Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 27 [QS. 44:27]

وَّ نَعۡمَۃٍ کَانُوۡا فِیۡہَا فٰکِہِیۡنَ
Wana’matin kaanuu fiihaa faakihiin(a);
dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana,
―QS. Ad Dukhaan [44]: 27

And comfort wherein they were amused.
― Chapter 44. Surah Ad Dukhaan [verse 27]

وَنَعْمَةٍ dan kenikmatan

And pleasant things
كَانُوا۟ adalah mereka

they used to
فِيهَا di dalamnya

therein
فَٰكِهِينَ bersenang-senang

take delight!

Tafsir

Alquran

Surah Ad Dukhaan
44:27

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 27. Oleh Kementrian Agama RI


Semula mereka hidup dengan penuh ketenangan dengan penghidupan yang serba cukup dan lengkap, rezeki berlimpah-limpah, kegembiraan yang selalu dinikmati.
Semuanya itu dilimpahkan Allah kepada mereka, tetapi mereka itu tetap tidak mau sadar, bahwa kejahatan dan kekafiran mereka bertambah-tambah karenanya lalu Allah membinasakan mereka.

Kekayaan mereka tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak dapat menolong mereka.
Firman Allah:

وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰٓى

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
(al-Lail [92]: 11)

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Juga, di samping itu, mereka meninggalkan kehidupan menyenangkan yang dahulu mereka nikmati.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


(25,26,27) Berapa banyak kebun, sungai hijau, mata air mengalir, tanaman, tempat tinggal indah, kehidupan bergelimang kenikmatan dan kemewahan yang ditinggalkan Fir’aun dan kaumnya setelah dibinasakan dan ditenggelamkan Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan nikmat) kesenangan


(yang dahulu mereka bergelimang di dalamnya) bersenang-senang di dalamnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya.
(QS. Ad-Dukhaan [44]: 27)

Yakni kehidupan yang nikmat yang mereka bergelimangan di dalamnya.
Mereka dapat memakan apa yang mereka kehendaki dan berpakaian menurut apa yang mereka senangi.
Selain itu mereka memiliki harta yang berlimpah, kedudukan dan kekuasaan di negeri Mesir.
Maka semuanya itu dicabut dari mereka dalam satu saat saja.
Mereka meninggal dunia, lalu tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali adalah Jahanam.
Sedangkan negeri Mesir dan semua kekayaannya beralih ke tangan bangsa Bani Israil, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 59)

Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.
Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.
(QS. Al-A’raf [7]: 137)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

demikianlah, dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.
(QS. Ad-Dukhaan [44]: 28)

Mereka adalah kaum Bani Israil, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ad Dukhaan (44) Ayat 27

FAAKIHUUN
فَٰكِهُون

Arti kata fakih dan faakih adalah orang yang hatinya gembira atau orang yang banyak tertawa.
Kata tersebut diartikan dengan orang-orang yang sombong dan congkak.

Kata fakihiin tanpa huruf alif diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Al Muthaffifiin (83), ayat 31.
Sedangkan kata faakihuun danfaakihiin dengan huruf alif diulang tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Yaa Sin (36), ayat 55;
Ad Dukhan (44), ayat 27;
Ath Thur (52), ayat 18.
Dalam Al Qur’an kata ini digunakan untuk meng gambarkan keadaan orang kafir yang bahagia dan bersuka ria di dunia, dan keadaan orang beriman yang bahagia dan bersuka ria di akhirat.

Pada surah Ad Dukhan (44), ayat 27 dicerita kan bahawa Fir’aun dan kaumnya adalah orang yang bersenang-senang bahkan sombong (faakihiin) dan congkak dengan kemudahan-kemudahan yang mereka miliki seperti taman, sumber air, kebun dan juga kedudukan yang tinggi.
Namun akhirnya kenikmatan yang banyak itu mereka tinggalkan, karena mereka tenggelam dalam laut sewaktu mengejar Nabi Musa dan Bani kafir, munafik maupun fasiq suka mentertawakan, menghina dan mencemooh di hadapan orang mukmin, dan apabila mereka kembali berkumpul dengan kelompoknya mereka merasa bahagia dan mereka lakukan.
Ini menunjukkan bahwa hati mereka telah tertutup dari kebenaran dan mereka tertipu dengan amal perbuatannya sendiri, karena mereka telah menyakiti orang mukmin, namun mereka merasa bahawa mereka lab yang benar dan mereka lab yang selamat.

Sedangkan dalam surah Yaa Sin (36), ayat 55 dan Ath Thur (52), ayat 18 kata faakihuun digunakan untuk menggambarkan keadaan orang beriman di syurga, di mana mereka kagum, gembira dan bersuka ria dengan karunia Allah dan dengan kesibukan-kesibukan mereka sendiri di syurga.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 408-409

Unsur Pokok Surah Ad Dukhaan (الدخان)

Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zukhruf.

Dinamai "Ad Dukhaan" (kabut), diambil dari perkataan "Dukhaan" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut:
Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad ﷺ sudah melewati batas, karena itu Nabi mendo’a kepada Allah agar diturunkan azab, sebagairnana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.

Do’a Nabi itu dikabulkan Allah, sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi padangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan diturunkan, mereka kembali kafir seperti semula, karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Keimanan:

Dalildalil atas kenabian Muhammad ﷺ.
▪ Huru-hara dan kehebatan hari kiamat.
▪ Pada hari kiamat hanya amalamal seseorang yang dapat menolongnya.
Azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat serta nikmat dan kesenangan yang diterima orang-orang mukmin.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dengan Fir’aun dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Permulaan turunnya Alquran pada malam lailatul Qadar.
▪ Orang-orang kafir hanya beriman kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah hilang mereka kafir kembali.
▪ Dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat hikmat yang besar.

Audio

QS. Ad-Dukhaan (44) : 1-59 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 59 + Terjemahan Indonesia

QS. Ad-Dukhaan (44) : 1-59 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 59

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ad Dukhaan ayat 27 - Gambar 1 Surah Ad Dukhaan ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 44:27
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ad Dukhaan.

Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat.
Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad ﷺ
sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula.
Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Nomor Surah44
Nama SurahAd Dukhaan
Arabالدخان
ArtiKabut
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu64
JuzJuz 25
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat59
Jumlah kata346
Jumlah huruf1475
Surah sebelumnyaSurah Az-Zukhruf
Surah selanjutnyaSurah Al-Jasiyah
Sending
User Review
4.2 (10 votes)
Tags:

44:27, 44 27, 44-27, Surah Ad Dukhaan 27, Tafsir surat AdDukhaan 27, Quran AdDukhan 27, Ad Dukhan 27, Ad-Dukhan 27, Surah Ad Dukhan ayat 27

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al ‘Alaq (Segumpal Darah) – surah 96 ayat 7 [QS. 96:7]

6-7. Manusia sangat bangga dengan materi sehingga tidak segan berbuat zalim. Sekali kali tidak boleh demikian! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas apabila melihat dirinya serba cukup deng … 96:7, 96 7, 96-7, Surah Al ‘Alaq 7, Tafsir surat AlAlaq 7, Quran Al Alaq 7, Al-Alaq 7, Al-‘Alaq 7, Surah Al Alaq ayat 7

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 56 [QS. 51:56]

56. Allah memerintah Nabi Muhammad beristikamah dalam mengajak umatnya mengesakan Allah karena sesunguhnya itulah tujuan penciptaan. Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Ak … 51:56, 51 56, 51-56, Surah Adz Dzaariyaat 56, Tafsir surat AdzDzaariyaat 56, Quran adz dzariyat 56, Az Zariyat 56, Surah Az Zariyat ayat 56

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 13

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … jujur optimis disiplin independent parsial Benar! Kurang tepat! Orang yang

Instagram