Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Kitab Kelengkapan. BAB IV : TENTANG PERINGATAN UNTUK MENJAUHI KEJELEKAN AKHLAK – Hadits Ke-1265

HADITS KE-1265

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ:
قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا تَسُبُّوا اَلْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ

“Dari ‘Aisyah radhiallaahu ‘anha, dia berkata:
Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

‘ janganlah kalian mencela orang-orang yang sudah mati, karena mereka itu sudah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan’ “. (HR. al-Bukhari)

Beberapa Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Hadits Diatas

  • Hadits diatas menunjukkan bahwa haram hukumnya mencaci maki atau mencela orang-orang yang sudah mati.
    Hadits tersebut bersifat umum sehingga mencakup kaum Muslimin dan orang-orang kafir juga.

    Hikmah dari pelarangan tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan pada bagian akhir hadits tersebut, yaitu karena mereka itu sudah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan.

    Maksudnya adalah bahwa mereka telah mencapai perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan baik berupa perbuatan yang shalih atau sebaliknya.

  • Tidak ada gunanya mencela, mencacimaki, menjelek-jelekkan kehormatan, mengungkit-ungkit kejahatan dan perbuatan-perbuatan mereka sebab hal itu terkadang berimplikasi terhadap keluarganya yang masih hidup, yaitu menyakiti hati mereka.

    Ibnu al-Atsîr berkata di dalam kitabnya Usud al-Ghâbah :
    “Ketika ‘Ikrimah bin Abu Jahal masuk Islam, banyak orang-orang yang berkata:
    ’wah!, ini adalah anak musuh Allah, Abu Jahal’.
    Ucapan ini menyakiti hati ‘Ikrimah karenanya dia mengadukan perihal tersebut kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, lantas beliau bersabda:

    “Janganlah kalian mencela ayahnya karena mencela orang yang sudah mati, akan menyakiti orang yang masih hidup (keluarganya)”.

  • Imam an-Nawawiy berkata:
    “Ketahuilah, bahwa ghibah (membicarakan kejelekan orang lain ketika orangnya tidak ada di tempat) dibolehkan bila dimaksudkan untuk tujuan yang benar dan disyari’atkan dimana tidak mungkin untuk ditempuh selain dengan cara itu…”.
    Kemudian beliau menyebutkan:
    “diantaranya; untuk memperingatkan kaum muslimin dari suatu kejahatan dan untuk menashihati mereka.
    Hal ini dapat ditempuh melalui beberapa sisi, diantaranya (seperti di dalam ilmu hadits-red); boleh men-jarh (mencacati) para periwayat dan para saksi yang dikenal sebagai al-Majrûhîn (orang-orang yang dicacati karena riwayat yang disampaikannya tidak sesuai dengan kriteria riwayat yang boleh diterima baik dari sisi individunya, seperti hafalannya lemah, dan lain sebagainya-red); maka, hal seperti ini secara ijma’ kaum Muslimin adalah dibolehkan bahkan wajib hukumnya.
    Diantaranya lagi, dengan tujuan memperkenalkan seseorang bila dia dikenal dengan julukan tertentu seperti al-A’masy (si picak), al-A’raj (si pincang), al-Ashamm (si tuli), dan sebagainya.
    Sedangkan bila julukan itu dilontarkan untuk tujuan merendahkan maka haram hukumnya.
    Oleh karena itu, lebih baik lagi menghindari penggunaan julukan semacam itu sedapat mungkin”.

  • Di dalam menyikapi orang-orang yang sudah mati, mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah adalah bahwa kita berharap agar orang yang berbuat baik dari mereka diberi ganjaran pahala oleh Allah, dirahmati dan tidak disiksa olehNya.
    Sedangkan terhadap orang yang berbuat buruk, kita mengkhawatirkan dirinya disiksa karena dosa-dosa dan keburukan yang diperbuatnya.
    Kita juga tidak bersaksi terhadap seseorang bahwa dia ahli surga atau ahli neraka kecuali orang yang sudah dipersaksikan oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan hal itu.

    Diharamkan berburuk sangka terhadap seorang Muslim yang secara lahirnya adalah lurus, berbeda dengan orang yang secara lahirnya memang fasiq maka tidak berdosa bila berburuk sangka terhadapnya.

(Materi bahasan hadits diambil dari kitab “Taudlîh al-Ahkâm min Bulûgh al-Marâm” karya Syaikh.
‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Bassâm, Juz VI, hal. 346, hadits no. 1312)


Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video


More Videos

rida

Apa itu rida? ri.da rela; suka; senang hati; rida lah patik menjadi istri beliau; perkenan; rahmat; negeri yang aman dan makmur serta mendapat rida Tuhan Yang Maha Esa ۞ Variasi nama: ridho, keridaan, keridhoan … • ridho, keridaan, keridhoan

An-Naba’

Apa itu An-Naba’? Surah An-Naba’ adalah surah ke-78 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat. Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat i … • An-Naba’, An-Naba, An Naba

maab

Apa itu maab? ma.ab tempat kembali … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang yang nafkahkan harta di jalan Allah ialah serupa sebutir benih yang tumbuhkan 7 bulir, pada tiap bulir 100 biji. Allah lipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dikehendaki. Allah Maha Luas karuniaNya
QS. Al-Baqarah [2]: 261

Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit & di bumi?
QS. Al-Hajj [22]: 69-70

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah,
dan apa saja bencana yang menimpamu,
maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.
QS. An-Nisa’ [4]: 79

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus

iktidal

Apa itu iktidal? ik.ti.dal lurus; v berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud … •

Żul Qarnain

Siapa itu Żul Qarnain? Żulkarnain adalah julukan seorang raja yang disebutkan di dalam kitab Al-Qur’an, ia digambarkan sebagai seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Dikisahkan bahwa ia te...

Ja’Afar Bin Abu Talib

Siapa itu Ja’Afar Bin Abu Talib? Beliau adalah anak kepada Abu Talib dan sepupu kepada Nabi ﷺ Beliau memeluk Islam dam telah mati syahid ketika menentang Rome yang mempunyai bilangan tentera b...

wirid

Apa itu wirid? ZIKIR berasal dari akar kata dzakara-yadzkuru-dzikran yang berarti menyebut, mengucapkan, mengagungkan, menyucikan, dan mengingat. Dzikrullah biasa diartikan berarti menyebut-nyebut Al...

Al-Hujurat

Apa itu Al-Hujurat? Surah Al-Hujurat adalah surah ke-49 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat. Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan ...

Syiah

Siapa itu Syiah? Syiah adalah salah satu sekte pecahan dari Islam. Dalam keyakinan Syiah dikatakan bahwa rasul Islam, Muhammad, menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya dan Imam setelahnya, ...