Kitab Shalat. BAB II : TENTANG ADZAN – Hadits Ke-146

HADITS KE-146

وَعَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ رضي الله عنه قَالَ:
( رَأَيْتُ بِلَالاً يُؤَذِّنُ وَأَتَتَبَّعُ فَاهُ هَاهُنَا وَهَاهُنَا وَإِصْبَعَاهُ فِي أُذُنَيْهِ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ.

وَلِابْنِ مَاجَهْ:
وَجَعَلَ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ.

وَلِأَبِي دَاوُدَ:
( لَوَى عُنُقَهُ لَمَّا بَلَغَ “حَيَّ عَلَى اَلصَّلَاةِ ”
يَمِينًا وَشِمَالاً وَلَمْ يَسْتَدِرْ )
.
وَأَصْلِهِ فِي اَلصَّحِيحَيْنِ

Abu Juhaifah Radliyallaahu ‘anhu berkata:
Aku pernah melihat Bilal adzan dan aku perhatikan mulutnya kesana kemari (komat kamit dan dua jari-jarinya menutup kedua telinganya.
Riwayat Ahmad dan Tirmidzi.
Hadits shahih menurut Tirmidzi.

Menurut Ibnu Majah:
Dia menjadikan dua jari-jarinya menutup kedua telinganya.

Menurut Riwayat Abu Dawud:
Dia menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri ketika sampai pada ucapan “hayya ‘alash sholaah”
dan dia tidak memutar tubuhnya.
Asal hadits tersebut dari Bukhari-Muslim.