Kitab Nikah. BAB II : TENTANG PERGAULAN DENGAN ISTERI – Hadits Ke-814

HADITS KE-814

وَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ :
( كُنَّا مَعَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي غَزَاةٍ , فَلَمَّا قَدِمْنَا اَلْمَدِينَةَ , ذَهَبْنَا لِنَدْخُلَ فَقَالَ :
أَمْهِلُوا حَتَّى تَدْخُلُوا لَيْلًا – يَعْنِي :
عِشَاءً – لِكَيْ تَمْتَشِطَ اَلشَّعِثَةُ , وَتَسْتَحِدَّ اَلْمَغِيبَةُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ :
( إِذَا أَطَالَ أَحَدُكُمُ الْغَيْبَةَ , فَلَا يَطْرُقْ أَهْلَهُ لَيْلاً )

Jabir berkata:
Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam suatu peperangan.
Ketika kami kembali ke Madinah, kami segera untuk masuk (ke rumah guna menemui keluarga).
Maka beliau bersabda:

"Bersabarlah sampai engkau memasuki pada waktu malam -yakni waktu isya’- agar wanita-wanita yang kusut dapat bersisir dan wanita-wanita yang ditinggal lama dapat berhias diri."
Muttafaq Alaihi.
Menurut riwayat Bukhari:
"Apabila salah seorang di antara kamu lama menghilang, janganlah ia mengetuk keluarganya pada waktu malam."








Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta