Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Syu’aib `alaihis salam

Kategori: Nama Nabi

Syu’aib (bahasa Arab: شعيب‎; Shuʕayb, Shuʕaib, Shuaib) (sekitar 1600 SM – 1500 SM) adalah seorang nabi yang diutus kepada kaum Madyan dan Aikah menurut tradisi Islam.
Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1550 SM.
Namanya disebutkan sebanyak 11 kali di dalam Al-Qur’an dan ia wafat di Madyan.

Dalam Kitab Keluaran Alkitab Ibrani atau Alkitab Kristen tercatat seorang tokoh yang dianggap sama yaitu, Rehuel atau Yitro, imam di Madyan yang menjadi mertua Musa.

Etimologi


Syu’aib secara harafiah artinya
“Yang Menunjukkan Jalan Kebenaran”.
Karena menurut kisah Islam, Syu’aib telah berusaha untuk menujukkan jalan yang lurus kepada umatnya yaitu penduduk Madyan dan Aykah.

Genealogi


Menurut sejarah Islam, Syuaib memiliki nasab sebagai berikut, Syu’aib bin Mikil bin Yasjir bin Madyan bin Ibrahim bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ʿAbir bin Syalih bin Arfahsad bin Sam bin Nuh.

Dalam ajaran Kristen, Syu’aib secara tradisional dianggap sebagai Yitro, dan menjadi bapak mertua Musa dalam ajaran Samawi, karena Musa telah menikahi putrinya yang bernama Saffurah (Safrawa).
Saffurah kemudian melahirkan 2 putra bagi Musa.
Seorang putra Rehuel, Hobab kemudian ikut Musa pergi ke tanah Kanaan.
Setelah orang Israel masuk ke tanah Kanaan, keturunannya diberi sebidang tanah dan tinggal di tengah-tengah orang Israel.

Sedangkan dalam Islam Syu’aib bukanlah mertua dari Musa, karena Syua’ib hidup pada masa tidak jauh dari masa Luth.
Kemudian Luth sezaman dengan Ibrahim, karena Luth adalah keponakan dari Ibrahim.
Sementara Musa adalah keturunan Bani Israil, jauh dari zaman Ibrahim.
Ibnu Katsir menyebutkan lebiih dari 400 tahun.

Musa jauh setelah Yusuf, sementara Yusuf keturunan Ya’kob bin Ishaq bin Ibrahim, dan tidak diketahui, ada berapa generasi antara Ibrahim dengan Musa.
Sehingga secara perhitungan waktu, tidak mungkin jika Musa bertemu dengan Syuaib yang zamannya berdekatan dengan Luth dan Ibrahim.

Dalam hadits Muhammad menjelaskan bahwa, Syu’aib adalah seorang nabi dari Arab yang berbahasa Arab.
Sementara diskusi antara Musa dengan mertuanya dilakukan tanpa penerjemah, seperti yang Allah sebutkan kisahnya di dalam surat al-Qashas,

“ Berkatalah dia (Orang tua madyan):
“Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu, dan kamu In sya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.
Dia (Musa) berkata:
“Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu.
Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi), dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan.”
(al-Qashas: 27 – 28) ”
Ayat di atas menceritakan percakapan antara Musa dengan mertuanya soal mahar pernikahan, dan mereka lakukan tanpa penerjemah.
Jika mertua Musa adalah Syuaib, tentu berbeda dengan bahasa Musa.
Karena Musa berasal dari Bani Israil yang bahasanya bukan bahasa Arab.

Dari keterangan diatas, ada beberapa hal mendekati yang bisa disimpulkan, diantaranya:

Ada kesamaan nama daerah antara tempat dakwah Nabi Syuaib dengan mertuanya Musa, yaitu Madyan,
Mertua Nabi Musa adalah orang tua di Madyan, dan ia bukanlah Nabi Syuaib, dan pendapat ini yang dinilai kuat oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dengan pertimbangan surat Hud: ayat 89.

Biografi


Menurut Islam, Syu’aib adalah salah satu dari 4 nabi bangsa Arab.
Tiga nabi lainnya adalah Hud, Shaleh, dan Muhammad.
Ia seorang nabi yang dijuluki juru pidato karena kecakapan dan kefasihannya dalam berdakwah.

Dia diyakini merupakan cicit laki-laki Ibrahim.
Dia diutus sebagai nabi untuk kaum Madyan untuk memperingatkan mereka karena kecurangan-kecurangan mereka.
Ketika mereka tidak menyesali perbuatannya, Allah menghancurkan kaum tersebut.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim