Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Tujuh Fuqaha Madinah

Kategori: Istilah Umum

Tujuh Fuqaha Madinah (فقهاء السبعة المدينة‎, fuqaha as-sab’ah al-madinah) adalah sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi’in yang merupakan para tokoh utama ilmu fiqih di Madinah setelah wafatnya generasi sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.
Tujuh Fuqaha Madinah memberikan pengaruh besar pada dasar-dasar mazhab Maliki dan Syafi’i.

Nama tokoh

Para ulama berbeda-beda dalam menyebut nama ketujuh tokoh tabi’in tersebut, namun pada umumnya menyebutkan bahwa mereka adalah:
Said bin al-Musayyib (w. 94 H/713 M)
Al-Qasim bin Muhammad (w. ± 106 H/724 M), cucu Abubakar ash-Shiddiq dan keponakan Aisyah istri Nabi Muhammad
Sulaiman bin Yasar (w. 100 H/718 M) maula Maimunah istri Nabi Muhammad
Urwah bin az-Zubair (w. 94 H/712 M), adik Abdullah bin Zubair dan juga keponakan Aisyah, cucu Abubakar ash-Shiddiq
Kharijah bin Zaid (w. 100 H/718 M), anak Zaid bin Tsabit
Ubaidillah bin Abdullah (w. 98 H/716 M)
Abubakar bin Abdurrahman (w. 94 H/712 M)

Sebagian ulama memasukkan Salim bin Abdullah (w. 106 H/724 M) sebagai salah satu di antara mereka menggantikan Abubakar bin Abdurrahman.
Jumlah keseluruhan tokoh yang disebutkan para ulama termasuk dalam “Tujuh Fuqaha” berkisar antara tujuh hingga dua belas orang.
Di antara ketujuh tokoh tersebut, Said bin al-Musayyib dianggap sebagai yang paling berpengaruh, diikuti oleh Al-Qasim bin Muhammad, Sulaiman bin Yasar, Urwah bin az-Zubair, dan Kharijah bin Zaid.

Peran Sejak zaman Nabi Muhammad masih hidup, para sahabat Nabi sudah mulai diutus untuk menyebarkan agama di berbagai kota yang jauh.
Bermukimnya para sahabat di kota-kota yang berbeda kemudian menyebabkan timbulnya pemikiran hukum (fiqih) Islam yang berbeda-beda pula, yang kemudian diteruskan oleh murid-muridnya yang disebut para tabi’in.

Para tabi’in kemudian mengembangkan ijtihad hukum (mazhab klasik) tersendiri untuk berbagai masalah yang dihadapi, yang dinisbahkan sesuai kota tempat tinggalnya; misalnya mazhab Hijazi (ahl Al-Hijaz), mazhab Iraqi (ahl Al-Iraq), dan mazhab Syami (ahl Al-Syam).
Para tabi’in ahli ilmu fiqih Madinah banyak mendapat pengaruh kuat dari para sahabat besar, terutama antara lain Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar, Aisyah binti Abubakar, dan Zaid bin Tsabit.

Setelah para sahabat besar tersebut wafat, maka penyebaran ilmu mereka dilanjutkan oleh tujuh fuqaha tersebut beserta ulama-ulama Madinah lainnya.
Sedemikian besarnya pengaruh mereka, sehingga akhirnya aliran Hijazi juga dikenal dengan sebutan aliran Tujuh Fuqaha.
Para tabi’in senior tersebut kemudian mempunyai murid-murid penerus ilmu mereka, yang adalah para tabi’in junior.

Para tab’in junior yang meneruskan ilmu tujuh fuqaha Madinah, terutama antara lain Ibnu Syihab az-Zuhri, Nafi maula Abdullah bin Umar, Abu az-Zinad Abdullah bin Dzakwan, Rabi’ah ar-Ra’yi, dan Yahya bin Sa’id.
Pada akhirnya, ilmu hadits dan fiqih para tabi’in junior Madinah tersebut diserap oleh Imam Malik, dan pada akhirnya juga berpengaruh besar pada muridnya yaitu Imam Syafi’i.

Berbagai pendapat dari Tujuh Fuqaha erat hubungannya dengan berbagai pendapat yang dikeluarkan oleh Imam Malik, dan Imam Malik meriwayatkan sebagian besar hadits dari Tujuh Fuqaha dalam kitabnya Al-Muwaththa.
Guru Imam Malik yaitu Abu az-Zinad mengumpulkan konsensus pendapat Tujuh Fuqaha dalam bukunya Al-Mudawwanah; konsensus pendapat tersebut beserta hadits-hadits dari Tujuh Fuqaha dianggap oleh Imam Malik dasar-dasar utama dari berbagai amal kebiasaan penduduk Madinah.

Demikianlah para fuqaha tersebut memberikan pengaruh besar pada dasar-dasar mazhab Maliki dan Syafi’i.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan,
lalu Dia memberikan kecukupan.
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
QS. Ad-Duha [93]: 7-9

Hai orang-orang yang beriman,
berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah,
dzikir yang sebanyak-banyaknya & bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi & petang.
QS. Al-Ahzab [33]: 41-42

Orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada hari yang berangin kencang. Mereka tak dapat ambil manfaat dari apa yang mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh
QS. Ibrahim [14]: 18

Di antara tanda kekuasaanNya, diperlihatkan padamu kilat untuk (timbulkan) ketakutan & harapan, Dia turunkan hujan, lalu hidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
Sungguh yang demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang mempergunakan akal
QS. Ar-Rum [30]: 24

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus

Ar Razzaaq

Apa itu Ar Razzaaq? Allah itu Ar-Razzaq . Allah itu Ar-Razzaq, yakni Yang Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan rezeki kepada makhluk-makhluk-Nya, kita tidak perlu takut untuk kekurangan atau kehilan...

bani

Apa itu bani? ba.ni anak; anak cucu; keturunan; bani Adam, seluruh umat manusia … •

Luth `alaihis salam

Siapa itu Luth `alaihis salam? Lūth (Arab: لُوطٌ, Ibrani: לוֹט, Injil: Lot) (sekitar 1950-1870 SM) adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sadum dan Gomorrah. Ia diangkat menjadi nab...

Al Mushawwir

Apa itu Al Mushawwir? Allah itu Al-Mushawwir . Al-Mushawwir adalah salah satu sifat Allah yakni Maha Pembentuk. Dialah yang membentuk rupa makhluk-makhluk-Nya baik yang gaib maupun yang terlihat oleh ...

Al Muqsith

Apa itu Al Muqsith? Allah itu Al-Muqsith . Artinya adalah Allah itu Yang Maha Memberi Keadilan. Allah itu Maha Adil, sehingga Dia akan memberikan keadilan bagi siapa saja yang memang pantas untuk men...

Haramain

Apa itu Haramain? Haramain (bahasa Arab: الحرمين‎), adalah istilah penyebutan kota Makkah dan Madinah, bukan Arab Saudi, yang merupakan dua kota suci umat Islam yang harus dijaga, dibela, dim...