Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Kitab Shiyam. BAB I : TENTANG SHIYAM – Hadits Ke-490

HADITS KE-490

وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ اَلْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا, عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
( مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ اَلصِّيَامَ قَبْلَ اَلْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَمَالَ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ إِلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ, وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ.
وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ:
( لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنَ اَللَّيْلِ )

Dari Hafshah Ummul Mukminin bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya."
Riwayat Imam Lima.
Tirmidzi dan Nasa’i lebih cenderung menilainya hadits mauquf.
Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilainya shahih secara marfu’.
Menurut riwayat Daruquthni:
"Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkan puasa wajib semenjak malam."








Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan






Ikuti RisalahMuslim