H.R. Bukhari: 1210 – Tentang Larangan Menjerit Karena Sedih Ditinggal Mati

Jangan meratapi kepergian seseorang, karena..

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 1210

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ.

 

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:

Mayit akan disiksa di dalam kuburnya disebabkan oleh ratapan (berupa jeritan dengan suara tinggi orang yang ditinggalkan) atasnya.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Menangis dan bersedih adalah hal yang diperbolehkan ketika ditinggal mati oleh seseorang, namun yang dilarang dalam Islam adalah meratap dan menjerit-jerit dengan suara tinggi karena sedih yang dirasakan setelah ditinggal mati seseorang.

Sebaiknya jadikanlah kesedihan itu sebagai pendorong untuk senantiasa mendoakan orang yang telah meninggal dunia.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim