Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Kitab Thaharah (Bersuci). BAB VII : TENTANG TATA CARA BUANG HAJAT – Hadits Ke-83

HADITS KE-83

وَعَنْ سَلْمَانَ رضي الله عنه قَالَ:
(
لَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم "أَنْ نَسْتَقْبِلَ اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ" ) رَوَاهُ مُسْلِم

وَلِلسَّبْعَةِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أَيُّوبَ رضي الله عنه ( لَا تَسْتَقْبِلُوا اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا )

Salman Radliyallaahu ‘anhu berkata:
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam benar-benar telah melarang kami menghadap kiblat pada saat buang air besar atau kecil atau ber-istinja’ (membersihkan kotoran) dengan tangan kanan atau beristinja’ dengan batu kurang dari tiga biji atau beristinja’ dengan kotoran hewan atau dengan tulang.
Hadits riwayat Muslim.

Hadits menurut Imam Tujuh dari Abu Ayyub Al-Anshari Radliyallaahu ‘anhu berbunyi: "Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat."








Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan






Ikuti RisalahMuslim