Kitab Urusan Pidana. BAB I : TENTANG PIDANA – Hadits Ke-957

HADITS KE-957

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ جَارِيَةً وُجَدَ رَأْسُهَا قَدْ رُضَّ بَيْنَ حَجَرَيْنِ, فَسَأَلُوهَا:
مَنْ صَنَعَ بِكِ هَذَا?
فُلَانٌ فُلَانٌ حَتَّى ذَكَرُوا يَهُودِيًّا.
فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا, فَأُخِذَ اَلْيَهُودِيُّ, فَأَقَرَّ, فَأَمَرَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُرَضَّ رَأْسُهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ.
) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang gadis ditemukan kepalanya sudah retak di antara dua batu besar, lalu mereka bertanya kepadanya:
Siapakah yang berbuat ini padamu?
Si Fulan?
atau Si Fulan?
Hingga mereka menyebut nama seorang Yahudi, gadis itu menganggukkan kepalanya.
Lalu ditangkaplah orang Yahudi tersebut dan ia mengaku.
Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk meretakkan kepalanya di antara dua batu besar itu.
Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.