QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 15 [QS. 44:15]

اِنَّا کَاشِفُوا الۡعَذَابِ قَلِیۡلًا اِنَّکُمۡ عَآئِدُوۡنَ
Innaa kaasyifuul ‘adzaabi qaliilaa innakum ‘aa-iduun(a);

Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
―QS. 44:15
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
44:15, 44 15, 44-15, Ad Dukhaan 15, AdDukhaan 15, AdDukhan 15, Ad Dukhan 15, Ad-Dukhan 15

Tafsir surah Ad Dukhaan (44) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa seandainya Dia melenyapkan sebagian azab itu dari mereka sesuai dengan permintaannya agar mereka berbuat baik dan tidak lagi melanggar larangan-larangan Allah, mereka akan tetap saja dalam keadaan semula yaitu kafir dan mendustakan Muhammad ﷺ sebagaimana firman Allah:

Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 75)

Dan firman-Nya:

Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya.
Mereka itu sungguh pendusta.

(Q.S. Al-An’am [6]: 28)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka, Allah pun menjawab mereka, “Kami akan membebaskan kalian dari siksa itu di dunia.
Dan itu amat sedikit.
Kelak kalian pasti akan kembali merasakan siksaan lagi.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya kalau Kami lenyapkan siksaan itu) kelaparan dan paceklik itu dari mereka selama beberapa waktu (dalam waktu yang tidak lama) lalu Allah melenyapkan azab itu dari mereka (sesungguhnya kalian akan kembali) kepada kekafiran, dan memang mereka kembali lagi kepada kekafirannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaaan itu agak sedikit, sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 15)

Ada dua takwil sehubungan dengan makna ayat ini.
Yang pertama, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Seandainya Kami lenyapkan azab itu dari kalian dan Kami kembalikan kalian ke dunia, niscaya kalian akan kembali mengulangi perbuatan kalian yang terdahulu berupa kekafiran dan mendustakan kebenaran.” Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain, yaitu:

Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 75)

Dan semakna dengan firman-Nya:

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Q.S. Al-An’am [6]: 28)

Kedua, dapat diartikan bahwa makna yang dimaksud ialah sesungguhnya Kami menangguhkan azab dari kalian barang sebentar sesudah terpenuhi­nya semua penyebab turunnya azab kepada kalian, sedangkan kalian masih terus-menerus melakukan kesesatan dan perbuatan melampaui batas.
Dan pengertian ‘dilenyapkannya azab dari mereka’ bukan berarti mereka sedang mengalaminya, semakna dengan apa yang disebutkan dalam firman-Nya:

Selain kaum Yunus?
Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami lenyapkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
(Q.S. Yunus [10]: 98)

Azab tidak sedang mereka alami dan masih belum sampai kepada mereka melainkan hanya penyebab-penyebabnya saja.
Dan hal ini bukan berarti pula bahwa mereka telah meninggalkan kekafiran mereka, lalu mereka kembali lagi kepada kekafiran itu.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, menceritakan perihal Syu’aib ‘alaihis salam yang berkata kepada kaumnya saat mereka mengatakan kepadanya:

“Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu, dari kota kami; kecuali kamu kembali pada agama kami.” Berkata Syu’aib “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?
Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami darinya.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 88-89)

Nabi Syu’aib sama sekali tidak pernah memeluk agama mereka dan tidak pula sejalan dengan mereka.

Qatadah mengatakan bahwa makna ayat ialah sesungguhnya kalian akan kembali (melakukan perbuatan-perbuatan yang menjerumuskan diri kalian ke dalam) azab Allah.


Informasi Surah Ad Dukhaan (الدخان)
Surat Ad Dukhaan terdiri atas 59 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zukhruf,

Dinamai “Ad Dukhaan” (kabut), diambil dari perkataan “Dukhaan” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut:
Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muham­ mad ﷺ sudah melewati batas, karena itu Nabi mendo’a kepada Allah agar diturunkan azab, sebagairnana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Do’a Nabi itu dikabulkan Allah, sampai orang-orang kafir me­makan tulang dan bangkai, karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi padangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan di­ turunkan.
Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan diturunkan, mereka kembali kafir seperti semula karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Keimanan:

Dalil-dalil atas kenabian Muhammad s.a.w .
huru-hara dan kehebatan hari kiamat
pada hari kiamat hanya amal-amal seseorang yang dapat menolongnya
azab dan penderitaan yang ditemui orang-orang kafir di akhirat serta ni’mat dan kesenang­ an yang diterirna orang-orang mu ‘min.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dengan Fir’aun dan kaumnya.

Lain-lain:

Permulaan turunnya Al Qur’an pada malam lailatul Qadar
orang-orang kafir ha­nya berirnan kalau mereka ditimpa bahaya, kalau bahaya telah hilang mereka kafir kembali
dalam penciptaan langit dan bumi itu terdapat hikmat yang be­sar.

Ayat-ayat dalam Surah Ad Dukhaan (59 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ad-Dukhaan (44) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ad-Dukhaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 59 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 44:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ad Dukhaan.

Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat.
Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w.
sudah melewati batas, karena itu Nabi berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.
Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan.
Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah.
Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan.
Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula.
Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Nomor Surah 44
Nama Surah Ad Dukhaan
Arab الدخان
Arti Kabut
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 64
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 59
Jumlah kata 346
Jumlah huruf 1475
Surah sebelumnya Surah Az-Zukhruf
Surah selanjutnya Surah Al-Jasiyah
4.4
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim