Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

tahmid

Kategori: Istilah Umum

Tahmid (تَحْمِيد Taḥmudu) adalah istilah untuk frasa Arab al-Ḥamdu lillāh (ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ) yang berarti “Pujian itu hanya untuk Allah”, merupakan ungkapan atas rasa syukur seorang muslim atas karunia Allah.


Di antara aktifitas dzikir yang bisa dilakukan oleh seorang muslim setelah shalat fardhu adalah dengan bertasbih, bertahmid, dan bertakbir.
Yang dimaksud dengan bertasbih adalah mengucapkan
subhanallah (سبحان الله)”, dan bertahmid adalah mengucapkan
“alhamdulillah (الحمد لله)”, sedangkan bertakbir mengucapkan
“Allahu-akbar (الله أكبر)”.

Lalu, bagaimana caranya mengucapkan kalimat-kalimat dzikir tersebut?
Berapa kali masing-masing harus diucapkan?

Dr. Sa’id Al Qohtoni dalam catatannya untuk kitab Syarh Hishnul Muslim (145-146), menjelaskan bahwa terdapat enam cara yang bisa dilakukan dalam melafalkan dzikir-dzikir tersebut.

Keenam cara tersebut merupakan cara yang sah diajarkan oleh Nabi karena berasal dari hadis-hadis yang sahih.
Berikut keenam cara tersebut.

Pertama

Cara yang pertama adalah dengan membaca subhanallah sebanyak 33x, alhamdulillah sebanyak 33x, dan allahu-akbar sebanyak 33x, lalu ditutup dengan kalimat

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

/laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir/

Cara pertama ini berdasarkan hadis yang diriwayatkatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”
(HR Muslim nmr 597).

Kedua

Cara yang kedua adalah dengan membaca subhanallah sebanyak 33x, alhamdulillah sebanyak 33x, dan allahu-akbar sebanyak 34x.

Cara ini berdasarakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

معقبات لا يخيب قائلهن أو فاعلهن دبر كل صلاة مكتوبة ثلاث وثلاثون تسبيحة وثلاث وثلاثون تحميدة وأربع وثلاثون تكبيرة

“Ada beberapa amalan penyerta yang barangsiapa mengucapkannya atau melakukannya setelah usai shalat wajib maka dirinya tidak akan merugi, yaitu bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 34x.”
(HR Muslim nmr 596).

Ketiga

Cara yang ketiga adalah dengan membaca kalimat
subhanallah, walhamdulillah, wallahu-akbar”
sekaligus sebanyak 33x.

Cara ketiga ini dilandaskan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang mengisahkan bagaimana Rasulullah menanggapi keluhan orang-orang miskin yang merasa kalah beramal dengan orang-orang kaya karena harta mereka.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أفلا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم وتسبقون به من بعدكم ولا يكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم قالوا بلى يا رسول الله قال تسبحون وتحمدون وتكبرون خلف كل صلاة ثلاثا وثلاثين

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?”
Mereka (para orang miskin) menjawab:
“tentu, ya Rasulullah”.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam kemudian menjelaskan:
“kalian bertsabih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.”
(HR Bukhari nmr 843 dan HR Muslim nmr 595).

Keempat

Cara yang keempat adalah dengan mengucapkan subhanallah sebanyak 10x, alhamdulillah sebanyak 10x, dan allahu-akbar sebanyak 10x.

Cara keempat ini dilandaskan pada hadis yang bercerita tentang kisah yang sama dengan hadis di atas, hanya saja diriwayatakan dengan kandungan dan jalur yang berbeda oleh Imam Bukhari.

Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَفَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَمْرٍ تُدْرِكُونَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَتَسْبِقُونَ مَنْ جَاءَ بَعْدَكُمْ وَلَا يَأْتِي أَحَدٌ بِمِثْلِ مَا جِئْتُمْ بِهِ إِلَّا مَنْ جَاءَ بِمِثْلِهِ تُسَبِّحُونَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَتَحْمَدُونَ عَشْرًا وَتُكَبِّرُونَ عَشْرًا

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?
Yaitu kalian bertasbih sebanyak 10x, bertahmid sebanyak 10x, dan bertakbir sebanyak 10x.”
(HR Bukhari nmr 6329).

Kelima

Cara kelima yaitu dengan membaca subhanallah sebanyak 11x, alhamdulillah sebanyak 11x, dan allahu-akbar sebanyak 11x.

Hadis yang menjadi landasan cara kelima ini adalah hadis yang sama dengan hadis Muslim nmr 595 di atas.

Hanya saja pada akhir riwayat tersebut, terdapat tambahan keterangan dari salah seorang periwayatnya yang bernama Suhail.

وزاد في الحديث يقول سهيل إحدى عشرة إحدى عشرة فجميع ذلك كله ثلاثة وثلاثون

“Terdapat tambahan pada hadis tersebut, dimana Suhail berkata: masing-masing (tasbih, tahmid, dan takbir) berjumlah sebelas kali, sehingga total seluruhnya menjadi 33x.”
(HR Muslim nmr 595).

Keenam

Cara keenam adalah dengan membaca kalimat
subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu-akbar”
sekaligus sebanyak 25x.

Cara keenam ini berdasarkan hadis yang mengisahkan tentang seorang sahabat Anshor yang bermimpi mengenai cara berdzikir yang kemudian disetujui oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
Dalam mimpi tersebut ada yang berkata,

سبحوا خمسا وعشرين واحمدوا خمسا وعشرين وكبروا خمسا وعشرين وهللوا خمسا وعشرين فتلك مائة

“Bertasbihlah 25x, bertahmidlah 25x, bertakbirlah 25x, dan bertahlillah 25x, maka totalnya menjadi 100x.”

Pada pagi harinya, sahabat tersebut mengabarkan tentang mimpinya kepada Rasulullah.
Lalu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun bersabda,

افعلوا كما قال الأنصاري

“Lakukanlah sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Anshor ini.”
(HR An Nasa-i nmr 1351).

Yang mana yang lebih afdhol untuk diamalkan?
Dikarenakan keenam cara tersebut sah datangnya dari Nabi, maka sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Sa’id Al Qohtoni, yang paling afdhol untuk diamalkan adalah dengan secara bergantian mengamalkan cara yang ada.
Terkadang berdzikir dengan cara pertama, terkadang dengan cara kedua, terkadang dengan cara ketiga, dst.
Dengan demikian kita akan mengamalkan dan menghidupkan sunnah Nabi dengan lebih komprehensif.

Semoga lisan kita senantiasa dimudahkan untuk berdzikir kepada Allah.
Wallahua’lam.

Referensi: muslim.or.id

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar,
tidak berterima kasih kepada Tuhannya.
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
dan sesungguhnya dia (manusia) sangat kikir karena cintanya kepada harta
QS. Al-‘Adiyat [100]: 6-8

Maka bersabarlah, dalam hadapi ejekan & permintaan mereka agar azab disegerakan, tanpa berkeluh-kesah.
Orang kafir itu sungguh menganggap hari kiamat itu mustahil terjadi.
Padahal itu amatlah mudah & dapat dilakukan dengan kemampuan Kami
QS. Al-Ma’arij [70]: 5

Dan (ingatlah) Ibrahim,
ketika ia berkata kepada kaumnya:
“Sembahlah olehmu Allah & bertakwalah kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.”
QS. Al-‘Ankabut [29]: 16

Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu,
Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 216

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus

syuhada

Apa itu syuhada? syu.ha.da orang-orang yang mati syahid (jamak dari syahid) ۞ Variasi nama: syuhadaa … • syuhadaa

ibu kota

Apa itu ibu kota? kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, tempat dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif; kota yang menjadi pusat pemerintahan … ...

tawajuh

Apa itu tawajuh? ta.wa.juh ber.ta.wa.juh v menghadapkan diri dan membulatkan hati kepada Allah; dalam sehari semalam umat Islam paling sedikit tawajuh sebanyak lima kali … •

imam

Apa itu imam? (1) pemimpin salat (pada salat yang dilakukan bersama-sama seperti pada salat Jumat); (2) pemimpin; kepala (negeri dan sebagainya); (3) (di-pakai juga sebagai gelar) pemimpin; penghulu;...

takwil

Apa itu takwil? Derivasi kata ta’wil berasal dari kata “awwal” yang berarti al-marja, yang berarti tempat kembali. Menurut Thameem Ushama, dengan mengutip dari pendapat al-Suyuthi, m...

Al Mudzil

Apa itu Al Mudzil? Allah itu Al-Mudzil . Allah itu Al-Mudzil, yaitu Allah adalah Yang Maha Menghinakan. Allah bisa menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki. Misalnya, Allah bisa saja menghinakan or...