Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Thibbun Nabawi

Kategori: Istilah Umum

Thibbun Nabawi merujuk pada tindakan dan perkataan (hadis) Nabi Islam Muhammad mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para sarjana non-medis untuk mengumpulkan dan menjelaskan tradisi-tradisi tersebut.
Istilah Thibbun Nabawi ini dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurafat.

Definisi

Terdapat beberapa pengertian mengenai thibbun nabawi yang telah didefinisikan oleh ulama di antaranya: Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.
Thibbun nabawi adalah kumpulan apa shahih dari petunjuk Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kedokteran yang dia berobat dengannya atau untuk mengobati orang lain.
Definisi thibbun nabawi adalah (metode) pengobatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dia ucapkan, dia tetapkan (akui), dia amalkan, merupakan pengobatan yang pasti (bukan sangkaan), bisa mengobati penyakit jasad, ruh dan indra.

Dasar hukumnya

Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.”
(HR. Bukhari no. 5678 dan Muslim, dari Abu Hurairah) ”


“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya.
(Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.”
(HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453.) ”


“Setiap penyakit ada obatnya.
Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
(HR. Muslim no. 5705) ”


“Barangsiapa berpura-pura jadi thabib (dokter) sedangkan ia tidak tahu mengenal pengobatan, maka dia harus bertanggung jawab (jika terjadi mala praktik).”
(HR. Ibnu Majah no.3457 dan Abu Daud no.3971, dengan derajat hadits …) ”
Al-Qur`anul karim dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada pada masa sekarang ini.
Karena itulah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata:
“Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi).
Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks.
Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”
Ibnul Qayyim juga berkata:
“Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.”
(Ath-Thibbun Nabawi, hal.
6, 29) Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekadar sebagai pengobatan alternatif.
Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi.
Pengobatan yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu.
Sementara pengobatan dari selain Nabi kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman/ uji coba.
(Fathul Bari, 10/210) Berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seseorang tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu.
Dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya, tetapi kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana perkataan Nabi Ibrahim tentang Tuhannya:“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”
(Asy-Syu’ara`: 80) Sebenarnya juga, sudah banyak hadits tentang Thibbun Nabawi yg menyentuh masalah herbal dengan pengobatan.
Tapi, Al-Albani memasukkan sejumlah hadits-nya ke dalam Silsilah Hadits Dha’if.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Jika kamu menampakkan sedekah,
maka itu baik.
Dan jika kamu sembunyikannya & berikan pada orang fakir,
maka menyembunyikan itu lebih baik.
Dan Allah akan hapuskan sebagian kesalahanmu,
dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan
QS. Al-Baqarah [2]: 271

(Ingatlah) ketika Allah jadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya,
dan Allah turunkan kepadamu hujan dari langit untuk sucikan kamu dengan hujan itu & menghilangkan dari kamu gangguan syaitan & untuk menguatkan hatimu
QS. Al-Anfal [8]: 11

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami & Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam,
dan Kami berikan kepadanya Injil & Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun & kasih sayang.
QS. Al-Hadid [57]: 27

Orang-orang yang beriman & beramal saleh akan memperoleh surga-surga yang di dalamnya terdapat tempat tinggal mereka,
sebagai penghormatan bagi mereka atas apa yang mereka lakukan.
QS. As-Sajdah [32]: 19

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus

Muhammad bin Ismail al-Bukhari

Siapa itu Muhammad bin Ismail al-Bukhari? Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari (bahasa Arab: أبو عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري‎, lahir di Bukhara, 13 Syawal 1...

Idulfitri

Apa itu Idulfitri? Idul.fit.ri hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan ۞ Variasi nama: Idul fitri … • Idul fitri

Gharar

Apa itu Gharar? Gharar atau taghrir adalah istilah dalam kajian hukum Islam yang berarti keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain. Garar dapat berupa suatu akad yang m...

Hafiz

Apa itu Hafiz? Hafiz adalah sebuah panggilan bagi seseorang yang dapat menghafal Al-Qur’an. Istilah ini diberikan kepada seseorang yang menghafal Al-Qur’an, tetapi pada masa dahulu, hafiz ...

Ad-Dukhan

Apa itu Ad-Dukhan? Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam Alquran. Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat. Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut dia...

Al Mu’iid

Apa itu Al Mu’iid? Allah itu Al-Mu’id . Artinya adalah Allah itu adalah yang Maha Mengembalikan. Yaitu Allah adalah berkuasa untuk mengembalikan segala sesuatu atas kehendak-Nya. Misal ad...