Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Abasa (Ia Bermuka masam) – surah 80 ayat 19 [QS. 80:19]

مِنۡ نُّطۡفَۃٍ ؕ خَلَقَہٗ فَقَدَّرَہٗ
Min nuthfatin khalaqahu faqaddarah(u);
Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.
―QS. Abasa [80]: 19

Daftar isi

From a sperm-drop He created him and destined for him;
― Chapter 80. Surah Abasa [verse 19]

مِن dari

From
نُّطْفَةٍ setetes mani

a semen-drop
خَلَقَهُۥ Dia menciptakannya

He created him,
فَقَدَّرَهُۥ lalu Dia menentukannya

then He proportioned him,

Tafsir Quran

Surah Abasa
80:19

Tafsir QS. Abasa (80) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Sebagai jawaban dari pertanyaan di atas, Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari setetes mani yang hina.
Allah lalu menentukan tahap-tahap kejadian, umur, rezeki, dan nasibnya.

Tafsir QS. Abasa (80) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Manusia diciptakan dari nutfah, air yang hina.
Allah telah menentukan fase kehidupan mereka sejak awal penciptaan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Manusia kafir dilaknat dan diazab, betapa besar kekafirannya kepada Tuhannya.
Tidakkah dia melihat dari apakah Allah menciptakannya pertama kali?
Allah menciptakannya dari air yang sedikit (yaitu sperma), lalu allah menciptakannya dalam beberapa tahapan, Kemudian Dia menjelaskan baginya jalan kebaikan dan jalan keburukan.


Kemudian Allah mematikannya dan menjadikan baginya satu tempat yang ia dikubur di dalamnya.
Kemudian jika Allah berkehendak Dia akan menghidupkan kembali dan membangkitkannya untuk menghadapi perhitungan amal dan balasan.


Perkaranya tidak sebagaimana yang diucapkan dan dilakukan oleh orang kafir ini, dia tidak menunaikan perintah Allah, yaitu beriman kepada-Nya dan mentaatiNya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya) menjadi ‘alaqah, kemudian menjadi segumpal daging hingga akhir penciptaannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mencela orang yang ingkar kepada hari berbangkit dan dihidupkan-Nya kembali manusia di hari kemudian.

Binasalah manusia;
alangkah amat sangat kekafirannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 17)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah.
subhanahu wa ta’ala:
Binasalah manusia.
(QS. ‘Abasa [80]: 17), Yakni terkutuklah manusia.
Hal yang sama dikatakan oleh Abu Malik, bahwa kalimat ini ditujukan kepada manusia yang mendustakan hari berbangkit.
Dia banyak berdusta tanpa sandaran, bahkan hanya menurut ilusinya yang menganggap hal itu mustahil terjadi, dia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali dalam hal ini.


Ibnu Juraij mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:
alangkah amat sangat kekafirannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 17)
Maksudnya, betapa parah kekafirannya, yakni memakai sigat (ungkapan) ta’ajjub.
Tetapi Ibnu Jarir mengatakan, bisa saja ditakwilkan dengan pengertian berikut, bahwa apakah yang menjadikan manusia itu kafir.
Dengan kata lain, apakah yang mendorongnya tidak percaya kepada adanya hari berbangkit.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Al-Bagawi, dari Muqatil dan Al-Kalabi.


Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
alangkah amat sangat kekafirannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 17)
Yaitu betapa laknatnya dia.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada manusia tentang bagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, dan bahwa Dia mampu untuk mengembalikannya hidup seperti semula sebagaimana saat Dia menciptakannya di permulaan;
untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani, Allah menciptakannya, lalu menentukannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 18-19)

Yakni kemudian menentukan ajal, rezeki, dan amalnya, apakah dia termasuk orang yang berbahagia ataukah orang yang celaka.

Kemudian Dia memudahkan jalannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 20)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa kemudian Allah memudahkannya keluar dari perut ibunya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Ad-Dahhak, Abu Saleh, Qatadah, dan As-Saddi, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.
Mujahid mengatakan bahwa ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus;
ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
(QS. Al-Insan [76]: 3)

Artinya, Kami telah menerangkan kepadanya jalan yang lurus, dan Kami telah menjelaskannya kepadanya, dan Kami telah mumudahkan baginya untuk mengamalkannya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan dan Ibnu Zaid, dan pendapat inilah yang paling kuat;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Abasa (عبس)

Surat ‘Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Najm.

Dinamai "Abasa" (ia bermuka masam) diambil dari perkataan ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari lbnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap lbnu Ummi Maktum itu.

Keimanan:

▪ Dalil-dalil ke-Esaan Allah.
▪ Keadaan manusia pada hari kiamat.

Lain-lain:

▪ Dalam berdakwah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi dakwah.
▪ Cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Abasa (42 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 42 + Terjemahan Indonesia



QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 42

Gambar Kutipan Ayat

Surah Abasa ayat 19 - Gambar 1 Surah Abasa ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 80:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Abasa.

Surah ‘Abasa (bahasa Arab:عبس) adalah surah ke-80 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat.
Dinamakan ‘Abasa yang diambil dari kata ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Nomor Surah 80
Nama Surah Abasa
Arab عبس
Arti Ia Bermuka masam
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 24
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 42
Jumlah kata 133
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah An-Nazi’at
Surah selanjutnya Surah At-Takwir
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

80:19, 80 19, 80-19, Surah Abasa 19, Tafsir surat Abasa 19, Quran 'Abasa 19, Surah Abasa ayat 19

Video Surah

80:19


Load More

Kandungan Surah Abasa

۞ QS. 80:11 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 80:12 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 80:13 • Lembaran catatan amal perbuatan

۞ QS. 80:14 • Lembaran catatan amal perbuatan

۞ QS. 80:15 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 80:16 • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 80:17 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 80:21 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 80:22 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 80:23 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 80:26 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 80:33 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 80:34 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 80:35 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 80:36 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 80:37 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 80:38 • Pahala iman • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 80:39 • Pahala iman • Sifat ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 80:40 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 80:41 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 80:42 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Tidaklah kau lihat bahwa Allah mengarak awan,
mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya,
menjadikannya bertindih-tindih,
maka tampak olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) turunkan (butiran-butiran) es dari langit
QS. An-Nur [24]: 43

Tidakkah mereka perhatikan, bahwa Kami telah jadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil & ingkari nikmat Allah?
QS. Al-‘Ankabut [29]: 67


dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,
dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,
QS. Al-An’am [6]: 150

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,
sebagaimana diperintahkan kepadamu & (juga) orang yang telah taubat beserta kamu & janganlah kamu melampaui batas.
Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Hud [11]: 112

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

Ahmad bin Hanbal

Siapa itu Ahmad bin Hanbal? Ahmad bin Hanbal – wafat 12 Rabiul Awal 241 H ) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw di kota Baghdad, Irak. Kunyahnya Abu Abdillah, lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal b … • Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal

Semit

Siapa itu Semit? Semit adalah suatu istilah yang mula-mula digunakan dalam linguistik dan etnologi untuk merujuk kepada sebuah “keluarga atau rumpun bahasa” asal Timur Tengah, yang sekarang disebut “Rumpun bahasa Semit”. Rumpun ini meliputi bentuk bahasa-bahasa kuno … • Bangsa Semit

mazhab

Apa itu mazhab? maz.hab haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi ikutan umat Islam ; umat Islam di Indonesia banyak yang menganut mazhab Syafii; golongan pemikir yang sepaham dalam teori, ajaran, atau aliran tertentu di bidang ilmu, cabang kesenian, dan sebagain … •