Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Kitab Nikah. BAB II : TENTANG PERGAULAN DENGAN ISTERI – Hadits Ke-815

HADITS KE-815

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ :
قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ شَرَّ اَلنَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اَللَّهِ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ; اَلرَّجُلُ يُفْضِي إِلَى اِمْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ , ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Sa’id al-Khudriy, dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukanna di Hari Kiamat, adalah seorang laki-laki (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan isterinya, kemudian membeberkan rahasia (isteri)-nya tersebut.”
(
HR.Muslim)

Intisari Hadits

Ada beberap poin yang dapat ditarik dari hadits diatas, diantaranya:

  • Masing-masing dari kedua pasangan suami-isteri memiliki rahasia yang berkenaan dengan hubungan seksual.
    Rahasia ini biasanya berupa masalah ‘pemanasan’ yang terjadi antara keduanya ketika akan memulai hubungan seksual atau berkenaan dengan ‘aib yang ada pada anggota-anggota badan yang terkait dengan hubungan seksual.
    Hal ini semua merupakan hal yang paling rahasia diantara keduanya dan keduanya tentu tidak akan menyukai seorangpun mengetahuinya.

  • Oleh karena itu, Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam memberikan label sebagai manusia yang paling jelek di sisi Allah dan paling rendah martabatnya terhadap salah seorang dari kedua pasangan suami-isteri yang mengkhianati amanah yang seharusnya dipegangnya.
    Yaitu tindakan membeberkan kepada orang-orang hubungan seksual yang terjadi antara keduanya atau membeberkan a’ib dari salah seorang diantara mereka.

  • Hadits diatas menunjukkan hukum HARAM terhadap tindakan membeberkan rahasia suami-isteri yang amat khusus, yaitu hubungan seksual yang terjadi diantara keduanya sebab orang yang membeberkannya adalah tipe manusia yang paling jelek di sisi Allah.

  • Islam menganggap hubungan seksual antara suami-isteri sebagai hal yang terhormat dan memiliki tempatnya tersendiri.
    Oleh karena itu, wajib menjaganya dan hendaknya salah seorang diantara keduanya tidak melampaui batas terhadap hal tersebut dengan membeberkan rahasia salah seorang diantara mereka karena masing-masing sudah saling membebankan amanah agar menjaganya.

  • Dari sisi yang lain, ‘pemanasan’ antara suami-isteri ketika akan melakukan hubungan badan merupakan sesuatu yang bebas dilakukan karena hal itu dapat membuat masing-masing saling merespon dan dapat membangkitkan gairah.
    Karena itu pula, di dalam hal ini dibolehkan berdusta.
    Namun bilamana salah seorang dari keduanya mengetahui bahwa rahasia-rahasia tersebut akan disebarluaskan dan mengapung di hadapan orang sehingga menjadi ajang ejekan atau kecaman, maka sebaiknya menahan hal itu dan merahasiakannya.
    Akibat dari hal seperti ini (tidak ada rasa saling percaya antara satu dengan yang lain karena takut dibocorkan rahasianya), jadilah hubungan seksual tersebut dingin dan kurang bergairah bahkan bisa berujung kepada kegagalan sebuah rumah tangga atau kegagalan di dalam menyelesaikan hubungan seksual tersebut.

  • Para ulama berkata, “Hanya sekedar menyinggung perihal jima’ hukumnya makruh bila tidak ada keperluannya dan dibolehkan bila ada perlunya seperti si suami menyebutkan isterinya sudah berpaling darinya atau sang isteri mengklaim bahwa si suami tidak mampu melakukan hubungan seksual, dan semisalnya.”

  • Di dalam hasil keputusan yang dikeluarkan oleh al-Mujamma’ al-Fiqh al-Islamiy (Lembaga Pengkajian Fiqih Islam) yang diadakan di Bandar Sri Begawan, Brunei, pada muktamar ke-8, tanggal 1-7 Muharram 1414 H bertepatan dengan 21-27 Juni 1993, disebutkan beberapa poin, diantaranya:

    – Bahwa hukum asal dalam rumah tangga itu adalah larangan membeberkan rahasia tersebut dan pembeberannya dengan tanpa adanya keperluan yang dianggap shah, mengandung konsekuensi diberlakukannya sanksi secara syar’i.

    – Menjaga rahasia itu lebih ditegaskan terhadap pekerjaan/profesi yang justeru membeberkannya akan menyebabkannya cacat hukum, yaitu profesi kedokteran.

    – Ada beberapa kondisi yang dikecualikan di dalam menyimpan rahasia tersebut, yaitu bilamana menyimpan rahasia tersebut akan berakibat fatal dan berbahaya bagi orang yang bersangkutan melebihi bahaya bilamana hal itu dibeberkan.
    Atau terdapat mashlahat yang lebih kuat di dalam membeberkannya ketimbang bahaya menyimpannya.
    Dua kondisi ini adalah:

    Pertama, Kondisi wajib dibeberkan.
    Yaitu bertolak dari kaidah “Melakukan salah satu yang paling ringan dari dua bahaya sehingga dapat menghindarkan yang paling berat bahayanya dari keduanya”

    dan kaidah “Merealisasikan mashlahat umum yang konsekuensinya harus melakukan bahaya yang berskala khusus guna mencegah adanya bahaya yang berskala umum bila memang menjadi kemestian mencegahnya”

    Kondisi ini ada dua macam:

    a.
    Mencegah suatu kerusakan terhadap masyarakat
    b.
    Mencegah suatu kerusakan terhadap individu

    Kedua, Kondisi boleh dibeberkan, karena:

    a.
    Mengandung mashlahat bagi masyarakat
    b.
    Dapat mencegah kerusakan yang berskala umum

    Di dalam kondisi-kondisi tersebut, wajib berkomitmen dengan prinsip-prinsip syari’at dan prioritasnya dari sisi menjaga dien, jiwa, akal, harta dan keturunan.

    Pengecualian-pengecualian terkait dengan kondisi wajib atau boleh dibeberkan tersebut harus dibuat secara tertulis dan legal di dalam kode etik menjalankan profesi terkait, baik kedokteran ataupun lainnya secara jelas dan transparan serta rinci.
    Wallahu a’lam.

(Sumber:
Kitab Tawdlîh al-Ahkâm Min Bulûgh al-Marâm karya
Syaikh ‘Abdullah al-Bassam, Jld.
IV, h.449-451)


Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

musabaqah

Apa itu musabaqah? mu.sa.ba.qah perlombaan; para qari dan qariah yang telah berhasil dalam medan musabaqah diterima Bapak Gubernur … •

muwahid

Apa itu muwahid? mu.wa.hid orang yang mengakui keesaan Allah; orang yang percaya bahwa Allah itu esa … •

tanah suci

Apa itu tanah suci? daerah atau negara yang dianggap suci oleh para penganut agama … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Janganlah kamu bersikap lemah,
dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang-orang yang beriman.
QS. Ali ‘Imran [3]: 139

Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan.
esungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

QS. Ibrahim [14]: 51

Sungguh Allah adalah Tuhan yang memberikan nikmat & kebaikan bagi manusia.
Di antara wujud rahmat-Nya itu adalah penundaan hukuman yang akan dikenakan atas orang-orang y
g berdusta. Namuni kebanyakan manusia tak mensyukuri karuniaNya
QS. An-Naml [27]: 73

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus

Zaid bin Haritsah

Siapa itu Zaid bin Haritsah? Zaid bin Haritsah – wafat 8 H ) adalah sahabat Nabi Muhammad dan di antara pemeluk Islam yang paling awal dari kalangan bekas budak Nabi Muhammad. Dia adalah satu-s...

Al ‘Aliy

Apa itu Al ‘Aliy? Allah itu Al-Aliyy ◀ yaitu Allah adalah Yang Maha Tinggi. Allah itu Maha Tinggi kedudukannya, sehingga tidak akan ada yang mampu menyamai atau melampaui-Nya. Allah Ta’...

Musyarakah

Apa itu Musyarakah? Musyarakah adalah bentuk umum dari usaha bagi hasil di mana dua orang atau lebih menyumbangkan pembiayaan dalam melakukan usaha, dengan proporsi pembagian profit bisa sama atau ti...

Al Hasiib

Apa itu Al Hasiib? Allah itu Al-Hasib ◀ Al-Hasib adalah Yang Maha Menghitung. Artinya adalah Allah akan menghitung segala amal perbuatan kita semua dengan sedetail mungkin. &128161; Segala per...

Baitulharam

Apa itu Baitulharam? Bai.tul.ha.ram bangunan yang ditetapkan oleh Allah menjadi kiblat umat Islam ketika salat; kiblat umat Islam; Kakbah … •

muhrim

Apa itu muhrim? muh.rim orang yang sedang mengerjakan ihram; orang laki-laki yang dianggap dapat menjaga dan melindungi wanita yang melakukan ibadah haji dan/atau umrah orang yang masih ada hubung...