Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ad Dukhaan (Kabut) - surah 44 ayat 29 [QS. 44:29]

فَمَا بَکَتۡ عَلَیۡہِمُ السَّمَآءُ وَ الۡاَرۡضُ وَ مَا کَانُوۡا مُنۡظَرِیۡنَ
Famaa bakat ‘alaihimussamaa-u wal ardhu wamaa kaanuu munzhariin(a);
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu.
―QS. Ad Dukhaan [44]: 29

Daftar isi

And the heaven and earth wept not for them, nor were they reprieved.
― Chapter 44. Surah Ad Dukhaan [verse 29]

فَمَا maka tidaklah

And not
بَكَتْ menangis

wept
عَلَيْهِمُ atas mereka

for them
ٱلسَّمَآءُ langit

the heaven
وَٱلْأَرْضُ dan bumi

and the earth
وَمَا dan tidak ada

and not
كَانُوا۟ mereka

they were
مُنظَرِينَ orang-orang yang diberi tangguh

given respite.

Tafsir Quran

Surah Ad Dukhaan
44:29

Tafsir QS. Ad-Dukhan (44) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Langit dan bumi tidak menangisi kepergian dan kehancuran Fir’aun dan kaumnya.
Tidak sesuatu pun baik di langit maupun di bumi yang menghiraukan kematian Fir’aun dan kaumnya yang jahat dan durjana itu.

Mereka tidak mau bertobat memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, oleh karenanya azab disegerakan tanpa ada penangguhan.
Abu Ya’la meriwayatkan, demikian pula Abu Nu’aim dalam kitab hiyah Al-Auliya:

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:
Setiap muslim mempunyai dua pintu di langit;
pintu tempat turun rezekinya dan pintu tempat masuk amal dan ucapannya, bila keduanya tidak ada maka menangislah kedua pintu tersebut.

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 29. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Langit dan bumi pun tak bersedih ketka mereka ditimpa siksaan itu, karena mereka memang hina.
Mereka tidak diberi tenggang waktu untuk dapat bertobat dan untuk dapat menyadari kesalahannya, sebagai bentuk penghinaan terhadap mereka. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidaklah langit dan bumi menangis karena sedih akan Fir’aun dan kaumnya.
Tidaklah mereka akan ditangguhkan untuk ditimpakan hukuman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka) berbeda dengan orang-orang yang beriman, jika mereka mati tanah tempat salat mereka menangisinya dan langit tempat naiknya amal mereka menangisinya pula


(dan mereka pun tidak diberi tangguh) diakhirkan tobatnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka.
(QS. Ad-Dukhan [44]: 29)

Yakni mereka tidak mempunyai amal saleh yang dinaikkan ke pintu-pintu langit, karena itu langit menangisi kehilangan mereka.
Dan mereka tidak mempunyai satu petak tanah pun di bumi ini yang padanya dilakukan pemyembahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang karenanya tanah tersebut menangisi kehilangan mereka.
Karena itulah maka mereka berhak untuk tidak mendapat masa tangguh karena kekafiran mereka, kejahatan mereka, dan sikap mereka yang angkuh lagi pengingkar.

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan di dalam kitab musnadnya:

Telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Makki ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah, telah menceritakan keapdaku Yazid Ar-Raqqasyi, telah menceritakan kepadaku Anas ibnu Malik r.a. dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tiada seorang hamba pun melainkan mempunyai dua buah pintu di langit;
sebuah pintu untuk jalan turun rezekinya, dan sebuah pintu lagi untuk masuk amal dan ucapannya.
Apabila hamba yang bersangkutan meninggal dunia, maka kedua pintu itu merasa kehilangan dia dan menangisi kepergiannya.
Lalu Nabi ﷺ membaca ayat ini:
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka.
(QS. Ad-Dukhan [44]: 29)

Menurut suatu riwayat, mereka tidak pernah mengerjakan suatu amal saleh pun di muka bumi ini yang menyebabkan bumi menangisi kepergian mereka.
Dan tiada ucapan dan amal perbuatan mereka yang dinaikkan ke langit, yaitu ucapan yang baik dan amal yang saleh, yang karenanya langit merasa kehilangan mereka, lalu menangisi kepergian mereka.
Imam Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan hal ini melalui Musa ibnu Ubaidah Ar-Rabzi.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Talhah, telah menceritakan kepadaku Isa ibnu Yunus, dari Safwan ibnu Amr, dari Syuraih ibnu Ubaid Al-Hadrami yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ, pernah bersabda:
Sesungguhnya Islam itu asing permulaannya dan kelak akan kembali asing seperti semula.
Ingatlah, tiada keterasingan bagi orang mukmin.
Tidak sekali-kali seorang mukmin meninggal dunia di pengasingan yang padanya tiada seorang pun yang menangisi kepergiannya, melainkan langit dan bumi menangisi kepergiannya.
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka.
(QS. Ad-Dukhan [44]: 29)
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya langit dan bumi tidak akan menangisi kematian orang kafir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan,- telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad (Yakni Az Zubairi), telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Saleh, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abbad ibnu Abdullah yang telah menceritakan, bahwa pernah ada seorang lelaki bertanya kepada sahabat Ali r.a,
"Apakah langit dan bumi menangisi seseorang?"
maka Ali r.a. menjawab,
"Sesungguhnya engkau menanyakan kepadaku sesuatu hal yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun sebelummu.
Sesungguhnya tiada seorang hamba pun melainkan mempunyai tempat salat di bumi dan tempat naik amalnya di langit.
Dan sesungguhnya Fir’aun dan kaumnya tidak mempunyai suatu amal saleh pun di bumi ini dan tidak pula mereka memiliki suatu amal pun yang dinaikkan ke langit."
Kemudian Ali r.a. membaca firman-Nya:
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.
(Ad-Dukhan [44]: 29)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Talq ibnu Ganam, dari Zaidah, dari Mansur, dari Minhal, dari Sa’id ibnu Jubair yang menceritakan bahwa pernah seorang lelaki datang kepada Ibnu Abbas r.a, lalu bertanya,
"Hai Abul Abbas, bagaimanakah pendapatmu tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.’ (QS. Ad-Dukhan [44]: 29)

Maka apakah langit dan bumi itu dapat menangisi kematian seseorang?"
Ibnu Abbas menjawab,
"Ya, sesungguhnya tiada seorang makhluk pun melainkan mempunyai pintu di langit yang darinya turun rezekinya dan dengan melaluinya amal perbuatannya dinaikkan.
Maka apabila seorang mukmin meninggal dunia pintunya yang di langit tempat naik amalnya dan tempat turun rezekinya ditutup, lalu ia merasa kehilangan dia dan menangisinya.
Dan tempat dia biasa mengerjakan salatnya di bumi dan tempat ia biasa berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala bila dia meninggal, merasa kehilangan dia dan menangisinya.
Dan sesungguhnya kaum Fir’aun itu tidak mempunyai jekak-jejak yang baik di bumi, tidak pula memiliki kebaikan yang dinaikkan ke langit kepada Allah subhanahu wa ta’ala Maka langit dan bumi tidak menangisi kematian mereka."

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. hal yang semisal dengan atsar di atas.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Abu Yahya Al-Qattat, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas r.a. yang menceritakan bahwa menurut suatu pendapat, bumi menangisi kematian seorang mukmin selama empat puluh hari.
Mujahid mengatakan, bahwa lalu ia bertanya kepada Ibnu Abbas,
"Apakah bumi dapat menangis?"
Ibnu Abbas menjawab,
"Apakah engkau merasa heran?"
mengapa bumi tidak menangisi kematian seseorang yang telah meramaikannya dengan rukuk, dan sujud padanya?
dan mengapa langit tidak menangisi kematian seseorang hamba yang takbir dan tasbihnya berkumandang seperti suara lebah?"

Qatadah mengatakan bahwa kematian Fir’aun dan kaumnya dinilai sangat hina untuk ditangisi oleh langit dan bumi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abdus Salam ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ismail telah menceritakan kepada kami Al-Mustawrid ibnu Sabiq dari Ubaidul Maktab dari Ibrahim yang mengatakan bahwa langit sejak dunia ada belum pernah menangis kecuali karena kematian dua orang.
Aku bertanya kepada Ubaid,
"Bukankah langit dan bumi menangisi kematian orang mukmin?"
Ubaid menjawab,
"Yang menangisinya adalah tempat naik amalnya saja".
Ubaid bertanya,
"Tahukah kamu, apakah pertanda langit menangis?"
Aku menjawab
"Tidak tahu".
Ubaid mengatakan,
"Pertanda langit menangis ialah kelihatan memerah bagaikan bunga mawar seperti kilapan minyak.
Sesungguhnya ketika Nabi Yahya ibnu Zakaria dibunuh, langit tampak memerah dan meneteskan darah.
Dan sesungguhnya ketika Al-Husain ibnu Ali r.a. dibunuh langit tampak memerah.

Telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan Muhammad ibnu Amr Zanij, telah menceritakan kepada kami Jarir, Dari Yazid ibnu Abu Ziad yang mengatakan bahwa ketika Al-Husain ibnu Ali r.a. dibunuh, langit kelihatan memerah selama empat bulan.
Yazid mengatakan bahwa menangisnya langit itu bila ia tampak memerah.

Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Sadiyyul Kabir.
Ata Al-Khurrasani mengatakan bahwa menangisnya langit itu bila semua ujungnya tampak memerah.

Mereka (kaum Syi’ah) menyebutkan pula sehubungan dengan peristiwa terbunuhnya Husain ibnu Ali r.a, bahwa tiada suatu batu pun yang dibalikkan pada hari terbunuhnya Al-Husain, melainkan ditemukan di bawahnya darah berserakan.
Dan di hari itu matahari mengalami gerhana dan ufuk langit kelihatan memerah serta batu-batu banyak yang berjatuhan.

Semua pendapat tentang ini masih diragukan dan perlu diteliti lagi kebenarannya, yang jelas semua riwayat di atas merupakan buatan golongan Syi’ah dan kedustaan mereka untuk membesar-besarkan peristiwa itu.

Memang benar peristiwa terbunuhnya Al-Husain ibnu Ali termasuk peristiwa yang besar, tetapi tidaklah terjadi apa yang dibuat-buat oleh mereka ini.
Padahal telah terjadi peristiwa yang lebih besar dari terbunuhnya Al-Husain ibnu Ali r.a, tetapi tidak terjadi sesuatu pun yang disebutkan oleh mereka itu.
Karena sesungguhnya ayah Al-Husain sendiri (yaitu Ali ibnu Abu Talib r.a.) yang jelas lebih utama daripadanya menurut kesepakatan semuanya, tetapi ternyata tiada sesuatu pun dari hal itu yang terjadi.
Dan ketika Usman ibnu Affan r.a. terbunuh secara aniaya dalam kepungan, ternyata tidak terjadi pula sesuatu dari hal tersebut.
Begitu pula ketika Umar ibnul Khattab r.a. terbunuh di mihrab dalam salat subuhnya, yang kaum muslim belum pernah tertimpa musibah apa pun sebelum perisitwa tersebut, tetapi ternyata tidak terjadi sesuatu pun dari hal tersebut.

Berikut ini Rasulullah ﷺ penghulu manusia di dunia dan akhirat, di hari kewafatannya tiada sesuatu pun dari hal itu yang terjadi.
Dan di hari kewafatan putranya (yaitu Sayyid Ibrahim) matahari mengalami gerhana.
Maka orang-orang mengatakan, bahwa matahari gerhana karena kematian Ibrahim.
Lalu Rasulullah ﷺ mengajak mereka Salat gerhana dan berkhotbah kepada mereka, antara lain beliau ﷺ menjelaskan bahwa sesungguhnya matahari dan rembulan tidaklah mengalami gerhana karena kematian seseorang atau kelahirannya.

Unsur Pokok Surah Ad Dukhaan (الدخان)

Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zukhruf.

Dinamai "Ad Dukhaan" (kabut), diambil dari perkataan "Dukhaan" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut:
Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad ﷺ sudah melewati batas, karena itu Nabi mendo’a kepada Allah agar diturunkan azab, sebagairnana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.

Do’a Nabi itu dikabulkan Allah, sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi padangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan diturunkan, mereka kembali kafir seperti semula, karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Keimanan:

Dalildalil atas kenabian Muhammad ﷺ.
▪ Huru-hara dan kehebatan hari kiamat.
▪ Pada hari kiamat hanya amal-amal seseorang yang dapat menolongnya.
▪ Azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat serta nikmat dan kesenangan yang diterima orang-orang mukmin.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dengan Fir’aun dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Permulaan turunnya Alquran pada malam lailatul Qadar.
▪ Orang-orang kafir hanya beriman kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah hilang mereka kafir kembali.
▪ Dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat hikmat yang besar.

Audio Murottal

QS. Ad-Dukhaan (44) : 1-59 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 59 + Terjemahan Indonesia



QS. Ad-Dukhaan (44) : 1-59 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 59

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad Dukhaan ayat 29 - Gambar 1 Surah Ad Dukhaan ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 44:29
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ad Dukhaan.

Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat.
Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad ﷺ
sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula.
Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Nomor Surah 44
Nama Surah Ad Dukhaan
Arab الدخان
Arti Kabut
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 64
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 59
Jumlah kata 346
Jumlah huruf 1475
Surah sebelumnya Surah Az-Zukhruf
Surah selanjutnya Surah Al-Jasiyah
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

44:29, 44 29, 44-29, Surah Ad Dukhaan 29, Tafsir surat AdDukhaan 29, Quran AdDukhan 29, Ad Dukhan 29, Ad-Dukhan 29, Surah Ad Dukhan ayat 29

Video Surah

44:29


More Videos

Kandungan Surah Ad Dukhaan

۞ QS. 44:5 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 44:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 44:7 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 44:8 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) •

۞ QS. 44:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 44:10 • Timbulnya awan sebelum kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 44:11 • Timbulnya awan sebelum kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 44:12 Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 44:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 44:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 44:16 Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 44:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 44:21 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 44:22 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 44:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 44:29 • Azab orang kafir

۞ QS. 44:34 • Mendustai Allah

۞ QS. 44:35 • Mendustai Allah • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 44:36 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 44:37 • Azab orang kafir

۞ QS. 44:38 • Sifat Kamal (sempurna) • Kekuasaan Allah

۞ QS. 44:40 • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 44:41 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 44:42 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat hari penghitungan • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 44:43 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Pohon zaqquum (terkutuk)

۞ QS. 44:44 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 44:45 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 44:46 • Sifat neraka • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 44:47 • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama neraka • Memasuki neraka

۞ QS. 44:48 • Tugas-tugas malaikat • Sifat neraka

۞ QS. 44:49 • Azab orang kafir

۞ QS. 44:50 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 44:51 • Pahala iman • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 44:52 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 44:53 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Pakaian ahli surga

۞ QS. 44:54 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 44:55 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 44:56 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Nama-nama neraka

۞ QS. 44:57 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Memasuki surga

۞ QS. 44:58 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 44:59 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
QS. Saba’ [34]: 13

Demi langit & yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
tiada suatu jiwapun melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan?
QS. At-Tariq [86]: 1-5

Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah & ketika kamu masih janin dalam perut ibumu,
maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci.

Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
QS. An-Najm [53]: 32

Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
QS. Al-Hasyr [59]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Alam malakut

Di mana itu Alam malakut? “Wahai hamba-Ku, jika engkau ingin masuk ke wilayah kesakralan-Ku , jangan engkau tergoda oleh alam mulk, alam malakut, dan alam jabarut, karena alam mulk adalah setan ...

kekayaan

Apa itu kekayaan? ke.ka.ya.an perihal kaya; kekayaan jangan menimbulkan kesombongan; harta yang menjadi milik orang; kekayaan nya tidak seberapa; kekuasaan; kekayaan Allah … •

kunut nazilah

Apa itu kunut nazilah? kunut yang dibaca karena ada bahaya, malapetaka, atau musibah yang menimpa masyarakat … •