Kitab Shalat. BAB II : TENTANG ADZAN – Hadits Ke-155

HADITS KE-155

وَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِبِلَالٍ :
(
إِذَا أَذَّنْتَ فَتَرَسَّلْ وَإِذَا أَقَمْتُ فَاحْدُرْ وَاجْعَلْ بَيْنَ أَذَانِكَ وَإِقَامَتِكَ قَدْرَ مَا يَفْرُغُ اَلْآكِلُ مِنْ أَكْلِهِ ) اَلْحَدِيثَ .
رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَهُ .

وَلَهُ :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ :
( لَا يُؤَذِّنُ إِلَّا مُتَوَضِّئٌ ) وَضَعَّفَهُ أَيْضًا

وَلَهُ :
عَنْ زِيَادِ بْنِ اَلْحَارِثِ رضي الله عنه قَالَ :
قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( وَمَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ ) وَضَعَّفَهُ أَيْضًا

وَلِأَبِي دَاوُدَ:
فِي حَدِيثِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ :
أَنَا رَأَيْتُهُ – يَعْنِي :
اَلْأَذَانُ – وَأَنَا كُنْتُ أُرِيدُهُ .
قَالَ :
"فَأَقِمْ أَنْتَ "
وَفِيهِ ضَعْفٌ أَيْضًا

Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada Bilal:
"Jika engkau menyeru adzan perlambatlah dan jika engkau qomat percepatlah dan jadikanlah antara adzan dan qomatmu itu kira-kira orang yang makan telah selesai dari makannya."
Hadits diriwayatkan dan dianggap lemah oleh Tirmidzi.

Dalam riwayatnya pula dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

"Tidak diperkenankan adzan kecuali orang yang telah berwudlu."
Hadits tersebut juga dinilai lemah.

Dalam riwayatnya yang lain dari Ziyad Ibnul Harits bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

"barangsiapa yang telah adzan maka dia yang akan qomat."
Hadits ini juga dinilai lemah.

Menurut riwayat Abu Dawud dari hadits Abdullah Ibnu Zaid bahwa dia berkata:
Aku telah memimpikannya yaitu mimpi beradzan dan aku menginginkannya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

"Baik qomatlah engkau."
Hadits ini juga lemah.








Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta