QS. Abasa (Ia Bermuka masam) – surah 80 ayat 20 [QS. 80:20]

ثُمَّ السَّبِیۡلَ یَسَّرَہٗ
Tsummassabiila yassarah(u);

Kemudian Dia memudahkan jalannya.
―QS. 80:20
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan Adam as. dan keturunannya ▪ Kehancuran jagad raya
80:20, 80 20, 80-20, Abasa 20, Abasa 20, ‘Abasa 20

Tafsir surah Abasa (80) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Abasa (80) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia telah memudahkan jalan manusia pada bagian pertengahan yaitu memberi kesempatan kepadanya untuk menempuh jalan yang benar atau jalan yang sesat.
Sebenarnya manusia tidak pantas menyombongkan diri, apabila ia mengerti asal kejadiannya, sebagaimana firman Allah:

Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).
(Q.S. As-Sajdah [32]: 7-8)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian Allah menunjukkan dan memudahkan jalan bagi diri mereka menuju keimanan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian untuk menempuh jalannya) yakni jalan ia keluar dari perut ibunya (Dia memudahkannya.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mencela orang yang ingkar kepada hari berbangkit dan dihidupkan-Nya kembali manusia di hari kemudian.

Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 17)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah.
subhanahu wa ta’ala: Binasalah manusia.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 17), Yakni terkutuklah manusia.
Hal yang sama dikatakan oleh Abu Malik, bahwa kalimat ini ditujukan kepada manusia yang mendustakan hari berbangkit.
Dia banyak berdusta tanpa sandaran, bahkan hanya menurut ilusinya yang menganggap hal itu mustahil terjadi, dia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali dalam hal ini.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala: alangkah amat sangat kekafirannya.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 17) Maksudnya, betapa parah kekafirannya, yakni memakai sigat (ungkapan) ta’ajjub.
Tetapi Ibnu Jarir mengatakan, bisa saja ditakwilkan dengan pengertian berikut, bahwa apakah yang menjadikan manusia itu kafir.
Dengan kata lain, apakah yang mendorongnya tidak percaya kepada adanya hari berbangkit.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Al-Bagawi, dari Muqatil dan Al-Kalabi.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: alangkah amat sangat kekafirannya.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 17) Yaitu betapa laknatnya dia.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada manusia tentang bagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, dan bahwa Dia mampu untuk mengembalikannya hidup seperti semula sebagaimana saat Dia menciptakannya di permulaan; untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani, Allah menciptakannya, lalu menentukannya.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 18-19)

Yakni kemudian menentukan ajal, rezeki, dan amalnya, apakah dia termasuk orang yang berbahagia ataukah orang yang celaka.

Kemudian Dia memudahkan jalannya.
(Q.S. ‘Abasa [80]: 20)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa kemudian Allah memudahkannya keluar dari perut ibunya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Ad-Dahhak, Abu Saleh, Qatadah, dan As-Saddi, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.
Mujahid mengatakan bahwa ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
(Q.S. Al-Insan [76]: 3)

Artinya, Kami telah menerangkan kepadanya jalan yang lurus, dan Kami telah menjelaskannya kepadanya, dan Kami telah mumudahkan baginya untuk mengamalkannya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan dan Ibnu Zaid, dan pendapat inilah yang paling kuat; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Abasa (عبس)
Surat ‘Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Najm.

Dinamai “Abasa” (ia bermuka masam) diambil dari perkataan ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari lbnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap lbnu Ummi Maktum itu.

Keimanan:

Dalil-dalil keesaan Allah
keadaan manusia pada hari kiamat.

Lain-lain:

Dalam berda’wah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang­orang yang diberi da’wah
cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri ni’mat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Abasa (42 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Abasa (80) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Abasa (80) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Abasa (80) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Abasa (80) ayat 1-42 - Ardya Rifiantara (Bahasa Indonesia)
Q.S. Abasa (80) ayat 1-42 - Ardya Rifiantara (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Abasa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 42 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 80:20
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Abasa.

Surah 'Abasa (bahasa Arab:عبس) adalah surah ke-80 dalam Al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat.
Dinamakan 'Abasa yang diambil dari kata 'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah S.A.W menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah S.A.W membacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah S.A.W bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Nomor Surah 80
Nama Surah Abasa
Arab عبس
Arti Ia Bermuka masam
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 24
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 42
Jumlah kata 133
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah An-Nazi’at
Surah selanjutnya Surah At-Takwir
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta