QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 43 [QS. 44:43]

اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوۡمِ
Inna syajaratazzaqquum(i);

Sesungguhnya pohon zaqqum itu,
―QS. 44:43
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat neraka ▪ Asal terciptanya manusia
44:43, 44 43, 44-43, Ad Dukhaan 43, AdDukhaan 43, AdDukhan 43, Ad Dukhan 43, Ad-Dukhan 43

Tafsir surah Ad Dukhaan (44) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka.
Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:

Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).

(Q.S. As-Saffat [37]: 65-66)

Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqum itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas.
Allah berfirman:

Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
(Q.S. As-Saffat [37]: 67)

Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pohon zaqqum yang terkenal dengan rupanya yang jelek, rasanya yang tidak enak dan baunya yang tak sedap, adalah makanan orang yang banyak berbuat dosa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya pohon zaqqum itu) zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya yang tumbuh di daerah Tihamah, kelak Allah akan menumbuhkannya pula di dasar neraka Jahim.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan azab-Nya yang Dia timpakan kepada orang-orang kafir yang mendustakan hari perjumpaan dengan-Nya:

Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak dosa.
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 43-44)

Yakni banyak dosa dalam ucapan dan perbuatannya, sedangkan dia adalah orang yang kafir.
Menurut apa yang diterangkan bukan hanya oleh seorang ulama, orang yang dimaksud adalah Abu Jahal.
Tetapi memang tidak diragukan lagi bahwa dia termasuk orang yang diterangkan dalam ayat ini, hanya bukan khusus bagi dia saja.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Ibrahim, dari Hammam ibnul Haris, bahwa Abu Darda mengajarkan kepada seseorang firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak dosa.
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 43) Lalu lelaki itu mengatakan bahwa zaqqum itu adalah makanan lain daripada yang lain.
Maka Abu Darda r.a, mengatakan, “Katakanlah, bahwa sesungguhnya pohon zaqqum itu adalah makanan orang yang durhaka.” yakni tiada makanan lain baginya selain dari buah pohon zaqqum.

Mujahid mengatakan, “Seandainya dijatuhkan satu tetes dari zaqqum itu ke bumi ini, niscaya semua penghidupan penduduk bumi menjadi rusak (tercemar) karenanya.” Hal yang semisal telah disebutkan secara marfu’.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ad Dukhaan (44) Ayat 43

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur yang bersumber dari Abu Malik bahwa Abu Jahl membawa kurma dan mentega dan berkata pada kaumnya: “Makanlah az-Zaqqum ini, yang dijanjikan Muhammad kepadamu.” Maka turunlah ayat ini (ad-Dukhaan: 43-44) yang menegaskan bahwa pohon zaqqum yang sesungguhnya ialah makanan bagi orang yang banyak berdosa.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ad Dukhaan (44) Ayat 43

ZAQQUUM
لزَّقُّوم

Lafaz ini dipetik dari at tazuqqum makananya menelan dengan payah karena busuk dan pahit.

Dalam Mu’jam Al ‘Arabi Al Asasi, az zaqquum ialah setiap makanan yang membunuh pemakannya dan syajarah az zaqquum ialah pohon yang pahit dengan rasa yang tidak sedap, buahnya adalah makanan ahli neraka.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ash Shaffaat (37), ayat 62;
-Ad Dukhaan (44), ayat 43;
-Al Waaqi’ah (56), ayat 52.

Di dalam Al Qur’an, lafaz az zaqquum dikaitkan dengan pohon atau pohonaz zaqquum.

Al Qurtubi menyatakan perbedaan ulama mengenai pohon ini, adakah ia pohon di dunia yang dikenali orang Arab atau tidak?

Pendapat pertama, sebahagian ulama ber­pendapat, ia adalah pohon yang dikenali dan ia salah satu pohon di dunia. Tetapi, mereka berbeda pendapat dalam menentukannya.

Ada yang berpendapat, ia adalah qutrub yaitu pohon yang pahit rasanya dan berasal dari negeri Tahamah yaitu pohon yang menjijikkan.

Ada yang berpendapat, ia adalah sejenis pohon yang mematikan.

Al­ Baidawi berkata,
ia adalah sejenis pohon yang kecil daunnya dan pahit buahnya, berada di Tahamah yang dinamakan dengan pohon al mausufan.

Pendapat kedua, ia sejenis pohon yang tidak dikenali di dunia.

Ketika turun ayat ini, orang kafir Quraisy berkata,
“Kami tidak mengetahui pohon ini” Lalu seorang dari orang Afrika datang kepada mereka dan ber­tanya dan dia pun menjawab, “Bagi kami ia adalah keju dan tamar,”

Ibn Az Zab’ariyy menjelaskan, Allah mem­perbanyakkan zaqquum di rumah kami.

Ibn Abbas berkata,
“Ketika turun ayat 43 dan 44 surah Ad Dukhaan (44).

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ طَعَامُ ٱلْأَثِيمِ

Abu Jahal ber­kata, ia adalah tamar dan keju yang kami selalu makan. Allah juga menurunkan ayat 64 surah Ash Shaffaat (37).

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ

Al Khazin berkata,
ia adalah sebatang pohon yang menjijikkan, rasanya pahit dan paling dibenci oleh ahli neraka untuk memakannya.

Kesimpulannya, di dalam Al Qur’an, pohon az zaqquum adalah pohon yang akarnya di dalam neraka dan dahannya bercabang hingga ke beberapa tingkat neraka. Makanan bagi ahli neraka yang rasanya pahit tidak terhingga, yang memenuhi perut-perut mereka karena kekufuran mereka dan pendusta­an mereka terhadap hari kebangkitan dan perhimpunan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:265-266

Informasi Surah Ad Dukhaan (الدخان)
Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zukhruf,

Dinamai “Ad Dukhaan” (kabut), diambil dari perkataan “Dukhaan” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut:
Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muham­ mad ﷺ sudah melewati batas, karena itu Nabi mendo’a kepada Allah agar diturunkan azab, sebagairnana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Do’a Nabi itu dikabulkan Allah, sampai orang-orang kafir me­makan tulang dan bangkai, karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi padangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan di­ turunkan.
Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan diturunkan, mereka kembali kafir seperti semula karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Keimanan:

Dalil-dalil atas kenabian Muhammad s.a.w .
huru-hara dan kehebatan hari kiamat
pada hari kiamat hanya amal-amal seseorang yang dapat menolongnya
azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat serta ni’mat dan kesenang­ an yang diterirna orang-orang mu ‘min.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dengan Fir’aun dan kaumnya.

Lain-lain:

Permulaan turunnya Al Qur’an pada malam lailatul Qadar
orang-orang kafir ha­nya berirnan kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah hilang mereka kafir kembali
dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat hikmat yang be­sar.

Ayat-ayat dalam Surah Ad Dukhaan (59 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ad-Dukhaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 59 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 44:43
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ad Dukhaan.

Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat.
Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w.
sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula.
Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Nomor Surah 44
Nama Surah Ad Dukhaan
Arab الدخان
Arti Kabut
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 64
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 59
Jumlah kata 346
Jumlah huruf 1475
Surah sebelumnya Surah Az-Zukhruf
Surah selanjutnya Surah Al-Jasiyah
4.8
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim