Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Sufyan bin Uyainah

Kategori: Ulama

Sufyan bin ‘Uyainah atau Ibnu Uyainah adalah seorang Imam Sunni dan ahli hadis di tanah haram Makkah.
Julukan kunyah dia adalah “Abu Muhammad Al-Hilali Al-Kufi Al-Makki”.

Nama lengkapnya adalah Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun
(ابو محمد سفيان بن عيينة بن ميمون الهلالي الكوفي‎).

Dia lahir di kota Kuffah pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 107 H.
Dia menuntut ilmu hadis sejak berusia 10 tahun. Mendapatkan ilmu yang banyak dan kuat hafalannya.

Dia sempat bertemu dengan 87 tabi’in dan mendengar hadis dari 70 orang di antara mereka.
Yang paling terkenal di antaranya adalah Ja’far ash-Shadiq, Humaid ath-Thawl, dan Abdullah bin Dinar.

Dia tidak hanya mengumpulkan ilmu namun juga menuliskannya sampai kepada ‘uluwul isnad (riwayat yang tertinggi).
Jumlah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah adalah sekitar 7000 hadis, dan dia tidak memiliki karya tulis berupa buku.

Pada tahun 163 H ia pindah dari Kufah ke Makkah, ia menetap di kota ini mengajar hadis dan al-Quran kepada orang orang Hijaz sampai dengan wafatnya.
Dia meninggal pada bulan Jumadil Akhir 198 H dalam usia 91 tahun.

Perjalanan Sufyan bin ‘Uyainah menuntut ilmu

Syu’bah bin al-Hajaj berkata,”
Saya melihat Ibnu Uyainah orang yang masih kecil, dia membawa papan yang panjang ketika belajar pada Amru bin Dinar..”

Yahya bin Adam berkata,
“Saya tidak melihat seorangpun yang tidak salah ketika diuji hafalan hadisnya kecuali Sufyan bin Uyainah.”

Ziyad bin Abdulloh bin Khuza’i mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, “Dahulu ayahku adalah seorang penukar uang (money changer) di Kota Kufah, maka ketika kami telah sampai di Kota Mekah kemudian menuju mesjid. Tanpa sengaja aku bertemu dengan Amru bin Dinar (seorang ulama besar di zamannya -red). Dia membacakan kepadaku 8 hadis.

Lalu saya memegang tali keledainya sehingga dia sholat.
Maka ketika dia keluar dari masjid saya setorkan 8 hadis yang tadi disampaikannya, maka diapun berdoa “Semoga Allah memberkahi dirimu.””

Ibnu Al-Madini mendengar Ibnul Al Uyainah berkata,
“Saya belajar pada Abdul Karim Al hazari selama 2 tahun dan dia berkata kepada penduduk kotanya, “Perhatikan anak kecil ini, dia bertanya kepadaku sedangkan kalian tidak bertanya kepadaku.”

Mujahid bin Musa mendengar Ibnu Uyainah berkata, “Aku menulis sesuatu melainkan telah ku hafalkan sebelum menulisnya.”


Guru-guru Sufyan bin ‘Uyainah

Dia belajar kepada banyak syaikh/guru, di antaranya:

• Amru bin Dinar
Ibnu Syihab Az-Zuhri
• Ashim bin Abu najud
• Abdulloh bin Dinar
• Zaid bin Aslam
Muhammad bin Al Munkadir
• ‘Atha bin As Saib
Yahya bin Said Al Ansari
Sulaiman Al-A’masy
• Suhail bin Abu Shalih
Ibnu Juraij
• Syu’bah
• Zaidah bin Qudamah
dan ulama lainnya -rahimakumulloh-


Murid-murid Sufyan bin ‘Uyainah

Penuntut ilmu yang datang kepada dia sangat banyak.
Di antarayang meriwayatkan hadis darinya adalah Al A’masy, Ibnu Juraij dan Syu’bah (guru-guru dia sendiri).

Murid murid dia yang lain di antaranya:
• Hamam bin Yahya
• Zuhair bin Mua’wiyah
• Abu Ishaq Al Fazari
• Abdullah bin Al-Mubarak (Ibnul Mubarak)
Yahya Al-Qaththan
Muhammad bin Idris (Imam Syafi’i)
• Al-Humaidi
• Said bin Manshur
Yahya bin Ma’in
Ahmad bin hanbal (Imam Ahmad)
Abu bakar bin Abu Syaibah (Ibnu Abi Syaibah)
Muhammad bin Al Mutsanna
• Az Zubair bin Bikar
• Mis’ar bin Kidam
Ali bin Madini.
dan masih banyak lagi -rahimakumulloh-


Pandangan Para Ulama

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata mengenai dirinya:”
Dia (sufyan bin Uyainah) seorang yang Tsiqah, Hafidz, dan seorang yang ahli fiqh, Boleh jadi dia melakukan Tadlis tetapi dari orang orang yang tepercaya”.

Imam Syafi’i memberikan kesaksian atas keilmuannya:
“Kalaulah bukan karena Imam malik dan Sufyan bin Uyainah maka akan hilanglah perbendaharaan ilmu di Hijaz.”

Imam Syafii juga berkata,
“Tidaklah aku melihat seorangpun yang memiliki keluasan ilmu sebagai Sufyan bin Uyainah dan tidaklah saya melihat orang yang lebih dapat menahan diri untuk berfatwa daripada Ibnu Uyainah.
Dan tidaklah saya melihat seorangpun yang lebih bagus dalam menafsirkan hadis dibanding Ibnu Uyainah.”

Imam Abdurrahman bin Mahdi berkata,
“Ibnu Uyainah adalah orang dari Hijaz yang paling alim tentang hadis-hadis.”

Abdurrahman bin Wahb berkata,
“Saya tidak mengetahui tentag tafsir Al Qur’an daripada Ibnu Uyainah, adapun untuk sunnah maka Ahmad bin Hanbal lebih mengetahuinya daripada Sufyan bin Al Uyainah.”

Ibnu Al-Madini mendengar Yahya Al-Qaoththan berkta,
“Tidaklah seorangpun dari guruku yang tersisa selain Sufyan Ibnu Uyainah dan dia menjadi Imam semenjak 40 tahun yang lalu.”

Abdurrazaq berkata,
“Saya tidak melihat seorangpun setelah Ibnu Juraij yang seperti Ibnu Uyainah dalam kefasihan berbicara.”


Periwayatan Hadis Sufyan bin Uyainah

Abu Hatim ar-Razi berkata,
“Sufyan bin Uyainah adalah imam yang tsiqoh (tepercaya) dan dia adalah orang yang tahu tentang hadis dari jalur Amru bin Dinar daripada Syu’bah.”

Yahya bin Ma’in berkata,
“Sufyan bin Uyainah adalah orang yang lebih tsabat (tepercaya) terhadap hadis yang diriwayatkan dari Amru bin Dinar.”

Diriwayatkan bahwa Sufyan bin Uyainah memliliki beberapa saudara yaitu Imran bin Uyainah, Ibrahim bin Uyainah, Adam bin Uyainah dan Muhammad bin Uyainah yang semuanya meriwayatkan hadis Sufyan bin Uyainah.
Hanya saja Sufyan dikenal dengan taldis dalam meriwayatkan hadis dari jalur AzZuhri dan tidaklah dia mentaldis hadis darinya melainkan dari perawi yang tsiqoh (tepercaya).


Hikmah dari Ibnu Uyainah

Ahmad bin An Nadhar Al Hilali mendengar ayahnya bercerita,
“Saya berada di Majelis Sufyan bin Uyainah, kemudian Sufyan memandang anak saya. Orang-orang dimasjid seakan-akan meremehkan anak saya karena masih kecil.Maka berkatalah Sufyan dengan mengutip ayat,”Beigitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugrahkan nikmatNya atas kamu, maka telitilah…”[QS An Nisaa 94].
Kemudian di berkata,
“Wahai An Nadhar, kalau engkau tahu saya dahulu disaat berusia 10 Tahun, tinggiku baru 5 jengkal, wajahku seperti uang dinar, pakaianku kecil,lengan bajuku pendek,sandalku seperti telinga keledai liar,aku belajar kepada ulama-ulama di berbagai negeri seperti kepada Az Zuhri dan Amru bin Dinar, maka apabila aku datang ke majelis mereka (murid-murid lainnya-red) berkata,’ Geser-geser, syaikh kecil datang,’ Kemudian Diapun tertawa.”

Ibnu Dawud menukil dari sufyan bin Uyainah,
“Barangsiapa yang bermaksiat karena syahwatnya, maka dia telah menceburkan dirinya ke lubang. Barangsiapa yang bermaksiat karena kesombongannya maka dia telah berbuatan yang sangat keji.
Sesungguhnya Adam bermaksiat karena menuruti hawa nafsunya, lantas Alloh Azza wa Jalla mengampuninya dan Iblis bermaksiat karena kesombongannya maka Alloh Azza wa Jalla melaknatnya.”

Dia juga berkata,
Zuhud itu bersabar dan mempersiapkan diri untuk kematian.dan Ilmu apabila tidak bermanfaat maka akan membahayakan (pemilik)nya.”

Muhammad bin Manshur berkata bahwa seorang lelaki pernah bertanya kepada Sufyan bin Al Uyainah,
“Apa pendapatmu tentang Al Qur’an?”,
maka dia menjawab,
Al Qur’an adalah kalamulloh, dari Allah-lah Al Qur’an itu diturunkan dan kepadaNya ia akan kembali.”

Ahmad bin Nashr bertanya kepada Ibnu Uyainah maksud hadis Abdulloh dari Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam,
“Sesungguhnya Allah menjadikan langit-langit (yang tujuh) berada disalah satu jariNya.”
dan Hadis:
“Sesungguhnya hati hamba-hamba Allah berada di antara dua jari-jemari Ar Rahman.”
Juga Hadis:
“Sesungguhnya Allah itu kagum atau tertawa terhadap orang-orang yang menyebut (mengingat)Nya di pasar-pasar.”

Maka Sufyan bin Uyainah menjawab,
hadis-hadis tersebut hakikatnya sebagaimana yang disampaikan.Kami menetapkannya dan membicarakan hadis-haidts tersebut tanpa mempersoalkan bagaimana hakikatnya.”

Ibrahim bin Al Asy’ats mendengar Ibnu Uyainah bekata,
“barang siapa mengamalkan apa yang telah diketahuinya mka akan mencukupkan terhadapnya apa-apa yang tidak diketahuinya.
Dan Barangsiapa melihat dirinya lebih baik dari orang lain maka sesungguhnya dia telah berbuat kesombongan,’
Kemudian dia menceritakan kisah Iblis.

Ahmad bin Abul Hawari bertanya kepada Sufyan bin Uyainah,
“Apa zuhud di dunia itu?”
Dia menjawab,
“Apabila Allah memberimu karunia engkau bersyukur kepadaNya dan apabila diuji dengan musibah engkau bersabar,itulah zuhud.”

Ibrahim bin Sa’id mendengar Ibnu Uyainah berkata,
“Iman itu terdiri dri ucapan dan amalan,dia bertambah (dengan ketaan)dan berkurang (dengan kemasiatan).”

Al-Humaidi mendengar Ibnu Uyainah ditanya tentang perkataan Bisyr Al-Mirisi bahwa Allaoh Azza wa Jalla tidak akan dilihat pada hari kiamat, Dia membantahnya dengan berkata,”

Semoga Allah membinasakan binatang melata yang kecil itu (yaitu Bisyr), apakah kalian tidak mendengar firman Allah:
“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka.”
[QS Al Muthaffifin 15] Maka apabila wali-wali Allah dan musuh-musuhNya sama-sama terhalang (dari melihat Allah) apa keistimewaan wali Allah dengan musuh Allah ?!!.

Al Musayyib bin Wadhih berkata bahwa Ibnu Uyainah ditanya tentang zuhud, maka dia menjawab:
Zuhud adalah menjauhi apa-apa yang diharamkan, adapun semua yang dihalalkan Allah boleh dikonsumsi.
Sesungguhnya para Nabi itu menikah, berkendaraan, berpakaian yang bagus dan memakan makanan, akan tetapi Allah melarang mereka dalam beberapa perkara maka merekapun meninggalkannya, dan mereka adalah orang-orang yang zuhud.”
Ali bin Harb mendengar Sufyan bin Uyainah tatkala menjelaskan firmah Allah:”Orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh.”
[QS An Nisa 69].
Dia berkata,”
Orang-orang shaleh adalah para ahli hadis.”

Referensi: Wikipedia




۞ Variasi nama: Sufyan bin ‘Uyainah, Ibnu Uyainah, Uyainah

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati,
dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
QS. Al-Furqan [25]: 58

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar,
dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) & lebih baik akibatnya.
QS. Al-Isra’ [17]: 35

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,
tetapi dia adalah Rasulullah & penutup nabi-nabi.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-Ahzab [33]: 40

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang yang nafkahkan harta di jalan Allah ialah serupa sebutir benih yang tumbuhkan 7 bulir, pada tiap bulir 100 biji. Allah lipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dikehendaki. Allah Maha Luas karuniaNya
QS. Al-Baqarah [2]: 261

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus

Dzimmi

Apa itu Dzimmi? Secara istilah, dzimmi (bahasa Arab: ذمي‎, majemuk: أهل الذمة, ahlul dzimmah, “orang-orang dzimmah”) adalah orang non-Muslim merdeka yang hidup dalam negara Is...

Ibnu Jarir ath-Thabari

Siapa itu Ibnu Jarir ath-Thabari? Ath-Thabari (bahasa Arab: الطبري‎, 838 M / 224 H- 923 M / 310 H) adalah seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia, lahir di daerah Amol atau Amuli, Tha...

At Tawwaab

Apa itu At Tawwaab? Allah itu At-Tawwab . Artinya Allah adalah Maha Penerima Taubat. Untuk itu jangan berputus asa mendapatkan ampunan Allah dengan cara bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Nya. ...

makruh

Apa itu makruh? mak.ruh dianjurkan untuk ditinggalkan, tetapi tidak berdosa apabila dikerjakan; dipandang makruh apabila berlebih-lebihan memakai wangi-wangian pada waktu puasa … •

Takaful

Apa itu Takaful? Menurut pengertiannnya, Takaful adalah solidaritas, mencukupi kebutuhan hidup dan mengasuh, seperti kondisi kekurangan yang timbul pada salah satu pihak yang mendesak hubungan saling ...

Islam

Apa itu Islam? Islam (bahasa Arab: الإسلام, al-islām‎) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan 1,8 miliar orang pengikut di seluruh dunia, Islam menjadi agama terbesar ke...