Kitab Nikah. BAB VIII : TENTANG THALAQ – Hadits Ke-873

HADITS KE-873

وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا ( أَنَّهُ طَلَّقَ اِمْرَأَتَهُ – وَهِيَ حَائِضٌ – فِي عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَسَأَلَ عُمَرُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ ذَلِكَ ?
فَقَالَ :
مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا , ثُمَّ لْيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ , ثُمَّ تَحِيضَ , ثُمَّ تَطْهُرَ , ثُمَّ إِنْ شَاءَ أَمْسَكَ بَعْدُ , وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ بَعْدَ أَنْ يَمَسَّ , فَتِلْكَ اَلْعِدَّةُ اَلَّتِي أَمَرَ اَللَّهُ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا اَلنِّسَاءُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ :
( مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا, ثُمَّ لْيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلًا )

وَفِي رِوَايَةٍ أُخْرَى لِلْبُخَارِيِّ :
( وَحُسِبَتْ عَلَيْهِ تَطْلِيقَةً )

Dari Ibnu Umar bahwa ia menceraikan istrinya ketika sedang haid pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Lalu Umar menanyakan hal itu kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan beliau bersabda:

"Perintahkan agar ia kembali padanya, kemudian menahannya hingga masa suci, lalu masa haid dan suci lagi.
Setelah itu bila ia menghendaki, ia boleh menahannya terus menjadi istrinya atau menceraikannya sebelum bersetubuh dengannya.
Itu adalah masa iddahnya yang diperintahkan Allah untuk menceraikan Allah untuk menceraikan istri."
Muttafaq Alaihi.

Menurut riwayat Muslim:
"Perintahkan ia agar kembali kepadanya, kemudian menceraikannya ketika masa suci atau hamil."

Menurut riwayat Bukhari yang lain:
"Dan dianggap sekali talak."








Video Pembahasan


Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


[ngg_images source=random_images container_ids='1,2,6,8' display_type=photocrati-nextgen_basic_thumbnails images_per_page=1000 order_by='rand()' maximum_entity_count=12 number_of_columns=3]
Ikuti RisalahMuslim
               



Ikuti RisalahMuslim
ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย