang yang dapat menolongnya
azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat serta ni’mat dan kesenang­ an yang diterirna orang-orang mu ‘min.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dengan Fir’aun dan kaumnya.

Lain-lain:

Permulaan turunnya Al Qur’an pada malam lailatul Qadar
orang-orang kafir ha­nya berirnan kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah hilang mereka kafir kembali
dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat hikmat yang be­sar.

Ayat-ayat dalam Surah Ad Dukhaan (59 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ad-Dukhaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 59 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 44:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ad Dukhaan.

Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat.
Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w.
sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula.
Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Nomor Surah 44
Nama Surah Ad Dukhaan
Arab الدخان
Arti Kabut
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 64
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 59
Jumlah kata 346
Jumlah huruf 1475
Surah sebelumnya Surah Az-Zukhruf
Surah selanjutnya Surah Al-Jasiyah
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta